
Hay para Reader
Di manapun kalian berada semoga sehat selalu🤗
Selamat datang di TCBK.
Happy reading🥰
......
.....
...
..
.
Dua Orang wanita cantik saling berpelukan. Suasana sejuk tak bisa menghapus aura panas dari kakak beradik yang tengah bersitegang.
Satu tengah memancarkan aura kemarahan yang sangat kental, satu nya lagi memancarkan aura kebencian yang mendalam.
“Ku kira kau telah mati di tangan penggemar Daffin!” ejek Iria MA.
“Seorang Aya MA tak takut dengan kematian. Dengarkan ini di telinga mu yang mulai tuli ini wanita bodoh yang tak pernah melihat kenyataan!” bisik Aya MA mencengkeram punggung Iria.
“Kau mulai berani kepadaku anak haram!” balas Iria merasakan sakit di punggungnya. Wanita itu membalas mencubit pinggang Aya, akan tetapi yang di cubit tak merasakan apapu.
“Oh, jelas dong, hanya seekor wanita pemilik sifat iri sesuai namanya ini tak akan pernah membuat ku takut. Kau menganggap remeh ancaman ku tempo hari rupanya!” tekan Aya.
Semua orang jika melihat pelukan dua saudari itu merasa begitu manis sehingga lambat mau tempat mereka berpelukan sepi. Siapa sangka pelukan itu adalah pelukan permusuhan yang sudah menjadi darah daging hingga ke level musuh bebuyutan yang hakiki.
“Lepaskan aku berengsek!” tekan Iria..
Wanita itu menyesal di dalam hatinya kenapa tadi memilih memeluk wanita berbahaya tersebut.
Apa kulit wanita ini kulit badak ya? Sehingga cubitan ku yang kencang ini tak berpengaruh bagi wanita itu.
Karena oksigen dalam jantung iria sudah menipis karena terjepit rangkulannya. Aya melepaskan pelukan mereka.
Hossshhh... Hossshhh... nafas Iria seperti habis lari pagi sambil di kejar anj ing tetangga.
Angin bertiup meniup beberapa helai rambut keduanya. Suasana begitu sunyi karena dua wanita itu sama-sama bungkam. Didukung dengan suasana tempat mereka yang begitu sepi jauh dari keramaian membuat suasana tempat itu semakin angker.
“Dasar, Ja Lang!” Iria mengangkat tangan nya ke udara siap menampar pipi mulus milik Aya MA.
Grep... Aya menangkap tangan itu lalu memandang nyalang kakak tirinya tanpa ampun.
“Aw, sakit, bedebahhh, lepaskan aku!” rintih Iria dengan wajah memerah karena menahan rasa sakit, seakan tangannya mau patah saat ini juga.
“Ini pelajaran untuk wanita yang suka membuat fitnah!” bisik Aya di telinga Iria.
Lalu Aya melepaskan cekalan tangan nya, “Akan ku tunjukkan pada wartawan bagaimana kasarnya kamu menyakiti itu!”
“Dengan menunjukkan tangan mu yang baik-baik saja itu Nona MA yang terhormat!” dingin Aya.
Iria mengangkat tangannya ke atas melihat jelas bahkan tangannya tak memar ataupun tergores sedikit pun.
“Aku yakin entar malam ini tangan membiru, dan siap-siap kau akan ku gugat ke ranah hukum!” dengan wajah penuh amarah, sebab tubuhnya terasa remuk hingga semua tulangnya patah.
“Laporkan saja, bukannya kau membangun imek baik bak malaikat dan saling mengasihi dengan diriku. Oh ia, satu lagi, kau jangan khawatir dengan tangan mu, karena tak akan ada bekas luka di tubuhnya sebab aku tak pernah menekan tubuh mu dengan benar-benar. Jadi aku perintahkan kepadamu untuk menjadi wanita yang tak lebay. Kau seakan teraniaya banget padahal aku tak melakukan apapun terhadap mu! mungkin aku hanya mencubit tulang mu sedikit saja!” bisik Aya dengan sarkas.
__ADS_1
“Kau ingin tau seperti apa menyakiti dengan sepenuh tenaga? Sini aku contohin!” ujar Aya mendekati sebuah pohon mahoni yang besarnya sepaha empok empok bahenol.
Kroak... Dengan satu tangan Aya mematahkan pohon itu tanpa ekspresi..
Iria langusung pucat, syok dan ketakutan hingga membuat wanita itu gemetaran.
“Ini hanya contoh, serta peringatan untuk mu agar tak bermain-main dengan ku lagi!” Aya berlenggang pergi dari tempat tersebut.
dalam hitungan ke sepuluh, Aya menoleh lagi ke belakang,“Oh ia, cepat lari ke kamar mu, jika tidak rekan kita melihat celana basah mu serta bau Pesing yang menyengat dari tubuh mahal mu itu!”
“Hahahaha, siapa tau besok ada berita Viral Miabai Iria MA ngompol di lokasi syuting!” tawa Aya serta mengucapkan sesuatu dengan nada ledekan yang di sengaja.
“Sialan!” Awas kau.
Wanita itu menoleh ke kiri dan ke kanan memastikan tidak ada orang di tempat ini.
“Sepertinya aku harus lewat di belakang gedung, agar tak di lihat oleh orang-orang!”
Wanita itu mengendap-endap seperti maling meninggalkan rumah target nya, iria tidak tau, bahwa di tempat itu ada tempat yang di larang untuk di lewati.
Perlahan Iria berjalan, ia hanya melihat hutan yang rimbun akan tetapi ketika 100 meter melangkah wanita itu menjerit ketika melihat 50 ekor ular kobra di depannya.
“Hiiiiaaaakkkkkkkkk....” Jeritan Iria menggelegar sehingga membuat para ular langsung lari memasuki hutan.
Brukkk.... Wanita itu pingsan.
Semua orang mendengar suara jeritan orang-orang berbondong-bondong mencari dimana asal jeritan orang.
....
....
“Ada apa ini?” tanya direktur Koko CI.
“Ih, bau Pesing!” bisik bisik semua orang.
“Mungkin kak Iria melihat binatang buas sehingga membuat nya syok hingga pingsan dan ngompol,” kata Aya MA memberikan alibi.
“Benar tuh, kalian semua kan sudah ku wanti-wanti, daerah ini begitu terjaga dan di larang keliaran di belakang gedung, kalian bisa lihat disini itu adalah rawa jadi tidak kemungkinan besar bahwa kita akan melihat hewan buat dan berbisa di tempat ini!”
“Ayo kita angkat nona MA ke mesnya, lalu kita lanjutkan syuting kita yang tertunda. Apalagi syuting ini harus rampung selama satu bulan, dan Aya MA sebentar lagi kau akan melakukan adegan mu yang hampir, selesai!” kata Direktur koko CI.
“Siap pak, ayo kita selesaikan, agar cerita ini cepat rampung!” kata si pemeran utama pria.
....
....
Suting memang telah berjalan sekitar 4 bulan, dan ini hanya tinggal beberapa kali adegan sehingga film rampung lebih awal.
Film yang Aya mainkan adalah film mini series sehingga tak membutuhkan waktu begitu lama untuk merampungkan proses produksi.
“Pengambilan gambar 13500 ...Action...”
“Bagaiman kabar selir Shou to Mie?” tanya Baginda raja.
Semenjak terungkapnya identitas asli Shou to Mie, raja memberikan titah untuk untuk mengangkat penasehat nya sebagai selir istana.
“Yang mulia selir sudah siap di rias di kamarnya yang mulia!” lapor dayang.
Kriek.. Pintu paviliun di bukan...
__ADS_1
Semua orang begitu terpana melihat seorang wanita cantik bak bidadari turun dari surga menggunakan hangfu merah dengan riasan ala kerjaan di kepalanya.
Kecantikan alami terpancar indah sehingga dunia tak tak mampu membuat semua pria itu berpaling.
Selama dunia melahirkan nya untuk menjadi impian semua kaum Adam. Ekspresi wanita itu telah memasuki peran dengan baik.
...kalian bayangkan bajunya ya jangan orang nya🤣...
Semua orang terhipnotis dengan penampilan Aya MA versi sang permaisuri, dan sutradara tak menyia-nyiakan gambaran tentang Aya yang memang tatapan kagum ini yang dia cari.
“Yang mulia saya tidak bersedia menjadi selir anda!” calon selir itu memberontak.
Dialog yang Aya lontarkan membuat si raja yang terpesona langusung sadar.
“Kau tak bisa menolak, karena ini adalah hukuman untuk mu yang memalsukan identitas mu! Dan sekarang kau wajib mengabdi ke padaku seumur hidup mu, selir ku!” raja mengambil sehelai rambut sang calon selirnya.
“Cuih... Aku tak Sudi menjadi penghangat ranjang mu!” calon selir itu membangkang.
Si raja yang gesit tak terkenal ludah dari calon selirnya.
“Hukum selir ku ini, dengan cara kurung di dalam kamar sampai ritual pernikahan kami digelar!” perintah raja.
Si raja dengan penuh karisma langsung meninggalkan kamar sang calon selir.
Cuttt..... Plok... Plok... Plok...
“Aya, kau kah ini!” tanya sutradara.
Wajah pemeran utama pria begitu memerah karena begitu terpesona dengan pancaran kecantikan wanita yang memiliki ketampanan melebihi nya.
Sosok pria Aya selama ini begitu menemani Suting karena sosok perempuan Aya hanya tampil di eps-eps akhir.
Selama ini mereka sungguh kagum dengan kehebatan akting Aya yang begitu memukau, sehingga tak ada lagi yang memandang remeh wanita itu.
“Kau selalu mempermudah proses syuting Aya, sebab kau tak pernah mengambil gambar berkali kali dalam satu kali adegan,” puji sutradara.
“Terimakasih, Kak!” Aya menundukkan kepalanya.
“Kalian istirahat dulu, kita akan mengambil adegan yang lain, seperti nya Iria sudah sadar dan siap mengambil gambar!" kata produser.
“Ngomong-ngomong bodyguard mu cakep-cakep, kenali aku dong!” kata salah satu rekan kerja Aya.
Seorang aktris membawa bodyguard itu wajar, apalagi Aya habis mendapatkan kasus dan identitas Aya yang kaya tak menimbulkan pertanyaan ketika adanya bodyguard.
“Hehehe, kenalan saja, aku istirahat dulu!” ujar Aya meninggalkan tepat itu.
Siap-siap syok kalian jika tau ternyata mereka itu pisang. Batin Aya.
“Ponsel mu Aya!” Mary si manager menyodorkan ponsel dan segelas minuman untuk sahabat nya.
“Kelontong!” Ponsel itu berbunyi.
Pesan dari Qing
“Kami ada di daratan negara I, malam ini aku ingin bertemu!”
^^^~To be continued.^^^
Terimakasih atas dukungan like dan komentar nya, yuk olahraga jarinya biar emak makin semangat liat komen makin banyak setiap eps nya,
__ADS_1
Vote, kopi dan bunganya lemparin dong buat Aya ma dan bang Ken ku yang keren 😘😂🤣