
Di dalam kelas bobrok kita semua berkumpul mengisi setiap kursi yang kosong begitu juga dengan si murid baru. Namun demi keselamatan semua orang Artia di suruh duduk di pojok paling belakang sebelah kiri sedangkan Elsie di pindahkan di pojok terdepan sebelah kanan dan aku yang duduk di barisan tengah menengahi mereka berdua.
Setelah situasi sudah tenang terkendali, Walaupun semua orang cukup terkejut walau kekuatan Elsie sudah di segel dengan kalung khusus dia masih bisa menggunakan kekuatannya dan mengeluarkan pedang dari lubang hitam yang ia ciptakan. Kini Elsie sudah menyimpan pedangnya dan juga Artia yang menjauh darinya bersama aku yang menjadi pengawas mereka berdua akhirnya Pak Rendi bisa bicara.
Pertama kalinya dalam sebelum sejak terbentuknya kelas ini akhirnya Pak Rendi bicara didepan kelas layaknya seorang guru pada umumnya, karena sebelumnya ia hanya jadi pengirim pasokan bansos ini adalah debut pertamanya sebagai guru dengan memberi taukan sebuah pengumuman.
“Pak! Garam abis!” Teriak Diego setelah mengangkat tangannya,
Pak Rendi hanya memandang Diego sebentar lalu memalingkan wajahnya membuka topik baru tanpa membalas ucapan Diego, “Walau telat sebulan perkenalkan saya Rendi wali kelas kalian, saya adalah pengajar sekaligus pengawas kalian, jika kalian butuh apa-apa silahkan bertanya pada bapak. Ada pertanyaan?”
Lagi-lagi Diego mengangkat tangannya dan kali ini dipersilahkan oleh pak Rendi,
“Pak! Garam abis! Apa pasokannya bisa dikirim hari ini?” Diego mengucapkan laporan yang sama dengan nada yang sama juga seperti sebelumnya,
Seakan mendengarkan sepenuh hati dengan mata tertutup dan mengangguk-angguk setelah selesainya Diego berbicara ia membuka kedua matanya dan menatap ke arah semua orang lalu melirik ke arah Diego memberikan jempol.
“Pertanyaan bagus, Diana!”
“Namaku, Diego pak.” Saut Diego namun tak dihiraukan Pak Rendi yang terus melanjutkan kalimatnya.
“Terima kasih buat pertanyaannya, Dalia. Jadi alasan bapak menjadi guru ya? Bapak pernah punya adik yang pesimis, penakut dan cenggeng tapi walau begitu tiba-tiba dia berkata ingin menjadi guru dengan ekspresi penuh semangat, namun sayangnya kini dia sudah tidak ada. Kalian pernah dengarkan insiden terorisme tahun lalu? Seperti yang diberitakan puluhan murid tewas setelah ledakan bom di sekolahnya dan salah satu korban yang tewas itu adalah adik bapak yaitu Diona. Dengan keadaan tubuh yang terbelah-belah karena tertimpa puing-puing, Setelah itu Bapak bertekad untuk melanjutnya cita-citanya agar dia tenang di surga sana.” Cerita Pak Rendi dengan mata berkaca-kaca.
Sementara itu gumam kecil Diego sambil kebingungan “Perasaan tadi aku nanyain bansos, napa bisa gini?”
Terdengar beberapa orang ikut menangis mendengar kisah menyedihkan yang dialami Pak Rendi, entah mana yang pura-pura menangis biar ceritanya lama dan g ada pelajaran atau nangis beneran karena sedih aku sama sekali g bisa di bedain.
Diantara suara tangisan itu ternyata Artia juga termasuk, dia menahan suara tangisannya dengan sekuat tenaga namun dapat kulihat air matanya yang terus menetes ke mejanya.
Diona sudah mati, dia sudah tak ada lagi di dunia ini. Itulah perjanjian ku dengan sang Raja, Untuk melindungi semua orang yang kusayang aku harus terjun ke dunia gelap dan disaat aku pergi kesana takkan ada jalan untuk kembali, hari-hari pertumpahan darah akan terus berlanjut, jika aku terjun kesana sebagai Dion maka semua orang yang mengenalku akan ikut terseret dalam bahaya. Hanya ini satu-satunya cara untuk melindungi semua orang, yakni dengan pergi dari kehidupan mereka dan menjauhkan segala bahaya yang mendatangi mereka.
Walau sangat berat membiarkan semua orang yang kulindungi menanggung kesedihan namun hal itu perlu dilakukan untuk terus maju.
Di saat ku sedang memperkuat tekadku kembali demi misi yang kujalani tiba-tiba Elsie buka mulut dengan entengnya,
“Dion mati? Bukannya-“
__ADS_1
*Brak!*
Ku pukul keras mejaku nomor 2 sampai hancur lagi lalu menganggkat tangan sambil berteriak “PAK IJIN KE TOILET!” Dengan terheran bercampur kaget Pak Rendi mengangguk kecil, seisi kelas menatapku namun tak kuhiraukan dan berjalan menuju pintu sambil menyeret Elsie keluar, “Ikut aku!”
Kami berdua meninggalkan kelas bersama,
Pak Rendi :”Pergi ke toilet kok ngajak cwe?” gumam herannya dengan curiga,
Sementara itu di depan Toilet,
Ku putar kepalaku melihat sekitar, tak ada seorangpun. Setelah yakin tak ada orang yang mengikuti ku tatap Elsie secara langsung mata ke mata. Wajahnya terlihat sangat tenang lalu tiba-tiba mulai melepas kancing seragamnya dari atas.
Ren :”OIT!!! STOP!!!! Ngapain lu?” Ku genggam tangannya dengan panik,
Elsie :”Biar enggk kotor nanti seragamnya.” Jawabnya tenang menatapku,
Ren :”Mau ngapain? Gua cuma mau ngomong doang kesini!”
Elsie :”Oh.” Jawabnya dengan kesal,
Ren :”El, kau tadi mau bilang klo Dion masih hidup ya?”
Elsie :”Kenyataannya memang gitukan, Lagian aku juga baru tau kalau nama kmu berubah jadi Celestia Ren.”
Ren :”Ceritanya panjang, menurut pandangan semua orang Dion sudah mati akibat aksi terorisme tahun lalu disekolahku, (Kalau dipikir-pikir sebenarnya siapa yang menyerang sekolahku waktu itu? Aku tidak ingat sama
sekali)”
Ku genggam kedua tangan Elsie dan menyatukannya menjadi satu.
Ren :”Oleh karena itu, tolong jaga rahasia ini dari siapapun. Ada misi yang harus kuselesaikan.” Ku tundukkan kepala memohon pada Elsie,
Elsie :”Siapa saja yang tau rahasia itu?”
Ren :”Hanya sang Raja dan si tangan kanannya.”
__ADS_1
Elsie :”Bagaimana dengan gadis itu?”
Ku angkat kepalaku menatap Elsie dengan bingung.
Ren :”Gadis itu?” ulangku lagi sambil mencoba memahami yang dimaksud Elsie.
Tiba-tiba Elsie menghela nafas panjang lalu dan akhirnya menatapku sambil memperjelas pertanyaannya, “Artia, Apa gadis itu tau juga.”
Ren :”Tidak, Artia bahkan tidak mengetahuinya. Jika bisa dia tidak boleh sampai tau.”
Elsie langsung menarik kedua tangannya kembali lalu meregangkan tubuhnya sambil menjauh dariku,
Elsie :”Aku akan tutup mulut, dengan satu syarat.” Sebelum ku tanyatakan syarat itu Elsie yang membelakangiku memutar sedikit tubuhnya dan melirikku, “Jadikan aku satu-satunya, sekutumu.”
Tak ada salahnya mempunyai orang yang bisa ku sebut sekutu atau orang yang berada dipihakku. Sudah lama, sangat lama sekali ku menapaki jalan hidup sebagai bahan tawaan semua orang sejak menyatakan perang terhadap Exceed itu, sudah sangat lama aku berjalan seorang diri menanti adanya orang yang memihakku sampai akhirnya aku berhenti berharap.
Tak kusangka, ternyata hari dimana datangnya orang yang memihakku, menemaniku menapaki jalan menjadi bawah tawaan ini, ternyata ada.
Sungguh penantian yang sangat panjang.
Ku usap kedua mataku yang mulai berkaca-kaca dan langsung menuju ke kelas dengan senyuman kecil dan dikuti Elsie disampingku.
Sesampainya dikelas dengan leganya aku duduk dan tiba-tiba Pak Rendi mendatangiku memberikan ucapan selamat.
Pak Rendi :”Selamat Ren, sudah menjadi ketua kelas.” Pak Rendi menarik tanganku untuk berjabat tangan,
Dengan wajah kebingungan tanpa tau konteks apapun seisi kelas memberikan tepuk tangan dan ucapan selamat, saat ku tatap Diego ia justru menunjuk ke arah papan tulis yang di isi dengan voting penghitungan suara yang 100% masuk ke namaku.
Kelas anj*** emng. Baru juga ditinggal bentaran udah maen lempar tanggung jawab aja.
****
Selagi nunggu Chapter selanjutnya author ada rekomendasi lagi novel genre romansa berjudul [Ratu Dominan Menikahi CEO Cacat] yang ditulis oleh Ay Nissa, yang kepo nih ada sedikit bocoran kisahnya.
Ayreen Anatasya A'Morra harus kembali dari masa pelatihannya setelah dipanggil sang kakek. Ayree mendapati sang kakek telah terbujur kaku dengan memegang liontin ruby dengan ukiran rumit dan sebuah surat wasiat. Surat wasiat yang berisikan perintah bahwa Ayreen diminta untuk menerima perjodohan yang sudah dibuat sang kakek dengan sahabatnya. Orang tua Ayreen meninggal ketika dia berusia satu bulan. Bayi yang masih polos harus menerima kenyataan pahit itu. Tetapi ada misteri dibalik kematian orang tuanya. Ayreen tumbuh menjadi gadis luar biasa menjadi ratu yang sangat mendominasi. Keano Nataniel Wicaksana, tinggi 182cm.Memiliki temperamen luar biasa. Pria cacat yang harus duduk di korsi roda diakibatkan kecelakaan yang menimpanya.Tuan muda keluarga besar, salah satu dari 5 keluarga besar. Dia adalah pengusaha dunia bisnis dan tertampan namun misterius. Bagaimana bila sang ratu dominan disandingkan dengan Keano? Akankah Ayreen bisa menjalankan perannya dengan baik sesuai wasiat sang kakek?
__ADS_1