TERJERAT PESONA OM TAMPAN

TERJERAT PESONA OM TAMPAN
Tidak Bisa Melepas


__ADS_3

Sekar tidak terasa tertidur dengan sendirinya telah melupakan rasa kecewa karena ponselnya dibanting oleh om Arya. Dengan pelan Arya membetulkan selimut Sekar dan tanpa dia sadari Arya mengamati postur tubuh Sekar yang semakin padat berisi. Sekar yang dulu kecil kini menjadi gadis dewasa yang bisa mengoyahkan iman seorang lelaki.


Arya menghela nafasnya panjang dan sedikit berfantasi dengan pemandangan yang di lihat di depannya. Arya langsung memalingkan mukanya untuk mencari kesibukan yang lain. Arya berjalan menuju sofa dan berbaring di sofa. Arya semakin lama semaikin tidak bisa melepas bayangan Sekar. Arya dengan rasa gelisah berdiri kembali dan berjaan menuju pembaringan Sekar. Arya dengan palan ttiba-tiba menundukan kepalanya dan mengecup kening Sekar.


Sementara itu Sekar yang berada di bawah sadarnya merasakan kalau Arya mengecupnya dengan senyumnya yang manis dan mata terpejam Sekar mengigau memanggil nama Arya. Arya dengan sepontan kaget dan berusaha memutar tubuhnya untuk kembali ke sofa. Namun lagi-lagi Arya kalah cepat dengan Sekar. Sekar menarik lengan Arya hingga Arya jatuh tersungkur menimpa badan Sekar. Di saat bersamaan Riki membuka pintu tapi karena ingin menyelamatkan bosnya segra memutar tubuhnya meminta si bibik  kembali ke mobil mengambil baju yang ketinggalan di mobil. Riki mengatakan kalau mau menemani Arya tidur di rumah sakit.


Arya yang kaget dan setengah sadar merasakan kehadiran Riki, namun Arya kali ini benaar-benar berhutang budi sama Riki karena menyelamatkan dirinya dari pandangan yang jelek bibi asisten rumah tangganya.


Arya kemudian memandang Sekar yang ternyata masih tertidur pulas, dengan pelan Arya menarik tubuhnya daan kembali menuju ke sofa.


Bibi yang tidak mengerti dengan tingkah Riki dengan berjalan menuju ke mobil mengomel-omel tidak jelas terhadap Riki. Si bibi yang biasa tinggal di rumah ARya memang menganggap Riki dan Arya seperti anaknya sendiri.


“Bi…, hari ini bibi cantiknya berkurang lo?” ucap Riki berusaha mencairkan suasana agar bibinya tidak marah-marah terhadapanya.


Si bibi yang mengerti maksud rayuan Riki, pura-pura memonyongkan bibirnya sambil menggerutu. Riki pun hanya tersenyum geli menanggapi ulah bibinya.


Setelah sampai di parkiran Riki pura-pura mengambil bajunya yang tergantung di dalam mobil dan mengajak kembali bibi ke ruangan Sekar di rawat.


Si bibi hanya menggelengkan kepala melihat ulah Riki sambil mengungkapakan perasaannya.

__ADS_1


“Astaga, den Riki kenapa tadi tidak kamu ambil sendiri saja? Benar-benar aneh!” ucap si bibi dan terus mengikuti Riki berjalan kembli ke ruangan. Riki hanya senyum menanggapi celotehan si bibi. Tidak berapa lama kemudian mereka masuk ruangan dan menyapa Arya yang sedang duduk di sofa.


Arya nampak mengetik laporan pekerjaan kantiornya. Arya yang memang kuatir dengan Sekar, untuk sementara pekerjaan kantor ia kerjakan dari rumah sakit. Jadi kalau memang ada beberapa dokumen yang harus diselesaikan Riki yang harus bolak-balik menuju rumah sakit.


Setelah mereka duduk berhadapan Arya ngobrol dengan Riki dan menayakan ponsel baru untuk Sekar yang dipesannya tadi siang. Sementara itu si bibi dengan setia mendampingi Sekar yang sedang tidur di ranjang rumah sakit. Si bibi yang begitu dekat dengan Sekar meneteskan air matanya. Si bibi sangat mengerti perrasaan Sekar.


Si bibi mengusap tangan Sekar hingga Sekar terbangun olehnya. “Bibi? Kapan bibi datang?” tanya Sekar dengan senyum manisnya.


“Baru saja, non! Ini bibi bawakan makanan pesanan kamu!” Si bibi kemudian melangkah  mengambil makanan yang berada di meja dan kembali lagi dihadapan Sekar dengan kasih sayagnya bibi menyuapi Sekar.


Arya memperhatikan Sekar, setelah selesai makan Arya mendekati Sekar dan memberi ponsel yang telah dibawa Riki. Sekar degan seang hati menerimanya bahkan tidak lupa menghadiahkan Arya sebuah kecupan.


“Terimaksih om, ini ponsel model teerbaru dan aku sangat menyukainya,” ucap Sekar laykanya anak kecil yang menerima permen. Arya juga menjadi kikuk menerima perlakuan Sekar seperti itu. Sementara itu Riki hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal sedangkan bibi yang tahu gejolak anak muda hanya bisa terpaku diam seribu bahasa. Bibi seolah tahu isi hati mereka, namun bibi pernah mengingatkan kepada Sekar untuk memegang prinsip norma-norma agama. Bibi mengatakan kalau sebenarnya mencintai om angkatnya itu di mata masyarakat sangatla tabu dan pastinya akan dipergunjingkan.


Arya dan Riki keluar tidak jauh dari rumah sakit. Mereka berdua pergi ke cafe depan rumah sakit. Riki mengatakan sesuatu yang dilihatnya barusan.


“Bos, kamu suka ya sama Sekar?” tanya Riki tanpa basa-basi. Arya pun menyangkal apa yang dituduhkan Riki kepadanya. Riki pun hanya terseyum simpul menganggapi bosnya. Mereka berdua memesan kopi dan makanan ringan untuk mengisi perut mereka.


Riki masih suka menggoda bosnya, namun Arya hanya menanggapi biasa-biasa saja. Ketika mereka asyik ngobrol tiba-tiba dapat telpon dari bibi kalau Sekar penyakitnya kambuh lagi. Arya yang panik langsung kembali ke ruangan Sekar.

__ADS_1


Setelah sampai di ruangan Sekar menangis menahan sakit pertutnya yang luar biasa. Sekar memegangi perutnya sambil meringkuk menahan sakit. Arya yang mengetahui Sekar seperti itu tidak tega dan mendekapnya dalam pelukannya berusaha menenangkannya.


Arya pun meminta Riki untuk memanggil dokter jaga, padahal bel darurat untuk memanggil tenaga medispun juga sudah di pencet bibi. Dan tidak lama kemudian dokter jaga dan perawat datang untuk memeriksa Sekar kembali.


Setelah dilakukan pemeriksaan dokter mengatakan kalau Sekar harus menjaga pola makannya. Dokter mengatakan kalau makanan yang dikonsumsi harus makanan yang disediakan oleh rumah sakit atau menu referensi dari ahli gizi rumah sakit.


Dokter akhirnya memberi suntukan agar pasien tidak merasa kesakitan, entah karena pengaruh obat Sekar pelan-pelan tertidur. Arya yang tidak bisa meninggalkan Sekar tertidur di kursi dan kepalanya diletakan di tepi ranjang.


Riki dan bibi hanya bisa menghela nafas, mereka berdua seolah tahu bahwa kedua orang tersebut butuh waktu hanya untuk mereka berdua saja.


Bibi kemudian meminta Riki untuk mengantarnya pulang, bibi tahu kalau kedua majikannya tidak bisa diganggu. Riki seolah tahu pemikiran bibi langsung mengiyakan. Riki mengamabil kunci mobil yang ada di meja.


Riki agar tidak dimarahi oleh Arya langsung meninggalkan pesan secara tertulis yang di letakan di atas laptop Arya yang kebetulan di taruh di meja dekat sofa. “Maaf pak, aku tinggal mengantarkan bibi pulang dulu. Aku lihat pak bos sedang tertidur jadi aku tidak berani bangunkan si bos.”


Sementara itu Sekar yang tertidur tiba-tiba berteriak-teriak memanggil nama Arya. Arya yang berada di sampingnya terbangun dan berusaha membangunkan Sekar.


Sekar terbangun ketika Arya menepuk-nepuk pipinya dengan pelan dan memanggil-manggil namanya. Sekar lagi-lagi memeluk tubuh Arya dan mengucurkan keriangat dingin di wajahnya.


Sekar terlihat sangat ketakutan dan menyembunyikan wajahnya di dada bidang milik Arya.

__ADS_1


“Om, jangan tinggalkan Sekar! Sekar takut!” ucap Sekar lirih. Arya dengan lembut mengusap pipi Sekar dan membisikan ke telinganya kalau dirinya tidak akan meniggalkan Sekar dan selalu menjaganya. Sekar kemudian menarik wajahnya dari dada bidang Arya kemudian mencari jawaban di balik mata hitam Arya yang tajam. Arya menganggukan kepalanya kemudian memeluk Sekar dalam pelukannya kembali.


Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya. Kita terus mengikuti kisahnya ya?


__ADS_2