
Hay para Reader
Di manapun kalian berada semoga sehat selalu🤗
Selamat datang di TCBK.
Happy reading🥰
....
....
....
....
Malam semakin larut, udara semakin dingin di tambah dengan aura mengerikan hingga membuat tempat itu mencekam menusuk kulit hingga ke tulang semua orang yang ada di tempat itu, seakan es di kutub utara pindah tempat. Angin sepoi-sepoi menerpa wajah kedua wanita yang memiliki ekspresi kaku nan menyeramkan hingga membuat bulu kuduk seorang berdiri. Begitulah kesan pertemuan menantu dan mertua ala Mafia.
Setelah memberikan hormat sebagai bendera damai yang biasa di lakukan setiap petarung besar saling berhadapan di tempat kekuasaan lawannya. Gerakan salam ini menandakan seorang petarung kelas dunia menghormati pemilik wilayah.
Aya MA berdiri tegak mensejajarkan posisinya dengan sang ibu mertuanya, wajah ke dua wanita itu sama-sama dingin seperti kucing bersua dengan anj*ing.
“Anda seakan melucuti pakaian saya di depan umum Nyonya Qiana atau sayang bisa memanggil anda ratu mafia daratan Asia ini?” Aya MA membalas ibu mertuanya tak kalah sengit seakan ada pertarungan setelah ini.
“Wah, menantuku ini dengan mudah mengetahui tentang silsilah keluarga ku yang tak terendus oleh semua kalangan. Kau patut ku akui sebagai salah satu dari empat orang terkuat di The King of world,” si mertua itu membalas sang menantu yang membeberkan rahasia mafianya.
“Anda mencari tau tentang saya Nyonya, tenang saya tak lagi beroperasi serta hilangkan aura mencekam anda karena yang di depan anda kali ini adalah Anggelina Aya MA si model,” ujar Aya MA memberikan identitas dirinya.
__ADS_1
Aya MA langsung merubah ekspresinya seperti membalikkan sebuah kertas.
Sedangkan Ken yang penasaran tentang istrinya sedari tadi memasang telinga untuk mendengar apa yang kedua wanita itu bicarakan, mendengar organisasi yang di sebut ibunya mata pria itu terbelalak kaget. Istrinya jauh lebih luar biasa dari yang ia bayangkan.
“Jangan panggil saya Nyonya nona Aya MA, bukannya kau sudah menikahi putra kesayangan ku!” ujar Qiana.
Perkataan Qiana seakan mengandung artian, “Kau berani menikahi putra mahkota ku Aya MA.”
Asataga, apa aku akan mati malam ini.. Aya... Aya... kau sih yang masih punya drama buta di awal cerita sehingga tak bisa membedakan anaknya mafia atau anak orang hutan entah kenapa aku teringat sumpahku yang JIKA HENDRY TAK MENIKAHI KU HARI INI MALAH SIAPAPUN AKAN KU NIKAHI Meski JIN SETAN SEKALIAN ternyata suamiku ini golongan setan mesum, setan penggoda dan pencabut nyawa yang ada di dunia bisa di pandang dengan mata telan*jang. Kalog sudah seperti ini kau harus mau apa Aya, si Mary saja aku jadikan babi guling karena sembarang menerima pria. Tunggu dulu bagaimana aku mau membunuh si Mary sedangkan aku membelum tentu selamat dari sembelihan si singa betina ini. Gerutu Aya MA dalam hati.
Dasar wanita rubah. Tapi aku melihat kemurnian dalam dirinya. Batin Qiana.
“Apa saya boleh membunuh semua orang yang ada disini Ibu mertua?” tanya Aya MA.
“Kau mau membunuh anak buah ku di depan mataku gadis kecil? Kau cukup punya nyali rupanya,” tangan Qiana terlipat memandang wanita yang ada di depannya dengan ekspresi sedikit mengeledek.
“Ralat Ibu mertua, aku adalah wanita karena sudah di bobol oleh putramu ini, kau tau kan seorang seperti ku mencintai kemurnian serta kebersihan, biarlah tangan kita yang kotor bukan tubuh kita,” pengakuan Aya MA membuat wajah Ken memerah, pria itu memandang semua anak buah mereka memastikan telinga mereka di tempel microphone agar tak mendengar perkataan mereka.
“Wah kau berani juga rupanya!” ujar Qiana, ada sirat kagum dari mata Qiana, karena anak buahnya itu pantas mati.
“Kan saya, sudah beramah tamah kepada anda ibu mertua. Saya sebenarnya sudah pensiun dari organisasi tetapi saya membenci orang yang tau identitas rahasia saya,” ujar Aya MA tak merasakan salah sedikitpun.
“Matamu jeli juga Nona dari sekian anak buah ku ada satu orang yang tak menggunakan peredam di telinganya jadi akan ku maafkan kau yang telah membunuh anak buah ku di depan mata ku, apakah ini bisa di sebut oleh-oleh dari mu sebagai perkenalan dengan mertuamu ini? Tetapi kau sangat berbahaya untuk putraku!” ujar Qiana to the poin.
“Sebenarnya saya menikahi putra anda juga adalah sebuah tidak kesengajaan teknis si penulis, padahal saya ini ingin menikah dengan orang biasa dan menjadi rakyat biasa setelah keluar dari organisasi tetapi identitas saya dengan mudah di ketahui oleh anda, sebenarnya saya yang harus waspada terhadap anda, mau di hitung jumlah kita tak sebanding ibu mertua,” ujar wanita yang sebenarnya mampu meluluh lantakkan sebuah negara hanya sendiri.
“Karena kau sudah berani menikahi putra ku maka kau harus bertanggung jawab padanya, apakah kau sip?” tanya Qiana.
__ADS_1
“Karena putramu sudah merampok hatiku 30% maka aku akan mempertahankannya, kau tau seberapa wanita seperti kita menjaga milik kita hingga tak tersentuh.” kata Aya MA mantap.
“Tapi sayang, aku belum sepenuhnya melihat kepantasan mu untuk putra ku yang berharga ini, Nona!”
“Maka akan aku buat diri ini pantas berada di samping putramu yang berharga itu!” jawab Aya MA.
Ken semakin terharu mendengar ucapan sang istri, matanya seakan berkata, “Mom, Ded, lihat wanita ini adalah istriku, pilihan ku!”
“Mom, aku mohon jangan uji istriku semakin lama, jika dia meninggalkan ku putramu ini yang akan tewas di tempat,” ucap Ken dalam batin.
“Apa yang akan kau jaminkan agar aku mempercayakan putraku padamu!” tuntut Qiana.
“Apa aku harus melepaskan kepalaku dulu untuk ku jadikan jaminan terhadap anda?”
“Jika kepala mu di potong lalu siapa yang mau membuktikan kau itu pantas tidak nya untuk putraku?” dahi Qiana terlipat.
“Oh ia ya, aku lupa jika kepala ku ini bukan helm yang sering buka pasang. Oh ia ibu mertua aku akan mengadaikan sendal keramat ini untuk ku jadikan jaminan!” Aya MA membuka sepatunya.
Grep... tiba-tiba ken menarik tubuh istrinya kedalam gendongan.
“Mom, Aya MA lagi sakit, lihat tangan istriku ini luka, nanti lagi acara kenalan mertua dan menantunya!” ujar Ken, kakinya melangkah menaiki helikopter.
Ku harap kau merahasiakan identitas ku nyonya, aku ingin hidup lurus dan terlepas dari bayangan kegelapan. Percayalah aku ingin hidup harmonis bersama suamiku dan bukan aku yang mengejar putramu. Melainkan putramu mengambil kesempatan dalam keterpurukan ku untuk menarik ku dalam cerita Terjerat Cinta Berondong Kaya ini. Aku yakin kau bisa mendengar kata hatiku kan ibu mertua.
^^^~To be continued^^^
Sungguh manis bukan pertemuan ibu mertua dan menantunya, yang nulis aja sampai merinding entah yang baca 🙈.
__ADS_1
Maaf baru up nih baru pulang dari dinas bebeb emak, berhubung masih jadelak Epsnya satu gak terlalu pajang.
Salam cinta untuk kalian😘😘😘.