Terlemah Yang Tak Terkalahkan

Terlemah Yang Tak Terkalahkan
Chapter 4 : Apa itu manusia?


__ADS_3

Siapa sebenarnya yang kita bohongi?


Keadilan, Aturan dan kepercayaan akan menjanjikan kedamaian dan keharmonisan untuk semua orang. Tapi disisi lain, mereka tak pernah ragu mengarahkan jari telunjuk mereka dan mengorbankan nyawa seseorang yang tak berdosa demi melindungi arti dari Keadilan, aturan dan juga kepercayaan.


Sekali lagi, Siapa sebenarnya yang kita bohongi?


Manusia adalah makhluk yang pengecut, penakut, dan egois.


Keadilan? Aturan? Kepercayaan? Semua itu hanyalah semua perisai untuk menutupi ketakutan mereka. Disaat dunia membutuhkan kedamaian para manusia berteriak dan menyuarakan hal yang serupa pada satu sama lain, namun di sisi lain mereka juga saling menodongkan senjata demi mempertahankan kedamaian itu.


“Jika kalian berkhianat maka kalian akan binasa.” Itulah yang dikatakan senjata mereka.


Mereka menciptakan Aturan untuk mengikat semua orang, dengan kata lain sejak lahirnya aturan tak ada yang namanya kepercayaan.


Mereka menciptakan kepercayaan untuk menumbuhkan rasa aman satu sama lain, dengan kata lain kepercayaan lahir dari rasa ketakutan dan kewaspadaan satu sama lain.


Apakah membunuh orang itu diperbolehkan?


Saat kau menanyakan hal itu ke semua orang jawabannya pasti akan serupa.


Apakah mengorbankan nyawa seseorang itu diperbolehkan?


Tak perlu kau tanyakan, jawaban mereka semua juga masih sama yaitu "Tidak!".


Namun fakta berbanding terbalik, mereka takkan ragu membunuh dan mengorbankan nyawa seseorang demi keselamatan dirinya sendiri. Itu bukanlah hal yang aneh, karena manusia memanglah makhluk yang seperti itu.


Manusia adalah makhluk yang baik,


Itulah topeng yang masyarakat pakai untuk melindungi diri. Tak peduli seberapa menjanjikan dan meyakinkannya perkataan dan ideologi mereka, pada akhirnya semua itu diakhiri dengan kata ‘Aku’.


Manusia adalah makhluk yang Egois,


Disaat manusia saling memakai topeng dan menjanjikan kedamaian sesaat, rasa cemas dan keraguan muncul semakin membesar dan disaat mereka menyadari orang yang mereka percaya sedang membuat senjata, kepercayaan itu pun melebur bagai tak pernah ada dan melahirkan perang.

__ADS_1


Puluhan, ratusan, ribuan bahkan jutaan nyawa melayang menjadi korban konflik yang terlahir dari ketakutan mereka. Dunia berubah menjadi merah dipenuhi oleh darah.


Siapa yang salah?


Siapa yang akan bertanggung jawab?


Siapa yang bisa menghentikan siklus kejam ini?


Melihat keadaan manusia yang semakin memburuk muncullah satu orang misterius, kehadirannya sangat diluar logika dan memutar hukum alam. Mereka pun memanggilnya sebagai dewa dan memohon untuk diberikan pertolongan.


Sang dewa menjawab permintaan mereka dan memberikan 13 orang sebuah kekuatan yang melawan akal sehat manusia. Ketiga belas orang itu berpencar keseluruh penjuru dunia dan menghentikan semua pertikaian dan peperangan dengan kekuatan mereka lalu membentuk sebuah negara dan juga kerajaan yang di pimpin oleh satu persatu dari mereka.


[Merekalah yang disebut 13 dewan Exceed]. 13 orang yang memimpin, memegang kuasa tertinggi dan menjaga kedamaian didunia sebagai manusia super.


Itulah sejarah yang di ajarkan disekolah, namun saat aku mengetahui faktanya dari sang raja alias salah satu anggota 13 dewan Exceed itu perasaanku menjadi campur aduk.


Setelah mereka mempunyai wilayah masing-masing mereka sepakat untuk menjadikan Dewa sebagai sosok yang menghalangi ideologi kedamaian mereka,


Aturan dibuat untuk mengikat orang dan menciptakan kedamian namun jika ada sosok yang tak dapat di ikat maka aturan itu akan goyah dan tak berguna bagi siapa saja karena tidak memberikan keamanan.


Begitulah cara umat manusia mendapatkan kedamaian palsu ini, sungguh ironi. Pada akhirnya manusia tak bisa lepas dari ketakutan mereka.


Sesaat semua berada dalam kendali dan kedamaian tercipta berkat kehadiran 13 Dewan Exceed, masalah baru muncul.


Seiring berjalannya waktu kekuatan mereka tersebar dan menurun ke keturunan mereka dan lahirlah para Exceed namun diantara keturunan mereka ada yang tak mewarisi kekuatan apapun dan disebut Seed. Kejenjangan itu menimbulkan penindasa dimana-mana tiada henti, semua pemimpin memberikan solusi yang berbeda-beda kepada wilayah mereka masing-masing saat mengatasi hal tersebut.


Salah satu solusinya adalah memecah dan membagi 2 wilayah untuk Exceed dan Seed, itulahlah yang terjadi di kerajaan Celestia. Memang keputusan yang sulit namun Sang Raja tak memiliki pilihan lain untuk menghentikan penindasan dan menghentikan jatuhnya korban jiwa yang lebih banyak lagi. Namun sang Raja tidak memperhitungkan segala dampak dan Kesengsaraan para Seed diperbatasan wilayah kerajaan.


Saat ku ceritakan sang Raja hanya terdiam,


Tak ada hukum atau aturan karena tak ada orang yang memiliki kekuatan untuk mempertahankannya.


Ekonomi yang menipis, sumber makanan yang terbatas, tempat tanpa keadilan dan keamanan, membunuh dan dibunuh, berjuang mati-mati dan tak ragu mengkhianati kawan demi meraih masa depan yang terbilang sedikit cerah, hilangnya rasa kepercayaan satu sama lain. Tak ada tempat bagi kami untuk mengeluh dan meminta tolong, menginjakkan kaki ke kawasan Exceed sama saja masuk ke kandang singa dengan tangan kosong.

__ADS_1


Tak ada tempat bagi kami untuk lari,


Tak ada tempat bagi kami untuk berlindung,


Tak ada tempat bagi kami untuk bersembunyi,


Yang kuat akan bertahan,


Yang cerdas akan bergerak,


Yang bijaksana akan terdiam


Itulah tempat dimana para Seed hidup di kerajaan Celestia ini.


Setelah mendengar pengakuan fakta itu sang Raja meneteskan air mata, ia tak menyadari bahwa rakyat yang selama ini ia lindungi sangat menderita dibelakangnya. Ia selalu menerima laporan positif tentang wilayah Seed, disaat itulah ia menyadari bahwa tempatnya sudah dipenuhi oleh orang-orang busuk.


Namun walaupun begitu sang Raja tidak mau mencabut perintah pemburuan Artia sebagai *******, walaupun tujuan Artia hanyalah ingin menyelamatkan para Seed yang menderita.


Artia pernah mengusulkan hal itu namun ditolak mentah-mentah oleh ayahnya alias sang Raja, karena itu Artia melarikan diri dari Kerajaan dan bersembunyi diwilayah Seed, disanalah kami berjumpa tanpa mengetahui kondisi aslinya aku dan juga Vista menerimanya dengan tangan terbuka sebagai sahabat.


Suatu hari Artia mengirimkan surat ke Raja yang berisi usulan tindakannya keapada para Seed, Tak peduli didukung atau tidaknya Artia akan menjalankan rencananya meskipun seorang diri. Saat itu juga Artia ditetapkan sebagai musuh dan memerintahkan Tim Executor atau Tim eksekusi untuk memburu Artia yang tak lain anaknya sendiri, kejadian itu terjadi pada satu hari sebelum aku ulang tahun ke 18 saat Artia membuatkan kue untukku.


Mungkin karena itu dia menolakku saat ku utarakan perasaanku padanya, bukan tentang perasaaanya padaku namun mungkin pada saat itu ia tak mau menyeretku ke dalam bahaya bersamanya.


Sekarang semua menjadi masuk akal, kenapa dia menolakku, kenapa dirumahnya dipenuhi mayat, senjat dan juga bekas bertarungan, kenapa dia melarikan diri, siapa yang mengejarnya, dan kenapa semua ini bisa terjadi.


Aku pun dihadapkan dengan kebuntuan, Melawan Tim Executor adalah tindakan bodoh yang sama saja dengan bunuh diri, mencari Artia juga tak ada petunjuk, kalaupun aku bertemu dengannya aku tak memiliki kekuatan untuk


melindunginya.


Disaat aku putus asa sang Raja menawarkan solusi tak terduga,


“Jadilah Raja selanjutnya, buktikan tekadmu kalau kalian benar-benar bisa merubah kerajaan ini.”

__ADS_1


Sang Raja sudah memperkirakan kalau kelak informasi Artia akan bocor dan membuatnya harus turun dari Tahta.


“Raihlah kemenangan mutlak dan buktikan pada semua orang kemampuanmu, Asterit Diona. *Ia menggelengkan kepalanya* Maaf harusnya aku tak menyebut nama itu lagi, berjuanglah menyelamatkan Artia jika kau ingin mendapat restu dariku, Celestia Ren!”


__ADS_2