TERJERAT PESONA OM TAMPAN

TERJERAT PESONA OM TAMPAN
Kuliah Pertama


__ADS_3

 Kesehatan Sekar mulai membaik, hari ini pagi tampak begitu cerah. Awan tersenyum menemani matahariyang  mulai terbit dari ufuk timur. Sekar keluar dari rumah dengan suasana yang ceria. Hari ini mulai Sekar akan masuk kuliah pertama kali. Fakultas ekonomi menjadi pilihan Sekar. Sekar kelak ingin menjadi wanita karier untuk mengelola usaha sendiri.


Sekar turun dari kamarnya yang berada di atas, kemudian berjalan menuju meja makan dan duduk hendak sarapan. Sekar mengambil sepotong roti bakar yang sudah disediakan oleh bibi untuk dimakannya.


Sekar memasukan sepotong roti tersebut dalam mulutnya dan sesekali diteguknya teh manis hangat buatan bibi. Disaat Sekar makan tiba-tiba Arya duduk di sebelahnya dan dengan cekatna mengambil roti yang ada di piringnya Sekar. Sekar emosi dengan ulah Arya yang memang sering membuat ulah mnggoda Sekar.


“Om, itu punya Sekar. Itu punya om Arya yang masih utuh jumlahnya!” ucap Sekar sambi berusaha merebut kembali sepotong roti yang sudah berada di tangan Arya. Arya yang memeliki tubuh tinggi dan Atletis berusaha mempertahankan roti tersebut hingga akhirnya Sekar bediri dari duduknya dan menghampiri om Arya yang duduk di meja makan. Sekaar dengan sekuat tenaga berusaha mengambil Roti tersebut, namuan tubuh Sekar yang kecil tidak mampu untuk merebut kuenya karana bagaimanapun kalah kuat dengan Arya yang memang badannya kuat dan atletis.


Namun Sekar tidak mau menyerah begitu saja dengan sekali loncat ke pangkuan Arya, Sekar bisa meraih kue tersebut. Namun Arya juga tidak mau kalah hingga mereka saling tarik menarik. Namun tiba-tiba mereka tehenti saling memperebutkan kue tersebut. Mereka berdua beradu pandang hingga perasaan mereka berjalan tidak menentu. Arya merasa tidak bisa mengontrol dirinya entah mengapa tiba-tiba Arya dengan spontan memegang muka Sekar dengan tanganya. Arya mendekatkan mukanya ke muka Sekar hingga Sekar memejamkan matanya. Namun Arya dengan seketika tersadar sehingga bisa menguasai dan mengontrol pikirannya. Bibir Aryaa kurang beberapa inci sudah hendak mencium bibir Sekar.


“Sekar, kamu itu kalau makan masih saja seperti anak kecil. Belepotan!” ucap Arya begitu tersadar dan mngusap ujung bibir Sekar yang penuh dengan selai roti dengan jari-jarinya. Sekar wajahnya memerah menahan malu karrena dalam hatinya dirinya akan mendapat ciuman mesra dari om Arya yang disukainya.


“Om Arya menyebalkan,” ucap Sekar yang kemudian dengan perasaannya yang kesal bercampur malu turun dari pangkuan Arya kemudian berlan menuju garasi untuk berangkat kuliah. Arya mengangkat bahunya karena bagaimanapun hari ini dirinya hampir melakukan kesalahan. Arya mengurungkan dirinya untuk sarapan karena sudah tidak nafsu lagi untuk sarapan. Arya pun dengan perasaan bersalah berjalan menuju mobilnya yang sudah ada di luar dan berangkat menuju ke kantor.

__ADS_1


Sementara itu Sekar masih dengan perasaannya yang tidak menentu mengemudikan mobilnya. Dirinya tadi sudah hampir terbang diawan-awan membayangkan dicium oleh Arya namun yang ada dirinya hanya angan-angannya saja. Setelah beberapa menit mengemudikan kendaraanya Sekar sampai di kampusnya dimana harinini hari pertama masuk OSPEK.


Sekar melirik arlojinya, kemudian dengan terburu-buru turun dari mobilnya tanpa toleh kanan kiri Sekar menguci mobilnya dan membalikan badannya berjalan sambil memasukan kunci mobil dalam tasnya. Sekar yang tidak kosentrasi dengan jalannya tiba-tiba menabrak seseorang yang hendak berjalan menhampiri mobilnya yang terparkir di sebelah Sekar.


“Non, kalau jalan lihat-lihat! Sudah buru-buru tidak tahu etika berjalan!” ucapnya ketus. Sekar yang mendapat ungkapan seperti itu tidak mau minta maaf tapi malah menantnagnya.


“Lagian aneh, orng sudah jalan ke depan tiba-tiba, balik lagi. Makanya kalau jalan uya sudah langsung saja tidak usah menoleh lagi kebelakang. Dasar cowok manja, mau minta tambahan uang saku lagi ya sama mamanya,” ucap Sekar sambil melirik mobil cowok tersebut yang ternyata dibelakang kemudi mobil tersebut ada tante cantik yang memegang kemudinya.


Si cowok tidak menghiraukan apa yang diungkapkan Sekar, tapi dalam hatinya dirinya merasa jengkel karena dirinya dipermalukan oleh gadis kecil yang menurutnya pasti manja dan cengeng. Mama cowok tersebut yang berada di dalam mobil tertawa senang ternyata putranya ada yang mengusiknya.


Sementara itu kegiatan pertama ospek perkenalan kakak pndamping dan pengecekan barang bawaan para peserta ospek. Sekar nampak terkejut ternyata pendampingnya adalah cowok yang bertabrakan denganya. Sekar melirik papan identitas yang melekat di dada cowok tersebut. Sekar bergumam dalam hatinya ketika mengeahui kalau cowok itu bernama Brian. Sekar menundukan mukanya tak kala pemeriksaan perlengkapan sampai pada gilirannya. Sekar merasa tidak enak karena ada yang kurang dari perengkapannya. Topi dari anyaman bambunya tertinggal di meja makan karena dirinya buru-buru menghindar dari om Arya.


“Sial, dia pasti balas dendam dan menghukumku dengan hukuman yang berat!” gumam Sekar. Dan benar saja baru saja dirinya berkecamuk dalam batinnya tiba-tiba suara Brian menggelegar di hadapannya. Brian menyurunya untuk mengangkat muka berhadapan dengannya. Sekar pean-pelan mengangkat mukanya namun tidak berani memandang Brian secara penuh.

__ADS_1


Brian dengan suara lantangnya membentak Sekar. “Hai gadis manja, tahu gak apa pelaggaran hari ini yang kamu lakukan?” tanya Brian tiba-tiba.


“Tahu kak, aku tidak bawa topi anyaman bambu, Maaf tadi buru-buru jadi tertingal di meja makan!” jawab Sekar berusaha menjelaskan kepada Brian.


“Alasan! Dasar gadis manja, paling-palin juga belum beli!” ucap Brian tiba-tiba sambil memandang tajam ke arah Sekar. Sekar hanya diam dan bisa menunduk. Brian akhirnya tanpa pikir panjang menyuruh Sekar berlari mengitari lapangan sebanyak dua kali. Sekar pun menurut apa yang disampaikan oleh Brian. Cindi yang ada di sebelahnya melarang Sekar untuk meminta maaf agar diperingan hukumannaya. Cindi tidak ingin sakit Sekar kambuh lagi. Namun Sekar menghiraukan perkaataan Cindi.


Sekar yang keras kepala tidak ingin menunjukan kalau dirinya lemah dihadapan siapapun. Sekar keluar dari barisan kemudian berlari mengelilingi lapangan. Sekar pun dengan semangat tanpa menghiraukan rasa sakitnya tetap berlari. Satu putaran dia lalui dengan sempurna, namun ketika putaran ke dua baru dapat dari setengahnya badannya sudah terasa limbung. Sekar sempoyongan hingga jatuh tidak sadarkan diri. Sekar masih beruntung karena jatuhnya tidak mengenai benturan kepalanya.


Cindi panik, berlari menghampiri Sekar. Dan tidak lama kemudian diikuiti oleh Brian senior pendampingngnya. Brian dengan cekatan menggendong Sekar menuju klinik yang ada di kampus diikuti oleh Cindi.


Cindi mengumpat menyumpahi Brian yang memaksanya untuk berlari karena Sekar masih dalam proses penyembuhan. Brian yang tahu kalau Sekar sakit merasa bersalah. Brian berusaha menebus kesalahnanya hingga menunggu Sekar tersadar dari pingsannnya. Dokter klinik kampus memeriksa keadaan Sekar. Dokter tersebut mengatkan kalau Sekar harus istirahat dan tidak boleh melakukan pekerjaan yang berat.


Brian yang merasa bersalah membelikan makanan agar Sekar bisa istirahat dengan baik.

__ADS_1


Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya. Kita terus mengikuti kisahnya ya?


__ADS_2