Terlemah Yang Tak Terkalahkan

Terlemah Yang Tak Terkalahkan
Chapter 13 : Rapat Darurat pertama Top Class


__ADS_3

Hari dimana semua berulang kembali, momok yang ditakuti semua makhluk bumi, tak ada yang bisa menghentikannya ataupun menghindarinya, waktu akan terus memaksakan pertemuan kita baik suka maupun tidak tanpa diberi pilihan untuk menolak, sebagian orang menyebutnya hari terukutuk namun ditempat kami, kami menyebutnya senin keramat.


Pada hari itu kami dihadapkan dengan situasi yang tak pernah kita bayangkan, terror yang hanya muncul dalam dongeng sebelum tidur, sebuah mitos yang tak pernah mereka rasakan secara langsung bagi para sultan tajir mampus, namun berbeda denganku yang tau kejadian ini cepat atau lambat akan terjadi seperti yang selalu ku alami di tempat kelahiranku di zona Seed. Bagi mereka yang hidup di kasta atas takkan pernah menyangka mitos itu ternyata benar adanya.


Kami semua berkumpul di dapur dengan berbagai ekspresi yang berbeda, kaget, putus asa, menangis dan juga takut. Bahkan diriku sendiri yang sudah sering melihat hal tersebut dibuat tercengang dan tak percaya hingga


berkali-kali mencoba untuk menolak realita tersebut.


Dulu dia yang menjadi teman sekelas kami kini telah berubah menjadi bongkahan mayat di dapur, dengan tubuh dan juga kepala yang terpisah membuat seisi lantai dapur dipenuhi darah.


Salah satu Adelia yang baru bangun mendengar kabar mengerikan itu langsung berlari menuju tempat lokasi kami untuk memeriksa dengan mata kepalanya sendiri, tubuh kecil mungilnya berlari dengan cepat dan gesit menerobos gerombolan orang yang tercipta dari kami, Saat Adelia sudah berhasil berdiri dibagian terdepan ia di jatuhkan dalam keputus asaan yang sama kita rasakan.


Berbeda dengan kami, mental Adelia tak sekuat dan sedewasa seperti kami, ia langsung tersungkur dan menangis ketika dihadapkan disituasi seperti ini. Kami yang tak bisa melakukan apapun untuk mengatasi insiden tersebut hanya bisa menghiburnya selagi memperkuat mental kami.


“Sabar aja, del. Pasti kita bakal dapat solusinya.” Ucapku dengan merendahkan tubuh mengusap-usap punggung mungilnya.


“Tapi gimana caranya.” Saut salah satu orang dibelakangku dengan nada kecil.


Aku sendiri juga tak punya solusi yang tepat untuk situasi seperti ini, walau mencoba untuk menghibur Adelia dengan kata-kata manis dan juga janji yang terdengar meyakinkan namun kenyataannya hal ini sangat berdampak kuat terutama untukku.


“Eh ngomong-ngomong Apollo enaknya diapain kali ini?” Saut Diego orang yang cukup dekat dengan Apollo mencoba merubah topik dan memperbaiki suasana namun tak berhasil.


“Goblok! Ngapain malah bahas hal yang g penting, fokus buat mikirin solusi masalah yang ada dulu, Diego!” Diego langsung mendapatkan ceramahan panjang dari semua orang.


Benar.... Hari ini, Hari senin keramat, Top Class sedang dihadapkan dengan masalah yang serius di dapur. Hal yang tak bisa kita selesaikan walaupun sudah bersatu mencari solusi, ini bukanlah masalah remeh seperti kematian Apollo namun ini jauh lebih kritis yakni stok garam dapur kami sudah habis tak tersisa.


Tak ada laut, tak ada pasar ataupun toko yang menjual garam kalaupun ada kita semua tak memiliki sepeserpun uang dikantong kami untuk membeli. Bagi pemakan kentang rebus bertabur garam ini adalah masalah yang cukup serius, dan bagi  mereka yang hidup di bangsawan yang hidup serba berkecukupan dan tak pernah mendengar kata ‘kehabisan’ atau ‘kekurangan’ dalam hidupnya, insiden ini sangatlah memukul mental mereka.


Sesaat pikiran kami mulai tenang ku alihkan semua orang ke kelas dan mengadakan rapat darurat, ini adalah pertama kalinya aku memimpin dan juga pertama kalinya diperbolehkan memimpin walaupun ujaran kebencian masih terasa dari mereka semua padaku.


Semua orang telah duduk di tempat masing-masing,


“Semua dah datang?” Absenku dari depan papan tulis lalu salah satu orang mengangkat tangannya,

__ADS_1


“1 orang g hadir!” Ucap Diego,


“Siapa?”


“Apollo! Dia meninggal lagi!”


“Kebiasaan, yaudah tinggalin aja dia, kita langsung mulai rapat daruratnya tanpa dia.”


Kematian Apollo bukanlah hal yang baru, dia berasal dari keluarga phoenix yang normalnya keluarga itu memiliki kemapuan spesial bisa menyembuhkan luka dirinya sendiri dengan instan namun entah mengapa hanya Apollo yang terlahir dengan kemampuan yang berbeda, ia tak bisa menyembuhkan lukanya seperti sadara saudarinya namun ia menjadi makhluk abadi yang setiap dia mati tubuhnya akan pulih kembali ke kondisi primanya.


Kubalikkan badan dan menulis pokok pembahasan rapat kali ini di papan tulis,


*DAK!*


Pukulku ke papan tulis bertuliskan ‘Cara mendapatkan garam!’ itu agar mendapatkan perhatian semua orang yang tengah menundukkan kepala tak seakan tak memiliki harapan.


“ANGKAT KEPALA KALIAN! PERTARUNGAN AKAN BERAKHIR JIKA KALIAN MENYERAH JIKA SELAMA KITA BELUM MENYERAH PERTARUNGAN INI AKAN TERUS BERLANJUT SAMPAI KITA MENANG!”


“Pertama-tama, aku mau tanya dari mana kita mendapatkan persediaan garam selama ini DAN APA ITU JAWABANNYA LETNAN DIEGO?!” Bentakku dan menunjuk jari ke arah Diego.


“Ba-Bansos?”


“GOB- eh bentar, ya g salah sih tapi kok penyebutanmu bikin kesel yak?” ku putar kepalaku mencoba mencari bahasa yang terdengar lebih keren, “Ok, mari kita sebut saja supply atau pasokan bulanan kita. Pertanyaannya


kapan pasokan selanjutnya tiba?”


“Jika perhitunganku benar sekitar 1 minggu pasukannya akan tiba.” Saut Adelia dengan perhitungan sempurnanya di tempat yang tak punya tanggalan ataupun jam.


“Bertahan satu minggu kah.” Gumam kecilku sambil menggigit kuku lalu menggelengkan kepala, “Enggk! Enggk bisa, satu minggu terlalu lama aku ragu kita bisa bertahan selama itu, kita harus menghubungi wali kelas kita biar dikirimi pasokan lebihh cepat dari jadwal karena darurat!” usulku namun di patahkan oleh Elsie,


“Bagaiman caranya? Disini g ada sinyal, alat elektronik ataupun kendaraan. Jalan kaki jelas beresiko tinggi, aku bisa aja ke kantor pusat dalam sekejap jika kalung yang menyegel kekuatanku ini di lepas.” Usulnya Dimeria Elsie dengan santainya.


“Itu bukan solusi, Elsie. Lepasin kalung lu itu bisa bikin masalah baru muncul.” Jawabku ke Elsie lalu memutar kepala dan menatap ke arah semua orang, “Ada usulan lain enggk biar bisa ketemu sama Pak Rendi?”

__ADS_1


*Greeekkk!*


Suara pintu geser dan diikuti suara,


“Ada yang memanggilku?” tanya Pak Rendi yang tiba-tiba muncul dari balik pintu bersama gadis misterius yang memakai jubang dan topeng dibelakangnya.


Sebelum kami semua bereaksi atas kedatangan Pak Rendi yang begitu tak terduga itu ia berbicara,


“Aku mau ngantar murid rekomendasi dari pu-“  Kalimat Pak Rendi terhenti saat ujung bilah pedang berada di depannya,


Jika reflek kami terlambat sedetik saja kepala gadis di belakang Pak Rendi pasti sudah terpisah dari tubuhnya, dibutuhkan kekuatan 5 orang untuk menghentikan gerakan dari Elsie yang mendadak menggila ingin memenggal kepala gadis itu seakan dia mengenal identitas aslinya dari sekali tatap.


Pada awalnya aku bertanya-tanya pada diriku kenapa Elsie bisa menjadi segila ini dalam sekejap, namun jawaban itu muncul dengan sendirinya.


Berkat reflek kami semua yang serentak menghentikan gerakan Elsie terciptanya sebuah gelombang angin yang cukup kuat hingga membuka hoodie jubah gadis itu dan memperlihatkan sebuah rambut panjang berwarna ungu cerah dan cantik bagai batu amethys.


Hanya dengan satu petunjuk itu aku sudah mengetahui identitasnya,


“Artia?” Gumamku terkejut


***


Bersambung - danke guys! jika ada yang tidak dimengerti bisa coret coret di kolom komentar maklum sedang menghindari strike rule. Jika pertanyaan biasa akan ku jawab langsung tpi jika pertanyaan kritis mengenai arti suatu kata diharapkan via pc aj, makasih semuanya....


Bai de wei, chapter kali ini disponsori oleh novel bergenre [romance] buat abang, eneng, kakak, adek, ibu, bapak sampai nenek dan kakeh yang ingin tercebur kedalam dunia percintaan masa mudanya. Tidak rasis atau tak meninggalkan golongan buat kalian yang belum pernah merasakan momen cinta ini bisa jadi pilihan sempoa bagi kalian untuk merasakan sensasinya.


penulisan rapi dicampur pembawaan tenang tak lupa dimasukkan bumbu-bumbu humor bikin pembaca bisa kebawa dan diseret paksa dalam tempo cerita yang bikin ketawa, marah, tegang hingga gemes.


Novel berjudul [Mendadak Nikah] yang sudah diasuh dan dibesarkan seperti anak sendiri oleh kk [Dara] ini sangat rekomen untuk di grebek dan dinikmati....


Sedikit bocoran dariku tentang novelnya kk Dara (Pake bahasaku sendiri seperti biasa). Zena sang wanita perkasa (jago bela diri dan g letoy) tak sengaja manemukan seekor tubuh pria tampan rupawan bernama Satya tak sadarkan diri lalu merawatnya. Berawal dari niatan baik yang dipaksa neneknya Zena bukannya dapat piring cantik justru bikin masalah yang mewajibkan Zena menikahi satya. Eh ini cuma bocoran pribadiku kalo kepo isi novel silahkan simak info resmi dari pemiliknya dibawah ini....


__ADS_1


__ADS_2