TERJERAT PESONA OM TAMPAN

TERJERAT PESONA OM TAMPAN
Menggoda Arya


__ADS_3

 Hari ini aktivitas pagi di rumah Arya berlangsung seperti biasa. Arya mandi dan siap-siap untuk pergi ke kantor. Arya sarapan makanan yang telah disediakan oleh bibi. Arya makan dengan lahapnya sambil menuggu Sekar yang belum juga muncul dari kamarnya.


Arya kemudian meminta bibi untuk memanggil Sekar. Bibi yang sibuk di dapur segera menghentikan aktifitasnya dan bergegas menuju kamar Sekar.


“Non Sekar, Tuan memanggilmu! Ayo keburu berangkat!”  ucap bibi di luar kamarnya karena pintunya masih terkunci.


 Sementara itu Sekar yang masih dongkol dengan sikap Arya, tidak mau menjawab panggilan Bibi.  Bibi yang tidak  ingin kena marah dari Arya berusaha membujuk Sekar dengan baik.


“Non Sekar,  kamu apa tidak kasihan dengan Bibi? Kalau kamu tidak mau keluar Bibi pasti kena marah,  dan yang lebih parah nanti akan dipotong gaji Bibi.  masih membiayai anak yang masih sekolah di kampung,”  Ucap bibi untuk menarik simpati dari Sekar. Sekar  yang tahu dengan sikap Arya dan tidak mau merugikan bibi, akhirnya segar keluar dari kamarnya dengan bibir yang manyun karena masih kesal.


“ Non,  itu bajunya kancingnya tidak pas,”  ucap Bibi yang mengingatkan Sekar karena kancing bajunya tidak sesuai sehingga nampak panjang sebelah. Sekar  kemudian menunduk melihat ke arah kancingnya.  Setelah melihat kancing bajunya, Sekar tersenyum tipis dengan apa yang hari ini dia laakukan sehingga dirinya nampak ceroboh.


“Terimakasih bi, aku diingatkan. Untung belum sampai di kampus,”  sambil menggaruk rambutnya yang tidak gatal, kemudian Sekar berbalik kembali menuju kamarnya.  Sekar bercermin melihat dirinya yang terkesan aneh karena bajunya panjang sebelah.


Setelah bajunya betul, akhirnya Sekar berlari kecil menuju ke tepat makan. Lagi-lagi Sekar yang berlaari kecil tiba-tiba kakinya terantuk salah satu bagian kursi makan higga dirinya terjatuh tepat dipangkuan Arya.


Arya kembali merasa senang karena Sekar berada di pangkuannya. Wangi harum rambutnya membuat Arya merasaa betah untuk memeluk Sekar sambil menghirub anak rambut Skear yang tergerai sebahu.


“Om, lepasin! Sekar mau maakan!” bisik Sekar yang memang tidak kuat berada di pangkuan om Arya, karena Sekar merasakan ada sesutu yang mengeras diantara kedua paha om Arya. Arya yang menyadari kalau ada sesuatu yang menegang akhirnya melepaskan Sekar dan Sekar akhirnya berdiri dan memilih duduk dekat Arya.


Sekar dengan wajah menunduk karena merasakan kalau dirinya bergetar menahan gejolak yang ada di dalam dadanya. Sekar nampak malu karena harus mengalami kejadian seperti ini. Sementara itu Arya kembali ke kamarnya untuk menenagkan dirinya. Arya mondar-mandir di kamarnya untuk menurunkan tegagnan yang ada di dalam dirinya.

__ADS_1


Sekar kemudiaan dengan cepat memanfaaatkan moment tersebut untuk melarikan dirinya dari Arya. Sekar memang sangat mencintai Arya akan tetapi dirinya tidak ingin kalau Arya mencintainya karena nafsu atau keterpaksaan. Sekar mengigninkan Arya mencintainya dengan tulus.


Sekar mengeluarkan kendaraannya untuk kemudian melaju kencang ke arah kampus.  Sementara itu Arya yang masih di kamar merasa Sekar telah memanfaatkan momen tersebut melarikan diri dari dirinya.  Sebenarnya area hari ini ingin sekali mengantarkan Sekar untuk pergi kuliah.


 Arya takut kalau nanti Anto masih menggoda Sekar. Arya  yang geram dengan tingkah Sekar langsung meninjukan kepala tangannya ke arah dinding. Arya dengan sejuta alasan mengatur jadwal untuk bertemu dengan Rektor kamupus. Arya dengan dalil membantu kampus yang hendak melaksanakan pembangunan langsung menelpon rektor kampus untuk bertemu.


Arya yang memang memiliki porwer di semua lini sangatlah tidak mustahil bisa menjalin kerjasaama dengan pihak kampus.


“Pagi pak, Bagimana dengan proyek kerjasama kita?’ tanya Arya memulai pembicaraan  dengan pihak rektor.


“Alhamdulilah berjalan lancar! “ jawab rektor tersebut yang beradaa di seberang, kemudian memintanya untuk ke dekola bersama.


“Hari ini saya mau meninja kesana pak!” ucap Arya yang memang sengaja memberitahu pihak kampus untuk meminta izin terlebih dahulu. Setelah mendapatkan izin Arya langsung meluncur pergi ke kampus dengan Riki yang selalu mengikutinya.


Setelah paparan dari pihak kampus mereka langsung pergi ke lapangan.


Arya yang tampan dan gagah selalu menjadi pusat perhatian para mahasiswi di sana. Kasak kusuk tentang seorang pria muda dan tampan yang merupakan relasi dan donatur kampus datang ke kampus.


Arya justru terlihat semakin berwibawa dan tampan dengan penampilannya yang cool,  bahkan ibu dosen yang mendampingi untuk mengunjungi proyek pembangunan kampus terkesan jelas sangat menyukai Arya. Bu dosen terlihat over ackting dan selalu igin berdekatan dengan Arya.


“Pak Arya kalau ingin berkeliling melihat bangunan kita, aku siap mendampingi lo?” ucapnya dengan mendekatkan dirinya ke telinga Arya seraya berbisik manja.

__ADS_1


Dengan genitnya bu dosen tersebut tiba-tiba menepuk pipi Arya karena ada nyamuk. Arya sangat kaget dengan tingkah laku bu dosen tersebut. Arya nampak canggung dengan rombongan yang lain karena hari ini datang ke kampus untuk melihat Sekar.


Arya agak melotot memandang bu dosen karena sikapnya. Kemudian Arya melanjutkn jalan menuju ke gedung pertemuan. Di gedung pertemuan ruanganya cukup luas dan interiornya sangat mewah, Arya sangat terkejut ternyata dalam Aula ada rombongaan mahaiswi yang sedang rapat membahas kegiatan bakti sosial yang akan diadakan di sekitar lingkungan kampus.


“Hai, bukankah itu Sekar?” gumamnya lirih. Arya tidak pernah menyangka kalau ternyata Sekar mampu di segala bidang.


Ketika Arya masuk tiba-tiba seseorang yang dia kenal menodongkan mic untuk Arya. “Maaf pak, bapak kan termasuk orang sukses jadi tolog beri motivasi untuk kami selaku generasi muda. Kami berharap kelak bisa mengikuti jejeak bapak menjadi pemilik perushaan dengan omzet yang besar,” ucap Sekar jelass dan lugas


“Baiklah, aku dikasih waktu sampai jam berapa?” tanya Arya balik. Arya pun dengan tanpa canggung langsung cuap-cuap di depan calon mahasiswa hingga mahasiswinya berteriak histeris ketika Arya memberi sambutan dan pengarahan. Arya menceritakan bentuk perjuangannya sebelum menjadi sukses. Tepuk tangan semua mahasiswa membuat suasana semakin ramai. Bahkan ada beberapa yang memang sangat terpesona hingga bengong memandangi Arya. Salah satu mahasiswi cantik dengan rok mininya langsung maju ke depan dengan meminta tanda tangan di bukunya. Arya pun memberi tanda tangan dengan ditambah senyumannya yang paling manis.


Arya seolah-olah sengaja membuat Sekar cemburu. Sang mahasiswi pun terkesan geit dan centil menggoda Arya. Mahasiswi tersebut juga denganberaninya minta no ponsel Arya. Arya nampak senang dan memberikan nomernya dengan senang hati.


“Dasar om-om genit,” tiba-tiba Sekar cat ke Arya untuk memberi kode agar tidak macam-macam dan genit terhadap temen-temennya. Namun Arya tidak menghiraukan isi washatp dari Sekar. Sekar semakin manyun karena tidak direspon oleh Arya.


Sekar berencana nanti pulang sekolah mau membuat kehebohan untuk Arya. Sekar merencanakan sesuatu agar Arya kapok tidak sewenang-wenang main perintah.


Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya. Kita terus mengikuti kisahnya ya? Kalau waktu longgar boleh lo kepo tentang cerita kita yang lain 👍


Misteri Menantu Pengganti


Terjerat Cinta Satpol PP Arogant

__ADS_1


Buah Hati Ceo Pendendam


Si Buruk Rupa Mengejar Cinta


__ADS_2