Terlemah Yang Tak Terkalahkan

Terlemah Yang Tak Terkalahkan
Chapter 15 : Ren


__ADS_3

Jika kau menjadi air aku akan menjadi bulan,


Jika kau menjadi bunga aku akan menjadi burung,


Jika kau menjadi Pelangi aku akan menjadi batu,


jika kesengsaraan sudah menjadi takdirku maka menjauhimu adalah pilihanku,


Jika senyummu menjadi cahaya hidupku maka mengenalmu adalah kebahagiaan terbesarku,


Jika dunia menolakmu dengan senang hati aku rubah semua itu demi dirimu,


Artia :“Kenapa kau menolongku dari Elsie?”


“Apakah kau mengenalku?”


“Siapa dirimu?


Cepat atau lambat,


Dunia yang membesarkanku,


Hukum yang melindungiku,


Orang yang peduli denganku,


Akan menjadi musuh.


Aku yang pernah menjadi kekasihmu kini menjadi orang asing,


Ini adalah pilihanku.


Aku yang pernah dekat denganmu kini berusaha untuk menjauh,


Mengertilah.


Aku yang pernah menjadi Dion kini sudah menjadi Ren,


Jangan pernah bicara denganku.


Dion sudah mati, Ren telah terlahir,


Aku bukanlah siapa-siapa, hanya sekedar mesin yang diprogram untuk menjalankan misi.


Tak ada penyesalan, Tak boleh sampai ada penyesalan, Jangan sampai muncul penyesalan.


Inilah pilihanku, Ini yang terbaik bagimu, Inilah yang harus kubayar demi masa depan kalian.


13 Dewan Exceed,

__ADS_1


Merekalah 13 orang terkuat di bumi,


Merekalah 13 pemimpin dipenjuru negara dan kerajaan,


Merekalah 13 akar yang merubah dunia menjadi tak seimbang,


13 Bayangan mereka harus dihapuskan dari dunia,


Itulah misi yang sedang ku emban, Hanya itu cara menciptakan dunia yang sempurna bagi semuanya. Dunia dimana para Exceed tak lagi ada, Dunia tanpa kasta, Dunia tanpa perbedaan, Dunia tanpa ketakutan, Dunia dimana semua orang berhak menentukan pilihan mereka tanpa bergantung pada Exceed.


Aku sudah bukan lagi Dion, Aku adalah Celestia Ren sebuah mesin yang di program untuk memberikan hukuman ilahi kepada 13 pemimpin yang sudah membuat jutaan nyawa menderita dan mati tanpa bisa berbuat apa-apa karena Kasta yang mereka ciptakan.


Langkah pertama yang harus kulakukan adalah menjadi Raja atau pemimpin kerajaan Celestia karena tahun depan akan digelar pertemuan untuk 13 Dewan Exceed, dengan aku yang menduduki salah satu kursi tersebut aku bisa meraih kesempatan untuk bertemu 12 orang yang lainnya.


Ku buka kedua mataku dan menatap sebuah ruang kelas yang kembali kosong dengan Artia yang duduk di kursi depanku membelakangiku.


Artia :“Kenapa kau menolongku dari Elsie?”


“Apakah kau mengenalku?”


“Siapa dirimu?


Tanpa meragukan apapun aku berdiri dan keluar kelas sambil memberikan jawaban saat melewatinya,


Ren :”Aku hanya orang asing yang kebetulan lewat saja,


Saat ku tinggalkan kelas Elsie sudah menantiku lorong lalu mengikutiku dengan melompat-lompat kecil disetiap langkahnya disampingku sambil bersenandu kecil.


Ren :”Ada hal baik terjadi?” tanyaku mengenai alasannya terlihat gembira,


Elsie :”Begitulah.” Jawabnya dengan ceria lalu menggandeng tanganku tanpa ijin,


Ren :”Ngapain gandeng tangaku?”


Elsie :”G apa, kau kan sekarang seorang pangeran kerajaan Celestia dan aku tuan putri kerajaan Dimeria, g aneh kan klo mereka anggap kita sebagai tunangan malahan itu lebih bagus buat nutupi identitas lamamu. Lagi pula apa aneh buat gandeng tangan pacarku sendiri?“ Jelasnya dengan percaya diri.


Ren :”Terserah saja, lagian aku g ingat nerimamu jadi pacar.”


Elsie :”G penting jawabmu, apapun pendapatmu tentangku akan ku buat kau jatuh hati padaku. Ngomong-ngomong gimna rencanamu buat event yang di bicarain Pak Rendi tadi?”


Ren :”King & Queen  itu? Mau gimana lagi walau itu event antar kelas kalau g ada yang mau ikut ya biar aku turun tangan sendiri seperti bias-“ Elsie menutup mulutku dengan jari telunjuknya dan menghentikan langkah kita berdua.


Elsie :”Sudah kubilang kau sekarang tidak sendirian, Aku ikut. Kita berdua sudah cukup buat dapatin kemenangan mutlak.”


Ku tarik jari telunjuknya menjauh dari bibirku dan berkata “Bukan gitu, sejak awal aku emang berniat minta bantuanmu tapi untuk event ini jadilah supportku biar aku yang lakuin semuanya, event ini akan di siarkan dan


disaksikan oleh semua orang di kerajaan Celestia, untuk menjadi Raja, kemenangan saja tidaklah cukup. Kalau hanya mencari kemenangan mereka takkan menyiarkan setiap event ke seisi kerajaan ini, menurutmu kenapa mereka melakukan siaran dan menciptakan proyek Akademi ini demi mencari penerus Raja? Kenapa tidak memakai system voting suara yang lebih cepat dan mudah?”


Dengan kecerdasan yang dimiliki Elsie ia tak membutuhkan waktu beberapa detik untuk menjawab pertanyaanku.

__ADS_1


Elsie :”Kepercayaan, Kemampuan dan kecerdasan.”


Ren :”Tepat, Jika kita memilih dengan system voting suara yang muncul hanya ada janji manis dan sampul luar mereka, namun jika dengan system Akademi yang senantiasa disiarkan kesetiap sudut kerajaan ini mereka mereka bisa melihat dan menilai setiap orang dengan akurat luar dan juga dalamnya. Rakyat hanya mengikuti pemimpin yang kuat, Cerdas dan Bijaksana, oleh karena itu ada event untuk menumbuhkan kepercayaan rakyat pada kita. Lalu coba bayangkan apa yang akan akan kita dapatkan jika menang dengan mengandalkan kekuatanmu saja?”


Elsie :”Mereka kehilangan kepercayaan padamu?”  Tebak Elsie dengan ragu-ragu


Ren :”Lebih buruk dari itu, pemimpin yang hanya mengandalkan kekuatan hanya akan menumbuhkan ketakutan pada rakyatnya tanpa kecerdasan dan kebijaksanaan kerajaan ini akan menjadi diktaktor dalam sekejap. Oleh karena itu aku ingin kau tak terlalu banyak ikut campur dalam event ini, biar kudapatkan kemenangan dengan kemampuanku. Akan ku tunjukkan pada semua orang kalau Seed bukanlah orang lemah yang selalu mereka rendahkan.” Ku genggam erat tangan Elsie dan menatapnya serius dengan tekad baja.


Elsie :”Begitu ya, cukup katakan saja apa yang bisa kulakukan akan langsung ku laksanakan, aku akan selalu di pihakmu.”


Berbeda dengan Event Last Standing kemarin, Event itu dilakukan untuk menyeleksi 100 orang terbaik diantara 1000 peserta namun kini bukan demi seleksi lagi namun perebutan ranking kelas, Top Class bukanlah kelas yang selalu dipuncak malahan faktanya setelah 1 bulan peresmian Akademi ini Top Class berada di urutan terakhir pada ranking kelas. Ranking kelas ditentukan oleh seberapa banyak poin kelas yang dimiliki, cara mendapatkan poin kelas masih menjadi misteri dan setiap minggu poin akan tiba-tiba di umumkan di papan ranking di wilayah pusat Akademi.


Karena Top Class yang jauh dari wilayah pusat jadi kita tak pernah memperhatikan ranking dan hanya fokus bertahan hidup ditengah hutan.


Untuk pertama kalinya aku dan Elsie menginjakkan kaki ke wilayah pusat Akademi untuk membicarakan tentang Event King & Queen besok, berhubung kita disana kita mengintip ranking kelas bulan ini.


Ranking Kelas Akademi Lotus,


1.Kelas C : 1,040 PK


2.Kelas A : 720 PK


3.Kelas B : 500 PK


4.Kelas D : 450 PK


5.Top Class : 10 PK


(Catatan : PK adalah Poin Kelas)


Ren :”Buset, Judulnya Top Class tpi klo kayak gini lebih kayak Bottom Class aja.”


Elsie :”Kalau enggk salah hadiah dari Event besok itu 100 PK dikali amggota kelas yang berpartisipasi kan? semisal kita menang pun g bakal naik ranking.”


Ren :”Poin itu g penting, yang penting hadiah yang satunya.” Jawabku dengan senyum licik saat memandang papan ranking.


Elsie :”Maksudmu hadiah utama? Katanya sih bakal ngabulin satu permintaan. Eh bentar kau enggk mikirin permintaan yang licik seperti mengambil seluruh Poin kelas lain kan?”


Ren :”Siapa yang tau.” Jawab cuekku setelah membalikkan badan berjalan ke kantor pusat mendiskusikan Event bersama para Ketua disetiap kelas yang ada.


***


Sampai disini dulu untup Chapter 15, jika suka silahkan like jika tidak silahkan komen, tapi klo suka dan mau komen gpp asal jgn spoiler takut pembaca lain yang intip komen kena spoiler. Segala macam bentuk kritik akan ditrima.


Buat yang udah komen, g mau komen, ataupun mau blom dapat hidayah dari tuhan buat komen ku ucapkan trima kasih udh baca cerita ini kalian luar biasa bisa bertahan sampai sini, sudah berapa banyak obat sakit kepala yang kalian habiskan buat sampai kesini?


Untuk kalian yang luar biasa ini saya ingin memperkenalkan novel yang g butuh obat sakit kepala untuk membacanya yang berjudul [Hei! Gadis berkacamata] Karya Putri Nilam Sari untuk gambaran nopel bisa di intip di bawah ini.


__ADS_1


__ADS_2