Terlemah Yang Tak Terkalahkan

Terlemah Yang Tak Terkalahkan
Chapter 18 : Apa yang ia lihat


__ADS_3

Keluar dari delusi menerjang realiti menuju dunia ilusi yang tercipta dari mimpi.


Berpacu dengan waktu, menarik paksa benang takdir diatas jurang yang disebut kematian. Menang  atau mati, hidup dalam 2 opsi menolak untuk mengukir arti menyerah atau mundur dalam memori .


Kisah ironi yang tercipta dari keegoisan diri, berdiri mengemban misi untuk dunia yang akan kalian tinggali terutama untuk kau yang ku cintai. 13 Dewan harus mati demi janji yang ku tetapkan dalam hati agar tercipta dunia tanpa intimidasi ataupun diskriminasi dari kasta yang mereka lindungi.


Exceed harus mati,


Seed harus berdiri,


Perbudakan yang mereka sebut dengan perdamian harus segera diakhiri, kematian 13 dewan akan menjadi kunci sebuah revolusi dari mimpi buruk yang selama ini kita alami.


Berdiri diantara sinar mentari tercipta 2 bayangan yang disatukan oleh pistol ditanganku, dengan jarak 0 satu tarikan pelatuk sudah cukup untuk menghancurkan mahkota bersama dengan otaknya tanpa sempat menghindar.


Senyum lebar terlukis diwajahku memandang rendah dia yang sudah meremehkanku,


“Seed takkan pernah bisa mengalahkan Exceed? Era itu sudah berakhir.”  Bisikku menatapnya yang masih bersikap santai,


*Dorr!*


Kedipan cahaya yang diikuti suara tembakan keras memunculkan sebuah peluru melesat langsung ke arah mahkota yang searah dengan kepalanya dan diikuti suara 19 orang yang bergerak secara bersamaan ke arahku.


*Tap!*


Terdengar satu langkah kaki dari luar kelas,


Saat kubuka mataku dari kedipan ku temukan diriku berada didalam dunia dengan waktu yang terhenti, Peluru yang terhenti sebelum mencapai mahkotanya, Suara jam yang tak lagi terdengar karena tak lagi berdetak, terjebak dalam dunia bisu yang sudah pernah kurasakan.


Kekuatan ini, penghenti waktu?


“Theodor? Adelia?” panggilku menatap sekitar dan terkejut menyadari bahkan aku bisa berbicara dan bergerak bebas di dunia ini yang seharusnya tidak bisa.


Ini bukanlah ulah Theodor atau Adelia, jika Theodor dia bisa menghentikan waktu dan hanya orang-orang yang ia sentuh bisa bergerak bebas kalau Adelia dia bisa menghentikan waktu dalam jangka waktu yang sangat lama namun hanya untuk dirinya sendiri.


*Tap!*

__ADS_1


Suara langkah kaki yang berasal dari luar kelas tiba-tiba sudah berada disatu ruangan denganku. Di depan pintu terlihat Pria tinggi memakai pakaian yang serupa denganku, Setelan Hitam termasuk jas dengan dasinya, menutup pintu dengan tangan terbungkus sarung tangan hitam, Topeng putih tanpa motif yang terpasang diwajahnya membuatku mengingatnya.


Perwakilan dari kelas D, Dialah sang pemimpin diantara para pemimpin Ketua Osis Akademi Lotus, Misteltein.


Namun saat bertemu secara langsung kusadari, selain pakaian yang sama ternyata ada suatu kesamaan lain yang membuatku teringat bahwa aku pernah bertemu dengannya saat aku masih kecil.


“Hi.” Salamnya padaku dengan suara yang sama persis


Suara yang ia pakai saat rapat benar-benar berbeda, pada awalnya aku ragu namun sekarang sudah jelas, Misteltein adalah nama palsunya.


“Hi juga, Dion.” Jawabku penuh waspada,


Benar, dialah orang yang pernah kutemui saat aku masih berusia 7 tahun, Asterit Diona dari masa depan. Dialah yang memberiku tauku kalau hidup Artia dalam ancaman dimasa depan, dengan kata lain dialah yang memberiku tujuan untuk berjuang selama ini.


“Tidak perlu waspada aku bukan musuhmu, aku takkan lama berada disini kalau tujuanku sudah tercapai aku akan kembali ke masa ku lagi.” Jawabnya santai sambil tiba-tiba menciptakan sebuah kursi yang terbuat dari cahaya dan mendudukinya.


Sejak kemunculannya dulu sampai sekarang ia selalu menunjukkan segala bentuk kontradiksi dari diriku dan menciptakan banyak pertanyaan.


Kekuatannya yang misterius, Kepribadian tenangnya yang bertolak belakang denganku, Alasannya kembali ke masa lalu, bagaimana caranya kembali ke masa lalu, kenapa dia memakai topeng, dan masih banyak lagi hal yang


“Kenapa kau menolongku? Apa jika aku mati disini masa depan akan berubah dan membuatmu ikut mati?” Tanyaku sambil duduk di tepi meja tempatku berdiri sebelumnya,


“Masa lalu sudah berubah, kematianmu takkan berarti bagiku. Kau sudah mengambil jalan yang berbeda denganku, aku hanya ingin memastikan...” Ia langsung berteleportasi berdiri tepat didepan wajahku dan melanjutkan perkataannya, “Kau ini, musuh atau sekutu? Menantang para Exceed, mengincar tahta Raja, sampai bekerja sama dengan raja untuk memalsukan kematianmu, segala tindakanmu sangat berbeda dengan diriku di masa lalu dan tak bisa diprediksi. Apa sebenarnya tujuanmu?” bisiknya penuh ancaman,


“Jika kau mengetahuinya apa yang akan kau lakukan?” Jawabku lalu kembali berdiri di atas meja dan menyetarakan tinggi badanku dengannya.


“Akan kubuat kau melihat apa yang kulihat....” Tanpa kusadari tubuhku sudah tak bisa bergerak saat tangannya memegang kepalaku, dari sela-sela jarinya yang mencengkram wajahku perlihatanku mulai kabur saat menatapnya, “....Akan ku buat kau melihat dunia masa depan tempatku berada.”


Membuka mata berada diatas perahu yang hanya di isi oleh 2 orang selain diriku, wajah yang sangat tak asing sehingga membuatku ingin memeluk mereka semua namun saat ku sadari tubuhku menembus mereka dan menjadi sebuah bayangan hitam tanpa wujud yang tak memiliki mulut untuk berbicara dan hanya bisa bergerak tanpa arti, mendengar suara tangisan, dan wajah putus asa mereka.


Vista,


Dan juga Artia yang tengah sekarat dengan luka besar diperut dan darah yang mengalir dari mulutnya terbaring di bawah. Ku lihat Vista yang tengah berusaha menghentikan darah yang keluar mengalir dari tubuhnya sambil menangis dan memohon keselamatannya, saat ia menyadari Artia sudah pergi untuk selamanya ia menghentikan kedua tangannya dan bertekuk lutut memandang langit,


“Betapa bodohnya aku, mana mungkin kita bisa lolos dari hukuman sang dewa.” Gumam kecil putus asa Vista dengan air mata yang mengalir.

__ADS_1


Dibawah langit yang tak memiliki bulan maupun bintang, dunia tertelan dalam kegelapan. Tiba-tiba ingatan dari diriku di masa depan bercampur ke dalam otakku dan membuatku mengetahui apa yang telah terjadi.


Ramalan telah terbukti, Dunia tanpa matahari ini adalah tahap awal dari kebangkitan kembali sang dewa. Langit kosong yang tak memiliki bulan, bintang ataupun mentari hanya menjadi kekosongan yang membentang tanpa batas menelan dunia dalam kegelapan.


Di dalam kegelapan itu aku hanya bisa menatap Vista yang perlahan mulai kehilangan akal sehatnya menatap langit dan Artia yang menghembuskan nafas terakhirnya tepat dihadapanku.


Diatas laut, di dalam perahu, tiba-tiba terdengar suara yang menggema dengan lantang dilangit.


“Kuasaku akan selalu kekal, Kuasaku akan menyeretmu ke hadapanku, kuasaku akan membuatmu bertekuk lutut padaku.”


Sebuah cahaya merah bersinar terang dari langit,


“Pujalah aku, Serahkan dirimu padaku, Ikutilah aku.”


Saat ku lihat ke atas asal cahaya merah itu bersinar tubuhku langsung bertekuk lutut dengan sendirinya saat menatapnya. 2 cahaya warna merah merona seperti darah bersinar terang di atas langit seperti warna mataku, itu


bukanlah ilusi ataupun halusinasi. Wujudnya benar-benar membuatku putus asa dan kehilangan segala harapan untuk hidup.


Vista disampingku langsung bersujud ke arah cahaya itu dengan tubuh gemetaran.


Inikah dunia tempat dia berasal? Inikah masa depan yang menanti kami?


Cahaya merah raksasa, itu bukanlah cahaya biasa, melainkan sepasang mata yang menatap langsung ke arah kita.



*******


Bersambung - terima kasih sudah membaca chapter ini, adalah titik balik dimana munculnya kembali Dion yang dari Masa Depan yang tinggi badannya sangat berbeda jauh hingga dibutuhkan berdiri diatas 1 buah meja untuk menyamainya. 2 Dion di pertemukan dengan tujuan yang berbeda, Musuh atau Sekutu? siapa yang tau...


Btw, hari ini novel yang mau author kenalin. Coba tebak genre apaan? g usah di omongin pasti bener, genrenya adalah Romance....yey.... Semakin banyak romance semakin tinggi level bucin kita kelak, mari naikkan tingkatan kadar bucin distiap sel darah kalian agar bisa cepet dapat jodoh!


Nopel kemaren kan rumah tangga dan pasustri\, nah ini nih yang cocok buat kaum hawa dan adam yang masih remaja yang pernah di khianati pacar sekaligus sahabatnya\, kisah yang baru maen langsung di suapi dengan sendok penuh kekecewaan dan amarah berkat 2 orang kayak **** bikin emosi stop spoiler dulu langsung check nopel berjudul [Heavanna] yang ditulis oleh kk [Smiling27], apakah kisahnya bisa bikin smiling seperti napennya atau justru emosi? baca dulu banner dibawah buat cuplikannya,


__ADS_1


__ADS_2