Terlemah Yang Tak Terkalahkan

Terlemah Yang Tak Terkalahkan
Chapter 17 : King & Queen


__ADS_3

“Jika hidup itu bagai sebuah sup maka kau adalah garpunya, Apollo.” Tepuk ku ke bahu Apollo dengan wajahnya dilanda kebingungan.


Setiap kali Apollo mati dia membutuhkan waktu 24 jam untuk hidup kembali dan kini saat ia baru membuka matanya ia menemukan dirinya menjadi peserta Event King & Queen bersamaku dan Elsie. Dikarenakan kemalasan anggota yang lain kita bertigalah yang perwakilan dari Top Class, ku kira semua kelas akan menggunakan kemampuan maksimal mereka di event ini namun ternyata tidak, mereka hanya mengirim beberapa orang saja untuk mengikuti event ini.


Dari penilaianku saat rapat terhadap setiap pemimpin, walau dari luar mereka sangat berbeda-beda namun mereka bukanlah orang bodoh, menggunakan beberapa orang di event pertama perang antar kelas bukanlah saling meremehkan melainkan taktik, dengan begitu mereka bisa menyembunyikan kemampuan asli adalah strategi dasar dalam perang mereka untuk event yang lebih besar.


Saat kulihat laporan detail peserta tiap kelas hanya ada 1 kelas yang menggerahkan semua anggotanya.


Urutan peserta dari ranking kelas saat ini,


1.Kelas C : 3 Orang


2.Kelas A : 21 Orang (Full member)


3.Kelas B : 5 orang


4.Kelas D : 1 orang


5. Top Class : 3 orang


Tiba-tiba terdengar suara Pak Rendi langsung ke otak menggunakan telepati, “Event akan dimulai 5 menit lagi.”


King & Queen, game dimana salah satu peserta di tiap kelas akan menjadi raja/ratu dan mengenakan mahkota yang terbuat dari kaca. Misi dari game ini ada 2, menghancurkan mahkota musuh atau merebutnya.


1 mahkota di nilai 1 poin,


Jika mahkota hancur/pecah poin game kelas tersebut akan menjadi 0,


Mahkota boleh dicuri namun poin hanya akan dihitung jika mahkota sudah di pegang oleh raja/ratu kelas tersebut, dengan kata lain walaupun sudah merebut mahkota tapi jika tidak diserahkan kepada raja/ratu poinnya tidak akan dihitung.


Tapi jika Raja/Ratu tidak sadarkan diri atau sampai mati maka kelas tersebut akan langsung keluar dari game.


Game berlangsung 30 menit,


Hadiah dari event ini hanya diberikan pada peringkat 1 saja yaitu 100 poin kelas (PK) dikali anggota yang berpartisipasi dan ditambah hadiah tiket harapan yang bisa mengabulkan semua permintaan namun hanya untuk 1


orang.


Sebelum ku mulai memberikan perintah ku tanyakan kekuatan milik mereka berdua, Tanpa ragu atau berpikir 2 kali Elsie langsung memberitau kekuatannya.

__ADS_1


Elsie ”Kekuatanku adalah kehampaan, aku punya wewenang untuk keluar masuk ke ruang hampa dengan menciptakan portal hitam.” Elsie membuka portal hitam kecil seukuran telapak tangannya dilantai.


Apollo ”Cius?! Cuma gitu doang jadi Exceed kelas S? Ngibul pasti itu.” Sela Apollo tak percaya, setelah melihat gaya bertarungnya yang menghancurkan seisi Akademi hanya dalam beberapa menit seorang diri membuatnya tak percaya.


Ren ”Kuat tidaknya orang bukan hanya diukur dari kekuatannya tapi cara penggunaannya.” Jelasku pada Apollo,


Pikiranku terhalang oleh 1 pertanyaan tentang kekuatan Elsie,


Ren ”Elsie, Aku ada satu pertanyaan untukmu, kau bilang kau punya wewenang keluar masuk ruang Hampa milikmu itu, apakah itu artinya kau juga bisa memasukkan objek selain dirimu kesana?”


Elsie memasukkan tangannya kedalam portal di lantai lalu menariknya kembali dengan sebuah pistol dalam genggamannya.


Elsie ”Tentu saja aku bisa.”


Keringat menetes dari dahiku ke lantai, aku pernah melawannya sekali jadi aku paham sekali bagaimana caranya menggunakan kekuatannya itu. Dari pada Raja Kerajaan Celestia sepertinya Elsie jauh lebih sulit ditangani.


Elsie ”Tapi ya karena kalung ini, kekuatanku jadi dibatasi menjadi 10%.” Tunjuk Elsie pada kalung pengekangnya, normalnya kalung itu memiliki efek untuk menyegel seluruh kekuatan Exceed yang dimiliki, tapi entah bagaimana Elsie masih bisa menggunakan kekuatannya walaupun hanya 10%.


Berbagai rencana sudah terpikirkan dengan mengetahui kekuatan Elsie, berlanjut ke tahap selanjutnya ku putar kepala ku menghadap ke arah Apollo.


Apollo ”Ap-Apaan?”


Dalam sekejap ku urungkan niat bertanya pada Apollo karena sejak awal tak kita berdua tak mengharapkannya, Kehadirannya hanya dijadikan pelengkap agar bisa mendapatkan poin kelas lebih banyak di hadiahnya.


Begitulah pandanganku dan Elsie terhadap Apollo. Dia kuat tapi bodoh, Pepatah perang pernah berkata “Hal paling menakutkan saat perang bukanlah musuh yang kuat, melainkan kawan yang tidak berguna.”


Ren ”Jadi gini rencananya.”


Apollo ”Lah? G ada yang kepo sama kekuatanku yang maha hebat ini?”


Berhubung gedung Top Class belum selesai dibangun jadi kami tak memiliki markas resmi dan diberikan pinjaman aula olahraga sebagai markas sementara kita. Sebuah ruangan yang sangat luas tanpa halangan apapun, tempat


yang sangat menguntungkan bagi orang dengan jumlah besar dan sangat merugikan bagiku.


“Game Dimulai!” Ucap Pak Rendi dengan Telepati kepada semua peserta dan diwaktunya bersamaan semua kamera di setiap sisi gedung Akademi menyala menyiarkannya secara Live.


Bagai bumerang, mereka yang punya kelas justru membuat kami mengetahui dengan jelas dimana markas mereka. Ku perintahkan Elsie untuk melaporkan keadaan seluruh kelas menggunakan kekuatannya.


Elsie membuat portal di tangannya lalu di tempelkan ke mata kanannya dengan begitu mata kanannya bisa melihat ke dalam ruang hampa miliknya, tahap kedua Elsie menciptakan 4 portal baru di dalam ruang hampa itu yang dimunculkan ke setiap kelas dan menghubungkannya. Begitulah terciptanya CCTV dengan kekuatan Elsie.

__ADS_1


Elsie menutup mata kanannya dengan tangannya, secara bersamaan sebuah portal kecil muncul disetiap kelas untuk mengawasi pergerakan semua orang dan melaporkannya padaku.


Dari laporannya kelas B dengan beranggotakan 5 orang sama sekali tidak ada pergerakkan.


Kelas C dengan 3 anggota juga tidak ada pergerakkan namun mengejutkannya 2 dari 3 orang itu adalah Ketua dan Wakilnya.


Kelas A sedang melakukan rapat namun tiba-tiba 1 orang menyadari pengawasan Elsie dan langsung menghilang dari jangkauan penglihatan.


Ren ”Bagaimana dengan kelas D? dia hanya 1 orang kan?”


Elsie ”Memang dia hanya 1 orang, tapi kusarankan untuk tak melawannya.” Elsie langsung munutup semua CCTV miliknya sesaat melihat kelas D.


Ren ”Kenapa? Apa boneka Beruang itu yang ikut? Atau justru si Mumi?”


Elsie ”Misteltein,  Dialah yang menjadi perwakilan kelas D.”


Ren ”Baiklah, kalau gitu tetap seperti yang rencana awal.”


Apollo ”Woe, ngapa gua dikacangi dari tadi?” protes Apollo berdiri menghadap kami berdua


*BRAK!*


Tiba-tiba muncul satu orang jatuh dari langit menembus langit-langit aula dan mendarat di atas Apollo hingga tak bernafas lagi.


Roland ”Selamat Siang, Top Class. Kalian dapat salam dari kelas A.” Salam Roland Exceed peringkat S


Ku pakai mahkota kaca diatas kepalaku, “Semoga berhasil.Elsie.”


Elsie melemparkan Pistol miliknya padaku, “Kamu juga, Ren.”


Dalam sekejap tubuhku langsung dipindahkan oleh Elsie.


*Dap!*


Keluar dari portal hitam aku mendarat berdiri diatas meja kelas dan langsung mengarahkan Pistolku ke arah kepala orang yang memakai mahkota.


Ren ”Halo, aku datang menjawab salam dari kalian, Kelas A.” Ucapku di tengah-tengah kelas yang di isi oleh 20 Exceed mengelilingiku disetiap sisi. Dengan pistol yang mengarah ke kepala Ketua kelas mereka yang sedang memakai mahkota aku datang menantang kelas A seorang diri tanpa sedikitpun rasa takut.


***

__ADS_1


Sekian trima kasih udah baca chapter ini untuk semuanya, kali ini author mo kenalin nopel yang beda lagi dari sebelumnya, tapi dengan gaya yang disukai para wanita yakni dipaksa nikah (Padahal ini adalah genre momok bagi kaum laki2) langsung aja skip opnini g berharga author, memperkenalkan novel [Apa Salahku, Tuan?] yang di tulis oleh keyboard milik kk [Muda Anna] buat yang ada rencana nikah boleh nih buat buat referensi...



__ADS_2