TERJERAT PESONA OM TAMPAN

TERJERAT PESONA OM TAMPAN
Stategi Dengan Riki


__ADS_3

Hari ini hari minggu, Sekar ingin sekali pergi jalan-jalan ke mall. Sekar kemudian menelpon Cindi untuk pergi bersama. Sekar pagi itu mandi dan menggganti bajunya yang casual hendak pergi ke mall dengan Cindi.


Sekar berjalan ke dapur hendak sarapan. Ternyat di situ sudah ada Arya sedang menikmati sarapan. Sekar langsung duduk beradapan dengan Arya. Sekar mengambil makanan untuk mengganjal perutnya yang mulai lapar.


Sekar tanpa memperhatikan Arya makan dengan lahap. Sekarr tanpa mempedulikan klau di bagian ujung bibirnya masi ada makanan yang tidak masuk di mulutnya. Hal it tidak lepas dari pengamataan Arya. Arya yang gemas dengan Sekar langsung menghampirinya kemudian mengusap sisa makanan yang masih menempel di sudut bibir Sekar.


“Kebiasaan makan selalu belepotan!” ucapnya sambil terus memandang Sekar hingga mereka berdua bertemu pandang. Sekar merasa berdebar penuh dengan perasaan yang tidak menentu. Dengan salah tingkah Sekar memegang tangan Arya bermaksud memindahkan tangan Aryaa dari bibirnya.


“Om…, norak jangan begini ah! Aku bukan anak kecil lagi!” ucap Sekar sambil emonyongkan bibirnya. Namun hal itu semakin membuat Arya tergoda dengan tingkah Sekar. Arya dengan tangannya yang terampil menarik tangan Sekar hingga Sekar berdiri sejajar dengannya. Arya tanpa basa-basi memeluk Sekar kemudian mencium bibir Sekar dan mereka terbaawa suasana hingga tanpa disadari Riki masuk menemui mereka. Riki jadi salting hingga akhirnya Riki balik ke depan kembali sambil mengusik rambtnya yang idak gatal.


“Sial, mimpi apa kau semalam. Dasr bos plinpan, katanya sudah mnganggapnya sebagai keponakan sendiri. Ternyata muliut sama hati beda jauh!” gumam Riki yang tidak mengerti dengan tingkah bosnya.


Riki kemudian mengulangi cara dia masuk ke rumah Arya dengan cara yang lazim yaitu memencet bel terlebih dahulu dengan maksud Arya bia tersdar dan mereka tidak melakukan perbuatan yang lebih jauh. Benar saja Arya langsung melepaskan tubuh Sekar dan membisikan sesuatu.


“Kau lanjut makan. Kulihat kamu mau pergi ke luar. Tunggu aku, nanti aku yang mengantarkan kamu!” ucap Arya lirih namun cukup di dengaan oleh Sekar. Sekar merasa geraknya dibatasi oleh Arya sehingga dirinya dengan kesal langsung menghempaskan tubuhnya duduk di kursinya kembali.


Arya kemudian berjalan menuju depan sambil berteriak. “Masuk! Ganggu kesenangan orang saja. Ngapain sudah sampai dalam keluar lagi!” ucap Arya sambil duduk di sofa tamu.


“He…, He…, maaf bos! Sebenarnya tadi aku tidak sengaja melihat adegan hot kalian!” ucap Riki sambil tertawa lepas kemudian duduk di samping bosnya.

__ADS_1


“Tumben pagi-pagi kesini! Ada apa?” tanya Arya kepada Riki. Riki serasa mendapa tkesempatan kemudian dirinya menceritakan tentang Cindi. Cindi yang sangat di sukai oleh keluarganya dan dirinya pun juga diam-diam menyukai Cindi tapi dia bingung mau menyatakan cintanya.


“Begitu bos, aku pingin lebih dekat dengan Cindi!” ucap Riki memperjelas keinginannya. Arya terkekeh dengan ucapan Riki. Kemudian dia menyuruh Riki untuk tetap tiggal di situ menunggu Cindi.


Arya tadi sempat mendengar Sekar yang menelpon Cindi. Arya kemudian mengatur strategi dengan Riki agar mereka berdua bisa bergabung dengan Sekar dan Cindi. Riki pun tersenyum lega dengan perkatan bosnya. Kemudian Riki mengusulkan ke bosnya kalau sebenarnya hari ini adalah ulang tahun Riki. Riki berniat merayakan ulang tahun. Riki berencana ingin nonton dan makan bareng tapi masih bingung ngajak Cindi krena dirinya belum jadian dengan Cindi.


Arya pun punya ide karena sebentar lagi Cindi dan Sekar mau ke mall, mengusulkan untuk merayakan utahnya Riki berempat. Riki pun memanfaatkan ide bosnya tersebut dengan meminta bosnya yang membayar.


“Dasar gak modal! Kamu yang ulang tahun aku yang keluar kocek!” ucap Arya sambil manyun.


“He…, he…, sama-sama untung bro! Kan bos juga bisa menjaga Sekar dan berduaan dengannya! Tapi ngomong-ngomong Santi bagaimana?” ucap Riki penasaran.


“Entahlah! Aku meragukan dirinya. Aku merasa ada sesuatu yang disembunyikan! Tolong kau tetap selidiki dia!” ucap Arya sambil menghela nafasnya.


Arya hanya mengeleng-gelengkan kepalanya dengan tingkah asistennya yang memang masih mencicil perumahan.


“Kamu itu ya! Sudah begini saja asal kerja kamu beres, gaji kamu nanti aku naikkan!” ucap Arya yang memang tidak tega dengan Riki. Dari mereka kuliah dan bekerja mengelola usaha Riki selalu mengikutinya. Bahkan kalau ada masalah Riki selalu membelanya di pasukan terdepan.


“Ok…, itu baru bos yang loyal sama bawahan!” ucap Riki cengengesan di depan Arya.

__ADS_1


“Maunya di subsidi terus!” ucap Sekar tiba-tiba datang di tengah pembicaraan mereka.


“Harus dong! Apalagi perusahaan pak Arya sekarang semakin maju dan berkembang!” ucap Arya memberitahu Sekar kalau perusahaan yang dikelola Arya omzetnya semakin bertambah bahkan anak perusahaan dibuat lagi di daerah Bali dan Kalimantan.


“Benarkah? Kalau begitu uang saku Sekar ditambah dong om?” ucap Sekar merengek-rengek menambah minta tambahan uang saku.


“Sekar, uang saku kamu kan sudah ditambahi dan lagi bagian keuntungan dari kepemilikan saham kamu juga sudah bertambah kan? Masa iya masih kurang?” ucap Arya sambil mengerutkan dahinya memandang Sekar.


“Iya, yang itu beda om. Yang itu mau aku kumpulkan tuk baut usaha butik! Rencana aku lahan dari papa yang selamat dari om aku, mau aku buat butik om!” ucap Sekar yang memang dirinya tidak ingin selalu mengantungkan hidupnya dari pemberian Arya.


“Baguslah kalau kamu punya pikiran maju seperti itu! Kalau kamu ingin mengembangkan usaha om akan bantu kamu membuat gedungnya!” ucap Arya serius.


“Tidak om, aku inginnya hasil dari jerih payah aku sendiri!” ucap Sekar karena kelak usahanya itu dia menginginkan murni dari jerih payahnya sendiri.


“Ya sudah bulan depan kita bangun gedungnya. Kamu bisa mencicil kekurangannya dari hasil penjualan konveksi kamu!” ucap Arya mengambil jalan tengahnya. Sekar pun berteriak kegirangan dan tanpa dia sadar langsung lompat-lompat dan mencium pipi Arya hingga muka Arya memerah karena tanpa dia duga Sekar akan berbuat seperti itu di depan Riki. Riki tersenyum kecu tmelihat ulah mereka berdua. Kemudian Riki berdehem untuk mencairkan suasana. Sekar pun menarik diri kemudian duduk di sofa dekat Arya.


Dan tidak berapa lama kemudian Cindi datang dan bergabung dengan mereka bertiga. Cindi pun merasa janggal tiba-tiba ada Riki diantara mereka.


Arya yang tahu situasinya, dengan cepat mengajak mereka ke mall untuk nonton dan makan bareng. Arya mengatakan kalau hari ini ada traktiran seseorang yang mau ulang tahun tanpa menyebutkan namanya.

__ADS_1


Cindi dan Sekar pun berteriak kegirangan karena kali ini mereka berdua tidak perlu mengeluarkan sepeserpun untuk nonton dan jalan-jalan di mall. Mereka berdua tidak tahu kalau mereka masuk di jebakan kedua laki-laki yang mereka cintai.


Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya. Kita terus mengikuti kisahnya ya?


__ADS_2