Terjerat Cinta Berondong Kaya

Terjerat Cinta Berondong Kaya
Ronde Kompensasi


__ADS_3

Hay para Reader


Di manapun kalian berada semoga sehat selalu🤗


Selamat datang di TCBK.


Happy reading🥰


....


....


....


....


Helikopter sudah mengudara di atas Mansion megah milik suami Aya MA itu.


Capung terbang itu belum mendarat tetapi Ken sudah terjun bebas seakan tak sayang akan nyawanya.


Gedebuk ...


“Astaga tuan muda nekat sekali mau ketemu Nona muda,” ujar Sekertaris Sean yang tengah mengemudikan helikopter.


Jatuh cinta sangat mengerikan. Cinta membuat orang lurus jadi lebay, ini yang membuatku ingin jauh dari para wanita. Batin Sean.


Sedangkan Ken yang mendarat sempurna karena tubuhnya sudah terlatih sedari kecil. Ketika Kakinya itu menyentuh tanah, dengan sekuat tenaga ia berlari kedalam rumah lalu memasuki lift.


“Kenapa semuanya begitu lambat, apa katrol Lift ini karatan,


hanya menarik tubuh ini ia sudah tak mampu, aku harus menyuruh Sean mengganti Lift ini,” pria itu mengomel sepanjang Lift itu mengangkatnya.


...----------------...


Ceting ... Kotak besi itu sudah sampai di tujuan.


Dengan tergesa-gesa ia memasuki kamarnya.


“Sayang, Tante, Aya!” Ken memanggil sang istri.


“hihihihi .... Kau sangat nakal sayang, kau menjilat ku,” suara Aya tertawa di dalam ruang ganti mereka, tender di Indra pendengaran Ken.


“Ayo kita sudahi, Ahhh, Ahhh, kau nakal sekali....”

__ADS_1


Indera pendengaran Ken menangkap suara sang istri mendesahhh sehingga membuat hati pria itu meradang. Wajahnya memerah bak kepiting rebus.


Bak Singa menemukan mangsanya, aura membunuhnya mencuat, siapapun yang berada di dekat pria itu saat ini pasti ketakutan.


Dengan menghentak hentakkan kakinya dengan kasar, ia mendekati pintu lalu membuka pintu penghubung itu, “Baru semalam kau mendesahhh di bawahku sudah membawa pria....”


Ucapan pria itu langsung menggantung ketika melihat sang istri tengah merias seekor Harami besar dengan santai seperti merias boneka Beruang.


Sepertinya sang istri tidak tau kedatangannya padahal Ken membuka pintu dengan keras, harimau yang ia rias ketakutan seperti berjumpa dengan demit jantan.


Mungkin karena Ia sibuk merias harimau putih dengan serius sehingga tak mendengar apapun, bahkan saat ini si Harimau besar itu menggunakan lipstik di bibirnya persis bencong di jalanan, tetapi entah kenapa Harimau besar itu hanya diam dan pasrah di perlakuan seperti apapun oleh wanita itu.


“Nah lihat kuku saat ini cantik, kasik Ibu satu kali ciuman,” harimau itu mau mencium Aya MA tapi ia urungkan karena ke takutkan


Sialan berani mencium istriku, maka siap-siap menjadi Harimau panggang. Batin Ken cemburu.


“Hem, Jos!” panggil Ken.


Harimau jantan itu memang tengah melihat ke arah majikannya, ia merasakan kemarahan dari sang majikan, tapi seorang Aya MA sungguh membuat Jos ingin mendekati wanita itu.


“Hey, Suami sudah pulang? Kenapa begitu cepat?” tanya Aya beruntun, ia baru sadar akan kehadiran suaminya.


“Oh sakitnya hatiku, jika aku lama di rumah orang tua ku, kamu bahagia main belakang dengan si Jos ini.”


“Kau tau tidak sayang jika Harimau itu hewan berbahaya! Aku pulang tergesa-gesa takut kau di lukai oleh harimau ini karena ia banyak menewaskan manusia, dan dia ini jantan,” ucap Ken.


Lagi-lagi ucapan Ken seperti angin lalu di telinga Aya, karena wanita itu menyelesaikan acara mengecat kuku sang Harimau.


Ken merasakan api cemburu yang membakar kalbu, karena istrinya tak menyabut dirinya. Yang ada ia disuguhkan betapa romantisnya sang istri dengan hewan peliharaannya.


Ken memperlihatkan pistol di saku jasnya, memandang tajam hewan peliharaannya, pria itu seakan bicara terhadap Jos, “Berani merebut istriku maka tamatlah Riwayat mu.”


Seakan faham dengan tatapan membunuh Tuanya, Jos mengerakkan kepalanya ke lengan Aya dengan lembut layaknya kucing yang meminta kasih sayang, tatapan matanya memandang Aya seperti seorang anak kecil meminta perlindungan ibunya, “Ibu Ayah marah padaku.”


Sedangkan Aya melihat hewan imut seperti gumpalan bola salju itu ketakutan, ia menoleh ke belakang, “Suami, hilangkan tatapan menakutkan mu itu, Bolu Kukus kita ketakutan.”


Wah Dedek Ken makin meradang mendengar sang istri memberikan nama kasih sayang terhadap Harimau yang tiba-tiba menjadi saingan cintanya.


“Sayang, Jos itu Jantan! Kau tak mendengar ku, menyingkir lah dari sana, dia sangat berbahaya,” Ken memperingati Aya MA.


“Astaga, Bolu Kusus kau itu Jantan ya? Kenapa kau tak bilang kepada ibu pada saat ibu mendadani mu, coba aku lihat!” tangan Aya MA mau membuka selang•kangan Jos, ia ngin memastikan jenis kelamin sang Harimau.


Makin meradang si Ken mendengar sang Istri mau melihat barang milik Jos, “Jos!” panggil Ken langsung mendekati Istrinya.

__ADS_1


Jos yang merasakan kemarahan sang bos ia semakin ketakutan dan berlindung di tubuh Aya.


Plak. Aya memukul lengan suaminya.


“Suami jangan marahin Bolu Kusus ya, aku yang menyukainya. Biarkan aku yang merawat si gendut ini.”


“Semua tidak geratis Aya!” ujar pria itu memeluk tubuh istrinya, dan memberikan isyarat kepada hewan berbulu itu untuk meninggalkan tempat itu.


Karena merasa aman dari amukan Jaguar perkasa, Jos keluar dari kamar sang majikan dengan sekuat tenaga, sesekali ia melihat kebelakang.


Sana pergi, setelah ini aku akan mencarikan mu istri. Batin Ken.


“Dasar pengusaha!” umpat Aya.


“Benar sayang, aku adalah pengusaha yang tak mau rugi sedikit pun, termasuk urusan ranjang ku,” ujar Ken.


“Baiklah, satu ronde sehari,” ucap Aya.


“Akan aku telpon anak buah ku untuk melenyapkan Jos sekarang!” kata Ken.


“Jangan-jangan, 3 ronde semalam!” ucap Aya dengan frustasi.


Ken mengambil ponselnya melakukan panggilan, “Kalian pindahkan Jos,”


“Oke, berapa ronde setiap hari itu terserah kamu tapi jangan apa-apakan Bolu kukus,” wanita itu memejamkan matanya, menarik nafasnya beberapa kali ketika mengucapkan kata-kata itu.


Karena ucapannya di potong oleh sang Istri, Keng terdiam untuk sesaat.


“Kalian pindahan Jos ke Vila pribadi ku, kami akan pindah kesana,” Ken menutup telponnya.


“Dill, ya Tante, tidak boleh di tarik kata katanya.”


Sialan, aku kira dia mengirim Bolu Kusus ku pergi jauh ternyata kita akan pindah rumah. Rugi aku. Batin Aya MA menangis.


Sudah senang 3 ronde, eh malah di kasik sepuasnya, gimana Tante Reader aku pintar kan?. Batin Ken tersenyum, tertawa hingga jingkrak jingkrak.


“Suami, bolehkah aku tarik kata-kata ku yang terkahir?” pinta Aya.


“Kata kata yang mana Tante. Kesepakatan kita sudah sah ini, dan saat ini aku menginginkan mu dan kau tak boleh menolak ku.”


^^^~To be continued.^^^


Terimakasih atas dukungan like dan komentar nya, yuk olahraga jarinya biar emak makin semangat liat komen makin banyak setiap eps nya,

__ADS_1


Vote, kopi dan bunganya yang mau di sumbangkan emak terima ya, sudah di siapkan kantor Semar😘😘😂🤣


__ADS_2