
Arya samapai di kantor dan segera menyuruh Riki dan sekertarisnya untuk menyiapkan berkas-berkas untuk meeting. Riki bersama sekertarisnya yang bernama Amanda mengecek ullang semua berkaas dan isi dari perjanjian kerja. Namun di sini Riki menemukan kejanggalan dimana pemilik perusahaan itu adalah Hendra pamannya Sekar.
Riki nampak tidak percaya kemudian segera menghampiri bosnya. “Bro, apa aku tidak salah lihat?” tanya Riki penasaran karena baginya itu tidak mungkin. Hendra yang merebut kekayaan orang tua Sekar sekarang menjalin hubungan kerja dengan Arya. Namun Arya dengan santainya mengatakan kalau itu memang dia sengaja rencanakan untuk mengembalikan kekayaan Sekar kembali. Riki tampak tidak percaya dengan apa yang disampaikan oleh Arya. Karena menurutnya itu sangat berbahaya karena Hendra terkenal culas dan tidak bertanggungjawab. Arya yang tahu pemikiran Riki langsung menjelaskan kekawatirannya. Arya menyakinkan Riki kalau yang dikawatirkan Riki itu tidak akan mungkin menimpa dirinya.
“Santi bagaimana? Apakah itu sebagian dari rencana kamu?” tanya Riki tiba-tiba.
“Tidak juga! Itu kebetulan saja!” jawab Arya singkat namun tegas sehingga membuat Riki percaya dengan apa yang direncankan oleh bosnya. Riki selama bekerjasama dengannya, Arya sang bos selalu memperhitungkannya dengan matang. Tingkat resiko apa yang dia kerjakan juga diperhitungkannya. Apabila di tengah jalan perusahaan mengalami kerugia biasanya pak Arya juga sudah memperhitungkan kompensasi kerugiannya.
Riki yang tidak berdaya dan sudah dapat informasi penting dari bosnya kembali mebawaa berkasnya dihadapan Amanda sambil mengangkat bahunya sebagai tanda kalau dirinya menyerah dan sudah mengingatkan bosnya.
Amanda yang tahu akan kegalauan Riki berusaha menyakinkan Riki kalau perhitungangan bosnya tidak pernah meleset. Riki pun mengangukan kepalanya sebagai tanda menyetujui apa yang disampaikan oleh Amanda. Akhirnya mereka berdua kembali menyuusun berkas yang hendak di bawa meeting. Setelah semuanya selesai mereka berdua mengikuti Arya menuju ruang meeting.
Arya terlihat tampan dan berwibawa diikuti oleh Riki dan Amanda berjalan di menuju ruang meeting. Sementara itu kliennya sudah siap di ruang meeting. Arya memperkenalkan dirinya sebagai CEO perusahaannya. Arya yang profesional tidak pernah menyingggung tentang Santi sebagai tunangannya. Namun di luar kendalinya tiba-tiba Santi berdiri dan memperkenalkan dirinya sebagai tunangan Arya kepadaa pimpinannya.
Pimpinan Santi ternyata adalah Hendra pamannya Sekar. Hendra nampak tersenyum mengejek kepada Arya dan mencibirnya kalau Santi itu tidak layak untuk dijadikan istrinya. Arya sangat tersinggung dengn omongan Hendra. Namun Arya tidak mau terpancing dengan amarahanya, bagaimanapun dirinya harus kuat dan tegar higga nanti dia bisa membongkar rahasia perusahaan.
Ketegangan mereka berdua tidak lepas dari pengamatan Riki. Riki sebenarnya juga merasakan ada sesuatu yang tidak beres dengan Santi, namun Riki tidak bisa menyampaikan kepada Arya karena kurang bukti yang kuat.
__ADS_1
Santi nampak antusias dan energik dengan gayanya yanng centil mengumbar senyumnya seolah dia manusia paling cantik di ruangan tersebut. Dan tidak berapa lama kemudian Santi telah selesai memperkenalkan dirinya.
Arya dengan gayanya yang wibawa memberi kesempatan kepada Hendra dan Santi untuk presentasi sesuai dengan planing yang mereka butuhkan. Hendra berada di depan kemudian mempresentasikan produknya.
Arya mengamati apa yang menjadi produk unggulan dari perusahaan Hendra akan tetapi ada berapa kekurangan terkait dengan logo produknya. Arya kemudian memberi masukan terkait logo produknya kemudian menyuruh Riki perbaiki maka produk sepatu tersebut terlihat menarik dan berkualitas. Riki memang asisten Arya yang sangat bisa diandalakan.
Setelah presentasi dan diskusi selesai, Arya meminta Amanda mengambil perjanjian kontrak yang telah disiapkan. Arya juga membubuhkan beberaapa dokumeen penting terkait dengan pemindahan aset perusahaan Sekar yang dikuasai oleh Hendra.
Dengan daya tarik Amanda yang cantik, Hendra nampak lupa membaca isi dokumen secara keseluruhan. Hendra memang terkenal Arogan dan banya main perempuan.
Setelah semua selesai, Amanda kembali ke ruangan untuk menyiapkan salinan perjanjiannya dan memberikan sebagian isi perjanjian itu kepada Hendra. Sementara untuk dokumen yang lain disembunyikan Amanda agar tidak dicurigai oleh Hendra.
Setelah acara meeting selesai Arya mengajak mereka untuk makaan-makan di ruangan yang telah disiapakan. Semua makanan berasal dari perusahaan katering milik Arya. Arya group memang memiliki beberapa perusahaan yang bergerak di berbagai bidang.
Amanda mempersilahkan mereka makan di ruangan yang telah disiapkan. Namun Hendra menolaknya dengan alasan ada acara ke luar negeri menghandiri pameran sehingga Hendra pulang duluan diantar sopir dan untuk selanjutnya semua urusan diserahkan untuk Santi.
Hendra pamitan dengan perasaan senang karena sebentar lagi perusahaannya menjalin kerjasama dengan perusahan Arya Group yang sudah terkenal seluruh Asia. Arya menyerinagai penuh arti dalamhatinya Arya sealu ingin membantu Sekar merebut perusahaan peninggalan orang tuanya. Sementara itu Santi terlihat over acting di tengah-tengah mereka. Santi dengan tiba-tiba menghampiri meja makan Arya dan duduk di hadapannya..
__ADS_1
“Benar-benar perempuan tidak tahu diri!” bisik Riki di terhadap Amanda. Amanda hanya tersenyum mendengar bisikan Riki. Amanda kemudian membantu menyiapkan makanan yang dihidangkan.
Santi duduk di depan Arya, dengan gaya sok imut tiba-tiba menyuapi Arya yang sedng makan di sebelahnya.
“Sayang, kamu makan ini ya? Ini enak sekali!” ucap Santi agak genit dan agresif. Riki lagi-lagi menyenggol tangan Amanda. Amanda terlihat masa bodo dengan sikap Riki. Arya yang tahu gelagat mereka nampak mendelik menatap Riki. Riki merasa tidak enak kemudian menundukan pandangannya dan melanjutkan makannya.
Amanda nampak senang melihat Riki mendapat teguran bosnya. “Rasain makanya jangan sok kepo, ingin tahu urusan bos saja! Makanya lekas cari kekasih, ngiri dipelihara!” ucap Amanda gemas dengan sikap Riki.
Riki juga tidak mau kalah dengan Amanda hingga mereka berdua beradu argumentasi. “Memangnya kamu udah ada kekasih?” ucap Riki seolah meledek Amanda. Amanda merasa Riki sengaja ingin mencari gara-gara dengannya. Amanda yang kesal pura-pura bersin hingga makanan yang masih ada di mulutnya tumpah mengenai muka Riki. Riki semakin kesal dengan ulah Amanda. Riki kemudian melototi Aanda dan ambil tisu untuk membersihakan bajunya. Amanda yang merasa bersalah juga sigap mengambil tisu hinggaa tangan mereka berdua bersentuhan.
Amanda merasa ada aliran listrik yang mangalir dari ujung rambut menuju ujung kakinya. Demikian juga Riki, mereka berdua dengan pelan akhirnya menarik tangan mereka masing-masing hingga lupa mengambil tisunya.
Arya yang memperhatikan tingkah mereka berdua tertawa ngakak karena kekonyolan mereka berdua. “Dasar…, anak buah yang tidak pernah merasakan nikmatnya pacaran! Sjdah kalian berdua jadian saja!” ucap Arya kepada kedua asistennya.
“Pacaran sama si Dia? Ogah! Si bos jangan ngacau! Dia bukan tipe aku!” ucap Amanda sedikit sewot tapi jantungnya masih terus berdetak kencang. Sedangkan Riki asik-asik saja meskipun dirinya juga merasakan hal yang sama.
Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya. Kita terus mengikuti kisahnya ya?
__ADS_1