
Kecurigaan Mama Dewi kalau Sekar menyimpan perasaan terhadap Arya sangatlah beralasan karena Sekar akhir-akhir ini sering murung. Bahkan mama Dewi juga meminta bibi yang bekerja di rumah Arya untuk mengawasi Sekar. Mama menghela nafasnya kemudian berjalan keluar kamar kerjanya menemui Santi. Mama Dewi meminta pegawainya untuk melakukan perawatan secara insentif terhadap Santi karena Santi merupakan calon menantunya.
Mendengar perkataan mama Dewi beberapa dari mereka memperbincangkannya di belakangnya. Mereka merasa heran dengan majikannya karena Santi akan dijadikan menantunya. Menurut mereka Santi tidak layak menjadi menantu mama Dewi. Santi cantik tapi tidak bisa untuk menjadi istri tuan mudanya. Santi menurutnya merupakan sosok perempuan yang egois dan mau menang sendiri. Mereka juga mengamati kalau atitute Santi tidak sebanding dengan kebaikan dari keluarga mama Dewi.
Mama Dewi yang tahu gelagaat dan kasak kusuk diantaara pelayan salonnya langsung berdehem untuk memberi kode agar mereka semua diam. Tak pelak semua karyawan yang ada di sekitarnya langsung merespon begitu patuh dan hormat terhadapnya.
Setelah memastikan calon menantunya mendapatkan pelayanan yang terbaik, mama Dewi kembali ke ruang kerjanya. Semantaara itu Arya yang berada di ruang kerja mamanya sedang membaca koran namun hati dan perasaannya tidak mennetu entah kemana bahkan kedataangan mama Dewi tidak dihiraukannya.
“Sayang, apa yang sedang kamu lamunkan?” tanya mama Dewi tiba-tiba terhadap putranya. Arya nampak gelagapan hendak menjawab hingga akhirnya Arya berigsut mengganti posisi duduknya.
Arya kemudian menghela nafasnya dan mulai membuka perkataaan dengan mamma Dewi. Arya mengatakan kalau dirinya meragukan hubungannya dengan Santi. Arya bimbang dengan Santi yang menurutnya ada sisi lain dari Santi yang tidak dia mengerti.
Mama Dewi mengerti apa yang dirasakaan oleh putranya, karena mama Dewi sesungguhnya tahu kalau putranya itu secara batin ada ikatan khusus dengan Sekar jadi di dalam hatinya Arya nampak bimbang.
Mama Dewi juga sangat menyanyangi Sekar tapi kalau hubungan mereka benar-benar terjadi secara norma tentunya tidak baik dipandang masyarakat. Dan tentunya suaminya akan menentangnya.
__ADS_1
Mama Dewi mendekati putranya kemudian mengusap bahunya dan membisikan sesuatu ke teling putanya.
“Nak, mama mengetahui apa yang kamu rasakan. Kalau kamau ragu dengan hubungan ini janganlah kau teruskan. Ingat ini semua masa depan kamu. Mama tidak bisa berbuat apa-apa. Mama hanya bisa mendo’akan kamu semoga siapapun piliahan yang kamu jadikan pendamping hidup bisa membuat kamu bahagia!” ucap mama Dewi kepada putranya. Mama Dewi kemudian kembali duduk di kursi kerjanya.
Belum sempat mereka ngobrol lebih jauh tiba-tiba Santi datang menghampiri mereka. Santi dengan penuh percaya diri langsung duduk di dekat Arya tanpa mengucapkan salam terlebih dahulu terhadap calon mama mertuanya. Terlihat jelas kalau Santi memiliki kesombongan dan ego yang cukup tinggi.
Mama Dewi semakin menunjukan raut tidak suka terhadap calon menantunya. Arya memberi kode terhadap calon istrinya untuk menyapa mamanya. Santi dengan gelagapan bangkit dari duduknya dan menghampiri calon mertuanya dan mengatakan kalau perawatan hari ini benar-benar membuat dirinya nyaman. Dan tidak lupa mengucapkan terimaksaih terhadaap calon mertuanya. Namun mama Dewi sudah terlanjur salah mengartikan tentang gelagat calon menantunya. Jadi mama Dewi agak cuek dengan Santi. Mama Dewi kemudian pura-pura ada kesibukan yang lain. Mama Dewi dengan spontan memanggil sekertarisnya untuk membuka agendanya.
“Mbak, tolong lihatkan agenda rapat kita jam berapa?” ucap mama Dewi kepada sekertarisnya. Sekertarisnya melihat raut muka mama Dewi langsung menjawab kalau rapatnya akan segera dilaksnakan dan beberapa yang lain sudah menunggu di ruang meeting. Arya merasa tidak nyaman dengan mamanya hingga akhirnya mengajak Santi untuk pergi dari salon mamanya.
Santi sudah menerawang memikirkan dirinya duduk di kursi mama Dewi menggantikan mama Dewi sebagai pemilik salon. Namun ajakan Arya utnuk pergi dari situ telah memudarkan angan-angannya.
“Sayang, aku ingin ikut rapat mama Dewi,” katnya tiba-tiba tanpa memikirkan bagaimana perasaan mama Dewi. Mama Dewi semakin merasa muak dengan sikap Santi. Mama Dewi menghela nafasnya dalam-dalam karena dirinya atidak menyangka klau dirinya akan mendapatkan menantu yang sangat ambisius.
“Maaf mama rapatnya dengan klien, jadi kita tidak bisa memasukan orang lain dalam rapat,” ucap mama Dewi secara langsung untuk membuat Santi agar tahu diri. Namun Santi malah sebaliknya. Santi tetap bersikeras ikut mama Dewi. Arya dengan cekatan langsung mengajaknya pergi.
__ADS_1
Arya langsung menggandeng Dewi dan pamitan kepada mamanya. Arya mencium punggung tangan mama Dewi diikuti oleh Santi sambil ngomel-ngomel. Arya pun nampak kesal dengan sikap Santi. Arya nampak memonyongkan mulutnya tanda tidak setuju dengan sikap Santi.
Arya dengan sabar menggandeng Sati keluar ruangan mama Dewi untuk menuju parkiran. Di sepanjang jalan Santi nampak ngomel-ngomel tidak jelas hingga membuat Arya marah terhadapnya.
“Sayang, kau itu mau menikah dengan aku karena cinta atau karena harta kedua oranag tua aku?” tanya Arya ketika mereka berdua sudaah masuk ke dalam mobil. Santi langsung terdiam dan thu akan kesalahannya. Santi kemudian beringsut duduk agak mepet kebangku Arya. Santi kemudiaan dengan lihai tiba-tiba mengecup bibir Arya. Santi dengan beraninya memulai ciuman dengan maksud untukmembungkam Arya agar tidak tanya macam-macam. Santi merasa bersalah dan keceplosan hingga tidak bisa mengontrol ucapannya. Santi berusaha memuaskan Arya dengan ciumannya kemudian menjelaskan kalau dirinya hanya penasaaran saa dengan kegiatan mama Dewi hingga bisa membuat usahanya semakin berkembang.
Arya pelan-pelan mulai lunak dengan penjelasan Santi. Kemudian Arya mulai menyalakan mesin mbilnya dan pergi meninggalkan saaalon tersebut. Arya mengantarkan Santi menuju rumahnya. Santi di kota besar hanya tinggal sendirian hingga kesua orang tuanya yang merantau ke luar negeri dn jaarang pulang.
Sesampainya di rumahnya, Santi mengajak Arya untuk masuk ke dalam rumahnya. Arya menolak permintaan Santi karena dirinya tidak ingin berlarut dalam suasana yang membuat dirinya lepas kendali. Di mobil saja Santi sudah lepas kontrol apalagi kalau sudah masuk ke dalam rumahnya yang tidak ada orang sama sekali.
Arya yakin kalau Santi akan nekad mengajkanya berbuat nekat. Arya berusaha mencegah agar hal tersebut tidak terjadi. Arya merasa kalau dirinya laki-laki bertanggungjawab sehingga dirinya tidak ingin merusak kesucian wanita yang ingin dinikahinya.
Arya turun dari mobilnya dan mengantarkan Santi hingga di depan rumahnya. Arya mencium kening Santi sebagai ucapan terimaksih atas pendampinganya selama menjalankan kegiatan di perusahaannya.
Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya. Kita terus mengikuti kisahnya ya?
__ADS_1