Terjerat Cinta Berondong Kaya

Terjerat Cinta Berondong Kaya
Kenapa para pria di kantor ku?


__ADS_3

Hay para Reader


Di manapun kalian berada semoga sehat selalu🤗


Selamat datang di TCBK.


Happy reading🥰


.....


...


..


.


“Sayang,” Ken menyodorkan sebuah dasi ke tangan istrinya yang tengah membersihkan peralatan bekas sarapan pagi mereka .


Aya mengentikan aktifitasnya, ia menerima dasi itu lalu melingkar di leher sang suami. Wanita itu berjinjit agar tinggi mereka sejajar sebab tinggi suami Aya itu di atas rata-rata pria di negara I ini, mungkin karena memiliki darah campuran Inggris membuat tubuh pria itu memiliki tubuh bak bule meski bola matanya hitam seperti orang asia.


“Sudah rapi! Selamat bekerja Suami!” ujar Aya MA memberikan semangat.


“Satu Ciuman!” ujar Ken memeluk pinggang istrinya.


Cup. “Pergilah, kau sudah hampir sebulan tak pernah menginjakkan kaki mu di perusahaan. Masak pemiliknya mau bermalas-malasan,” cicit Aya MA.


“Meski aku tak pernah datang setiap jam, menit hingga detik aku selalu bekerja sayang, itu sama saja dengan datang bekerja, bedanya pekerjaan di kantor di kirim kerumah,” sanggah Ken, tangannya masih setia memeluk pinggang ramping istrinya.


“Baiklah, Baiklah... Sekarang suami harus pergi bekerja, aku harus ke lokasi suting,” kata Aya berusaha melepaskan belitan tangan suaminya.


Cup... Ken mencium candunya. Mengigit daging dengan gigitan manja sehingga sang empunya bibir membuka mulutnya untuk di eksplor.


Bibir pria itu pandai menari hingga terjadilah perkelahian lidah buaya dan lidah Igoana. Dasar pasangan yang memiliki iman seumprit sehingga dengan cekatan Ken mengangkat tubuh Aya ke atas meja makan.


Ken tak menyia-nyiakan kesempatan dalam kesempitan, sebelum Istri nya sadar dari tipu daya pesonanya, ia buru-buru memulai aksinya.


Klotak, Gasper import terbuka dan melorot lah celana bahan pria berotot itu, sedangkan daster milik sang istri ya hanya menyingkapnya ke atas.


Srokkk... Cadar milik BuAya langusung di sobek begitu saja.


Mata Aya membesar, sebab suara sobekan di bawah sana menyadarkannya dari buaian sang suami. Tapi itu hanya sesaat sebab tusukan kuat dan rasa nikmat hingga ke ubun-ubun.


“Suami, kau akan rapat jam sembilan!”


“Aku akan menundanya tiga jam lagi!” bisik Ken parau.


Kelotak... Kelotak... Suara getaran kaki meja makan di dapur pasangan itu.


Sedangkan di luar rumah Sean tengah menepuk tubuhnya karena di serang oleh beberapa nyamuk yang ingin merasakan darah pria yang berwajah ke Koreng-koreangan.

__ADS_1


Mau bagaimana lagi, namanya kebun jika pagi nyamuk pasti masih berkeliaran.


Plak... Plak.. Bukan suara si Jeck Daniel yang membenturkan kepalanya di sumber sumur milik BuAya akan tetapi suara Sean lagi memukul nyamuk di meja depan rumah bosnya. Pria muda itu menuggu sang majikan satu jam yang lalu.


....


Sedangkan pria yang tengah di tunggu oleh asistennya masih semangat memompa ban milik BuAya dengan semangat.


Ngggeeeeennnngggg.... Ngggeeeennnnggg..


“Sayang, bunyi apa tuh!” tanya Aya wanita itu melompat dari atas meja makan. Wanita itu tak perduli pohon pisang milik suaminya patah karena lompatan Aya MA yang spontan membuat si jeck Daniel terlepas dari sarangnya.


Syukurlah, Ellu barang elastis Jeck jika enggak sudah terpenggal kepalamu! Kata Ken dalam hati.


“Sayang satu menit setelah itu kita lihat bunyi apa di luar sana!” rayu Ken menarik tubuh istrinya.


“Tapi Ken, siapa tau pohon kelapa di belakang rumah di tumbangkan oleh pemiliknya!” ujar Aya sedikit panik.


“Hanya perlu satu menit saja kok Ay, kau tau bukan mesin pemotong pohon itu memerlukan waktu lima belas menit untuk memisahkan antara pangkal pohon dan batang. Beda dengan si Jeck, jika kau tak melanjutkan acara makannya dia akan sakit kepala sebab ada yang tertahan dan ini sangat menyiksa!” kata Ken sedikit memelas.


Dan selanjutnya percintaan itu dilanjut hingga Ken mengerang dengan iringan bunyi suara alat pemotong pohon.


....


....


“Masuklah!” Ken mengajak Sean masuk.


“Sayang kenapa kau masih di sini? Tidak jadi melihat keadaan di luar sana?” tanya Aya.


“Sean, jelaskan apa yang terjadi?” perintah Ken.


“Selamat pagi Tuan dan Nona Muda, Maaf menganggu ketenangan Kalian! Di luar sana lagi pensterilisasi kawasan kediaman ini sebab banyak nyamuk bermukim di tempat ini,” lapor Sean menundukkan kepalanya.


Suara yang seperti alat pemotong pohon itu rupanya suara alat pengusir nyamuk serta serangga maka dari itu ada asap di sekeliling rumah seperti kenalpot motor citul RC tahun 90an.


Aya masuk kedalam kamar mereka sebab ia tak tahan ingi tertawa melihat wajah Sean. Sungguh nasib Sean kita mirip sekali nasib ayahnya Mulin yang menderita ketika menjadi nyamuk pasangan Deddy Taksa dan Mommy Qiana.


Wajah pria itu bentol-bentol sehingga membuat Ken yang ingin marah mengurungkan amarahnya.


“Kau kenapa Sean?” tanya Ken bingung.


“Saya habis di gigit nyamuk tuan muda, makanya saya membawa pasukan pembasmi nyamuk ke tempat ini. Mari kita berangkat, kita sudah telat!” ajak Sean.


“Kau oleskan obat ini, dalam lima menit wajah mu kembali seperti semula! ingat jangan di minum,” kata Aya menyodorkan sebotol Harpic kepada Sean.


Sean menatap tuan nya. Ken yang faham tatapan Sean berkata, “Ambillah, wajahmu sangat mengerikan sehingga mata ku sakit melihatnya!”


“Benda itu sangat berasap Sean, apa barang berisik itu manjur dalam mengusir parasit itu?” tanya Ken memastikan.

__ADS_1


“Manjur tuan Muda! Alat itu meski bersisik bisa mengusir para serangga mulai dari engkong nenek hingga ke cucunya.” jawab Sean meyakinkan sang bos.


“Apa benda ini bisa mengusir mantan dan para calon pembinor juga Sean?” tanya Ken enteng.


Sean menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Pria tujuh belas tahun itu bingung mau menjawab apa.


“Sayang, cepatlah berangkat, miting mu lagi satu jam!” kata Aya mengalihkan pertanyaan suaminya yang tak berfaedah itu.


“Sayang, sepertinya aku perlu ganti baju lagi!” kata Ken.


“Aman!” ucap Sean pelan, tangan mengusap dadanya perlahan.


“Tidak usah, di ruangan mu kan ada baju, biar tidak telat lebih baik ganti di tempat itu saja.” Aya menarik tubuh suaminya agar beranjak.


“Sayang, kau jangan mengantarkan aku keluar di luar ad asap, aku takut asap itu mengusir mu dari hidup ku!” kata Ken memberikan ciuman di kening untuk sang istri. Pria itu tak memperdulikan asisten nya berdiri di sampingnya.


Telingaku sakit akibat suara berisik ini. Aku Non aktifkan saja Indra ke enam ku ini. Batin Ken.


Pria itu sangat suka kesunyian sebab ia sensitif dengan suara keras. Telinganya seakan mendengung jika berada di keramaian.


....


....


Pria gagah tengah di dampingi oleh Asisten memasuki ruangan rapat, seperti biasa para peserta rapat berdiri menanti kedatangan sang Pemilik posisi tertinggi di tempat itu.


Kenapa dengan Para pria hari ini? Apa aroma habis percintaan tadi pagi melekat hingga kantor? tanya Ken dalam hati.


.


Sebab dari pria itu menginjakkan kakinya di kantor para pria yang di jumpai nya menjaga jarak tiga meter dari tubuhnya, biasanya para anak buah Ken di kantor berlomba lomba mendekatinya atau sekedar menyapa untuk mencari muka agar jabatan mereka semakin aman bahkan menanjak.


Seperti halnya tadi juga terjadi lagi di ruangan rapat, sebab para di ruangan itu hanya menunduk seperti para gadis di jodohkan oleh orang tuanya.


“Botak! Kemari,” panggil Ken sepada staf HRDnya.


Keringat dari kepala botaknya si Botak langsung menetes sebesar biji Jagung.


“Ampuni saya Tuan! Saya sudah punya istri dan lima simpanan, saya tidak sanggup melayani tuan muda di atas ranjang!” kata botak terduduk di lantai.


Mata pria itu terbelalak, sesaat ia memejamkan matanya untuk mengaktifkan Indra ke enam yang ia miliki.


Eng... Ing... Eng...


^^^~To be continued.^^^


Terimakasih atas dukungan like dan komentar nya, yuk olahraga jarinya biar emak makin semangat liat komen makin banyak setiap eps nya,


Vote, kopi dan bunganya lemparin dong buat Aya ma dan bang Ken ku yang keren 😘😂🤣

__ADS_1


__ADS_2