
Sejak kejadian di kampus, Sekar lebih memilih mengurungkan dirinya di kamar bahkan Sekar tidak mau keluar menemui Arya. Arya semakin kesal dengan sikap Sekar. Arya berusaha mencari cara untuk membujuk Sekar agaar melupakan masalah di kampus. Arya kemudian memesan makanan kesukaan Sekar. Semua masakan yang dia pesan difoto melalui ponselnya untuk di kirim ke Sekar.
Sekar yang berada di kamar mendengar notifikasi ponselnya kalau ada pesan masuk. Sekar kemudian membuka pesan yang ternyata di kirim oleh Arya.
“Sekar sayang, ayo segera makan! Om sudah pesan makanan kesukaan kamu!” tulis Arya melalui psan whatshaap nya. Sekar tidak membalas pesan dari Arya, kemudian Sekar kembali menaruh ponselnya di mejanya. Namun perut Sekar keroncongan menahan lapar. Sementara Cindi sudah pulang ke rumahnya tidak ada yang dia suruh untuk mengambilkan atau membeli makanan. Sekar mondar-mandir di kamarnya bingung memutuska keluar apa tidak. Kalau tidak keluar perutnya keroncongan menahan lapar dan makanan yang dipesan Arya juga makanan favoritnya.
Sekar akirnya memutuskan untuk keluar menuju ke dapur tempat makanan yang dipsean Arya disediakan. Sekar mengendap-endap keluar dengan sangat hai-hati. Arya yang memantau dari cendela kamarnya melihat pergerakan Sekar.
“Dasar gadis aneh,” gumamnya lirih namun dirinya tidak mau keluar menghampiri Sekar. Arya tidak ingin Sekar nanti mengurungkaan niatnya untuk makan. Arya tidak inin gadis kecilnya sakit karena kelaparan. Arya memang selalu memanjakan Sekar dan menyanyanginya dengan tulus.
“Makanlah sayangku! aku tidak akan menggangumu! Maafkan om sayang, om juga ayang kamau tapi om tidak ingin melanggar norma-norma masyarakat!” gumamnya lirih, namun di dalam hatinya terdalam kalau dirinya sesungguhnya sangat menynyangi Sekar. Entah kenapa dirinya kalau berada di dekat Sekar selalu ingin melindunginya. Awalnya Arya mengira itu hanyalah perasaan om ke keponakannya, namun lama-lama dalam dirinya ada getaran aneh yang selalui menghantuinya.
Sementara itu Sekar tanpa mempeduliakan apapun langsung memakan makanan tersebut dengan lahapnya dan terkesan seperti belum makan satu tahun.
“Wah…, benar-benar makanan ini lezat betul! Benar-benar si om tahu selera aku!” gumamnya lirih namun ketika teringat kejadian tadi siang Sekar kambali murung. Sekar tidak ingin Arya dekat dengan siapapun, apalagi dengan dosen wanita yan ada di kampusnya.
“Pokoknya siapapun tidak boleh dekat dengan om Arya! Aku akan menghabisi mereka jika hendak menyentuhnya!” gumamnya lirih namun tiba-tib adirinya terkejut kaena da seseorang yang menjitaknya dari belakang.
__ADS_1
“Siapa yang hendak kamu habisi! Dasar gadis nakal!” ucap seseorang dari belakang yang ternyata Arya sambil mengacak rambut Sekar. Sontak Sekar langsung membalikan mukanya ke belakang.
“Om Arya? Tidak ada kok! Aku cuman main-main saja! Aku hanya menghafalkan drama saja untuk besok pagi karena besok juga harus pentas untuk acara penggalangan dana di kampus!” ucap Sekar berbohong sambil memanyunkan bibirnya. Arya yang melihat situasi tersebut malah beringsut mendekaati Sekar.
“Yang benar? Itu bukan untuk om?”bisik Arya di dekat telinga Sekar. Sekar pun langsung dibuat kikuk dengan Arya, bahkan mukanya memerah menahan malu.
“Om…, tidak kok!” ucap Sekar gemas dengan sikap Arya. Sekar dengan perasaan kesal bercampur malu langsung berdiri hendak pergi meninggalkan meja makan. Namun Arya dengan sigap menariknya hingga berhadapan dengannya. Sekar semakin salah tingkah dengan sikap Arya.
“Sayang, kamu itu ebiasaan kalau makan selalu belepotan!” ucap Arya sambil mengusap sisa makanan yang ada di mulutnya dengan tangannya. Sekar semakin malu dengan perasaanya ternyata Arya hanya membersihkan bekas makanan yana gmasih membekas di sekitar bibirnya.
“Om Arya semakin menyevblkan!” ucap Sekar sambil menghentaka kakinya di depan Arya kemudian pergi berlalu meninggalkan Arya yang bengong dengan sikap Sekar.
Setelah membersihkan semua barang-barang yang kotor, Arya kembali ke kamarnya. Arya memang tidak ingin mengganggu Sekar. Arya merebahkan tubuhnya di ranjang besarnya. Arya mendesah panjang mengingat hubungannya dengan Santi. Entah mengapa hubungannya dengan Santi seolah semakin merenggang. Arya merasakan ada sesuatu yang disimpan oleh Santi. Arya ingin mengungkap sesuatu yang ada di dalam diri Santi namun dirinya belum bisa menemukan bukti-bukti yang jelas.
Arya kemudian mengeluarkan ponselnya dan menanyakan informasi yang dikumpulakan oleh Riki melalui chattnya.
“Riki…, bagaimana sudah ada infor yang jelas tentang Santi?” tanya Arya melalui chattnya.
__ADS_1
“Siap bos…, tapi hingga detik ini belum menemukan bukti-bukti kalau ada indikasi buruk atau jelek tentang bu Santi, tapi ada info kalau bu Santi dekat dengan Hendra pamannya Sekar!” balas chatt dari Riki.
“Ok, tolong pantau terus! Aku tidak ingin ke depannya jadi duri dalam pernikahan aku! Semuanya belum terlanjur!” balas chatt Arya sekaligus perintah untuk Riki. Arya pun mengakiri chattnya kemudian kembali hendak memejamkan matanya namun tidak juga bisa terpejam. Bayang-bayang Sekar selalu menghantuinya. Arya pun nampak gelisah tidak menentu dengan hati dan perasaannya. Arya memutuskan untuk pergi ke kolam renang. Arya memutuskan untuk meredakan kegelisahan hatinya dengan berenang.
Arya mengganti baju nya dengan celana renang kemudian keluar kamar menuju ke kolam renang namun di dekat lorong depan kamar Sekar tiba-tiba Sekar muncu dari kamarnya dan menabrak Arya.
“Om…, apa an sih om! Buat kaget orang saja!” teriak Sekar kaget sambil melotot melihat dada bidang Arya yang terlihat six pack. Sekaar yang tidak kuat langsung menundukan kepalanya dan ngeloyor pergi meninggalkan Arya yang bengong memandangnya.
“Dasar om Arya mesum! Hari gini sudah buat pikiran orang lain berselancar menuju dunia penuh misteri! Merasakaan yang belum pernah dirasakan!” gumam Sekar lirih namun masih terdengar oleh Arya. Arya pun dengan cekatan menarik kepang rambut Sekaar daari belaknag hingga jatuh dalaam pelukannya.
“Dasar gaadis mesum! Kecil-kecil pikirannya berselancar ngeres!” ucap Arya yang terus memeluk Sekar dalam peukannya hingga Sekar nampak tidak berdaya dengan sikap Arya. Sekaar yang terlanjur basah berada dalampelukan Arya memanfaatkan keadaan dengan mengalungkan tangannya di leher Arya hingga mereka berdua saling pandang satu sama lainnya. Arya maupun Sekar merasakan getar-getar aneh yang mampu mengusik jantung dan hatinya. Sekar dengan cepat sadar dirri lanagsung berusaha melepaskan pelukan Arya. Sekar meronta sekuat tenaga agar terlepas dari Arya. Arya yang juga menyadari kondisinya akhirnya melepaskan Sekar.
Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya. Kita terus mengikuti kisahnya ya? Kalau waktu longgar boleh lo kepo tentang cerita kita yang lain 👍
Misteri Menantu Pengganti
Terjerat Cinta Satpol PP Arogant
__ADS_1
Buah Hati Ceo Pendendam
Si Buruk Rupa Mengejar Cinta