Terlemah Yang Tak Terkalahkan

Terlemah Yang Tak Terkalahkan
Prolog Dimeria Elsie : Bagian 2


__ADS_3

Detakan jarum jam membalut kesunyian yang ada di kamar sederhana ini, duduk di kursi pojokan ruangan memandang gadis yang senantiasa tersenyum menggunakan seragam pelayan kini tergeletak di atas ranjang tertidur dengan damainya.


Bekas cakaran kucing yang sudah berhari-hari lalu masih saja membekas, jika luka sekecil itu tak kunjung sembuh hal itu membuatku takut dan tak berani untuk mengintip tubuhnya yang terbungkus selimut itu.


Kesunyian itu memaksaku memutar-mutar seluruh perkataannya dalam memoriku,


“Kenapa kau menjadi pelayan?”  hanya pertanyaan simpel tapi tak pernah kusangka alasannya justru hal yang sangat sederhana.


“Uang.” Jawab lirihnya,


Uang? Dari yang kutau keluarganya tidaklah memiliki masalah dengan keuangan justru ia salah satu bangsawan terkaya di kerajaan ini, gaji 1 bulan menjadi pelayan disini bahkan tak bisa menyaingi penghasilan ayahnya selama


1 hari. Lantas kenapa dia bekerja menjadi pelayan?


Ku utarakan segala kejanggalan yang kurasakan hingga akhirnya aku mencapai akar permulaannya.


Semua bermula saat adiknya lahir, hari-hari yang ia nantikan akhirnya datang, hari dimana dia akan menjadi seorang kakak ia bahkan sudah menyiapkan berbagai hadiah mainan dan juga berbagai nama yang ia siapkan untuk adiknya.


Namun sayangnya semua tak berjalan seperti yang ia rencanakan, sebuah skenario yang tak pernah ia bayangkan dari Tuhan membuatnya harus menerima kenyataan pahit, adik yang selalu ia nantikan terlahir sebagai seorang Seed.


Mau tidak mau ia harus dipindahkan ke wilayah Seed, hal tersebut memaksa mereka untuk dipisahkan bahkan sebelum bertemu. Tanpa tau seperti apa wajah adiknya, Sebelum sempat memberikannya nama ataupun menyerahkan hadiah mereka sudah berpisah.


Semua itu terjadi 2 tahun yang lalu, saat ia berumur  5 tahun.


Tanpa menyerah ia menyuruh seluruh pelayannya untuk mengumpulkan informasi tentang adiknya di zona Seed. Setelah berbulan-bulan akhirnya mereka menemukan petunjuk, dari sisa dokumen pengantarannya ditemukan ia di bawa ke sebuah panti asuhan di distrik bagian barat zona Seed.


Tanpa membuang waktu ia langsung pergi kesana, walau tak mengetahui nama maupun wajahnya hanya satu petunjuk yang bisa ia andalkan, yakni tanda lahir berbentuk garis hitam di pergelangan tangan kanannya, info


itu ia dapat dari ibunya.

__ADS_1


Sesaat dia sampai di panti asuhan itu ia tak menemukannya, pihak panti mengatakan ia telah di adopsi oleh seseorang 1 minggu yang lalu. Walau tak berhasil menemukan adiknya ia mendapatkan informasi lain tentang


adiknya, dari cerita pengurus panti dia adalah gadis yang energik, berani dan juga rasa ingin tau yang sangat tinggi dan gadis itu diberi nama ‘Lily’


Hari menjelang malam, Ia pun berpamitan dengan pengurus panti asuhan itu dan pulang tanpa menemukan informasi keberadaan Lily. Duduk didalam mobil memandang keluar jendela melihat ke sisi jalan yang sangat sepi tak ada seorangpun yang keluar rumah, dalam lamunan tiba-tiba ia melihat sosok anak duduk di trotoar memeluk lutut dan mengubur wajahnya.


“BERHENTI!” Teriaknya menghentikan mobil secara tiba-tiba dan langsung berlari keluar,


Dengan nafas terengah-engah sesudah berlarian ia mendekati anak itu,


“Kenapa kau duduk disini? Dimana orang tuamu?”


Ia menggelengkan kepala,


“Gpp, jangan takut, biar aku antar kamu pulang.” Mengulurkan tangan,


Tak ada respon,


“Lily?”


Tanpa kusadari ia menemukan Lily namun dengan keadaan yang sangat mengerikan, jaket lusuh tanpa alas kaki dan juga badannya yang kurus menunjukkan kalau dia tidak baik-baik saja. Setelah melihat kondisinya Ku tarik paksa dia sampai berdiri dan membawanya untuk pulang tak peduli apapun yang akan papa atau mama katakan.


“Mau tidak mau Kakak akan bawa kau pulang, Lily!”


Kondisinya yang sangat buruk membuatku panik dan khawatir hingga akhirnya aku menyadari kondisinya lebih parah dari yang kulihat, saat kusuruh Lily masuk mobil dia meraba-raba sekitar dengan tangan dan kakinya karena curiga ku putar tubuhnya ke arahku.


“Lily coba lihat jari kakak ini ada berapa?” ku acungkan 3 jari didepan matanya,


Ia hanya terdiam,

__ADS_1


Aku ikut terdiam saat mengetahui Lily itu buta. Tak hanya itu saat didalam perjalanan mobil ia tak ada henti batuk-batuk bahkan hingga mengeluarkan darah dimulutnya. Ku batalkan untuk pulang dan langsung membawa Lily ke rumah sakit.


Sebuah virus yang tak pernah ditemukan menggerogoti tubuh Lily dari dalam, itulah yang di katakan oleh dokter. Yang bisa dilakukan hanyalah menghentikan pergerakan virus secara sementara dengan peralatan yang ada sambil meneliti obat untuknya. Ku putuskan untuk menyerahkan Lily kepada dokter dan biayanya akan ku tanggung dengan uang tabunganku yang ada.


Ku rahasiakan semua itu dari mama dan papa, ku kumpulkan semua uang saku yang kupunya untuk terus menambal biaya rumah sakit Lily namun tak kusangka lebih besar dari pada yang kuduga. 2 tahun pun berlalu dan membuat seluruh tabunganku terkuras habis dan disaat yang sama hari itu aku tertangkap basah oleh papa dan mama.


Dengan terpaksa sambil berharap bantuan ku ceritakan semua yang terjadi pada Lily pada mereka, lagi-lagi tak sesuai dengan rencana bukannya bantuan justru mendapatkan larangan. Sesuai peraturan yang ada di kerajaan Dimeria, Exceed dan Seed harus dipisahkan tak boleh saling berhubungan demi menjaga kestabilan dan keamanan.


Papa menolak untuk membiayai Lily karena demi melindungi keluarganya agar tidak di usir dari kerajaan karena melanggar aturan. Oleh karena itu aku datang ke istana saat mendengar ada pekerjaan sebagai pelayan


pribadi Tuan Putri Elsie.


Setelah menceritakan semua itu pelayan yang tengah terbaring lemas tak berdaya itu memaksaku untuk memperlakukannya seperti biasa dan menolak segala bentuk bantuan ataupun tindakan atas dasar rasa kasihan, dia benar-benar ingin membiayai adiknya Lily dengan kekuatannya sendiri.


Saat dia tertidur pulas aku masih terus bertanya pada diriku,


Kenapa dia begitu peduli dengan makhluk lain? Aku benar-benar tidak mengerti....


Ku tinggalkan kamar itu dengan perlahan tanpa membangunkannya.


Berjalan dilorong kosong mendengar suara langkah kakiku sendiri akupun menyadari hal yang ganjil dari diriku, jika dari seluruh buku yang kubaca dan guru yang mengajariku harusnya aku saat ini merasakan perasaan sedih, iba atau bersalah.


Namun anehnya keadaan mentalku saat ini sangatlah tenang, datar tak merasakan apapun. Tak hanya itu aku bahkan tak mengerti jalan pikiran orang-orang, kenapa orang bisa menangis? Kenapa orang bisa marah? Kenapa orang bisa Bahagia? Selama aku hidup aku tak pernah merasakan semua hal itu yang ada hanyalah kebosanan tanpa batas.


Tapi siapa yang menyangka ada 2 orang yang berhasil mengajariku apa itu artinya perasaan sedih, marah, bahagia, dan juga cinta. Kehadiran Elis dan juga Diona ternyata menjadi titik balik kehidupanku.


***


Biar refresing dari cerita berat dan gelap ini author hari ini ingin memperkenalkan novel romansa cukup ringan mudah di nikmati, kisah cinta yang terhalang oleh perbedaan dunia tempat mereka berdua hidup (Bukan beda alam) novel ini bertema romansa mafia cocok buat kalian yang g bisa pacaran sama mafia asli tapi pengen tau seperti apa rasanya. langsung saja disimak karya mbak Reni dibawah ini....

__ADS_1



__ADS_2