
Sekar sangat jengkel dengan sikap Arya. Sesampainya di rumah, Sekar mengurung diri di kamar. Si bibi merasa kasihan kemudian menyiapkan makanan dan cemilan untuk Sekar agar tidak jenuh.
"Non, ini makanannya. Katanya nanti non Cindi mau kesini!" Ucap bibi sambil menata makanan dan minuman tersebut di meja.
"Iya bi. Terimakasih, " jawab Sekar tidak beranjak dari tempat tidurnya. Sekar kemudian memencet ponselnya untuk menghubungi Cindi. Dan dari seberang nampak suara Cindi kalau sebentar lagi sampai. Sekar sangat senang karena sebentar lagi sahabaatnya akan daatang ke rumahnya.
Sekar kemudian menunggu kedatangan Cindi dengan membaca majalah. Namun tiba-tiba Sekar nampak murung setelah tahu berita kalau Hendra pamannya akan bergabung dengan perusahaan Arya. Sekar nampak kuatir kalau Hendra akan mencelakai Arya dan berniat buruk dengan perusahaan Arya. Sekar teringat masa kecilnya ketika dirinya dan orang tuanya mengalami kecelakaan justru Hendra mengambil alih perushaan papanya.
Sekar meraih ponselnya untuk menghubungi Arya, namun Sekar tidak bisa terhubung dengan Arya. Sekar kemudian mengambil inisiatif menghubungi Riki dan memintanya untuk menghubungkan dengan Arya. Namun jawaban Riki membuat Sekar kesal. Riki menyampaikan kalau Arya sedang berada dengan Santi dan tidak bisa diganggu gugat.
Sekar kemudian menutup ponselnya, dengan muka yang ditekuk, Sekar kembali membaca koran tersebut. Dan dengan jengkel Sekar mencoret-coret muka Hendra dengan spidol. Si bibi yang masih berada di dekat Sekar hanya bisa menenangkan Sekar.
Si bibi mendekati Sekar dan mengelus-elus rambautnya. “Non, yakinlah pak Arya bisa menjaga diri dan perushaannya. Bibi yakin pak Arya pasti punya maksud dan tujuan tertentu,” ucap bibi dengan kasih sayangnya layaknya anaknya sendiri. Sekar kemudian bangkit dari tidurnya kemudian mendekati bibi dan menaruh kepalanya dipangkuannya si bibi. Sekar mengungkapakan semua unek-uneknya. Sekar kecil lamat-lamat pernah melihat kekejaman pamannya terhadap anak buahnya. Sekar takut kalau hal seperti itu menimpa Arya. Sekar tidak ingin Arya celaka hanya karena ingin merebut kembali harta miliknya. Sekar nampak berkaca-kaca, Sekar juga mengatakan kalau dirinya sudah bahagia dengan hidupnya sekarang.
__ADS_1
Bibi sangat mengerti dengan kekawatiran Sekar kemudian bibi memberi wawasannya bahwa pak Arya sudah mempertimbangakan segala resikonya. Bibi juga mengatkan kalau Arya pasti bertindak dengan pertimbangan yang matang.
Sekar dan bibi larut dengan pikirannha masing-masing hingga Cindi datang, Sekar tidak mengetahuinya. Memang kebiasaan Cindi selalu nyelonong dan memberinya kejutan. “Hai…, hai kenapa lagi ini bidadari cantiku?” ucapnya dengan candaanya hingga membuat Sekar tersadar dan segera mengusap air matanya.
“Gak kok. Aku tidak kenapa-kenapa!” jawab Sekar berbohong kemudian melupakan pembicaraanhya dengan bibi. Bibi yang tidak mau mengganggu acara mereka berdua langsung izin pergi meninggalkan mereka.
Cindi yang masih penasaaran dengan Sekar berusaha mendesak Sekar untuk mengungkapkan permasalahannya. Sekar tetap diam dan meengalihkan pembicaraannya. Sekar kemudian mengajak Cindi untuk menikmati cemilan yang telah disiapkan oleh bibi sambil nonton film kesayangannya.
Sekar sudah larut dengan keceriaan bersama sahabatnya. Sekar sudah melupakan rasa sakit dan kawatirnya terhadap Arya. Sekar kemudian mengajak Cindi untuk berjalan menuju ke taman belakang. Sekar kemudian mengambil gitarnya dan bermain gitar di sana. Lagu-lagu cinta Sekar nyanyikan untuk menghibur dirinya.
“Sekar, om Arya request satu lagu lagi ya? Lagunya BCL judulnya Cinta Sejati,” ucap Arya yang sudah duduk di dekat Sekar. Semantara itu Santi nampak asing dihadapan mereka berdua. Berbeda dengan Cindi nampak menikmati lagu dan permainan gitar sahabatnya. Cindi pun nampak memberi mereka peluang dan berusaha menyatukan mereka dengan candaannya.
“Wah, om dan Sekar serasi ya? Kalian itu harusnya menjadi pasangan kekasih!” ucap Cindi tanpa memikirkan perasan Santi yang ada di dekatnya. Cindi memang aksennya suka nyeplos dan tanpa mempedulikanorang di sekitarnya. Cindi itu menyadarinya, dan itu memang dia sengaja untuk membuat Santi sadar diri untuk mundur dari om Arya yang disuakai saahabaatnya.
__ADS_1
Arya nampak tidak suka dengan Cindi namun Arya tidak mampu berbuat apa-apa. Arya dari dulu memang tidak pernah tega memarahi Cindi yang sering datang ke rumahnya dan selalu menghibur Sekar di saat sedih. Arya kemudian merlirik ke arah Santi agar Santi bisa mengendalikan dirinya.
Santi yang sok baik, tidak menghiraukan perkataan Cindi meskipun sakit Santi seolah-olah tidak mendengarnya. Arya kemudian meraih tangan Santi kemdian mengajaknya pergi dari hadapan Santi dan Cindi.
Sekar nampak kecewa dengan ulah Arya namun dirinya tidak bisaa berbuat apa-apa. Sekar tiba-tiba mengulirkan air matanya daan dengan rasa yang kecewa Sekar juga pergi menuju ke kamarnya diikuti oleh Cindi.
Arya yang melihat perubahan Sekar hanya bisa menghela nafasnya. Baginya Santi penting dan berarti dalam hidupnya namun dirinya juga tidak mampu melihat Sekar terluka.
Arya kemudian berjlan menuju ruang kerjanya dan membicarakan masalah Sekar dengan Santi. Arya mengatakan pada Santi kalau berusaha menyadarakan Sekar kalau sesungguhnya dirinya hanya mengakui Sekar sebagai anak angkatnya.
“Sayang, mengertilah dengan Sekar. Aku mohon kamu jangan sakit hati dengannya. Aku yakin Sekar kelak akan mengerti tentang hubngan kita. Aku rasa Sekar hanya tidak rela kalau orang yang dia banggakan saat menyelamatkan hidupnya menikah dengan perempuan lain. Sekar tidak ingin cinta dan perhatia aku berbagi,” ucap Arya yang memegangi tangan Santi dan mengecup kening Santi. Santi hanya bisa mengangukan kepalanya dan dengan lembut Santi yang berdiri kemudian duduk di pangkuan Arya. Santi dengan manjanyan menyandarkan kepalanya di bahu Arya. Moment langka seperti itu dia manfaatkan dengan baik. Santi yang sudah tidak menentu perasaan dan hatinya berusaha mengusik hati dan perasaan Arya. Santi dengan nakal memainkan jari jemarinya di dada bidang Arya. Santi nampak membelai-belai dada bidang Arya. Arya yang tak kuasa membendung hasratnya langsung memegangngi dagu Santi dan mengecup bibir Santi. Santi pun membalasnya dengan agresif.
Tiba-tiba ponsel Arya berbunyi, Arya kemudian dengan gelagapan menerima panggilan ponselnya. Arya seolah tersadar dari mimpinya dan langsung berdiri menyingkirkan Santi dari pangkuannya. Arya menghela nafasnya lega ternyata yang telpon mamamnya kalau mamanya mengatakan akan menjenguk Sekar ke rumahnya. Arya pun mengiyakan mamanya dan mengatakan kalau Riki akan menjemput mamanya karena kebetulan Riki menghadiri meeting di dekat rumah mamanya. Mama Arya menyambutnya dengan gembira. Mama Arya memang sangat mencintai Sekar seperti putrinya sendiri. Sekar selama hidup dan tinggal dengan mereka selalu dimanjakannya. Tak arang barang-barang branded dia beli dan diberikan untuk Sekar. Pokoknya Sekar merupakan kesayangan mereka.
__ADS_1
Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya. Kita terus mengikuti kisahnya ya?