TERJERAT PESONA OM TAMPAN

TERJERAT PESONA OM TAMPAN
Membatalkan Rapat


__ADS_3

Setelah melihat vidio rekaman yang dikirim Cindi, Arya tampak gusar bahkan seharian marah-marah dan mondar-mandir tidak jelas. Arya termenung di meja kerjanya tanpa melakukn aktivitas apapun. Arya menandatangani beberapa laporan namun dihentikan lagi karena tiba-tiba teringat Sekar yang terlihat di goda pria lain. Rasa cemburunya telah menyelimuti hatinya hingga dirinya ingin sekali menonjok pria itu.


Riki yang kembali datang ke ruangannya tidak tega melihat bosnya seperti itu. Riki kemudian menyampaikan ke bosnya utnuk menjemput Sekar pas pulang kuliah. Arya nampak bengong dengan usul Riki karena dirinya nanti akan mengadakan rapat dengan beberapa devisi. Arya ingin membatalkan rapat tapi Riki mencegahnya. Riki bersedia menggantikan sang bos jika hanya rapat dengan beberapa manejer yang membawahi eberapa devisi. Riki memang asisten yang dapat dihandalkan ilmu kepemimpinannya tidak kalah dengan bosnya. Riki dibesarkan dan di sekolahkan sama seperrti Arya. Riki dari kecil oleh mamanya Arya sudah dianggap seperti anaknya sendiri.


Arya sangat senang dengan pola pikir Riki yang sangat membantu dirinya. Arya kemudian merih kunci mobilnya dan pergi menuju parkiran. Riki tersenyum melihat bosnya yang sesungguhnya secara hati terdalam mencintainnya.


Arya mengemudikan kendaraannya dengan kecepatan sedang. Dengan gayanya yang cool dan maskulin pasti semua cewek akan mendatanginya.


Sesampainya di kampus Arya memakir kendaraannya di depan kampus Sekar. Arya berdiri di depan mobil dan menyandarkan tubuhnya di dsbort mobil dengan kakinya di silangkaan ke depan. Setiap ada cewek yaang melewatinya nampak mengaguminya bahkan ada beberaapa di antara mereka menghampiri Arya dan meminta no ponselnya. Arya terkekeh dengan sikap mereka yang nampak sekali mengidolakannya.


Sekar dan Cindi sedang keluar dari kelas, Sekar berjalan menuju tempat parkir.


Arya nampak seperti artis, sementara Sekar dan Cindi melihat ke arah gerombolan para mahasiswi itu dan menjadi penasaran. Sekar menyuruh Cindi untuk mencari tahu apa yang menjadi pusat gerombolan para mahasiswi.


“Gila, Sekar bukankah itu om Arya! Pantesan dia jadi pusat perhatian!” teriak Cindi tiba-tiba atanpa dihiraukan oleh Sekar. Sekar pun kesal dan cemburu setelah yang menjadi pusat perhatian mahasiswi di kampusnya itu Arya.


“Biarin! Ayo kita pergi saja!” ucap Sekar yang langsung menarik tangan Cindi bergegas melewati gerombolan yang mengerumuni Arya. Arya yang thu Sekar melewatinya langsung menyikap gerombolaan semua mahasiswi tersebut. Arya mempercepat langkahnya dan dengan arogannya memanggil Sekar.

__ADS_1


“Sekar berhenti, ayo kamu pulang bersama om!” teriak Arya memanggil Sekar. Sekaartetap tidak pedui dengan Arya. Arya mempercepat lagkahnya dan menarik tangan Sekar hingga berbalik ke dalam pelukannya.


“Sekar, tolong jangan gegabah. Ayo pulang bersama om!” bisik Arya pelan namun Sekar tetap saja tidak peduli hingga Arya mengaancamnya kalau tidak mau pulang bersamanya maka Arya akan menggendongnnya dengan paksa.


“Silahkan!” jawab Sekar yang bermaksud untuk menggertak Arya karena tidak mungkin Arya kan nekad seperti itu. Namun di luar dugaan Arya justru mengangat Sekar dalaam gedongannya. Arya dengan gagahnya enggendong Sekar dari depan. Sekar yang terpesona dengan kelakuan Arya haya bisa dia dan tidak memberontak sama sekali.


Sekar berpikir kalau dirinya teriak justru akan memperkeruh keadaan. Arya terseyum puas telah mengalahkan Sekar hingga tidak bisaa berkutik sama sekali.


Arya dn Sekar menjadi pusat perhatian semua orang yang melewatinya. Cindi yang melihat pemandangan yang ada di depannya hanya bisa tersenyum geli dengan ulah mereka berdua.


“Cin, kamu pulang dulu saja! Biar Sekar yang urus om,” ucap Arya yang tahu persis isi hati Cindi. Cindi memang tidak berani langsung pulang jika tidak di suruh Arya. Arya dengan Cindi memang telah membuat kesepakatan untuk selalu membantu mengawasi Sekar.


“Sudah, diam! jangan buat ulah!” ucap Arya menurunkan Sekar kemudian membuka pintu mobilnya. Sekar hanya manyun memonyongkan bibirnya.


Arya masuk ke dalam mobilnya kemudian melajukan kendaraannya keluar dari kampus. Arya membawa Sekar menuju kantornya untuk kembali bekerja.


“Om, kenapa ke kantor? Aku mau pulang saja! Capek,” ucap Sekar mengeluh karena memang seharian dia mengikuti kuliah yang maateriny cukup berat.

__ADS_1


“Sebentar saja! Ada pekerjaan yang harus aku selesaikan,” ucap Arya yang dengan gaya coollnya membuat Sekar terdiam. Arya melirik Sekar sebentar memang Sekar terlihat sangat capek. Arya yang tidak tega langsung memutar balik kendaraannya untuk pulang ke rumah. Sekar kaget dengan Arya yang tiba-tiba memutar balik kendaraannya.


“Om, kenapa balik?” tanya Sekar dengan matanya yang terlihat sayu karena capek.


“Tidak, apa-apa! Biar nanti pekerjaannya dikirim Riki ke rumah! Yang terpenting kamu bisa segera istiraat!” ucap om Arya yag sudah tidak di respon lagi oleh Sekar. Sekar ternyata sudah terlihat memejamkan matanya dan tertidur. Arya hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat Sekar. Dengan pelan Arya melanjutkan perjalanan menuju ke rumahnya.


Tidak berapa lama kemudian sudah sampai di depan rumahnyaa, Arya dengan pelan membuka kendaraannya dan meminta bibi egera menyiapkan kamar Sekar.


Arya menggendong pelan-pelan Sekar untuk dibawa ke kamarnya. Arya meletakan tubuh Sekar di atas ranjang, ddan denganpenuh kasih sayang membuka sepatu Sekar dan menyelimutinya. Entah apa yang ada di pikiran Arya tiba-tiba menundukan wajaahnya untuk meencium Sekar. Sementara itu Sekar merasa seperti mimpi kalau Arya menciumnya. Sekar nampak terenyum simpul dan mengejutkan Arya.


“Ternyata dia hanya mengiggau!” guman Arya lirih kemudian berbalik meninggalkan Sekar untuk kembali ke kamarnya. Arya mengganti baju kerjanya dengan kaos oblong dan celna pendek sehingga terlihat santai. Arya kemudian mengabil ponsenya dan menyuruh Riki segera mengirim berkas-berkas kantor yang beluam dtandatangani ke rumah.


Setelah telpon dengan Riki, Arya mencari bibi untuk dimasakan makanan sesuai selera Sekar untuk makan malam. Bibi yang tahu selera Sekar langsung mengambil bahan-bahannya dari kulkas. Bibi dengan cekatan memasaknya dan menyajikannnya di meja makan. etelah semuanya siap bibi pamitaan untuk pulang. Arya senang dengan car kerja bibi yaang cekatan.


Setelah semuanya siap, Arya melihat Sekar di kamarnya. Arya membuka pintu dengan pelan dan dirinya merasa tergetar ketika melihat sebagian paha Sekar yang terlihat mulus karena sebgian roknya tersingkap secara tidak sengaja.


Arya dengan perasaan tidak menentu berbalik badan dan menutup kembali pintu Sekar. Arya mengusap janggutnya dengan rasa galau kembali ke kamarnya.

__ADS_1


“Gila, kenapa aku seperti ini?” gumam Arya lirih dan pikirannya tidak menentu hingga mondar-mandir di kamarnya karena pikiranya tiba-tiba yang ada hanya bayangan Sekar. Arya berusaha menghalau byangan Sekar dengan mengingat-ingat saat dirinya bermeraan dengan calon tunangannya. Tapi entah mengapa dirinya tetap tidak bisa melupakan bayangan Sekar.


Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya. Kita terus mengikuti kisahnya ya?


__ADS_2