TERJERAT PESONA OM TAMPAN

TERJERAT PESONA OM TAMPAN
Semakin Panas


__ADS_3

Diamnya Sekar berlanjut sampai di rumah. Sekar nampak marah dengan sikap Arya yang posesif. Sekar turun dari mobil dan langsung geloyor masuk ke kamarnya. Sekar naik ke ranjang menelungkupkan tubuhnya. Air matanya berkaca-kaca karena Arya membatasi pergaulannya. Sementara itu Arya sendiri berencana tunangan dengan Santi.


“Dasar laki-laki menang sendiri, awas saja ya? Dia sebentar lagi tunangan, tapi kenapa aku dekat dengan lelaki manapun tidak diperbolehkan,” gumam Sekar lirih sambil meneteskan air matanya.


Sementar itu Cindi yang turun dari mobil hendak menghampiri Sekar yang ada dikamar, namun Arya melarangnya.


“Biarkan saja Cin! Kamu pulang saja!” ucap Arya yang sebenarnya membuat Cindi kecewa namun dirinya juga tidak bisa berbuat apa-apa. Riki yang tahu situasinya semakin panas, langsung mengajak Cindi pergi.


“Sayang, ayo masuk ke mobil. Ayo kita keluar kita lanjut party berdua,” perintah Riki padaa kekasih barunya yang masih bengong tidak mengerti. Riki yang tahu kondisinya langsung menarik tangan Cindi agar segera masuk ke mobil lagi.


“Ta…pi, kak!” ucap Cindi bingung karena ynag mereka pakai bukan mobilnya ataupun mobil Riki. Riki mengerti akan perasaan Cindi dan langsung membisikan sesuatu ke telinga Cindi.


“Sudahlah, lebih baik kamu menuruti apa yang aku omongkan!” bisik Riki pelan agar Arya tidak mendengarnya.


“Ok! kak!” jawab Cindi yang langsung diam duduk manais di samping Riki. Mereka berdua pun dengan pelan langsung meninggalkan rumah Arya dengan kendaraannya Arya.


Sementara itu Arya bingung dengan ulah Sekar yang tiba-tiba ngambek. Arya berusaha masuk ke kamar Sekar tapi ternyata di kuncinya.


“Sekaar sayang, tolong buka pintunya! Dengarkan kata-kata om!” ucap Arya dengan sedikit berteriak. Sementara itu Sekar tidak mempedulikan teriakan Arya. Arya mondar-mandir idak jelas di kamar Sekar. Sementara itu bibi yang mengetahui tingkah mereka mengelengkan kepalanya. Bibi tahu sesungguhnya mereka berdua salaing menyanyangi namaun situasi dan kondisinya tidak tepat.

__ADS_1


“Tuan, biarkan dulu non Sekarnya! Bibi yakin sebentar lagi non Sekar akan keluar kamarnya untuk makan!” ucap bibi berusaha menyakinkan Arya. Bibi tahu karena Sekar punya kebiasaan unik, setiap habis nangis pasti akan ke meja makan untuk makan sebanyak-banyakya karen untuk menggantikan energi yang terkuras karena menangis.


“Iya bi, tolong nanti kalau Sekar sudah kelauar kamarnya, beritahu aku!” perintah Arya meninggalkan kamar Sekar kemudian dirinya pergi ke ruang kamarnya. Arya masuk kamarnya untuk membersihakan tubuanya karena seharian telah pergi. Arya menyalakan air panas untuk mandi berendam. Arya dengan santai mendengaran musik lagu-lagu cinta.


Arya menghela nafasnya panjang, karena setiap mendengar lagu-lagu cinta yang romantis, dirinya selalu mengingat Sekar bukan Santi kekasihnya yng sebentar lagi tunagan dengannya. Arya kemudian menjambak rambutnya karena meraskan kondisinya yang pelik.


“Ah…, kenapa seperti ini! Apa aku yang gila ya?” gumam Arya lirih. Arya pun berusahaa mengalihakan perasaannya dengan bernyanyi ringan. Namun gagal juga, bayangaan Sekar semakin menghantuinya. Arya pun bangkit dari buth up dan memakai kimononya dan hendak kembali ke kamar Sekar. Setelah sampai di depan pintu, Arya hendak mengentuk pintu kamar Sekar. Tangan Arya sudah diangkat dan hendak mengetuk pintu, namun tiba-tiba Sekar membuka pintunya. Namun karena Sekar tidak mengetahui kalau Arya sudah pergi langsung kaget dan membut dirinya reflek menarik tali kimono Arya hingga terbuka memperlihatkan dada bidang Arya. Sekar dengan sekuat tenaga menjerit karena kebetulan Arya juga belum memakai ****** *****.


Arya dengan spontan menarik Sekar ke dalam pelukannya dan membukam mulutnya dengan tangan yang satunya. “Jnagan berisik, bibi masak di dapur,” bisik Arya yang pelan-pelan melepaskan Sekar dari pelukannya. Arya cepat-cepat membetulkan kembali tali piyamanya. Tepat bersamaan dengan itu bibi muncul di dekaat mereka. Arya menghela nafas panjang karena hampir saja tubuhnya juga diketahui oleh bibi.


Sementara itu bibi yang mendengar terikan Sekar langsung menghampirinya.


“Tidak apa-apa bi! Ini tadi aku melihat tikus bi!” ucap Sekar sekenanya. Bibi pun bingung dengan ulah Sekar. Setahunya Tikus di rumah itu tidak ada.


“Sudahlah bi, Tikusnya sudah pergi,” ucap Arya yang sibuk membetulkan piyamanya. Bibi yang tidak mengerti dengan sikap mereka berdua langsung berbalik meninggalkan mereka berdua. Arya langsung pergi dan berbalik ke kamarnya. Arya merasa malu karena kecerobohannya telah memperlihatkan aurotnya ke Sekar. Arya kemudian mengganti piyama itu dengan baju santainya. Arya yang gelisah pergi ke ruang kerjanya hendak menyelesaikan pekerjaanya. Arya membuka file-file yang harus dia selesaikan. Namunn lagi-lagi Arya memikirkan Sekar setelah mengetahui miliknya satu-satunya terekspose.


“Ah…, ceroboh sekali aku!” ucap gumam Arya lirih. Dan di saat yang bersamaan Riki berada di dekatnya. Riki maasuk tanpa mengetuk pintu ruang kerjanya.


“Dari dulu, bos memang ceroboh,” goda Riki di tengah-tengah kegalauan Arya.

__ADS_1


“Dasar teman tidak ada akhlak! Aku galau malah kamu ledek!” ucap Arya yang membuat Riki jadi penasaran apa yang dilakukan oleh bosnya. Karena Riki memaksa akhinya Arya menceritakan kejadian tersebut.


“Ha…, ha…, baguslah! Dengan begitu bos tidak usah susah-susah membuka sangkar untuk memamerkan burunganya!” ledek Riki membuat Arya jadi dongkol.


“Sial, kau ledek aku lagi maka kamu akan aku potong gajimu!” ancam Arya membuat Riki langsung terdiam.


“Baru saja gaji mau dinaikan dan belum diealisasi, eh…sudah mau dipotong!" ucap Riki langsung duduk di sofa.


“Makanya jangan banyak bacot!” ucap Arya degan nada sedikit keras.


“Ok, bos. Pokoknya beres!” ucap Riki yang kemudian menceriatakan hubungannya dengan Cindi. Bahkan Riki di saat perpisahan dengan Cindi waktu mengantarnya pulang memberanikan diri untuk kissing dengannya.


“Gila, canggih juga kamu Rik! Belum pernah pacaran sekalin pacaran langsung nyosor! Benar-benar gak tahu malu!” ucap Arya yang memeuji keberanian Riki mencium pacaranya di saat baru jadian.


“Nah…, ini ilmunya yang memberi pelajaran si bos!” ucap Riki sambil mengerjap-ngerjapkan matanya. Arya pun menonjok lengan tangan Riki hingga mereka berduapun tergelak tertawa bersama-sama. Setelah puas dengancerita masing-masing akhirnya mereka berdua melanjutkan pekerjaannya. Seperti biasa Riki membantu Arya menyiapkan file untuk presentaasi dengan klien. Arya dan Riki berama-sama membuat planing agar klien mereka besok pagi bisa closing dan tender besar akan mereka kerjakan.


Soal membuat proposal Riki sudah jagona, Arya tinggal mengarahkan sedikit pasti sudah terketik rapi sesuai dengan permintaannya. Tidak lama kemudin bibi membawakan mereka cemilan dan kopi utnuk teman kerja mereka dalam nyelesaikan pekerjaannya. Setelah pekerjaan selesai Arya mengajak Riki utnuk makan malam bersamanya. Riki sudah terbiasa dengan kehidupan di rumah Arya. Riki sering kali makan dan tidur di rumah Arya. Bahkan Riki di situ memiliki kamar tersendiri jika dia menginginkan menginap di rumah Arya.


Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya. Kita terus mengikuti kisahnya ya?

__ADS_1


__ADS_2