Terlemah Yang Tak Terkalahkan

Terlemah Yang Tak Terkalahkan
Chapter 21 : Suara hati Sang Sampah


__ADS_3

Deru angin membisikkan lantunan-lantunan penyejuk jiwa, mengusir lelah serta penenang hati. Aula olahraga yang bersih, rapi nan indah langsung berbubah menjadi seperti kandang ayam dari uang korupsi negara, udah kotor, atap berlubang, tembok retak, kaca pecah, jelek pula saking berantakan dan jeleknya bahkan jika di giveaway g ada yang mau nampung dan semua itu berhasil di raih oleh Elsie dan Roland dalam 5 menit.


Tanpa surat ijin, permisi ataupun salam, cahaya masuk melalui lubang ilegal di atap Aula yang dibuat Roland dan menerangi kami berdua yang sedang duduk di lantai saling bersandar punggung membelakangi satu sama lain. Suasana canggung tercipta dengan sempurna, tanpa kehadiran pusaka agung penghancur kecanggungan yang kadang di sebut jam dinding membuat keheningan ini menusuk-nusuk hati, jiwa dan mentalku disetiap detiknya.


Dengan wajah kalem b aja kusembunyikan keadaan mentalku yang ku pendam dalam hati yang tengah berteriak menahan siksaan cambuk keheningan, siksaan itu semakin sakit saat mengingat membuka obrolan sudah menjadi tanggung jawab cowo seperti yang di ukir di kamus besar kode cewe.


Ya tuhan, tanggung jawab cowo berat banget, tau gini dulu gua request lahirin jadi cewe aja sama Tuhan.


Dag-Dig-Dug,


kehebohan jantung yang bagai diskotik yang lagi ada promo membuatku semakin panik, dengan posisi saling bersandar punggung membelakangi satu sama lain membuat tubuh dan bayangan menyatu dengan jarak yang sangat dekat, begitu dekat bahkan anak semut yang masih umur 1 bulan lebih 9 hari 38 menit saja tak ada ruang lewat diantara kami berdua karena tak ada sedikitpun ruang yang tercipta dari punggung kami berdua.


Lelah milikku sudah berpamitan pergi sejak tadi namun keringat tiada henti menghujani wajah dan leherku berkat kepanikan. Punggung yang saling bersentuhan hingga dapat kurasakan kehangatannya dari balik jas hitam yang kupakai membuatku panik setengah mati.


Dag-Dig-Dug dentuman jantung yang seakan berusaha memperparah keadaan.


Membuka mata menatap Surya kupanjatkan doa pada yang Maha Kuasa,


Moga aja g kedengaran! Moga aja g kedengaran! Moga aja g kedengaran! Moga aja g kedengaran! Moga aja g kedengaran! Moga aja g kedengaran! Moga aja g kedengaran! Moga aja g kedengaran!


Semakin ku berusaha untuk menenangkannya semakin menjadi-jadi pula detakannya, ku hentikan doaku dan memberanikan diri meliriknya semampuku.


Rambut terbuai cahaya bersama tiupan angin lembut membuatnya melambai-lambai pelan diatas udara, rambut tipis nan panjang berwarna coklat manis menciptakan panorama utopia yang mereka sedbut dengan kecantikan. Memeluk lutut dan mengubur seluruh wajahnya kedalamnya membuatku semakin penasaran ekspresi seperti apa yang ia tampilkan dengan wajah cantiknya. Tak peduli seberapa keras ku memutar leher namun mataku tak dapat menangkap pemandangan yang terpapar berada dibelakang punggungku.


Pertama kalinya dalam hidupku aku iri dengan burung hantu yang bisa memutar kepalanya 360 derajat tanpa cidera, walaupun manusia sebenarnya juga memiliki kemampuan yang sama seperti burung hantu yakni memutar kepala 360 derajat tapi ku urungkan niatku karena kemampuan itu hanya bisa dilakukan sekali dalam seumur hidup.

__ADS_1


Di ujung batasan ada saat mengintip kebelakang aku melihat sesuatu yang membuatku menyesal telah mengintipnya.


Diantara lambaian rambutnya terlihat sekilas sebagian wajanya yang memerah.


Menyadarinya membuatku salting dan berhenti mengintipnya.Eentah mengapa wajahku terasa begitu panas dengan tiba-tiba, jantungku berdetak semakin kencang namun kali ini di penuhi rasa kebahagiaan, Senyuman tercipta dengan sendirinya dan tak bisa dihapuskan berapa kalipun ku mencoba.


Semua beban pikiran yang menghantuiku menghilang tanpa sisa, semua yang ada di otakku hanya di penuhi dengan gambaran wajah dan juga namanya. Tak perlu menanyakannya berkali-kali pada diri sendiri, perasaan ini, kebahagiaan ini, kenyamanan ini, kehangatan ini, tak salah lagi.


Walaupun dia muncul dengan tiba-tiba, menciumku dengan tiba-tiba, menyatakan perasaannya padaku dengan tiba-tiba, dia adalah gadis misterius yang tak bisa di tebak. Meninggalkan rumah dan kerajaannya hanya demi orang lemah sepertiku, Marah saat aku dihina, Tertawa saat aku senang,  Selalu ada setiap saat disisiku, dia yang menerima kelemahanku dan dia juga yang mengetahui sisi gelapku namun tak pernah melonggarkan jaraknya sama sekali padaku.


Terkadang dia memang menakutkan, dia yang tak ragu menusuk tanganku saat aku berniat meninggalkannya. 1 bulan sejak ia masuk kedalam hidupku namun siapa sangka dalam waktu sesingkat itu aku menyadari perasaanku.


Tak perlu membohongi diri sendiri. Senyuman lebar, perasaan yang dipenuhi rasa kebahagiaan, detakan jantung yang begitu kencang, wajah panas memerah, pikiran yang tak bisa lepas dari wajah dan namanya......


Ku akui, aku sudah jatuh cinta pada Elsie....


*Plak!*


Kutampar pipi kananku dengan keras hingga meninggalkan bekas warna merah merona. Aku pun menyadari betapa mengecewakannya diriku.


Aku adalah sampah terburuk yang pernah ada di dunia ini! Bagaimana bisa aku jatuh cinta pada 2 gadis...


Aku mencintai Artia namun disisi lain hatiku juga meneriakkan nama Elsie, Aku ingin melindungi Artia namun mataku tak bisa lepas dari wajah Elsie, Aku ingin membuat Artia bahagia namun kehadiran Elsie juga membuatku bahagia.


Jika ini berlanjut yang ada aku akan melukai perasaan salah satu atau bahkan mereka berdua, Aku harus menjauh dan memendam perasaan ini sedalam-dalamnya hingga mereka berdua bisa melupakanku.

__ADS_1


Dengan berat ku angkat tubuhku berdiri mencoba untuk mulai membuat jarak dengan Elsie tapi tiba-tiba tubuhku tak bisa diangkat berdiri. Saat ku lihat di perutku sudah ada tali yang mengikat tubuhku dengan Elsie.


Sejak kapan ada tali ini?


Tanpa memikirkan masalah sepele ku buang segala bentuk tebakan asal muasal tali itu dari otakku dan langsung memutuskan untuk melepaskan ikatannya menggunakan tangan kananku.


*Krek! Krek!*


Tangan kananku tak bisa di tarik seperti tertahan sesuatu, saat kulirik ternyata tanganku sudah diborgol menyatu dengan tangan kiri Elsie di belakangku.


“Jangan pergi, tetaplah disini.” Bisik kecil Elsie sambil memegang ujung lengan jasku dengan dua jarinya.


Suara lembut nan kecil yang berasal langsung dari hatinya membuat tubuhku meleleh tak berdaya namun aku sudah menetapkan diri untuk mengubur perasaan ini dalam-dalam dan menjauh darinya demi kebaikan semua orang.


Sekali lagi kutetapkan tekad dan menguatkan hati walaupun berat aku harus mulai menjauh darinya. Baru saja aku ingin menggerakkan tangan kiriku yang bebas itu untuk melepaskan borgol yang menahan tangan kananku Namun


tak butuh waktu 1 detik aku langsung menghapus niatan tersebut saat munculnya tangan kanan Elsie memegang pisau di atas punggung tangan kiriku dan bersiap menusuknya ketika bergerak sedikit saja.


“Jangan coba-coba.” Ancam Elsie


****


Bersambung - Terima kasih sudah membaca Chapter 21 : Suara Hati Sang Sampah, silahkan tinggalkan jejak ya, jika suka pencet like jika tidak tak ada paksaan, kritik dalam bentuk apapun sangat diterima oleh author.


Sambil menunggu update Otor mau kenalin novel [Romance] Lagi, entah kenapa kok bisa romance semua otor juga heran. kemarin genre CEO dan System, ada juga nopel yang bikin emosi, ada juga yang bikin sedih, dari berbagai bentuk rupa dan warna dunia romance tak pernah kehabisan dalam wujud kisah-kisah dengan ciri khasnya sendiri. Kali ini otor persembahkan novel dengan level pernikahan di balut realita yang berjudul [Pernikahan Terpaksa Tamara] Karya kk [Raf Sinary] silahkan check selengkapnya dibawah ini

__ADS_1



__ADS_2