Terjerat Cinta Berondong Kaya

Terjerat Cinta Berondong Kaya
Kecurigaan Aya


__ADS_3

Hay para Reader


Di manapun kalian berada semoga sehat selalu🤗


Selamat datang di TCBK.


Happy reading🥰


.....


...


..


.


Syuuurrr.... Suara kran di hidupkan, seketika air pun berubah menjadi merah.


“Kenapa akhir-akhir aku sering sekali mimisan ya?” wanita itu merasakan sedikit keganjalan pada tubuhnya.


Setelah membersihkan tubuhnya, wanita itu mengambil baju pengganti lalu memakainya dan merebahkan tubuhnya di atas kasur.


Wanita itu tak langsung bisa memejamkan matanya. Mata itu masih setia memandang langit langit kamar.


Sebenarnya tadi ia begitu syok ketika membuat Kakak ke tiganya di cidera. Padahal ia hanya ingin menarik kakak ke tiga agar bangun.


“Ada apa dengan tubuh ku?” wanita itu terduduk.


Wanita itu melihat gelas kosong di atas nakas tempat tidur.


Aya mengambil gelas itu, setelah itu ia meremas gelas tidak menggunakan tenaga.


Kroakk... Gelas itu bergaris, ada retakan di permukaannya. Mata Aya membola.


Rasa penasaran menyeruak di dalam diri wanita itu. Ia turunkan kakinya lalu ia mendekati dapur lalu mengambil gelas yang baru, ia melakukan hal yang sama seperti tadi bedanya ia menggunakan kekuatan sedang.


Kroakk.... Gelas itu hancur berkeping keping.


“Mungkin gelas ini hanya benda yang tipis, coba aku tonjok aja dinding ini,” ujar Aya peda sendirinya.


Wanita itu mengambil gerakan aba-aba, lalu ... Gedebuk... Dinding itu tak apa-apa.


“Oh, mungkin tadi gelas itu tips buktinya aku mencoba memukul dinding tidak ada keretakan sedikit pun, yang ada tangan ku membiru!” Aya berjalan meninggalkan tempat itu.


Baru selangkah wanita itu berjalan tiba-tiba..

__ADS_1


Kretek... Kretek... Kretek... bunyi retakan di mana-mana tak lama kemudian...


DEMMMM... Tembok dinding kamar Aya ambruk. Beruntung ada balkon luas sehingga reruntuhan tak jatuh ke tanah.


Akan tetapi bunyi dentuman itu membangunkan seisi manusia yang berada di mes...


“Tolong... Gempa... Gempa...,” teriak orang-orang. Satu persatu orang keluar dari bangunan mewah itu.


Direktur Koko CI menghitung orang yang keluar tak melihat Aya. Karena saat ini Aya membeku begitu syok tak lama kemudian gadis itu pingsan.


“Perhatian-perhatian, seperti nya tadi hanya ada guncangan. Sebaiknya kita tidur lagi!” perintah direktur Coco Ci.


Mereka tak bisa melihat tembok Aya sebab tembok itu menghadap danau dan tempat nya paling strategis kamar sebelah nya tak di tempati karena Ken sengaja menjauhkan Aya dari tetangga, agar ketika ia menyusup tak satupun orang melihat nya.


Satu persatu semua orang masuk kemar termasuk direktur Koko CI. Si direktur Koko CI mengira Aya kelelahan sehingga tak mendengar dentuman besar tadi.


....


....


Sepuluh menit kemudian Ken telah berada di kamar Aya, ia mendapatkan laporan dari CCTV kamar Istri nya bahwa saat ini Aya tengah pingsan.


Pria itu melewati lif penghubung antara vila pribadinya dengan kamar yang Aya tempati. Semacam vila penghubung.


“Kalian, bereskan kekacauan ini, jangan sampai orang lain melihat nya!” perintah Ken kepada orang-orang ia ia bawa, sedangkan pria itu membawa istrinya kedalam lift.


Ken mencium kening Aya bertubi-tubi, sepanjang lift itu membawa mereka ke vila pria badi Ken.


Ting... Lift di buka seketika wajah cemas Mommy Qiana menyambut mereka.


“Kenapa bisa seperti ini Ken?” tanya Mommy Qiana khawatir.


Ken berjalan tak menjawab pertanyaan sang Mommy dulu, pria itu melangkah memasuki kamar lalu membaringkan tubuhnya istrinya.


Dengan sigap ibu Ken itu mengolesi salep di tangan Aya, lalu menyuntikan obat tidur yang ia buat khusus untuk menantunya itu.


Kenapa seperti ini Ken? Tanya Mommy Qiana dalam batin


“Dari yang aku lihat, sepertinya Aya memulai curgai dengan keadaan nya mom, dan ia mulai mencoba memecahkan gelas satu ke gelas yang lain, dan puncak nya ia mencoba memukul dinding. Jelas Ken.


Ini yang Mommy takutkan, Aya belum bisa menahan kekuatannya, karena dari sampel darah milik Aya Mommy telah menemukan kapan waktunya kekuatan itu tak terkendali.


Kekuatan Aya ibarat sebuah mesin, ketika mesin itu di hidupkan maka lama-lama akan memanas, begitu juga Aya, bila ia sudah menggunakan tenaganya sedikit berlebihan maka tubuh itu semakin tak terkendali maka dari itu Aya harus belajar mengendalikan hormon dalam darahnya, agar hormon itu tak mengendalikan Aya. Mommy telah membuat obat bius untuk Aya akan tetapi obat bius itu hanya mampu membius Aya satu jam saja. Di sini kau harus berperan Ken.


Mommy Qiana meninggalkan kamar putranya, wanita itu memutuskan standby di vila milik putranya, tadi ia meninggal sang suami yang tidur, ketika mendengarkan alarm dari tubuh Aya wanita cantik itu secepat kilat pergi ke vila sang putra.

__ADS_1


....


....


Jam telah menunjukkan pukul 90:30, pasangan suami istri itu bergelut dalam selimut, seperti nya Aya langsung tertidur ketika obat bius itu gak bekerja lagi.


Mata indah Aya perlahan terbuka dan yang pertama kali wanita itu lihat adalah mata sang suami yang memperhatikan dirinya.


“Ken!” gumam Aya.


“Ia, sayang?” jawab pria itu lembut.


Seketika otak Aya berkerja begitu cepat, tentang apa yang ia lakukan sebelum pingsan.


“Aku mohon Ken, menjauh lah dariku!” pinta Aya.


“Sayang kau kenapa?” tanya Ken bingung.


“Aku mohon Ken, jangan dekat dengan ku!” wanita itu mengeratkan jari-jari nya di selimut.


Matanya melihat perban menggulung tangannya. Seketika wanita itu bagun dari tidurnya. Dengan kaki telan Jang Aya menjauh dari sang suami.


“'Hey, sayang cintaku kau kenapa?” tanya Ken, pria itu tau apa yang terjadi kepada sang istri.


Akan tetapi ia ingin istirnya ini lebih terbuka dan menceritakan segala sesuatu kepadanya tanpa ada yang di tutup-tutupi.


Keadaan Aya seperti ini jauh dari ekspektasi Ken, ia mengira sang istri akan memeluknya karena ketakutan. Maka pada saat itu Ken akan menjadi penguat sang istri.


“Menjauh dariku, Ken aku mohon!” Aya berlari ke kamar mandi.


Brak... Brak... Brak...


Sayang jangan seperti ini, ceritakan kepadaku, siapa tau aku bisa membantu, buka. pintunya!” Ken mengutuk pintu kamar mandi.


Karena tangan Ken susah lelah mengetuk pintu itu pria itu terduduk di lantai depan pintu kamar mandi, menyenderkan punggungnya di pintu kamar mandi.


“Sayang, selama nafas ini berhembus akan tak akan pernah meninggalkan indah ku. Biarpun dunia mengejek mu. Semua orang meninggalkan mu maka aku suami mu tak akan pernah meninggalkan mu selamanya!” Ken tau Aya tengah duduk di sisi pintu itu.


“Ken, aku adalah Manusia berwujud Monster!” jawab Aya.


^^^~To be continued.^^^


Terimakasih atas dukungan like dan komentar nya, yuk olahraga jarinya biar emak makin semangat liat komen makin banyak setiap eps nya,


Vote, kopi dan bunganya lemparin dong buat Aya ma dan bang Ken ku yang keren 😘😂🤣

__ADS_1


Rekomendasi Author:



__ADS_2