
Setelah mengantar Santi Arya kembali ke rumah namun di tengah perjalanan mamanya telpon memintanya untuk menjemput papanya di Airport. Arya memutar kendaraanya menuju Airport karena diliat jamnya tepat papanya tiba. Arya mengemudikan kendaraanya dengan kecepatan yang sedang di tengah perjalananan tiba-tiba dirinya melihat Santi sedang berada di dalam mobil bersama pria lain.
Arya mulai Galau dengan apa yang dilihatnya. Arya ragu-ragu mengambil ponselya untuk menelpon Santi. Namun rasa penasarannya membuat dirinya langsung menelpon kekasihnya. Arya menghubunginya berkali-kali namun tidak diangkat oleh Santi. Arya menghela nafasnya karena bagaimanapun dirinya tidak akan mungkin mengikuti mobil yang dicurigainya membawa Santi pergi. Arya dengan perasaan yang tidak menentu terus melajukan kendaraannya menuju airport.
Tidak berapa lama dirinya sampai di airport. Arya memarkirkan kendaraanya dan langsung berjalan menuju ruang tunggu. Arya menghampiri papanya yang sudah berada di ruang tunggu. Arya meminta maaf papanya karena keterlambatannya menjemput papanya. Arya membawa koper papanya dan berjalan menuju ke parkiran.
Arya membukakan pintu untuk papanya dan memintanya untuk naik. Arya kembali berjalan menuju belakang kemudi dan mengemudikan kembali kendaraannya.
Papanya Arya merasa ada sesuatu yang disembunyikan oleh Arya. Papa Hari merasa adaa sesuatu yang disembunyikan oleh putranya. Kemudian papa Hari meulai membuka percakapan dengan menanyakan keadaan Sekar yang katanya sedang sakit.
Arya menjawab kalau Sekar dalam keadaan baik-baik saja, meskipun di kampus kembali tidak sadarkan diri karena keteledorannya yang tidak mau sarapan. Papa Hari juga sangat menyanyangi Sekar seperti cucunya sendiri. Papa Hari dengan Sekar banyak kecocokan bahkan mereka berdua kalau bermain catur berjam-jam sangat betah. Sekar yang selalu mengerti perasaan papa Hari berusaha menyenangkannya. Bahkan tak jaraang Sekar banyak mengalah ketika bertanding dengan papa Hari. Hal itulah yang membuat papa Hari semakin kagum dengan Sekar. Gadis kecil itu selalu menghargai orang yang ebih tua darinya.
Papa Hari meminta Arya untuk meluncur ke rumah Arya menjenguk Sekar. Papa Hari sangat menginginkan bertemu dengan Sekar karena selama sakit tidak bisa menjenguknya. Arya tidaak berani membantah perkataan apapnya meskipun dirinya sebenarnya ingin segera mengantarkan papanya pulang dan hendak melacak keberadaan Santi.
__ADS_1
Arya menghela nafasnya, kemudian dengan wajah masam dia terus melanjutkan perjalanan menuju ke rumahnya. Setelah beberaapa menit kemudian mereka sampai ke rumah Arya. Papa Hari masuk menemui Sekar yang masih berada di kamarnya. Papa Hari langsung menyapa Sekar yang sedang berbaring ditemani oleh bibi. Sekar yang tahu kedatangan papa Hari berusaha bangun dari tidurnya untuk menghampiri papa Hari. Sekar memeluk papa Haari dengan perasaan senang. Sekar mengajak papa Hari duduk di sofa. Mereka berdua sibuk ngobrol dan kadang-kadang terlihat bercanda. Diantara mereka tidak ada rasa canggung sama sekali. Papa Hari tampak tulus menyayangi Sekar. Papa Hari juga mengeluarkan beberapa oleh-oleh dari tasnya.
Sekar nampak ceria seolah tidak merasakan sakit sama sekali. Sementara itu Arya masih gelisah memikirkan orang yang bersama denganĀ Santi. Arya duduk tidak tenang beberapa kali dia menghembuskan nafasnya hingga papa Hari menegurnya. Arya kaget dengan teguran papanya, kemudian Arya dengan allasan ada meeting dengan klien izin untuk pergi ke kantor. Papa Hari mengiyakan begitu saja, tanpa ada rasa curiga sama sekali. Arya keluar buru-buru sambil menghubungi Santi namun tidak diangkat juga ponselnya. Arya semakin kesal hingga akhirnya Arya menghubungi asistenya.
Arya memerintahkan Riki untuk mengamati rumah Santi. Riki yang tahu permintaan bosnya yang gila langsung menolaknya. Rikin merasa permintaan bosnya itu konyol banget, karena detik-detik menjelang pertunangannya bosnya baru curiga terhadap calon istrinya. Namun karena Arya mengancam hendak memotong tunjangan kinerjanya maka Riki pun bersedia menuruti kemauan bosnya. Riki mulai menganti pakaiannya dengan pakaian preman untuk menyamar ala detektif sesuai permintaan bosnya. Riki ditemani oleh salah satu bodyguard kepercayaan Arya. Sementara itu Arya kembali menelpon Santi namun tidak juga diangkatnya. Arya akhirnya memutuskan untuk pergi ke kantor agar dirinya tidak terlihat gelisah di hadapan papanya.
Arya yakin kalau papanya tahu dirinya galau pasti dirinya akan dibulli habis-habisan. Arya pergi mengemudikan sendiri kendaraanya menuju ke kantor.
Sementara itu Santi pergi dengan seseorang di restoran, mereka berdua nampak mesra seolah-olah terlihat seperti sepasang ke kasih menskipun jarak mereka terpaut jauh. Bahkan sesekali Santi bergelayut manja dengan laki-laki tersebut.
Di tengah-tengah mereka makan, tiba-tiba laki-aki tersebut menanyakan perkembangan rencana mereka. Santi menjawabnya dengan penuh seyuman. Santi dengan penuh percaya diri mengatakan kalau rencana mereka hampir 75 % sudah berjalan. Santi mengatakan tinggal satu langkah lagi perusahaan milik Arya akan mereka kuasai.
Sementara itu di samping mereka ada seorang gadis dengan keluarganya juga makan. Gadis tersebut ternyata Cindi temennya Sekar.
__ADS_1
Cindi kemudian merekam pembicaraan mereka. Cindi terseyum puasa karena sangat mudah baginya untuk merekamnya karena dirinya duduk tepat membelakangi mereka. Cindi menggerutu dan akan segera melaporkan rencana mereka kepada Sekar. Cindi hendak menoleh ke belakang memastikanperempuan dan laki-laki yang duduk di belakangnya namun sayang tiba-tiba saudaranya memintanya untuk pergi ke kasir membayar makanan yang dipesanya. Cindi pun melangkah pergi ke kasir namun dirinya tidak berani menoleh ke belakang.
Cindi mengumpat dalam haatinya, setelah membayar ke kasir Cindi hendak berbalik melihat orang tersebut namun gagal. Jadi satu-satunya senjatanya hanya rekamannyaa. Cindi berencana ingin memberikan bukti itu kepada sahabatnya.
Cindi mengajak saudaranya untuk mampir ke rumah Sekar. Cindi sangat greget dengan ulah wanita dan laki-laki yang duduknya membelakanginya.
Cindi meluncur ke rumah Sekar, tentunya dengan membawakan makanan yang disukai oleh Sekar.
Tidak berapa lama akhirnya sampai di rumah Sekar. Cindi menyuruh saudarnya duduk di ruang tamu sedangkan Cindi langsung nyelonong masuk ke kamar Sekar. Untung papa Hari sudah pulang dianter sopir. Jadi dengan leluasa Cindi naik ke ranjang bercerita tentang situasi dan kondisinya waktu menemukan sepasangg kekasih yang hendak menghancurkan perasaan mereka. Bahkan Cindi menyampaikan kalau salah satu daari mereka terlihat mengenal perusahaan Arya.
Cindi menceritakan kronologinya hingga dirinya berinisiatif merekam pembicarran mereka. Cindi pun memutar ulang hasil rekamannya. Sekar nampak mengeryitkaan dahinya. Sekar mengatakan kalau itu suaranya tante lampir kesukaan dan tunangannya omnya.
Sekar menghela nafaas hendak menyusun stratgi menhadapai nenek lampir. Sekar kemudian menganalisis hasil rekamannya. Selain itu sekar juga minta pendapat dari Cindi untuk menjelaskan kebaikan dan keburukan Santi.
__ADS_1
Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya. Kita terus mengikuti kisahnya ya?