
Di saat hati Arya galau tidak menentu, tiba-tiba pintu kamarnya di ketuk oleh seseorang. Arya membuka pintu kamarnya yang ternyata Riki datang dan bermaksud untuk memberitahu kalau berkas-berkas sudah di taruh di meja kerja. Arya kemudian keluar dan mengajak Riki menuju ruang kerjanya kembali. Riki menolaknya karena dirinya ada kepentingan hendak menjemput saudaranya yang hendak berlibur di Jakarta.
“Kau itu memang alasan saja! Kau telepon saja Cindi untuk menjemput saudaramu itu!” ucap Arya seenaknya. Riki masih bengong hingga akhirnya Arya langsung memutuskan telepon Cindi.
“Cin, tolong kau bantu aku. Jemput saudara perempuan Riki yang ada di bandara! Riki tidak bisa menjemput karena ada kegiatan dengan aku,” perintah Arya otoriter kepada Cindi. Cindi yang ada di seberang hanya diam mendengar perintah Arya. Arya pun dengan cepat mengulang kembali perintahnya hingga akhirnya Cindi mengiyakan.
Setelah pasti Cindi bisa, Arya meminta Riki mengirim no ponsel adiknya ke Cindi. Dan sebaiknya no ponsel Cindi diberikan ke adiknya.
Arya kemudian mengajak Riki membahas pekerjaan kantor termasuk mengerjakan kontrak kerja yang pagi tadi tertunda. Arya berusaha menyelesaikan pekerjaannya dengan baik. Setelah semuanya selesai Arya mengajak Riki makan malam. Riki celingukan mencari sosok Sekar.
“Sekar mana?” tanya Riki tiba-tiba karena biasanya kalau dirinya ada di situ Sekar selalu buat ulah untuk mengerjai dirinya.
“Tidur,” jawab singkat Arya hingga membuat Riki terkekeh dengan jawaban bosnya. Namun tiba-tiba Riki menakut-nakuti bosnya kalau Sekar tidurnya tidak wajar. Riki meminta bosnya untuk melihat Sekar karena takut kalau terjadi apa-apa. Arya pun langsung bangkit dari duduknya kemudian berjalan menuju kamar Sekar. Arya pelan-pelan membuka kamar Sekar namun tidak ditemukan apa-apa. Arya kemudian membuka kamar mandi Sekar yang ternyata Sekar sedang berendam di buth up sambil mendengarkan musik dengan headponenya namun Sekar tampak tidak bereaksi sama sekali atas kedatangan Arya. Arya yang panik langsung mendekati Sekar dan hendak melepaskan headponenya.
Arya meraih hedpone Sekar namun karena Sekar kaget secara reflek dirinya terkejut dan membuat Arya kaget terjatuh dalam bath up hingga badanya berada di atas tubuh Sekar.
Arya yang berada tepat di atas tubuh Sekar dengan spontan merasakan ada sesuatu yang menegang mengenai dadanya. Arya merasakan sensasi yang luarr biasa hingga dirinya terpengaruh dan langsung mencium Sekar. Entah apa yang dia pikirkan langsung memeluk tubuh Sekar dan semakin menikmati berciuman dengan Sekar.
Sekar yang tahu kalau dirinya sedang berdua dengan Arya berusaha membuat Arya semakin penasaran dengan dirinya.
__ADS_1
Entah apa yang merasuki jiwa Sekar, dirinya seolah berusaha menantang Arya untuk memberikan suatu kenikmatan. Arya yang tersadar langsung melepaskan tubuh Sekar.
“Maaf kan om,” ucapnya langsung berdiri dan meninggalkan Sekar yang masih bengong menatap punggung Arya yang beranjak pergi meninggalkan dirinya.
“Dasar. Pria nakal!” ucap Sekar tersenyum puas karena hari ini dirinya telah merasa ciuman yang sesungguhnya bersama Arya. Sekar yakin kalau sesungguhnya Arya juga mencintainya.
Sekar kemudian membilas tubuhnya dan memakai handuk hendak mengeringkan rambutunya. Sekar dengan anggun berjalan menuju ke almari untuk mengambil bajunya. Setelah berdandan dengan memakai mini dress kesukaannya, Sekar berjalan keluar dari kamarnya. Sekar berjalan menuju ruang makan yang masih ada Riki.
“Malam om,” ucap Sekar dan langsung duduk begitu saja di dekat Riki. Sekar tampak begitu rileks mengobrol dengan Riki hingga membuat Arya cemburu. Arya yang baru datang mengganti bajunya langsung meminta Riki untuk menyelesaikan pekerjaannya di ruang kerjanya. Riki langsung berdiri dan berbisik di telinga Arya.
“Dasar bos nakal, aku tahu yang anda mau?” bisik Riki ke telinga Arya hingga Arya tanpa sepengetahuan Sekar menginjak kaki Riki hingga Riki meringis kesakitan. Namun Riki dengan cepat langsung kabur menuju ruang kerja bosnya. Sekar yang mengetahuinya langsung menyapanya.
“Hem…, ini mau lanjut kerja kita,” ucap Riki dan langsung bablas melewati Sekar menuju ruang kerja sang bos.
Riki dengan cekatan mengetik ponselnya kemudian mengirim ke Arya. “Bos, kayaknya benar-benar jatuh cinta ya?” tulis Riki di ponselnya. Arya hanya membaca dengan senyum saja kemudian mendekat ke tempat dudk Sekar.
“Sudah makan belum?” tanyanya dengan sikap dinginnya.
“Om, ini kan lagi makan,” jawab Sekar sambil melongo melihat ke arah Arya. Arya sendiri jadi kikuk dengan pertanyaannya yang tidak menyambung. Arya menggaruk kepalanya yang tidak gatal kemudian langsung mendekat duduk di samping Sekar.
__ADS_1
“Makan masih saja kayak anak kecil! Berlepotan!” ucap Arya yang tiba-tiba langsung membersihkan bibir Sekar dengan tangannya. Mereka berdua pun saling memandang penuh dengan rasa cinta.
Arya kemudian mengalihkan pembicaraannya dengan menceritakan pekerjaannya yang masih berantakan dan belum terselesaikan. Arya kemudian mengambil buah untuk mengikuti Sekar makan.
“Om, gak makan?” tanya Sekar yang memecahkan keheningan karena rasa canggung mereka.
“Sudah tadi, bersama Riki!” jawab Arya yang terus mengupas buah jeruk yang ada di tangannya. Arya kembali lagi tanpa sadar menyuapi Sekar dengan buah jeruk yang sudah di kupasnya. Sekar pun dengan otomatis membuka mulutnya. Sekar teringat masa kecilnya dimana dirinya selalu dimanjakan Arya. Arya degan kasih sayangnya selalu menyuapinya kalau dirinya malas makan. Sekar menghela nafasnya kemudian memandangi Arya dengan polos membuka mulutnya lagi untuk disuapi lagi.
“Haa…, lagi om, buahnya segar sekali!” ucap Sekar membuka mulutnya. Arya dengan penuh kasih sayang kembali mengambil buah jeruknya dan menyuapinya.
“Om, besok aku berangkat kuliah bareng om saja!” ucap Sekar tiba-tiba hingga Arya menghentikan suapannya. Kemudian mengiyakan permintaan Sekar. Setelah selesai makan Arya meminta Sekar untuk segera kembali ke kamarnya karena Arya ingin melanjutkan kerjanya bersama Riki.
Sekar kembali ke kamarnya setelah itu baru Arya melangkah pergi meninggalkan ruang makan menuju ke ruang kerja . Arya dengan senyumnya masuk ruangan hingga Riki kembali menggoda Arya.
“Sudah kalau cinta mau apa? Yang lain rasa kontrak!” goda Riki hingga Arya terasa kikuk dibuatnya karena pada dasarnya memang dirinya merasakan perasaannya terhadap Sekar berbeda dari sebelumnya. Arya merasa dirinya sedang mencintai Sekar sebagai perempuan dewasa. Rasa yang melekat di dalam hatinya sudut pandangnya suda berbeda. Di dalam hatinya yang paling dalam dirinya benar-benar ingin menjadikan Sekar sebagai pendamping hidup.
“Jangan banyak omong kamu! Ayo segera kerja kembali! Besok klien kita sudah menagih laporan kerja kita! Atau mau aku potong gaji kamu!” ucap Arya mengalihkan rasa galau dan gundahnya. Arya bagaimanapun merupakan bos Riki jadi tidak mungkin Riki akan menang melawan Arya. Riki yang paham kegalauan Arya langsung menunduk dan fokus untuk melanjutkan kerjanya. Riki tidak menginginkan dirinya mendapat potongan gaji kalau Arya murka. Riki tidak menginginkan cicilan rumahnya jadi menunggak kalau dipotong gajinya.
Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya. Kita terus mengikuti kisahnya ya?
__ADS_1