
Penjahat adalah mereka yang merubah omong kosong menjadi kenyataan.
Kondisi ruang meeting para ketua kelas langsung berubah menjadi medan perang. bagai orang asing semua mata tertuju padaku dan juga Elsie saat memasuki ruangan. Disebuah meja bundar dengan 5 kursi tempat ketua kelas duduk dengan wakil ketua yang berdiri di sampingnya.
Saat ku ambil kursi kosong yang disediakan dengan label ‘Top Class’ dan duduk diatasnya, kulihat ke arah sekitar ada 1 kursi yang belum terisi berlabel ‘Kelas D’ peringkat 4.
Santuy betul kelas D padahal waktu tersisa 1 menit lagi sebelum rapat dimulai.
Disisi lain, kurasakan tatapan tajam ke arahku secara langsung sejak pertama kali menginjakkan kaki ke dalam ruangan ini sampai sekarang dan arah tatapan itu berada pada orang yang duduk menghadapku tepat lurus didepanku. Saat mata kami bertemu ia sama sekali tak menyembunyikan aura kebenciannya padaku, sangat berbanding jauh darinya wakil ketuanya justru memberikan hormat dengan menundukkan kepalanya memberi salam dan dari labelnya tertulis ‘Kelas A’ Peringkat 2.
Ngapa dia melototin gua mlu, emng gua salah apaan?
Sedangkan Si peringkat 3 ‘Kelas B’ dan Si Peringkat 1 ‘kelas C’ saling bercanda gurau dan terlihat sangat dekat dan akrab tanpa di kawal wakilnya yang duduk saling bersebrangan diantara Top Class dan juga Kelas A, karna jarak mereka yang dipisahkan oleh meja bundar itu suara tawa dan guyonan mereka berdua mengisi penuh ruang rapat.
Ini dua orang juga santai bet dah, walopun jadi pemimpin kelas mereka tak ada sedikitpun wibawanya pas dilihat, beneran kah dia pemimpin kelas peringkat 1?
Waktu sudah menunjukkan pukul 8 pagi tepat, Rapat pun dimulai dengan kemunculan sebuah hologram berbentuk tubuh pria tinggi memakai topeng di atas meja.
Hologram :”Selamat pagi semuanya.”
Semua orang menjawab serentak “Pagi!”
Hologram :”Mungkin ini adalah pertama kalinya aku bertemu dengan kalian berdua, Ketua dan juga Wakil Ketua Top Class. Perkenalkan namaku adalah Misteltein selaku Ketua Osis di Akademi ini.” Sapa dia dengan memberi hormat seperti wakil ketua Kelas A yaitu Menundukkan kepalanya sedikit.
Kayaknya gerakan nundukin kepala adalah budaya dari bangsawan untuk memberi hormat kepada orang lain.
Tanpa mempermalukan diri aku berdiri dan memberikan hormat yang sama padanya, “Senang bertemu dengan anda, Perkenalkan namaku Celestia Ren dan yang di belakangku adalah Dimeria Elsie.” Tak selesai disitu aku pun melanjutkan perkenalanku kepada para pemimpin kelas yang lain.
Ren :”Begitu juga dengan para Ketua dan Wakil ketua kelas lainnya, maafkan kami karena belum bisa bergabung ke wilayah pusat.” Kuangkat kepalaku memandang semua orang dan melihat satu orang mengangkat tangan menatapku lalu mempersilahkannya untuk berbicara.
Ketua Kelas C :”Apa urusan Tuan Putri dari kerajaan Dimeria ikut campur ke dalam urusan internal kerajaan kami?” Tanyanya serius dari balik kacamatanya,
Dalam sekejap kutarik semua perkataanku tentangnya, saat serius dia benar-benar seperti orang yang berbeda dari sebelumnya. Pertanyaan kritis itu langsung membuatku terdiam tak bisa berkata-kata namun disisi lain aku juga terbawa emosi dengan caranya bicara kepada orang satu-satunya orang yang mendukungku.
__ADS_1
Ingin ku balas perkataannya namun otakku dipenuhi oleh emosi dan tak terpikirkan satupun cara membela Elsie, Ku gigit ujung bibirku dan mengepalkan tangan dengan sangat kuat dibalik meja.
Seketika Elsie menepuk bahuku kananku dan menekanku untuk kembali duduk selagi dia melangkah ke samping kananku.
Elsie :”Tak perlu khawatir, aku sama sekali tak peduli dengan urusan internal kalian, dengan nyawaku sendiri aku akan menjamin Dimeria takkan mengganggu kalian, aku disini hanya mempedulikan tunanganku saja.” Jawab Tegasnya,
Ketua Kelas C :”Tapi semua itu tak sesimpel yang anda bicarakan. Tempat ini bukanlah taman bermain, keselamatan anda tak bisa di jamin disini, menurut anda apakah Dimeria akan benar-benar tinggal diam jika terjadi sesuatu pada satu-satunya pewaris tahta mereka? Akademi ini terlahir karena masalah internal kami, pihak luar tak
seharusnya ikut campur. Lagi pula anda juga membutuhkan ijin untuk memasuki wilayah kami, dari mana anda mendapatkan ijin saat kursi Raja saat ini sedang kosong? Jangan jadikan-”
Seketika sebuah pisau melesat dengan sangat cepat tanpa suara ke wajahku dan langsung ku tangkap dengan tanganku yang dibalut sarung tangan hitam.
Semua mata langsung mengarah ke arah pisau itu berasal yakni orang yang duduk menghadapku ketua Kelas A.
Ketua Kelas :”Dari pada Putri itu bukankah ada orang yang lebih tidak pantas berada disini? Seperti contohnya, pangeran dari si raja gagal itu. Seorang Seed yang berada di kasta bangsawan, punya saudara yang menjadi musuh kerajaan, punya ayah yang gagal menjadi Raja, menyatakan perang kepada rakyat Exceednya sendiri, dan sekarang malah bersembunyi di balik punggung wanita tunangannya, Seorang penjahat mengikuti Akademi Lotus demi meraih tahta? Apa kau pikir para rakyat akan menerimamu sebagai pemimpin mereka? Apa kau tidak malu? sungguh tindakan seorang pengeran yang luar biasa sekali.” Ucapnya melirikku sambil bermain-main dengan pisau keduanya yang ditancapkan ke meja.
Aku hanya diam tak menghiraukan suaranya, berbicara hanya akan memperburuk citra yang kupunya. Bukan berarti aku sama sekali tak marah saat mendengar semua ocehan itu muncul dari mulutnya, aku sudah tinggal di
kediaman Celestia selama 1 tahun dan aku tau seperti apa pengorbanan yang mereka lakukan demi kerajaan ini, Raja, Artia, dan juga Anggota keluarga Celestia yang lain. Terpantulkan bayangan sempurna wajah tenangku dari pisau yang ku pegang.
*Krak!*
Sebuah retakan besar tercipta dengan sendirinya dari tekanan yang muncul dengan tiba-tiba itu. Saat ku tatap Elsie yang berdiri disampingku tubuhnya diselimuti oleh warna gelap pekat.
Elsie :”Diam kau!” Gumam kecil Elsie penuh amarah menatap Ketua kelas A.
Ku buka mulutku memanggil Elsie namun tak muncul sekecilpun suara dariku tak peduli seberapa keras ku mencoba. Perlahan-lahan kegelapan dalam ruangan semakin pekat dan juga oksigen yang ada semakin menipis membuatku kesulitan untuk bernafas.
*CTAR*
Retakan semakin membesar dan memecahkan semua kaca jendela, pecahan kaca jendela ikut melayang – layang bersama benda-benda lain.
Hanya dalam beberapa detik Elsie menghapus gravitasi, cahaya, oksigen dalam ruangan dan membuat semua orang tak berdaya di hadapannya.
__ADS_1
*Puk!*
Sebuah tangan boneka beruang seukuran manusia memukul kepala Elsie dari belakang dan langsung menghentikan amukan kekuatan Elsie. Semua benda terjatuh dari langit-langit membuat seisi ruangan berantakan.
*Sret!*
Pisau yang kupegang tadi terjatuh ke arah kepalaku dari langit-langit dan di tangkap oleh boneka beruang raksasa itu hingga menusuknya, tak ada darah, tak ada tanda-tanda merasakan sakit bagai boneka beruang raksasa di dalam tusukan pisau itu hanya terlihat sebuah kapas menggumpal.
Boneka beruang coklat:”Jangan berlebihan.” Tegur boneka itu kepada Elsie.
Saat ku putar tubuhku ternyata beruang itu sedang membawa seseorang yang pingsan di bahu kirinya. Entah pria atau Wanita seseorang dengan tampilan terbalut perban sempurna bagai mumi dengan memakai seragam Akademi
Lotus bergelantung lemah di bahu boneka itu.
Beruang itu bergerak dan berjalan selayaknya makhluk hidup dan menaruh mumi yang ia bawa ke kursi Ketua Kelas D.
Boneka Beruang coklat :”Maafkan atas keterlambatan ku, Misteltein.” Ia membungkukkan badan ke arah hologram ketua Osis meminta maaf lalu berdiri di belakang kursi mumi itu.
Ku lihat sekali lagi terdengar suara dengkuran dari Ketua kelas D yang berwujud mumi itu.
Ketuanya Mumi yang hanya tidur dan wakilnya boneka beruang yang bisa menghentikan kekuatan Exceed kelas S, namun dengan kekuatan seperti itu kenapa Kelas D berada di ranking bawah?
Saat kulihat ke arah lain kelas B sama sekali tak terkena dampak dari kekuatan Elsie, bagian meja, kursi hingga lantai disekitarnya masih utuh sempurna bersama Ketua dan wakilnya yang sama sekali tak tergeser dari posisi awalnya dengan santai.
Pandanganku terhadap semua orang diruangan ini langsung berubah, mereka sangat berbeda dengan murid yang lain.
Misteltein :”Karena sudah lengkap, mari kita mulai rapat kita tentang event King & Queen yang akan dilaksanakan besok.”
***
Terima kasih sudah membaca chapter ini. Chapter ini adalah perkenalan tentang kelima pemimpin setiap kelas, penggambaran bentuk karakteristik tiap kelas dari pemimpin mereka dan sudut pandang kelas lain terhadap Celestia Ren yang berasal dari keluarga raja yang gagal namun mengikuti bertekad ingin mendapatkan tahta ayahnya.
Kali ini Author ini memperkenalkan novel bergenre romance (Kenapa romance mlu tor?) kalo ditanya gitu aku hanya bisa menjawab karena bumi itu bulat buat penganut bumi itu datar yaudah terserah apalagi penganut sekte bubur di aduk seterah dah pokok bahagia anda, tapi sayangnya novel kali ini bukan tentang bahagia tentang bucin level pacaran namun berada pada level pasca pernikahan yang berjudul [Rumah Tangga] yang dilahirkan, dibesarkan dan dirawat seperti anak sendiri oleh kk [MinNami]
__ADS_1