TERJERAT PESONA OM TAMPAN

TERJERAT PESONA OM TAMPAN
Nonton Bareng


__ADS_3

Setelah mereka berempat ngobrol di ruang tamu, kemudian Arya izin untuk menganti bajunya. Arya melirik Sekar yang memakai baju warna baju biru.


Dalam hatinya Arya akan menyesuaikan baju nya dengan warna baju sepeti yang dipakai Sekar. Arya seperti anak remaja yang ingin ngedate dengan kekasihnya. Semua bajunya yang berwarna biru dikeluarkan dan dicobanya di depan cermin. Arya benar-benar seperti seorang remaja yang jatuh cinta hingga akhirnya diriya memutuskan memakai kaos biru dan bawahan pendek jin yang senada dengan kaosnya. Arya kemudian keluar kamar dan menghampiri mereka.


“Ayo berangkat!” ucap Arya yang terlihat tegas yang seolah-olah memerintah anak buahnya. Arya pun berjalan menuju garasi dan mengambil kunci mobilnya diikuti oleh Riki. Arya melemparkan kunci mobilnya ke Riki dan menyuruhnya untuk megang kemudi.


Setelah di luar Arya menyuruh Cindi masuk ke dalam duduk di samping Riki. Arya dan Sekar duduk dibelakang. Cidi pun tidak mau mem bantahnya dengan cepat langsung duduk di samping Riki meskipun agak canggung.


Riki mengemudikan kendaraannya dengan kecepatan sedang sambil menikmati keramaian kota. Riki sesekali melirik Cindi yang berpenampilan feminim dengan rok yang terlihat semakin anggun. Riki sangat terpikat dengan kecantikan Cindi yang alami. Penampilan Cindi tidak kalah menarik dengan Sekar.


Arya memperhatikan gerak-gerik dari Riki kemudian menyindirnya.


“Hari ini kelihatannya ada seseorang yang berbunga-bunga hatinya! Terlihat bahagia dan jatuh cinta!” ucap Arya yang menyindir Riki. Sementara itu Sekar juga merasa dirinya tersindir jadi salah tingkah. Sekar tidak tahu kalau ucapan Arya itu diucapkan untuk Riki.


“Bos, bisa diam gak sih!” ucap Riki geregean dengan perkataan Arya. Arya pun terkekeh mendengar ucapan asistennya.


“Makanya perasaan jangan dipendam tapi disampaikan! Kalau kelamaan memendam rasa lama-lama jadi bisul!” goda Arya semakin membuat Riki jengkel.


“Bos, awas ya! aku akan bongkar semua rahasia bos kalau tidak diam!” ancam Riki sama Arya sehingga seketika itu juga Arya diam. Sementara itu Cindi semakin kikuk dengan percakapan Riki dan Arya karena dari gelagat mereka sepertinya mengarah ke Riki dan dirinya. Sementara itu Sekar yang nyaambung arah pembicaran mereka berdua langsung ikut menggoda Riki.

__ADS_1


“Wah om Riki ternyata diam-diam ada perhatian kusus sama Cindi ya? Udah om tembak aja, aku setuju kok kalau kalian jadian jadi kita bisa sering ketemu dan tidak akan terpisahkan satu sama lainnya!” ucap Sekar yang sengaja memberi dukungan agar mereka semakin terikat satu sama lainnya.


“Sekar! Apaan sih!” sahut Cindi malu-malu menimpali perkataan Sekar. Cindi pun dengan sengaja membuang mukanya menghadap ke luar pura-pura tidak mendengarkan perkataan mereka.


Tidak berapa lama mereka sampai di mall. Riki memarkirka kendaraannya kemudian mereka beremat berjalan menuju bioskop. Arya dan Riki melihat judul film yang terpampang di depan gedung. Mereka erdua langsung berpandangan dan mengumbar senyum mereka. Mereka memuuskan untuk memilih film yang horor. Atasan dan bawahan sama-sama kompak untuk mengambil kesempatan agar wanita yang dicintainya bisa dipeluknya saat mereka nanti ketakutan. Dan mereka sengaja memilih tempat saling berdampingan.


Sedangkan Sekar an Cindi tidak menaruh curiga sama sekali, jadi mereka memesan camian untuk dibawa masuk ke gedung.


“Ayo Cin, sebentar lagi filmnya mau dimualai! Kamu beli apa lagi?” tanya Sekar kepada Cindi yang ditangnnya suda ada banyak makanan.


“Iya bentar ini aku beli kacang dulu!” ucap Cindi yang sudah mengeluarkan uang untuk membayar kacang yang dia bawa. Setelah selesai mereka berdua langgsung menghampiri Arya dan Riki. Sekar seperti biasa karena suka ngemil maka ditangannya tertenteng sekresek makanan cemilan.


“Ok, Terimakasih!” ucap Sekar yang dengan sengaja dirinya bergelayut manja dengan Arya.  Sebuah senyuman tipis telah menghiasi bibir Arya. Arya dengan gagahya langsung berjalan memasuki gedung. Sementara itu Riki masih ingung bagaimana mengawalinya karena memang dirinya belum ada komitmen apa-apa dengan Cindi.


“Hem…, Cin kalau kamu mau aku gandeng, ayo aku siap!” bisik Riki di telinga Cindi yang kebetulan berjalan di sampingnya.


“Enak saja! Emang apaan? Pacar juga buka adik juga bukan!” ucap Cindi sewot.


“Ya udah aku jadikan kamu pacar yaa?” ucap Riki sambil terus menggoda Cindi. Cindi bingung, mukanya memerah seperti kepiting rebus, Cindi tidak menyangka kalau Riki menggodanya.

__ADS_1


“Cin…, ayo cepatan! Jangan kau hiraukan tuh rayuan om Riki!” ledek Sekar yang menoleh kebelang melihat mereka berdua yang masih canggung satu sama lainnya. Setelah sampai di ruangan Arya dan Sekar mengambil tempat sesuai tiket yag dibelinya diikuti oleh Cindi dan Riki.


Di awal film yang mereka totnton itu bagus membahas kedua remaja yang sedang jatuh cinta. Namun di tengah-tengah cerita ada horornya. Ternyata liburan mereka membawa petaka. Dari beberapa temen remaja tersebut tewas di serang oleh pembunuh yang berdarah dingin dengan teror hantu bermata satu.


Di saat menegangakan dan menyeramkan Sekar berteriak memeluk manja Arya dan Arya selalu memanfaatkan keadaan tersebut dengan semakin memelukya erat.


Sementara itu Cindi pun yang ketakutan mau tidak mau memeluk Riki yang ada di sebelahnya. Riki yag belum pernah memeluk seorang wanita pun, hatinya merasa berdebar tidak menentu. Bahkan saat sepasang benda lunak milik Cindi menenyentuh dada bidangnya dirinyadetak jantungnya berdebar semakin kencang.


“Ah…, gimana ini! Kenapa perasaan aku tidak menentu,” gumam Riki yang lama-lama badannya mulai memanas menahan hasrat dirinya. Apalagi aroma tubuh Cindi terasa harum dan wangi. Riki benar-benar tidak bisa menahan hasratnya hingg membisikan sesuatu ke telinga Cindi.


“Cindi…, maukah kau menjadi pacarku?” bisiknya lirih namun karena suara bioskop yang kencang mengalahkan suaranya sehingga Cindi tidak mendengar apapun. Cindi hnya mendengar kalau Riki berguman sesuatu.


“Apa om!” ucap Cindi yang masih menelungkupkan wajahnya di dada bidang Riki.


“Tidak apa-apa! Kamu itu mau nonton Film apa mau tiduran di dada bidang aku!” bisik Riki hingga akhirnya membuat Cindi tersadar kalau sebenarnya wjahnya sudah di sembunyikan di dada bidang milik pria ayng dia cintai diam-diam. Cindi pun menarik pelan-pelan wajahnya namun karena adegan horr masih berlangsung wajahnya disembunyikan lagi di dada Riki.


“Hem…, tidak apa-apa! Santai saja sampai besok pagi pun aku sanggung memelukmu!” ucap Riki penuh dengan kelakar dan dengan cepat diirnya menghirup anak rambut milik Cindi yang tergerai. Riki menghela nafasnya, rasa-rasanya dirinya ingin bercinta dengan Cindi. Namun tiba-tiba lamunannya buyar karena jitaknan seseorang yag ada di belakangnya. Arya yang duduk dibelakangnya dengan tangan panjangnya menjitak Riki untuk menydarkannya. Riki mengumpat dalam hatinya, entah mengapa bosnya itu sealu mengerti pikiran kotor dirinya.


“Dasar sudah punya kesenagan sendiri tapi masih mengusik yang lain!” gumam Riki dalam hatinya. Namun lagi-lagi tangan Arya kembali menjitaknya.

__ADS_1


Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya. Kita terus mengikuti kisahnya ya?


__ADS_2