
Novel Perhatian Mama
Sekar berada di dalam kamarnya setelah jengkel dengan Arya dan Santi. Cindi berusaha menghiburnya. “Tenang saja Ara. aku yakin kamu pasti akan tetap bersanding dengan om Arya. Santi si lampir itu aku yakin pasti tersingkir olehmu! Model kayak begitu pasti dia hanya menginginkan materi nya saja!” ucap Cindi. Sekar kemudian terdiam nampak mencerna apa yang dikatakan oleh Cindi. Sekar benar-benar berharap impiannya bisa terwujud.
Dan tidak beraaapa lama kemudian bibi masuk ke kamar Sekar. Bibi mengatakan kalau nyonya besar sedang ke sini hendak mengunjungi Sekar. Sekar dengan segera memakai selimutnya pura-pura dirinya masih dalam posisi sakit. Sementara itu Cindi terlihat sngat membantu Sekar. Cindi pura-pura memijit kaki Sekar. Bibi terseyum melihat ulah mereka berdua. Kedua remaja yang beranjak dewasa ini memang selalu buat ulah dimanapun tempatanya.
Tak berapa lama nyonya besar masuk ke kamar Sekar. Suara sepatu vantovel melangkah ke kamarnya Sekar. Nyoya besar memang masih terlihat energik meskipun usianya sudah terbilang tua. Nyonya besar tanpa mengetuk pintu kamar langssung membuka pintu dan bertanya penuh kekawatiran terhadap Sekar.
“Sayang, kesayangan mama! Kamu sakit apa? Apa selama ini Arya tidak merawat kamu?” tanya nyonnya besar begitu sampai di kamar Sekar. Sekar menggelengkan kepalanya kemudian berusaha untuk duduk di ranjang. Namun nyonya besar melarangnya. Kemudian nyonya besar menyuruh bibi untuk mengambil barang-barang yang hendak diberikan Sekar, namun belum sempat bibi berdiri tiba-tiba Riki datrang membawakan semua oleh-oleh yang dibawa nyonya besar.
“Kak Rik!”, tiba-tiba Cindi memanggil nama Riki dan terlihat sangat mengaguminya. Cindi dengan polos memandangi Riki yang terlihat repot membawa bawaan nya. Bibi kemudian berjalan mendekati Riki dan membantu meletakan barang-barang tersebut di meja kamar Sekar.
Sekar tidak kaget dengan ulah mamanya, karena Sekar sudah seperti anaknya sendiri dan selalu dimanjakannya. “Mama, ini apa ma?” tanya Sekar kepada mamanya ketika terlihat beberapa sepatu, tas dan cemilan yang dibeli mamanya dari luar negeri.
“Biasa sayang, mama baru saja dari Amerika. Jadi ini barang-barang mama beli untuk kamu! Maaf kemarin mama ridak bisa menunggu kamu ketika sakit,” ucap mama Dewi sambil mencium pipi Sekar dan mama langsung duduk di tepi ranjang Sekar.
__ADS_1
Mama Dewi dengan kasih sayangnya membelai rambut Sekar kemudian melihat semua tubuh Sekar dari ujung rambut sampai ujung kaki, mama Dewi langsung mengeluh kalau ternyata Sekar tubuhnya kurusan dikit. Kemudian mama Dewi mengambil botol yang ada di dalam kantung plastik dan menuangkannya dalam Sendok. Mama Dewi kemudian menyuapi Sekar dengan minuman tersebut daan mengatakan kalau Sekar harus jaga staminanya.
Sekar yang biasanya agak bandel dan keras kepala tapi dengan mama Dewi nampak jadi anak yang penurut. Sekar dengan manja nampak memercingkan matanya menahan pahit.
“Mama, ini vitamin apa obat?” ucap Sekar protes ke mama Dewi. Mama Dewi dengan kasih sayangnya menjelaskan kepada Sekar kalau itu vitamin untuk menyembuhkan segala penyakitnya.
Cindi nampak iri denngan perlakuan mama Dewi kepada Sekar. Mama Dewi dengan kasih sayang dan jiwa keibuannya tiba-tiba meraih tangan Cindi dan mencium pipinya. Mama Dewi mengatakan Cindi juga bagian dari keluarganya. Mama Dewi juga memberi Cinderamata dari Amerika untuk Cindi. Cindi sangat senang mendapatkan perlakuan istimewa dari mama Dewi.
Cindi pun tanpa malu mengatakan kalau dirinya mau jadi menantunya mama Dewi kalau om Arya punya adik cowok. Sontak membuat Sekar mendelik dengan perkataan Cindi. Cindi pun dengan santainya malah seolah memberi kode kepada mama Dewi kalau sebenarnya Sekar itu sangat mencintai Arya.
Mama Dewi mengerti dengan kode yang disampaikan oleh Cindi tapi mama Dewi pura-pura tidak mengetahuinya.
Mama Dewi merasa bersyukur karena Sekar bisa mengendalikan rasa sukanya terhadap Arya dan mampu mengendalikannya sehingga hubungan terlarang itu tidak akan berlanjut. Mama Dewi sebenarnya sudah menyelidiki tingkah laku Sekar terhadap Arya. Mama Dewi kemudian mengatakan kalau Arya itu anak tunggal tapi mama Dewi tiba-tiba menyodorkan Riki untuk jadi pacar Cindi.
“Kak Riki? Boleh ma, tapi kak Riki bukannya sudah punya pacar?” tanya Cindi tiba-tiba dan membuat Riki yang masih berada di situ dadanya bergetar seolah ada getar-getar aneh yang gemuruh di dadanya.
__ADS_1
“Gila, ada apa dengan diriku?” gumam Riki di dalam hatinya. Riki pun merasa sangat janggal kalau dirinya jatuh cinta dengan gadis kecil itu.
Riki pun sama mama Dewi dipanggil untuk mendekat dengan mama Dewi. Riki kemudian mendekati mama Dewi, dan mama Dewi dengan terang-terangan menjodohkan Riki dengan Cindi. Riki semakin tidak karuan mendengar pertanyaan mama Dewi. Riki merasa malu dengan pertanyaan mama Dewi. Riki yang cenderung sebagi pria dewasa malah terkesan grogi dengan ewek ingusan sebaya dengan Sekar. Riki menghela nafasnya panjang padahla dirinya yang sering ketemu dengan Sekar tidak bisa merasakan seperti ini tapi dengan Cindi yang ketemunya hanya sekedar bersay halo malah merasakan hal aneh dalam dirinya.
“Maaf ma, Riki belum terpikirkan untuk mencari pacar. Riki takut belum bisa membahagiakan pasangan Riki ma,” ucap Riki berusaha menghindar pertanyaan mama Dewi.
Mama Dewi menertawakan Riki dan mangatakan kalau Riki itu sama saja dengan Arya yang masih takut dengan pernikahan. Namun tiba-tiba Arya datang ke kamar bersama Santi sehingga membuat Sekar semakin bertambah tidak suka terhadap Santi. Dalam hati Sekar menyumpahi Santi kalau lampir jelek itu tidak akan menjadi istri Arya. Daaari pandangan Sekar terhadapa Santi, mama Dewi merasakan kalau Sekar tidak suka dengan Santi.
Mama Dewi kemudian manyimpulkan kalau Sekar itu ad rasa dengna Arya dan Sekar cemburu dengan Santi.
“Sini Santi sama mama!” panggil mama Dewi sambil melambaikan tangannya memanggil Santi. Mama Dewi melirik ke arah Sekar yang terlihat matanya berkaca-kaca seolah merasakan suatu kesedihan karena dirinya cemburu dengan Santi.
Mama Dewi semakin membuat situasi semakin memburuk. Mama Dewi juga menanyakan fithing baju untuk acara lamaran bulan depan. Sekar yang merasa tidak bisa mengendalikan rasa sedihnya kemudian izin ke kamar mandi. Sekar bangun dari tempat tidurnya kemudian berjalan dengan pelan menuju kamar mandi.
Mama Dewi sempat menangkap kalau Sekar nampak menghapus air matanya. Mama Dewi merasa hal ini sangat tidak wajar, jadi mama Dewi meminta Arya untuk mengajukan acara pertunangannya.
__ADS_1
Arya mengerutkan dahinya karena merasa curiga dengan mamanya karena memajukan acara tuangnannya untuk mematahkan hatinya Sekar agar Sekar tidak berharap terhadap Arya.
Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya. Kita terus mengikuti kisahnya ya?