Terlemah Yang Tak Terkalahkan

Terlemah Yang Tak Terkalahkan
Chapter 8 Pertemuan yang tidak ditakdirkan


__ADS_3

Selayaknya lembar kertas putih suci, bersih, putih dan polos. Takkan ada yang mengerti apa yang akan terukir diatasnya, apakah itu kalimat penuh cinta? Ataukah justru paragraf penuh dendam? Tak ada yang tau, bahkan sang pena pun juga tak mengetahuinya.


Yang bisa kita lakukan hanyalah terus menulis, menulis dan menulis hingga tangan kita tak lagi bisa bergerak, tak ada pilihan untuk mundur, yang ada hanya terus menulis dan terkadang kesalahan akan tercipta disaat kau lelah, mungkin kau berfikir bisa menghapus dan menulisnya lagi tapi kenyataannya setiap kesalahan yang kau buat, kau tidak diberi kesempatan untuk memperbaikinya, sebaik apapun usahamu untuk menutupinya tetap akan ada bekas yang tertinggal. Semakin kau berusaha menutupi kesalahan itu maka akan semakin kotor kertas yang kau punya.


Itulah yang mereka sebut dengan takdir.


Hal yang tak bisa ditebak arah lajunya, kemanakah ia akan membawa kita? Apakah yang akan menanti kita jauh disana? Di akhir perjalanan apakah yang akan kita lihat? Surga? Ataukah neraka?


Semua bergantung pada setiap pilihan kita dalam langkah dan juga ambisi yang membawa kita.


Itulah yang mereka sebut dengan kehidupan,


Dalam kehidupan semua terjadi begitu tiba-tiba,


Tiba-tiba terlahir sebagai seorang Seed,


Tiba-tiba bertemu dengan diriku sendiri dari masa depan,


Tiba-tiba kehilangan orang yang kucinta,


Tiba-tiba mendapat kesempatan untuk menyelamatkannya dengan menjadi raja,


Hidupku sudah banyak sekali dipenuhi oleh kejutan berkat diriku yang terlalu lemah yang tidak sanggup melindungi 1 gadis saja. Apa yang akan terjadi dihari esok? Aku bahkan sudah berhenti memikirkannya karena terlalu banyak hal yang tak terduga terjadi.


Disaat aku sudah melupakan takdir, tiba-tiba ia datang kembali membawa satu lagi kejutan dalam hidupku hingga membuatku tak bisa berkata-kata.


Rambut coklat panjang selembut sutra terbuai oleh mentari dan terbelai oleh angin, punggung putihnya yang terlihat disetiap sela rambut tipisnya yang terus melayang seakan melambai kepadaku, dengan tinggi yang sama dan juga tubuh indahnya membuatku langsung terpesona dalam pandangan pertama.


Disaat aku terkubur dalam bayangan dibelakangnya ia perlahan membalikkan badan kearahku,


Mata coklat latte indah yang dipenuhi oleh bayangan wajahku membuat bulu kudukku berdiri saat menyadari seluruh perhatiannya terfokuskan hanya padaku. Wajah putih nan cantiknya yang tertutup oleh masker di mulutnya membuat otakku tak bisa berhenti memikirkan ekspresi apa ia buat di balik kain hitam itu.


Saat aku terlena dalam memandanginya tanpa kusadari tangan lembutnya telah meraih wajahku dan menutup kedua mataku. Tanpa memberikan celah dijarinya ia berhasil membuatku tenggelam dalam kegelapan sempurna dengan tangan halusnya.


Apa yang terjadi?


Siapa gadis ini?


Aku juga tidak akan tau jika ada orang yang bertanya seperti itu, seketika kebisingan dari semua orang yang tadinya mengincar nyawaku seketika tak lagi terdengar.


Sunyi,


Hanya terdengar suara angin hangat yang membungkus tubuh dan lukaku, dengan kedua tanganku yang tak lagi bisa digerakkan karena luka berat yang bisa kulakukan hanya berdiam dan membiarkan gadis itu menutup kedua mataku dengan pasrah.


Di dalam dunia bisu tanpa cahaya yang seakan terasa hanya kita berdua, aku mendengar kata....


“Aku mencintaimu.”


Tanpa diberi kesempatan sebelum mulutku bergerak mengeluarkan kata ia langsung membungkamnya, yang bisa kurasakan hanyalah rambutnya yang membelai wajahku dan tercium aroma wangi darinya.


Sensasi ini,


Perasaan ini,


Sebuah Deja Vu yang tak bisa kulupakan, sesuatu yang jelas tak mungkin terjadi kucoba untuk membuangnya dari bayangan dalam otakku namun semua jawaban ditunjukkan oleh kedua mataku saat ia melepaskan tangannya dari wajahku.

__ADS_1


Sebuah skenario yang tak ingin terjadi padaku, Kini telah menjadi nyata. Gadis itu ternyata membungkamku menggunakan mulutnya secara langsung.


Gadis yang baru kutemui, tanpa mengetahui asal ataupun namanya ia mengungkapkan perasaannya padaku dan langsung menciumku tanpa peringatan.


Dengan reflek aku langsung membanting tubuhku kebelakang hingga terjatuh dan menjauh darinya.


Karena terbawa emosi aku tak sengaja langsung meninggikan suaraku padanya,


“A-AP-“ Mulutku lagi-lagi dikunci namun kali ini dengan jari telunjuknya,


“Sekarang kau hanya milikku seorang.” Suara yang begitu tenang namun terasa menyeramkan itu muncul dari balik maskernya,


Perlahan demi perlahan jari telunjuk yang mengunci mulutku bergerak ke atas hingga sampai ke dahiku,


“Takkan kubiarkan siapapun memilikimu.”


Tiba – tiba tubuhku langsung kehilangan tenaga dan pingsan seketika tanpa diberi kesempatan untuk memahami apa yang sudah terjadi. Siapa dia? Dari mana datangnya?


Yang ku ingat adalah saat aku di kepung oleh Exceed Es, Air, Petir dan satu pemimpinnya aku berhasil melakukan negosiasi dan menukarkan kalung Top Class milikku dengan Kalung biasa ditambah radar miliknya.


Setelah itu tiba-tiba mereka berempat menyerangku saat aku lengah, dengan energi yang tersisa ku hentikan 2 pedang yang sudah di depan dan belakang leherku menggunakan kedua tanganku dan berakhir meninggalkan luka parah, tangan kananku yang mati rasa karena sengatan listrik pedang dan juga tangan kiriku yang terluka karena ketajaman pedang airnya hingga memperlebar lubang di tangan bekas duri yang menembus tanganku di pertarungan sebelumnya.


Hanya berdiri saja sudah sangatlah susah dengan banyaknya luka dan juga efek terlalu banyak kehilangan darah, kali ini aku malah kehilangan fungsi kedua tanganku.


Disaat aku dalam kondisi sangat terpojok walaupun terlalu cepat aku berencana untuk memakai pisau trisula itu dengan mulutku,


Namun tiba-tiba tanpa suara, angin ataupun hawa kehadiran, gadis itu muncul di depanku.


Apa yang sebenarnya terjadi?


Namun nampaknya semua kejanggalan itu tertuju pada gadis misterius itu.


Perlahan demi perlahan kesadaranku telah kembali dan mulai membuka mataku, hal pertama yang kulihat adalah sebuah lantai kayu yang memantulkan bayangan gadis itu didepanku, Saat ku lihat sekitar kutemukan diriku duduk di lantai di dalam kamar sepetak kecil tanpa perabotan, jendela yang tertutup rapat, satu-satunya pencahayaan hanya dari lampu yang bediri di pojok ruangan menghadap kami berdua. Dibelakang gadis itu ada meja kecil dan juga bingkai foto yang tak terlihat isinya diatas meja.


Saat ku angkat kepalaku kulihat gadis itu terus menatapku tanpa melepaskan pandangannya padaku sedetikpun. Ku turunkan pandanganku menuju tangannya yang sedari tadi memegang sebuah pisau dan juga rantai yang melilit


tangannya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.



“Siapa kau?!” Tanyaku dengan berhati-hati sambil mundur perlahan mencari kesempatan untuk kabur,


“Pertanyaanmu kejam banget pada pacarmu ini. Tapi gpp aku g akan marah sama kekasihku.” Jawabnya dengan nada bicara seperti dengan pacar, lembu dan juga terkesan imut namun semua langsung berbeda saat melihat pisau di tangannya.


“Kemana keempat orang tadi?!”


“Gpp g usah takut, aku sudah mengatasinya. Sekarang kamu aman, mulai dari sekarang takkan kubiarkan siapapun menjaili pacar imutku lagi.”


Percuma! Aku takkan mendapatkan info apapun darinya, yang harus kulakukan harus segera kabur dari sini, kedua tanganku sudah mulai bisa digerakkan. Aku belum tau kekuatan seperti apa yang dia miliki namun yang harus kulakukan adalah pergi dari sini.


“Kau tau sudah berapa lama aku menunggu momen ini? Dimana akhirnya kita bisa bersama-”


Mumpung dia sedang sibuk berbicara dan pandangannya teralihkan dariku, SEKARANG SAATNYA!


SRET!


Dengan kelincahan kakiku aku berdiri dan langsung menjauh darinya namun tiba-tiba langkahku terhenti,


Kling


“Mau kemana? Sudah kubilangkan, kau adalah milikku.” Aku sedari tadi terlalu terpaku pada pisau ditangannya hingga tak menyadari benda yang melilit dileherku.


.


.


.


.


.


.


.



“Jangan takut, aku akan selalu disisimu dari sekarang sampai selamanya, Sayang.”


***


Bersambung


Pengumuman sebentar,


Buat yang ingin istirahat dari genre berat ini otor punya rekomendasi novel milik kk [EuRo40] yang berjudul [Langit Jingga Mengubah Takdir] untuk deskripsi dan potongan ceritanya silahkan disimak dibawah ini....


__ADS_1


__ADS_2