
“Hey...” Panggilku sambil memandang sebuah kunci berwarna hitam pekat dari Elsie dan juga sebuah cincin pemberian dari Kak Rendi dan Kak Paula.
“Kenapa?” Jawab gadis itu tanpa memalingkan wajahnya dari makhluk bertubuh hitam seperti bayangan yang terus tumbuh semakin besar dari menyerap nyawa hewan serta tumbuhan disekitarnya.
“Maaf.” Ucapku yang sedang duduk disampingnya,
Diterpa udara dingin duduk diatas menara cahaya yang ia ciptakan kita berdua hanya bisa mengawasi sang ‘Dewa’ untuk tidak sampai keluar dari tembok cahaya berbentuk pentagon mengelilingi seluruh wilayah kerajaan Celestia yang dipasang Aktifia.
“Maaf untuk apa?” jawabnya santai,
Exceed memiliki sebuah energi untuk memakai kekuatannya, semakin besar kekuatan yang dikeluarkan akan semakin besar energi yang dikerahkan. Namun walaupun sudah menggunakan kekuatan skala besar dia sama sekali tak terlihat kelelahan, dengan kekuatan sebesar ini dia menyatakan kalau Elsie adalah Exceed terkuat diantara 10 orang kelas S didunia. Dan orang terkuat itu memilih untuk mengorbankan nyawanya untuk mengalahkan sang ‘Dewa’, semenakutkan itukah kekuatan ‘Dewa’ itu sampai Elsie membuat keputusan seperti itu?
“Sudah menghancurkan kerajaan milik ayahmu.”
Ia berdiri dan meregangkan tubuhnya, “Aku heran kok bisa adikku bisa suka denganmu, kau orang yang aneh berkata seakan-akan semua ini tanggung jawabmu saja.” Jawabnya terheran sambil menatapku.
“Jika aku mengatakan kalau ini semua memang tanggung jawab dan kesalahanku apa aku masih terlihat seperti orang aneh yang kau pikirkan?”
Ia terdiam dan mengkerutkan dahinya menjadi serius. Selagi pandangannya tertuju padaku kumasukkan kunci hitam Elsie ke saku bajuku bersama cincinnya lalu menunjuk ke arah ‘Dewa’.
“Namanya terdaftar sebagai Misteltein, ketua Osis Akademi Lotus, tapi itu hanya topeng. Nama aslinya adalah Asterit Diona, lucu kan? namanya dan namaku bisa sama, kau pikir itu sebuah kebetulan? Kuharap juga begitu tapi faktanya kita adalah orang yang sama, dia adalah orang yang datang dari masa depan.” Ku tarik kembali tanganku dan mulai memakai sarung tangan kembali,
Tak terdengar suara apapun darinya. Kesunyian tercipta dengan sendirinya, langit pagi cerah menyilaukan perlahan menjadi gelap.
__ADS_1
“Kalau begitu semua jadi masuk akal kenapa kau masih disini.”
“Maksudnya? Tanyaku bingung dan kaget langsung menatapnya,
“Aku sudah sangat yakin aku memindahkan semua orang ke Dimeria namun hanya kau yang tidak terpindahkan lebih tepatnya tak bisa dipindahkan karena kemampuan pemindahan ini hanya berefek pada orang yang kemampuannya dibawahku. Tubuhmu itu sangat kontradiksi, tubuhmu jelas-jelas tubuh seorang Seed tak ada tanda-tanda memiliki kemampuan apapun tapi dilain sisi tubuhmu itu memiliki aura energi Exceed yang jauh lebih besar dariku. Seakan-akan jiwamu itu tak menyerupai tubuhmu. Jika yang kau katakan sebelumnya itu benar maka
semua menjadi masuk akal.”
Sebelum kubertanya lebih jauh kutatap dirinya yang melihat kearah langit dan memotongku berbicara.
“Sudah saatnya.” Ucap Aktifia menatap langit yang sudah menjadi gelap gulita bagai malam hari walaupun jam masih menunjukkan tengah hari. Disaat aku terkagum bercampur heran menatap langit Aktifia langsung lompat dari menara menuju ke arah sang ‘Dewa’ yang ukurannya sudah setinggi 20 meter.
Sebelum mencapai tanah tubuhnya bersinar terang di dalam kegelapan dan menarik perhatian sang ‘Dewa’, ketika cahaya itu memudar tubuh Aktifia sudah dilengkapi armor yang terbuat dari cahaya bersama sayap cahaya di punggungnya ia terbang melesat ke arahnya tanpa ragu.
Dalam sekejap makhluk itu bagai binatang buas yang terjerat puluhan rantai disetiap tubuhnya yang membuatnya tak lagi bisa bergerak ataupun menyerang. Setelah persiapan sudah selesai Aktifia melesat cepat kearahku dan membawaku terbang menjauh keluar dari zona pentagon miliknya.
Dengan kecepatan yang luar biasa cepat hingga membuat kedua telingaku dibuat tuli oleh suara udara kulihat ke langit, di tengah-tengah kegelapan langit muncul satu titik bercahaya sangat terang yang semakin besar dan besar. Bagai sebuah meteor, cahaya itu melesat jatuh ke bawah menyilaukan dunia yang sangat gelap.
Saat bentuknya mulai terlihat aku jadi menyadari kenapa mereka menyebutnya ‘Tombak Surgawi’. Pesis seperti namanya, Cahaya berbentuk tombak sebesar gunung itu melesat jatuh dari galaxy ke arah tanda pentagon yang
di buat oleh Aktifia. Dunia yang tertelan kegelapan malam hari seakan menjadi siang hari karena besar dan terangnya tombak tersebut. Walaupun sudah keluar dari wilayah kerajaan Celestia, Aktifia sama sekali tak mengurangi kecepatannya dan terus melesat semakin cepat untuk menjauh sejauh yang ia bisa.
Tombak itu semakin dekat mencapai tanah dan mengeluarkan suara nyaring yang terus terdengar seberapapun jauh jarak yang kita berdua buat. Semakin dekat tombak itu semakin nyaring bunyi yang ia keluarkan bagai sebuah alarm. Kututup kedua telingaku dengan tanganku sekuat tenaga mencegah suara nyaring itu menghancurkan gendang telingaku.
__ADS_1
Sebuah tetes demi tetes mengenai rambut dan wajahku, saat kulihat tetesan itu ternyata adalah darah, ku ikuti arah asal darah itu berasal dan menemukan berasal dari kedua telinga milik Aktifia yang terus mengeluarkan darah tanpa henti. Kedua gendang telinganya hancur karena bunyi nyaring tombak tersebut, ia tak bisa menutup telinganya dengan kedua tangannya yang sedang disibukkan membawaku.
Aku hanya terdiam merasa sangat bersalah sudah membebaninya, karena diriku ia sampai mengorbankan pendengarannya.
*Doom!*
Sebuah ledakan dahsyat hingga menggetarkan tanah diikuti gelombang udara yang kuat menghenpaskan semua benda disekitarnya hingga tak menyisahkan apapun. Di waktu yang sama saat ledakan itu terdengar seisi dunia
seakan tertelan cahaya, semua hanya terlihat berwarna putih polos sangat menyilaukan walaupun kupejamkan mata sekuat apapun tetap terlihat sangat terang.
Laut, Tanah, Udara dan Suara semua bergetar hebat dalam satu serangan. Gelombang udara menghempaskan kita berdua melambung tanpa arah diudara, tanpa bisa menggunakan mata ataupun telinga tak ada cahaya untuk mengetahui posisi kami, disaat kami hendak dibanting ke tanah oleh gelombang kejut ledakan Aktifia langsung mengerahkan kekuatannya membungkus tubuh kita berdua dengan bola cahaya.
Ledakan itu berlangsung selama 5 detik, menghilangkan semua indra dalam sesaat bahkan membunuh para hewan hanya dari suaranya. Setelah terhempas kemana-mana suara ledakan semakin mengecil berserta cahayanya juga.
Saat kubuka mataku kutemukan diriku berada di dalam bola cahaya bersama Aktifia yang terluka berat karena melindungiku.
***
Bersambung, thx udah terus mengikuti hingga disini semuanya. Tak terasa kurang beberapa chapter lagi novel seri ini mencapai ending, setelah novel ini tamat akan muncul Ex Chapter yang dimana isinya kesimpulan dan membongkar segala misteri yang ada. Teruntuk yang masih bingung Ex Chapter pun akan disiapkan.
Ok, menunggu update lanjutan otor mau promo novel milik kk [Anda] yang berjudul [Nona Muda dihamili Pelayan] untuk selebihnya silahkan simak dibawah ini,
__ADS_1