TERJERAT PESONA OM TAMPAN

TERJERAT PESONA OM TAMPAN
Pria Kulkas


__ADS_3

Sekar dengan terburu-buru menghmpiri pria tersebut yang hampir diserempet mobilnya. Sekar merasa bersalah kemudian dengan tiba-tiba memegangi tubuh pria tersebut seraya meminta maaf. Pria tersebut merasa sangat senang setelah mengetahui kalau yang meminta maaf tersebut seseorang yang dicarinya karena beberapa hari sudah tidak masuk ke kampus.


Pria tersebut ternyata pria kulkas yang bernama Brian dan selalu mengganggu Sekar. Dengan angkuh Brian tidak mengakui kalau dirinya sebenarnya sangat berharap bertemu dengan Sekar.


Pria muda tersebut dengan sombongnya langsung memarahi Sekar dengan berbagai umpatan yang sangat menyakitkan. Dia mengatakan kalau Sekar merupakan Gadis Sinting yang ugal-ugalan dan tidak bisa mengendalikan dirinya.


Sekar pun dengan dongkol dan marah langsung mendorong pria tersebut namun karena pria tersebut memiliki perawakan yang tegap tidak mudah jatuh begitu saja. Dengan sikap sempurna langsung menarik Sekar dalam pelukannya.


“Brian! Apa yang kamu lakukan! Dasar pria kulkas!” ucap Sekar berusaha meronta hendak melepaskan diri dari pelukan Brian. Namun Brian tidak menyerah begitu saja. Brian dalam hatinya hendak memeluk Sekar dan menciumnya.


Namun tiba-tiba ada seseorang yang langsung menarik Sekar dan memukul Brian dengan marah. Sekar sangat senang ternyata om Arya yang dikagumi dan dicintainya datang menolongnya. Ternyata Arya yang dari jauh melihat mobil Sekar berhenti langsung menghampirinya. Arya karena merasa tidak nyaman meminta Riki memutar kendaraannya. Riki sangat respek dengan bosnya karena sebenarnya mereka berdua ada rasa yang tidak bisa dipisahkan. Mereka berdua sebenarnya sudah terjalin erat hubungan batinnya.


Arya menghantam Brian habis-habisan. Brian yang ilmu bela dirinya tidak seberapa dengan Arya hanya meringis kesakitan sambil mengusap pipinya yang kena pukul Arya.


Riki yang tidak tega dengan Brian langsung memisah dan memberi peringatan kepada Brian untuk menjauhi Sekar. Brian pun dengan cepat kembali ke motornya dan langsung melesat pergi meninggalkan mereka.


Arya yang kuatir dengan Sekar tiba-tiba menarik tangan Sekar yang sejak tadi dipeganginya kendala pelukannya.

__ADS_1


Riki dengan berdehem memberi bosnya peringatan kalau sebenarnya diantara mereka masih ada dirinya dan Cindi.


Arya akhirnya melepaskan Sekar dan menggandengnya masuk ke dalam mobil. Arya memerintahkan Riki untuk mengendarai mobilnya Cindi.


Sepanjang jalan Arya terus memegangi tangan Sekar sambil mengemudi. Bahkan saking bucinnya Arya sesekali mencium pungggung tangan Sekar. Sekar masih diam dengan ulah om tampan. Sekar dalam hatinya masih mikir apakah omnya sudh mau mempertimbangkan kalau sesunguhnya mereka berdua ditakdirkan menjadi satu.


Sekar merasa seperti mimpi, kemudian menarik tangannya dari tangan omnya kemudian mencubit lengnnya eolah ingin tahu apakah dirinya itu mimpi apa tidak. Sekar tersenyum tipis ternyata dirinya masih merasakan sakit sehingga dirinya sangat senang berati omnya angat mengkawatirkan dirinya dan itu tandanya omnya sangat mencintainya.


“O…, sakit om!” tiba-tiba dirinya dikejutkan dengan om Arya yang enjitak kepalanya.


“Dasar gadis aneh! Jangan punya pikiran macam-macam! Itu bentuk rasa kasih sayang om terhadap keponakannya!” ucap om Arya tegas seolaah mengungkapkan batas dirinya dengan om Arya. ekar nampak kecewa dengan ucapan om Arya. Dengan bibir manyaun Sekar kembali cuek dan menglihkan pandangannya menuju ke luar melihat jalanan dengan pikirannnya yang terasa hampa.


Lamunan Arya terhenti seketika ketiaka mobilnya sudah berada di depan fakultas Sekar. Arya menghentin mobilnya kemudian membuka pintu mobil dan mempersilahkan Sekar turun dari mobil. Arya bahkan dengan sikap kebapakannya mengantar Sekar menuju pintu masuk fkultas. Dengan beberaapa wejangan, Arya meminta Sekar untuk menjahui Brian. Arya punya insting kalau sesungguhnnya Brian sangat menyukainya. Sekar hanya menganggukan kepalanya sebagi tanda setuju dengan apa yang disampaikan oleh omnya. Dan tidak berapa lama Cindi dan Riki juga datang menghampirinya.


Arya juga berpesan kepada Cindi untuk membantu mengawasi Sekar, jika ada ynag ingin mencelakai Sekar, Arya meminta aCindi untuk menghubunginya atau menghubungi Riki. Setelah beberapa pesannya sudah disampaikan, Arya dan Riki kembali ke mobilnya dan meminta Riki mengemudikan mobilnya kembali.


“Riki kita langsung ke perusahaan karena ada beberapa klien yang menunggu disana!” perintah Arya kepada Riki. Riki dengan cekatan mengambil alih kemudi kemudian mengarahkan mobilnya menuju ke perusahaan. Riki mengemudikannya dengan kccepatan yang sedang karena jalanan nampak begitu ramai.

__ADS_1


Sementara itu Sekar yang masuk ke dalam kampus tiba-tiba di lorong adaseseorang yang menariknya ke pinggir jalan. Brian ternyata sengaja ingin membelas rasa sakit hatinya karena pukulan Arya.


“Sekar, kamu itu ya? Sudah menabrak main pukul pula? Mana tanggung jawab kamu! Tubuh aku sudah lecet-lecet ditambah pukulan pula! Benar-benar tidak punya hati!” ucap Brian sambil mencengkram tangan Sekar dengan keras.


“Brian, tolong lepaskan aku! Aku tidak bersalah, salah sendiri kau min kasar dan asal sosor saja! Jadi kamu janggan salahkan kalau om Arya memukul kamu!” jawab Sekar tegas sambil melotot ke arah Brian.


Brian semakin kesal hingga menarik Sekar semakin mendekat dalam pelukannya. Brian bersumpah akan membuat Sekar jatuh cinta kepadanya. Sekar pun tidak menggubris pa yang dismapaikn oleh Brian. Sekaar semakin berani menyebikan bibirnya seolah semakin menantang Brian.


Cindi menarik Sekar untuk segera menjauh dari Brian. Cindi merasa Brian memang orang yang sangat berbahaya. Brian terlihat kejam dan bengis ketika menatap Sekar. Cindi memperhatikannya hingga Cindi berinisiatif mengambil vidio Brian yang menarik Sekar ke dalam pelukannnya. Bahkan ancaman Brian terhadap Sekar terlihat jelas di dalam vidio tersebut.


Cindi dengan sengaja mengirim vidio tersebut kepada Riki. Riki yang mendapatkan info seperti itu langsung manyampaikan kepada Arya. Arya nampak murka dan meminta Riki untuk menyelidiki Brian. Arya tidak ingin kalau Sekar jatuh cinta dengan Brian karena bagaimanapun Brian terlihat tampan dan dari keluarga berada.


Riki terkekeh dengan perbuatan bosnya, Riki merasa sang bos terlihat bucin dengan Sekar. Bahkan Riki dengan terang-terangan menggoda bosnya kalau sesungguhnya bosnya telah jatuh cinta dengan Sekar.


Arya tidak terima dengan perkataan Riki hingga Arya mengancam Riki untuk diam. Arya menyampaikan kalau Riki tidak diam Arya kan memotong gaji bulanannya. Riki yang cicilan rumahnya belum lunas dengan seketika terdiam karena takut kalau kemarahan bosnya berdampak pada gajinya.


Riki pun dengan galau dan tidak jelas pergi meninggalkan Arya sendirian yang sedang terbakar api cemburu.

__ADS_1


Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya. Kita terus mengikuti kisahnya ya?


__ADS_2