
Sepulang dari rumah sakit, Sekar istirahat di kamarnya. Arya yang sangat mengkawatirkan kondisi Sekar tidak kembali ke kantor lagi. Sekar meminta Arya untuk kembali ke kantor, namun Arya tidak menghiraukannya. Arya meminta Riki menghendel semua kegiatan kantor. Sementara itu Santi jam istirhat telpon Arya, namun tidak diangkatnya. Santi jadi penasaran kemudian tanpa konfirmasi langsung datang ke kantor Arya. Saanti dengan gayanya sok cantik berjalan berlenggak lenggok menuju ruangan Arya. Bahkan Santi terkesan bebas keluar masuk ruangan Arya. Meskipun ada rumor mereka hendak tunangan semua karyawan dan karyawati di perusahaan Arya nampak tidak suka dengan Santi. Semua orang cenderung menghindar jika bertemu Santi termasuk sekertarisnya Arya. Amanda pura-pura tidak mendengar ketika Santi beradaa di hadaapannya dan bertanya tentang Arya.
“Amanda, kak Arya ada tidak?” tanyanya tanpa permisi dulu jadi benar-benaar membuat Amanda males menanggapinya. Amanda hanya mengakat bahunya sebagai tandaa tidak mengerti hal itu membuat Santi murka dan dengan tiba-tiba Santi mengguncang bahu Amanda dan mendorongnya hingga Amanda hampir jatuh ke lantai taapi untung ada Riki yang menahannya ketika datang tiba-tiba.
“Nona Amanda, apa yang anda lakukan? Apakah seperti ini calon nyonya besar pemilik perusahaan ini?” tanya Riki sinis memandang Amanda. Namun Amanda semakin berani dana mengancam Riki. Amanda menantang Riki untuk menyampaikan ke Arya.Riki benar-benar tidak bisa tinggal diam, Riki mengangkat ponselnya dan hendak menelopon Arya.Dan benar saja tidaak menunggu menit ponselnya terhubung dengan Arya. Riki membuka mulutnya hendak menyampaikan sesuatu namun tiba-tiba Santi merebut ponsel milik Riki dan lanjut ngobrol degan Arya. Santi mengtkan kalau dirinya menghubungi Arya tapi tidak ada balasan jadi Santi langsung pergi menemuinya di kantor untuk memastikan Arya kalau tidak ada apa-apa. Akhirnya mereka ngobrol dan sepakat kalau Santi hendak pergi ke rumah Arya sekaligus menjenguk Sekar yang lagi sakit kembali kemudian menyerahkaan kembali ponsel tersebut kepada Riki.
“Benar-benar meresahkan, andai saja bos Arya tahu saya yakin kamu akan diputusnya,” gumam Riki lirih namun di dengaar oleh Santi. Santi langsung murka dan kembali berbalik ke aarah Riki dan mengatai Riki seenak perutunya. Santi mengatakan kalau Riki hanya seorang asisten dan hidup numpang dari Arya maka Santi meminta Riki untuk diam. Riki daan Amanda hanya mngusap dadanya sebagai tanda keprihatinan mereka kalau bosnya akan memperoleh istri seperti itu.
Santi kemudian meninggalkan mereka berdua yang bengong karena rasa ketidakpercayaan mereka kalau ternyata Santi seperti itu. Santi tidak mempedulikan mereka lagi berbalik menuju parkiran dan tancap gas menuju rumah Arya. Sementara itu Riki dan Amanda menunjukan ketidaksukaan mereka terhadap Santi. Terlihat Santi seperti bos yang seenaknya sendiri. Mereka berdua tidak pernah diperlakukan seperti itu oleh Arya. Mereka berdua berharap Arya tidak jadi menikah dengan Santi. Mereka berdua akhirnya memutuskan utuk menyelesaikan pekerjaannya masing-masing.
__ADS_1
Sementara itu Santi mengemudikan kendaraanya dengan sangat kencang. Sebelum sampai di rumah Arya, mampir membelikan makanandan buah-buahan utnuk Sekar. Santi memilih makanan dan buah-buahan kesukaannya Sekar seperti yang telah disampaikan oleh Arya tempo hari.
Setelah beberapa menit kemudian, Santi kembali melajukan mobinya membelah jalan raya menuju kediaman Arya. Santi dengan penuh percaya diri turun dari mobinya begitu sampai halaman rumah Arya. Taangan kanan dan kirinya membawa paper bag berisi beberapa makanan untuk Sekar. Santi masuk rumah dengan bawaanya sebagain dibawa oleh bibi.
“Bibi, kak Arya mana?” tanya Santi tiba-tiba begitu sampai di dalam rumah. Bibi kemudian menjawab kalu Arya sedang menunggu Sekar istirahat di kamarnya. Sekar yang mendengar kalau bibi sedang berbicara dengan Santi segera mengambil posisi dengan pura-pura menjatuhkan buku yang ada di mejanya. Arya yang kaget langsung mendekatinya dan menaikan kembali buku itu di tempat asalnya. Arrya melirik selimut Sekar menyingkap sehingga dengan spontan membetulkan selimut tersebut untuk menyelimutkan kembali ke badan Sekar. Arya kemudian dengan kasih sayangnya yang lembut mencium kening Sekar. Tepat dengan kondisi tersebut Santi datng dihadapannya dan mengatakan rasa kecewanya.
“Kak Arya, apa yang kamu lakukan?” tanya Santi tiba-tiba ketika berhadapan dengan mereka berdua.
“Sayang, ayo kita ke ruangan kamu. Ada sesuatu yang perlu aku sampaikan!” ucap Santi manja hingga membuat Sekar kesal. Sekar daari belakang mengepalkan tinjunya dan dengan gregetan rasanya ingin meninju Santi. Tidak berapa lama mereka keluar dari kamar Sekar menuju ke ruang kerja Arya. Arya sepertiny mengikuti apa yang dimau oleh Santi.
__ADS_1
Santi dengan manja duduk di pangkuan Arya. Santi tidak mau kalah dengan Sekar. Jadi Santi benar-benar menginginkan Arya fokus dengan dirinya. Arya diam dengan perlakuan Santi hingga Santi merasa kesal dengan sikap Arya. Santi berusaha melarang Arya agar menjahui Sekar. Santi mengatakan kalau dirinya takut Arya jatuh cinta terhadap Seakar. Arya membantah apa yang disampaikan oleh Santi. Namun Santi tidak percaya begitu saja. Santi akan menguji Arya dengan sikapnya. Santi yang manja tiba-tiba berbalik menghadap ke arah Arya dan dengan beraninya langsung mencium bibir Arya. Arya terlihat diam namun lama-lama juga menikmatinya. Mereka berdua terbang melayang tanpa mendengar kalau pintu ruangannya di ketuk oleh seseorang. Karena tidak dapat balasan pintu langsung saja dibuka oleh seseorang tersebut ternyata bibi.
“Maaf tuan muda, bibi gak lihat apa-apa!” kata bibi bingung. Kemudian bibi kembali lagi ke arah pintu dan hendak pergi.
“Ada apa bi?” tanya Arya yang langsung enurunkan Santi dari pangkuannya. Arya langsung berdiri menghampiri bibi yang hendak keluar lagi.
“Bibi jangan pergi, bibi mau apa?” tanya Arya dibelakang bibi. Bibi menyampaikan kalau makanan siang sudah siap. Terutama makanan khusus untuk Sekar sudah disiapkan juga. Arya pun meminta bibi untuk mengambilkan makanan untuk Sekar dan Arya sendiri yang akan mengantarnya menuju kamar Sekar. Arya kemudiaan meninggalkan Santi dan menuju ke kamar Sekar menuggu bibi mengambilkan makanan untuk Sekar. Santi semakin kesal dengan sikap Arya. Santi mau tidak mau mengikuti Arya dari belakang dengan wajah ditekuk dan bibir manyun.
Arya membangunkan Sekar untuk segera makan. Arya mengambil piring yang ada di tangan bibi kemudian menyuapi Sekar dengan kasih sayang. Bagi Sekar itu dimanfaatkan sebagi kesempatan. Dengan manjanya Sekar meminta Arya mengambilkan ini dan itu. Termasuk minum Sekar mau diambilkan oleh Arya. Santi terbakar cemburu, dengan cekatan langsung menguasai makanan yang ada di tangan Arya. Santi kemudian dengan terpaksa menyuapi Sekar namun terkesan kasar. Namun Sekar santai menghadapinya dengan tiba-tiba dirinya pura-pura bersin dengan makanan penuh di dalam mulutnya. Makanan itupun secara tidak terkontron menyembur ke arah Santi. Santi yang kesal hendak menumpahkan makanan tersebut ke tubuh Sekar namun di tahan oleh Arya.
__ADS_1
Arya mengatakan agar Santi tidak terlalu emosi. Arya juga mengataakan kalau Sekar tidak sengaja untuk berbuat seperti itu. Dan Santi pun kembali kalah lagi utuk kedua kalinya. Santi kemudian pergi ke keluar kamar diikuti oleh Arya. Semantara Sekar tertawa lepas melihat musuhnya pergi.
Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya. Kita terus mengikuti kisahnya ya?