Terjerat Cinta Berondong Kaya

Terjerat Cinta Berondong Kaya
Dewi Jalanan.


__ADS_3

Hay para Reader


Di manapun kalian berada semoga sehat selalu🤗


Selamat datang di TCBK.


Happy reading🥰


......


.....


...


..


.


“Sudah siap?” tanya Aya.


“Kakak ipar bisa aku aja yang membawa mobil...,” pinta Sean. Pria itu takut nyawanya tak tertolong karena pernah menjadi penumpang wanita itu.


“Kalian bersiaga lah, hanya mengendari mobil aku bisa, tenang nyawa kalian aman kok di tangan ku... Kita tidak akan mudah meninggalkan tempat ini...,” Ujar Aya yang duduk di atas pangkuan sang suami.


Mau bagaimana lagi kuris mobil Sean itu hanya dua sedangkan ada tiga orang yang harus di angkut.


Maka dari itu pasangan suami istri itu berbagai tempat duduk alias Ken memangku Aya. Sedangkan Sean anyep di kursi penumpang, mulutnya komat Kamit entah pira itu mengucapkan apa yang jelas dadanya bergemuruh ketika kakak iparnya menekan pedal gas mobilnya.


Tiren... Maafkan aku, mungkin hari kau tak selamat, tapi aku janji setelah sampai rumah aku akan merawat mu membawa mu ke salon agar kau cantik lagi. Aku mohon jangan ngambek di jalan nantik ya sayang. Batin Sean menangis melihat goresan di badan mobil kesayangannya.


“Kak awas ada pohon,” teriak Sean.


“Daim jangan berisik, mau bagaimana lagi jalan ini saja yang bisa kita tempuh meski harus mengambil jalur lurus alias tabrak sana tabrak sini.” jawab Aya serius mengendarai mobilnya.


Sedangkan ekspresi Ken begitu dingin tapi tangan nya tak lepas memeluk pinggang ramping milik sang istri.


“Rupanya mereka menghadang kita,” gumam Aya ketika ada dua mobil siap menghadangnnya.


“Yang, kau tidak mau nekat kan?” kali ini dedek Ken yang angkat suara.


“Pejamkan mata kalian jika takut...,” Aya mewanti-wanti dua orang itu.


Grungg.... Grungggggg.... Aya menaikkan gas mobilnya lalu melaju mobil tersebut dengan kecepatan tinggi ketika mobil itu telah mendekati mobil musuh dengan ke penuh Aya mengerem mobil tersebut.


Dimana-mana jika motor atau mobil dalam laju yang amat Kencang kita tekan rem maka kendaraan besi itu akan melompat seperti kuda di pukul bokongnya.


Kriek....Kriek... Begitulah mobil yang Aya kendarai melindas kap mobil musuhnya.


Gedeburuk.... Mobil berpijak ke tanah.


Jika kalian tanya bagaimana rupa mobil yang Aya tumpangi sekarang yang jelas si mobil sudah babak belur. Seperti nya dedek Sean harus merelakan mobil kesayangan nya untuk selama-lamanya.

__ADS_1


“Siaga satu.....” Teriak Aya.


Ken dan Sean mengambil amunisi di dalam mobil lalu dengan siaga mereka siap melesatkan perlu ke arah musuh yang ada di belakang.


“Dor... Dor...” tembakan dari belakang berhasil memecahkan spion mobil Aya.


Dor... Dor... Sean melesatkan peluru seketika supir di mobil musuh tewas.


Melihat mobil oleng, Aya memutar mobilnya lalu menabrakkan mobil tersebut sehingga si mobil terjatuh ke dalam selokan.


Sedangkan mobil di belakang nya tak bisa menghindar akibatnya mobil di belakang menabrak mobil yang Aya tabrak.


Grengggg.... Mobil Aya berbuptar lalu wanita itu menancap kan gas dengan kecepatan tinggi hingga Sean menjerit.


“Kakak, ipar kau gila, turunkan kecepatan mobilnya seperti nya kita tidak akan di kejar lagi...,” Sean memegang sabuk pengamannya kuat-kuat.


“Istriku pintar Sean, kau yang gila,” Ken membela sang istri.


Bagi pria itu Aya selalu benar. Hanya saja tadi pada saat wanita itu mengambil keputusan menyusulnya ke dalam hutan membuat pria itu sedikit marah.


“Dasar bucin...” ledek Sean.


“Biarin, yang penting aku punya wanita yang aku bucinin, dan ku peluk seperti ini, kau itu ngeledek aku apa kau tak kasian kepada dirimu yang jones itu,” Ken memeluk Aya.


Sempat-sempatnya dua pria itu berdebat dan dedek Ken yang suka pames. Ia tidak tau jika dedek Sean mau Nyai jodohohin sama salah satu reader yang jones🤣.


“Diammmmmmmmmmm...,” teriak Aya.


Mendengar teriak sang ratu dua pria itu diam ketakutan.


Bagiamana jika kakak ipar marah lalu melemparkan ku dari mobil ini. Ih... Serem... Batin Sean ketakutan.


“Sayang sebaiknya kau kurangin laju mobilnya sekarang kita mulai berada di kawasan ramai penduduk.”


Entah karena terlena atau apa Mpok Aya mengendarai mobil tersebut seperti Dewi jalanan.


“Awas kak ada truk sama mobil Pertamina...,” Sean memperingati Kakak iparnya karena ada dua bunga mobil tengah saling menyalip di depan mereka.


Aya membelok mobilnya sehingga badan mobilnya melaju di atas trotoar jalan.


“Sayang, ayo gantian biar aku yang embawa mobilnya. Awasss ... Hati-hati,” Ketika Aya membelok mobilnya hingga melaju di tengah-tengah.


“Sayang cepat, aku takut terjadi apa-apa kepada kita,” pinta Ken sedikit panik, pria itu masih ingat betapa Gilanya sang istri pada saat melaju kendaraan di tengah jalan.


“Tapi, suami,” jawab Aya gugup.


“Tapi Kenapa?” tanya pria itu.


“Rem mobilnya putus...”


“Apppaaaaahhhhhh...” teriak dua orang itu serempak.

__ADS_1


Sedangkan Aya hanya mampu nyengir kuda. Wanita itu tak merasakan takut malahan semakin melaju mobilnya.


“Sean bisa kah kau melihat bensin mobilmu ini tinggal berapa setrip?” pinta Aya, wanita itu tak bisa mengalihkan perhatian nya dari kursi jalanan.


“Tadi aku sudah memenuhi tangkinya. Atraksi tadi hanya mampu menghabiskan satu setrip saja. Mobil ku ini jika aku Bawak pulang dari puncak bolak balik lima kali baru mau habis.” jelas Ken.


“Sean mana ponselmu?” tanya Ken.


“Sepertinya jatuh pada saat kakak ipar menjatuhkan tubuhku di jurang itu, ponsel kalian mana?”


Ponsel Aya dan Ken juga tertinggal. Gara-gara si Sean menepuk punggung Aya, si Aya jadi meletakkan itu paper bag Entah dimana.


“Diammmm, sekarang serahkan saja padaku, aku akan mengemudikan mobil ini selamat hingga sampai rumah...,” Si Aya sudah empet dengan percepatan dia pria itu.


Entah karena panik dua pria itu lupa jika ada jam menempel di pergelangan tangannya.


“Kakak ipar awas lampu merah perempatan...,” teriak Sean.


Gueeengggg..... Mobil itu mengambil jalan lurus padahal mereka harus berhenti karena dari arah arah kiri dan kanan sama-sama lampu berwarna hijau. Karena jalan yang Aya lintasi adalah jalan satu arah.


“Kaka ipar... Kontainer...,” ada sebuah mobil kontainer melaju ke arah mobil mereka yang tak mau berhenti.


“Sayang ada truk dari sebelah kiri,” Teriak Ken. Mobil mereka berada di tengah-tengah.


“Berisik... ” tegur Aya.


Kedua pria yang memejamkan mata tadi langsung membuka mata mereka. Sebab maut tak jadi datang menjemput mereka, melainkan mobil itu melaju dengan berni sehingga mereka hanya say halo dengan dua mobil itu.


Kedua pria itu menoleh ke arah belakang dan ternyata dua mobil itu satunya menabrak pembatas jalan yang satunya menabrak badan mobil si kontener.


Beruntung mobil itu tidak melaju kencang seperti nya tidak ada korban jiwa hanya macet dan kerusakan.


Aya begitu handal mengendarai mobil. Seperti nya ia bisa di berikan julukan ratu jalanan.


Ken mengelus dadanya untuk menghilangkan kegugupan, sedangkan Sean sudah lemas dan celaannya sudah basah buru-buru pria itu mengambil jasnya untuk menutupi si Joni yang tengah ngompol.


“Suami kok aku mencium bau Pesing?” tanya Aya.


“Ia aku juga sama,” jawab Ken mengendus sekitarnya.


“Mungkin salah satu bahan bakar atau apapun di mobil ini bocor ...,” jawab Sean dengan wajah merah, wajah nya ia bawa ke samping agar tak ketahuan.


Tiutt.... Tiutt.... Tiutt...


“Tes... Tes... Tes... Satu ... dua ... Tiga... Kepada mobil yang mengambil haluan di jalan kuburan baru, dengan plat bolong karena platnya tak bisa kami baca, mohon menepikan mobil anda...,” Karena plat motor Aya sudah tinggal setengah ketika di bukit.


Seumur hidup aku tak pernah di kejar polisi. Polisi Hormat padaku. Batin Sean menangis.


^^^~To be continued.^^^


Terimakasih atas dukungan like dan komentar nya, yuk olahraga jarinya biar emak makin semangat liat komen makin banyak setiap eps nya,

__ADS_1


Vote, kopi dan bunganya lemparin dong buat Aya ma dan bang Ken ku yang keren 😘😂🤣


__ADS_2