Terlemah Yang Tak Terkalahkan

Terlemah Yang Tak Terkalahkan
Chapter 22 : Pergerakan Misteltein


__ADS_3

Tenggelam dalam kesunyian bersama haluan angin hangat yang berlalu bercampur dedaunan yang beterbangan masuk melalui celah-celah lubang jendela yang tak lagi memiliki kaca. Pecahan-pecahan kaca dilantai memantulkan cahaya dan menerangi beberapa titik di sisi gelap tak terjangkau  oleh sang surya.


Suasana canggung yang sudah cukup lama mewarnai momen kami berdua berakhir dengan tak disangka.


“G-Game........batal......disa.......pergi!” terdengar suara telepati patah-patah membuat pesan yang disampaikan tak jelas.


Game? Ngomong apaan sih?


Terlalu lama terkurung dalam suasana canggung membuatku telat menyadarinya, ketika suara dari telepati itu terputus sepenuhnya kubuka lebar-lebar telingaku.


Hening.....


Hanya terdengar suara angin kecil, selain itu tak ada apapun. Saat kembali ke Aula dari kelas A walaupun tempat ini berantakan bagai reruntuhan bangungan terbengkalai yang setengah hancur namun masih ada beberapa tanda kehidupan, Kupu-kupu yang lalu lalang keluar masuk melewati jendela tanpa kaca, kicauan burung dari dahan pohon disamping aula, beberapa cicak yang merangkak di dinding-dinding retak.


Sangat berbeda dengan sekarang, hening..... bahkan terlalu hening...


Mataku melirik keberbagai sudut dan sisi mencari pusat kejanggalan yang ada hingga aku bertemu cicak dan juga


kupu-kupu yang tadinya bergerak bebas tapi sekarang terbaring di lantai. Elsie yang menyadari kejanggalan itu langsung menghilangkan tali dan juga borgol lalu bersiaga penuh. Sedangkan aku berjalan lurus ke arah cicak dan kupu-kupu itu, ku sentuh tak ada respon dan ternyata hewan-hewan itu sudah mati dengan tanpa luka sedikitpun di tubuh mereka seperti mati tanpa sebab.


Racun?


Ku angkat tanganku memanggil Elsie dan memberitaunya  setiap kejanggalan yang kusdari padanya.


“Racun?” ulangnya dari penjelasanku,


“Itu hanya hipotesa saja, aku sendiri juga belum yakin.” Jawabku padanya lalu memalingkan mata ke arah jasad 2 hewan kecil di lantai.


Tanpa bertanya lagi Elsie langsung mengeluarkan sebuah pisau bedah dari portalnya, sebuah gerakan gemulai nan elegan namun tak seindah tujuannya, pisau bedah itu seakan menari bersama jari-jemari Elsie dan membedah tubuh cicak dalam sekejap dan memeriksa organ dalamnya.


“Semuanya terlihat baik-baik saja.”  Gumamnya memeriksa satu persatu bagian.


Aku yang terkagum sekaligus takut akan kemampuannya membedah tubuh mengambil satu langkah mundur. Setelah beberapa detik Elsie selesai memeriksa setiap sudut tubuh hewan tersebut dan tak menemukan tanda-tanda kejanggalan terlihat jelas dari dirinya yang memiringkan sedikit kepalanya kebingungan.


“Jadi gim-“


*Jleb*


Elsie menancapkan pisau bedah ke lantai kayu menembus jasad cicak itu sampai mengeluarkan darah menggenang dan menempel ke pisau beda sampai terciprat beberapa tetes ke tangan dan wajah Elsie.


Kuurungkan niat bertanya dan mengambil satu lagi langkah mundur menghindari cipratan darah. Dengan berani Elsie melakukan tes langsung ke tubuhnya sendiri.


*Slurp*

__ADS_1


Ia menarik kembali pisau bedah dan menjilat darahnya.


Memejamkan mata berfokus dengan darah didalam mulutnya dan tiba-tiba membuka matanya berdiri sambil menyimpan kembali pisau bedahnya ke dalam portal.


“Tubuh luar dan juga organ fisik dalamnya tak ada luka, ini juga bukan racun karena darahnya tidak terasa pahit atau aneh. Dia mati tanpa sebab kupu-kupu itu pasti juga begitu. Namun tak hanya mereka berdua.” Elsie membalikkan badan menunjuk ke arah semua hewan yang tergeletak tak bergerak sama seperti cicak ini.


“Kekuatan Exceed?” tebakku,


“Aku tak pernah dengar ada kekuatan seperti ini, bahkan saat pertemuan 10 Exceed peringkat S di dunia tak ada satupun dari mereka yang punya kekuatan seperti ini. Ada yang gak beres.” Ujar Elsie kesal menggigit ujung kukunya berfikir keras.


Mendengar kata ‘tidak beres’ darinya membuatku teringat akan pesan tidak jelas dari pihak staff tadi. Kusadari berteori tanpa aksi takkan membuahkan hasil, akhirnya ku buka HP dan mengecheck keadaan Event ini dari daftar ranking game saat ini.


Ranking game King & Queen


1.Kelas D    : 1 mahkota


2.Top Class : 1 mahkota


Lah? Kemana perginya kelas lain? Kok g tertulis?


Setiap murid Akademi memiliki gelang yang mengikat tangan mereka yang pernah di dapat sejak pendaftaran, gelang yang tak bisa dilepas tanpa ijin orang tertentu itu berfungsi mengecek perkembangan murid dan juga kedaan mental maupun fisik seseorang.  Jika terjadi sesuatu pasti akan tertulis di log gelang.


Ku telusuri jejak log yang ada dari gelangku tak ada pemberitahuan sama sekali tentang keadaan peserta lain yang artinya mereka baik-baik saja tapi mereka hilang dalam ranking.


Di saat aku berfikir keras bersama Elsie tiba-tiba muncul seekor burung terbang masuk ke aula dengan bebas, perhatianku teralihkan melihatnya melambung ke langit-langit aula.


*Tap!*


atas itu jatuh ke atas tanganku. Tak bergerak, Tak bernafas, burung itu mati seketika tanpa sebab seperti hewan lainnya.


*Tap!*


Langkah keduanya bergerak dan kali ini Elsie ikut mendengarnya. Berbeda denganku responnya sangat cepatnya menarikku masuk ke dalam portal dan berpindah ke ujung Aula tempat terjauh dari pintu masuk.


Bayangan panjang terlihat dari luar pintu yang menyilaukan. Perhatian kami berdua tertuju pada bayangan serta suara langkah kakinya, tanpa ab-aba kita berdua langsung memasang kuda-kuda mengantisipasi serangan dadakan.


Sebuah benda kecil jatuh perlahan tepat di depan mataku.


Putih, lembut, kecil dan saat benda itu menyentuh tanganku ia meleleh menjadi air dingin. Tak berbahaya, ucap


diriku dalam hati dan menjadikan bayangan hitam prioritas utama. Satu persatu hingga cukup banyak benda itu turun dan kusadari.


Salju?

__ADS_1


Ku tatap langit dari celah lubang, di tengah musim panas kulihat salju turun memandang keluar jendela kutemukan


pohon-pohon dengan daun hijau lebat langsung layu seketika satu persatu.


“Dia datang!” seru Elsie menatap ke arah luar pintu melihat bayangan hitam itu mulai memasuki lantai Aula.


Ku kembalikan ke fokusanku pada pemilik bayangan itu dan saat ia menginjakkan kaki kedalam aula ku urungkan


langsung kuda-kudaku dan berjalan ke arahnya dengan santai.


“Apa keperluanmu datang kemari, Misteltein? Apa kau sudah mau menjawab pertanyaanku sebelumnya padamu?” Ucapku santai memperpendek jarak diantara kita berdua sementara Elsie masih bersiaga di tempatnya semula.


“.....” Tak ada jawaban dari balik topeng itu,


*Wusshhhh........Dak!*


Sebuah Peti mati besi seukuran tubuhku melesat dari belakang MIsteltein dan mendarat dengan posisi berdiri kokoh menengahi kita berdua. Setelah kemunculan peti itu muncul satu lagi bayangan besar yang tengah berlari masuk.


Ku sipitkan mata mencoba mengenali pemilik bayangan itu sampai akhirnya terlihat sepenuhnya,


“Si boneka beruang? Ngap-“


*Grab!*


Beruang itu langsung menggendongku lari menjauhi Misteltein membawaku kembali ke Elsie.


“Elsie! Kita harus pergi! Buka portalmu sejauh yang kau bisa!” Teriak Boneka beruang itu,


“Woi, teddy bear turunin gua! Non Peserta tidak boleh masuk area Event, lu mau kelas lu dapat pelanggaran?” protesku mencoba meloloskan diri dari atas bahunya,


“Semua Staff sudah mati di kantor pusat! Aku sendiri tak tau apa yang sedang terjadi tapi sekarang tak ada seorangpun yang mengurus tempat ini,  jadi kita harus pergi!” Jelasnya dengan panik tanpa mengurangi kecepatan kakinya,


*Bruak!*


Pintu peti mati itu seketika hancur karena dibuka paksa dari dalam, sepasang tangan muncul ke sisi peti dan menarik tubuhnya keluar. Untuk pertama kalinya kulihat dia bangun dari tidurnya,


“Biarkan ketua yang mengurus Misteltein pokoknya kita harus segera berkumpul dengan murid lainnya!” Perintah


beruang itu,


Dari kejauhan kulihat ketua kelas D berjalan dengan sempoyongan seperti zombie mendekati Misteltein.Tubuh kecil, kurus dan jalan sempoyongan membuatku tak yakin dia bisa mengatasi Misteltein dengan kekuatan dari masa depan, namun dari suara teddy bear ini ia sangat percaya kepada ketuanya.


**

__ADS_1


Bersambung - Thx udah membaca, nantikan update selanjutnya besok dengan jam yang g nentu. Btw otor mau promosiin novel bergenre romance, langsung check deskripsi dibawah aja ya...



__ADS_2