
Setiap ambisi dan harapan selalu membutakan mata, mereka yang mendambakan harta akan dibutakan oleh keserakahan, mereka yang mendambakan cinta akan dibutakan oleh perasaan, begitu juga mereka yang mendambakan kekuatan akan dibutakan oleh ego.
Semakin tinggi kepuasan hati maka akan semakin mudah juga menghancurkannya.
Mereka yang mendapatkan harta akan kehilangan segalanya hanya dalam satu kesalahan kecil.
Mereka yang mendapatkan cinta akan hancur hanya dalam sekali pengkhianatan.
Mereka yang mendapatkan kekuatan akan hancur hanya karena egonya.
Seisi kelas berdiri mengepungku berdiri tanpa berbuat apapun, menjadi tembok mencegahku untuk lari, terlihat kepercayaan diri mereka yang sangat tinggi pada pemimpin mereka dan yakin akan kemenangan mutlak darinya.
Pemimpin melawan pemimpin, Top Class melawan Kelas A.
Sejujurnya aku sudah mempersiapkan mental dan strategi melawan 20 orang sekaligus, dengan perlakuan seperti ini mereka benar-benar meremehkanku dan itu membuatku sedikit kesal.
Disisi lain orang yang sedang kulawan sama sekali tak memberiku celah untuk menyerang, ia terus menghunuskan gergaji mesin yang tiada henti menghancurkan segala bangku dan kursi hanya sekali sentuh. Serpihan kayu beterbangan dari potongan meja dan kursi yang hancur, dikala ia terus menyerang ku lihat ia memakan salah satu serpihan kayu tersebut.
Terus berlari takkan menyelesaikan apapun dan hanya menguras tenaga dilain sisi aku masih belum menemukan cara untuk menyerangnya, dengan tubuh besi seperti itu pistolku dimatanya hanya sebuah mainan bayi yang tak bisa melukainya.
*Wusshhh*
Tebasan Horizontal yang mengarah keperutku memaksaku untuk melompat menjauh darinya, tepat sebelum kakiku menyentuh lantai terlihat senyuman lebar dari wajahnya bersamaan matanya yang bersinar terang berwarna putih neon, dari pengalamanku selama ini saat mata seorang Exceed bersinar itu tanda kekuatannya di aktifkan.
Kupikir serangan akan datang darinya dan dengan reflek ku silangkan kedua tanganku bersiap menahan serangannya dengan lenganku. Namun tebakanku salah....
*Dap!*
Sebuah papan kayu yang muncul dengan tiba-tiba menyentuh punggungku dan menghentikan lompatanku, sebelum ku bereaksi muncul beberapa papan kayu dari segala sisi berkumpul dan menyatu ke arahku. Saat kusadari papan kayu itu sudah menjadi sebuah peti mati yang dililit oleh besi dari luar bersama aku yang terperangkap di dalamnya.
*Blak!*
Peti mati itu mendarat berdiri tegak di hadapan semua orang, sementara aku yang hanya terkubur dalam kegelapan tanpa bisa melihat apapun di dalam kotak tanpa cahaya tersebut berusaha untuk keluar namun tak bisa karena ukurannya yang sangat kecil membuat tubuhku terkunci tak bisa bergerak.
Dengan posisi menyilangkan tangan di depan dada tanpa bisa bergerak aku mendengar suara langkah kaki mendekat di iringi suara getaran gergaji mesin.
*Tap!*
*Tap!*
*Dak!*
Sebuah tendangan menggetarkan peti mati dan membuatnya terbaring di lantai.
*Tap!*
*Tap!*
*Brak!*
Cahaya tiba-tiba muncul dari sebuah lubang yang tercipta bersama suara retakan kayu, tak lama kemudian sebuah lubang terbentuk dari kepalan tangannya yang memukul peti mati. Wajah kami saling bertemu dari balik lubang tersebut. Dengan arogan dia menatapku dengan remeh.
“Baiklah semua! Sedari dulu aku selalu ingin mencoba sulap yang sering kita lihat di TV saat masih kecil, dengan alat seadanya mari kita coba sulap memotong tubuh manusia dalam kotak, mari kita lihat apakah tubuhnya akan terpotong atau justru tidak?” Teriaknya menatap semua orang yang mengelilingi kami,
“WOOHHHHH, KETUA!!!!!!!” Sorakan meriah dari berbagai sisi terdengar begitu keras dan semangat,
*Sret!*
Dalam sekali tarikan gergaji mesin ditangannya kembali berputar dengan ganasnya,
__ADS_1
“Hadirin sekalian! Mari kita coba ketajaman alat ini sebagai permulaan.” Ujarnya memeriahkan suasana sambil mengangkat gergaji mesin ke atas diikuti sorakan yang semakin keras,
Satu persatu meja dan kursi dilemparkan ke arahnya dan langsung hancur seketika dalam sekali hunus, hujan yang tercipta dari potongan kayu berserakan di lantai menjadi keberhasilan tes ketajaman gergaji mesin tersebut yang sama sekali tak berkurang.
Dengan tenaga yang kupunya ku gerakkan tubuhku dengan keras mencoba mendobrak bagian sisi atas kotak, ia yang menyadari percobaanku melarikan diri langsung menatapku dengan wajah gembira.
“Hmm..... lihatlah siapa yang tengah ketakutan saat ini, imut nya.”
Matannya kembali bersinar warna putih neon,
*Criiiingggg!*
Sebuah rantai besar keluar dari telapak tangannya dan melemparkannya ke atas peti, dengan mata yang masih bersinar tangan yang sedang memegang udara tiba-tiba muncul sebuah pedang dan menancapkannya ke lantai bersama rantai yang menahan peti mati dan membuat menjadi mustahil untuk keluar dari kotak tersebut.
Tak diberi kesempatan, sorakan langsung menghentikan kerja otakku dengan kepanikan saat melihatnya mengangkat gergaji mesin itu kelangit dan mengahantamkannya bagian tengah kotak dari sisi kiri secara perlahan sambil menikmati kemeriahan kelasnya.
“Potong! Potong! Potong! Potong!” sorak mereka dengan kompak saat gergaji itu mulai mengikis sisi kiri kotak secara perlahan.
Dari dalam kotak tetesan keringat bercucuran saat melihat cahaya mulai masuk melalui lubang yang tercipta dari suara getaran gergaji.
*KRAK! KRAK!*
Semakin dalam gergaji itu masuk semakin besar ratakan muncul bersama pecahan peti yang menjadi jejaknya.
BERFIKIR!
BERFIKIR!!
BERFIKIR!!
*Dorr! Dorr! Dorr!*
Sebuah tembakan beruntun tiga kali dengan cepat melewati lubang yang tercipta dari jejak gergaji yang semakin dekat membuat pistolku kehabisan seluruh aminisinya.
10 cm,
9 cm,
8 cm,
Jarak semakin berkurang, suara berdengung semakin keras dalam telinga,
7 cm,
6 cm,
Udara perputaran gigi mesin itu mulai menyentuh kulitku dan mengiris lengan bajuku seperti memotong sebuah kertas,
“Hey, kau.” Panggil ku dengan santai ke arahnya, ketika mata kami bertemu ku balas ia dengan senyuman lebar meremehkan seperti yang ia berikan padaku beberapa menit sebelumnya, “Skakmat! Kau telah kalah!”
Kesal melihat wajahku ia langsung menutup lubang di atas wajahku dengan kekuatannya.
Suara gergaji berubah diikuti genangan dan percikan darah yang bercampur bersama potongan kayu,
“WUOHHHH!!!” Sorakan kemeriahan memenuhi ruangan bersama hujan darah yang muncul dari gergaji yang berubah menjadi kemerahan.
*BRUAK!*
Sebuah ledakan udara kuat muncul dan menghancurkan peti itu tanpa sisa, ketua kelas yang membawa gergaji itu terpental dan bergelantung di langit-langit kelas dengan pedang yang baru saja ia ciptakan dan di tancapkan ke atas.
__ADS_1
Peti, Rantai bersama pedang yang mengikatnya bertebaran ke seisi kelas. Dengan reflek dan kekuatan masing-masing orang tak ada seorangpun yang terluka dari ledakan itu.
Muncul bayangan dengan tangan kanan yang bergelantunga mengalirkan darah tanpa henti, bayangan itu berdiri dengan sempoyongan menekan kuat lengannya yang hampir terputus menggunakan tangan kirinya. Saat seluruh
asap telah pergi mereka semua dikagetkan bayangan tersebut bukanlah Ren, Melainkan Roland.
Di sisi lain, di Aula olahraga markas sementara Top Class,
“Terima kasih, Elsie.” Ujarku ke Elsie,
“Ajak aku nonton bioskop berdua dan kita impas.” Jawab Elsie dengan gembira,
Sebelum aku dikirim ke kelas A Elsie aku memberitau Elsie sebuah kode lewat suara tembakan. Jika aku keluarkan tembakan 2x secara beruntun itu berarti situasi berada di luar perhitungan, dan jika ku tembakkan 3x secara beruntun itu berarti waktunya mundur.
Mendengar kode 3x tembakan dariku Elsie langsung menarikku ke dalam Ruang Hampa miliknya dan menukarkan posisiku dengan Roland yang sedang ia hadapi.
“Deal.”
*Plok!*
Suara tepukan tangan yang tercipta dari 2 bayangan menggema
dalam aula dengan senyuman yang terlukis di masing-masing wajah.
Kondisi Event :
[Sisa waktu Event King & Queen : 25 menit]
Poin game saat ini :
1.Kelas D : 2 Mahkota
2.Kelas C : 1 Mahkota
3.Top Class : 1 Mahkota
4. Kelas A : 0 Mahkota
5. Kelas B : 0 Mahkota
Informasi karakter :
[Nama Roland]
[Kasta : Exceed – tingkat S]
[Kekuatan : Daya Magnet, ia bisa merubah semua objek menjadi seperti magnet dan bisa menarik ataupun mendorong tanpa menyentuhnya dengan merubah kutubnya]
Penjelasan :
*Cara Roland menghancurkan peti, ia menjadi dirinya magnet dan juga peti itu lalu merubah keduanya menjadi kutub yang berlawanan hingga menciptakan daya penolakan kuat dan menghancurkan peti dalam sekejap, semakin
dekat jarak semakin kuat daya penolakan.
*Cara Roland berpindah tempat cepat dari kelas ke A ke Aula olahraga, ia menyandarkan tubuhnya ke tembok lalu merubah tubuh dan juga tembok belakangnya menjadi magnet kemudian merubahnya menjadi kutub yang berlawanan, karena jaraknya sangat dekat dengan tembok energi tolakan menjadi sangat kuat dan bisa mendorong tubuhnya melesat kedepan lebih cepat dari peluru.
***
Bersambung - Tak luput ucapan makasih sudah membaca novel ini, setiap kata dan kalimat yang tercipta menjadi bermakna berkat kehadiran kalian, semoga terhibur dan tak kapok untuk menyimak chapter selanjutnya. Cinta bertepuk sebalah tangan jadi g ada artinya, harta tanpa kegunaan menjadi percuma, tahta tanpa tujuan ambisi menjadi sia-sia, novel tanpa pembaca takkan menjadi apa-apa. Sampa ketemu di chapter selanjutnya.
__ADS_1
Eh bentar-bentar, Otor mo mengatakan sesuatu teruntuk kalian yang berkubu genre [CEO] dan kubu [System] yang tengah berdebat ataupun terpisahkan, mari sucikan diri, bersihkan hati saling bergandengan tangan menyambut nopel pemersatu kubu. Perpecahan? perdebatan? Genre terbaik? CEO atau System? NO! NO! NO! Kenapa harus memilih salah satu kalo bisa keduanya? nopel berjudul [CEO Playboy Terjerat Nona Hacker] Karya kk [CovieVy] silahkan disimak dibawah ini nopel yang bergenre CEO, System dan tak luput genre utamanya yakni Romance!