
Hay para Reader
Di manapun kalian berada semoga sehat selalu🤗
Selamat datang di TCBK.
Happy reading🥰
....
....
....
....
“Aw ... Hati-hati Ken!” Aya MA merintih.
“Suami, Angelina Aya MA!” sekali lagi pria itu memperingati istrinya.
“Suami, Aw ... Ini sakit, jujur Ken semalam kau salah milih lahan ketika memulai proyek,” ujar wanita yang tengah mengigit bibir bawahnya.
“Tidak sayang, kata ayah ku luka ini akan mereda setelah berendam air hangat di bak mandi. Setelah ini kau tak akan merasakan sakit setiap aku mencoblos lubang sumur mu, meski dengan kecepatan Turbo sekalipun.”
Pria itu bangun dari duduknya , tadi ia kaget melihat istrinya mengecek keadaan sumur bor yang semalam ia gali.
Alhasil ken lah yang memegang kacanya agar sang istri bisa melihat keadaan yang di bawah dan menyentuh apa yang di suruh sentuh oleh sang istri.
Mungkin Lem yang aku oleskan semalam tak mampu merekatkan luka di bawah sana. Batin Ken.
“Pokoknya aku tak mau melakukan lagi sebelum luka di bawah ini sembuh,” Wanita itu menetapkan larangan terhadap suaminya.
“Ok, ok, aku tidak akan memaksamu jika kau yang meminta baru aku siap melayani, Tante ku, sayang.”
...----------------...
__ADS_1
Saat ini Aya pasrah ketika suaminya membawanya ke kamar mandi, mendudukkan tubuhnya dalam bak mandi.
Aroma bunga lavender menjadi aroma pilihan suaminya. Ketika memejamkan matanya ia bisa merasakan kenyamanan, sakit di bawah sana pun mereda, karena pria itu memberikan beberapa ramuan obat pereda nyeri yang paling ampuh andalan perusahaan Q.C.L yang didirikan oleh ibu Ken.
5 menit berendam wanita itu merasakan nyaman hingga ke dalam-dalam.
Kecepak ... Suara percikan air berasal dari dalam bak mandi menandakan sesuatu masuk ke dalam bak itu. Aya MA yang memejamkan matanya dengan rileks harus membuka matanya.
“Suami apa yang kau lakukan di sini?” tanya Aya MA, ia menelan air liurnya ketika melihat suaminya sudah polos tak mengenakan apapun, bahkan si Jeck Daniel yang masih berbentuk dadar gulung menggelantung nyata di depan mata.
“Aku mau membantumu mengobati si sumur bor, aku harus bertanggung jawab bukan, jika hanya seperti ini yang ada bibir bawah mu saja yang sembuh, sedangankan di dalam lubang sumurnya masih cidera,” pria itu memeluk istrinya dari belakang.
“Ia, tapi jangan seperti ini, kau di depan saja, dan tanganmu jangan nakal,” ujar Aya, karena suaminya langsung memegang dua bola Voli miliknya, memijitnya secara perlahan. Dan itu sangat menggairahkan.
“Aku sudah siap cuti pada saat baru sekali melakukan dinas peranjangan, masak hanya memegang dua bola Voli kesayangan ku ini kau juga larang, kau sungguh kejam Tante!”
Sialan, jika seperti ini, aku khilaf lagi. Batin Aya MA.
Aku lihat sampai mana kau akan bertahan sayang, aroma terapi ini selain untuk memulihkan luka juga membangkitkan hormon bercinta. Batin Ken bersorak.
“Suami,” wanita itu membalikkan tubuhnya, tak di sangka ia langsung menyerang bibir sang suami dengan buas.
“Sayang, kau mau apa?” tanya pria itu sok polos.
“Aku mau kamu!” bisik wanita itu di telinga suaminya sesekali menggigit telinga Pria itu tak lupa ia membimbing tangan suaminya agar memegang miliknya, ia mencium bibir suaminya dengan rakus.
“Women Toktok ya sayang?” tanya pria itu di bawah tubuh istrinya.
“Giring saja kedalam lubangnya!” bisik wanita itu, di bawah sana sudah gatal, ia memberikan ciuman memabukkan yang sering ia pelajari dulu.
Sialan, padahal sudah di gali semalam kenapa rapet banget, apa aku kebanyakan membubuhkan lemnya. Batin Ken.
Karen sudah pas di mana lubang sumur berada, Ken mendorong pelan tetapi siapa sangka sang istri mendorong nya dengan sekali hentakan.
“Aw, perih-perih enak.” ujar wanita itu ya g tengah kesurupan jin bak mandi.
__ADS_1
Wanita itu bergerak perlahan namun pasti, sedangkan Ken pasrah di bawah sana. Tangannya memegang bel di tengah bola Voli.
Setelah itu hanya desa han terdengar di kamar mandi, wanita yang baru beberapa menit yang lalu mencabut SIM A milik dedek Ken itu tengah menjadi pemimpin tangguh hingga jeritan kenikmatan menandakan satu ronde telah usai.
...----------------...
Pasangan Pasturi itu keluar dari kamar mandi setelah air di dalam bak mandi dingin dan air di dalam bak itu tinggal setengah karena di guncang ombak dahsyat berasal dari pasangan baru kawin. Merek keluar dari kamar mandi dengan bibir pucat dan kulit kakinya keriput menandakan mereka terlalu berendam nikmat.
Wajah Aya MA memerah berada di dalam gendongan suaminya, sedangkan si Pria tanpa hanya menampilkan ekspresi hanya diam seakan tak terjadi apa-apa di dalam kamar mandi mereka.
Ken mendudukkan tubuh istrinya di atas tempat tidur, ia mengambil sepaket baju untuk dirinya serta sang Istri, lalu membantu memakaikan pakaian itu di tubuh Aya, sedangkan sang istri hanya diam tak melakukan protes ketika suaminya mendadani tubuhnya, acara pakai memakai baju itu ditutup dengan Ken mengeringkan rambut sang istri.
“Aku akan pulang ke Vila orang tua ku, kau ku tinggal sebentar tidak apa-apa?” tanya pria itu sambil mengenakan bajunya di depan sang istri tanpa rasa malu sedikit pun, wanita itu hanya menganggukkan kepalanya tak berani melihat kearah sang suami.
“Maaf aku hanya mampu memberikan satu ronde sayang, nanti pulang dari Vila baru kita lanjutkan.” ujar Pria itu menggoda sang istri yang tengah malu.
“Sana dah pergi, aku tidak apa-apa di tinggal sendiri.”
“Baiklah baiklah, aku pergi dulu sayang, kau jangan kesepian karena para pembantu sehabis membersihkan rumah ini akan pulang ke rumah yang sudah tersedia untuk mereka. Aku sudah di tunggu Momy. Jika kau perlu apa-apa kau tinggal pencet bel seperti ini di setiap didinding rumah ini, mereka akan datang melayani mu.” pria itu menunjuk bel yang tapi pagi ia mencet.
Cup ... Pria itu mencium kening istrinya sebelum pergi, sebenarnya ia masih ingin bermanja-manjaan layaknya pengantin baru, tetapi permintaan ibunya adalah yang nomer satu.
...----------------...
“Rumah ini sangat sepi,” wanita itu berjalan ke ruang tamu, hingga ke taman kecil di sebelah rumahnya.
Srek ... Srek ... Bunyi sesuatu di belakang semak-semak. Karena penasaran Aya MA mendekati tempat itu.
“Astaga dia sangat tampan! Bolehkah aku memeluk mu, mencium mu lalu membawamu ke atas tempat tidurku.”
^^^~To be continued.^^^
Terimakasih atas dukungan like dan komentar nya, yuk olahraga jarinya biar emak makin semangat liat komen makin banyak setiap eps nya,
Vote, kopi dan bunganya lemparin dong buat Aya ma dan bang Ken ku yang keren 😘😂🤣
__ADS_1