
Sumpah adalah ikatan yang sah
Disakralkan dalam perkawinan
Mengucap janji sehidup semati
Dari tangan kanan Tuhan
Sekaligus penghulu dalam sumpah perkawinan
Apa jadinya jikalau dalam sebuah perkawinan tidak ada di dalamnya sebuah Komitmen
komitmen yang menyertai sebuah hubungan yang sakral.
"Suami kamu nak" Tanya Arumi pada Riana.
" Ia mah, tadi Mas astir minta izin ke Riana, kalau malam ini Mas diajak sama teman-teman untuk acara perpisahan gitu, karena mereka sudah selesai ujiannya" Jelas Riana.
" Jadi apa yang kamu bilang nak?",
" yah Riana izinkan aja, kan Riana masih ada waktu besok untuk sama mas, tapi teman-temannya mereka akan lama berjumpa lagi" ucap Riana, " tapi sebenarnya tadi Mas bilang, kalau saya tidak izinin dia, Mas juga tidak akan pergi" sambungnya.
" Apa kamu sudah merindukan suami kamu nak?" tanya Arumi. Riana hanya mengangguk kecil, mengiyakan pertanyaan mamahnya. " kalau kamu rindu kenapa harusnya anak mamah yang cantik ini membiarkan suaminya pergi! jadi tambah khawatirkan" sambung Arumi.
" Yah mamah, mau gimana lagi, Riana tidak mau mengganggu privasinya mas dengan teman-temannya, walau sebenarnya ia lebih mementingkan Riana" Jawab Riana.
Diperjalanan malam menuju kafe, sebuah mobil mewah memecah keheningan jalan, Asdar dan Astir Sudah tiba disebuah kafe bernama * l*** tempat mereka berkumpul, teman-temannya sudah banyak yang berdatangan, Asdar dan Astir belakangan yang datang, Asdar celingukan memandang kesana kemari untuk menemukan kursi tempat mereka berkumpul.
" Mereka dimana! kenapa mereka belum sampai, padahal tadi mereka bilang udah sampai duluan," Celenguk Asdar pada Astir.
" Yah mana aku tau, kita kan sama-sama sampai" Jawab Astir, Sambil membuang napasnya dengan kasar.
sementara lagi berdiri, tiba-tiba salah satu temannya datang menghampiri Asdar dan Astir.
" Woy, Loh kalian pada ngapain hanya berdiri disitu ( kearah pintu), mau jadi bodyguard kafe ini?" Tanya salah satu temannya.
" Aryo!, Tumben lo datang ke tempat begini, biasanya di nongkrong di rumah aja, kesambet jin lo?" tanya Asdar pada Aryo.
" Yah sekali-kali juga kali perginya, apalagi ini adalah acara perpisahan, Btw teman-teman yang lain udah nungguin kalian dari tadi, tinggal kalian aja tadi yang blom datang" jawab Aryo.
__ADS_1
" tadi kita sudah sampe dari tadi, hanya saja gue dan Astir tidak melihat batang hidung kalian" celetuk Asdar.
" Oh,, itu lo naik aja ke lantai dua, Ralova sudah menyewa lantai atas, jadinya hanya kita-kita yang menempati tempat itu" jelas Aryo pada Astir dan Asdar.
" Oh ok-ok..."
Astir dan Asdar segera naik ke lantai dua, setelah mereka sampai di lantai dua, mereka berdua kaget, karena yang datang bukan hanya Teman sekelasnya, melainkan ada juga orang asing yang hadir di tempat.
" Widdih yang ditunggu akhirnya datang juga" tutur salah satu teman sekelasnya.
" Astir tambah hari tambah ganteng aja," celetetuk salah satu teman cewek mereka.
" Karen! Ingat dia itu calonnya Ralova, jangan sampai lo kena masalah karena ketahuan dekatin Astir" Jawab Reyna menasehati temannya Karen.
" Santai aja kali Rein, gue juga nggak akan merebut Astir, gue sadar kok gue siapa, tapi apakah salah kita mengagumi".
" Ia nggak salah sih, tapi jangan sampai kedengeran sama Ralova".
" Ia,, ia gue paham" jawab Karen.
" Kalian ngomong apaan sih! kita ini mau ngerayain perpisahan kita, malah asik gosip" celetuk Aryo.
" Oh kirain lagi ngegosip haaa"
" Baik teman-teman, karena kita sudah berkumpul semua, mari kita mulai acara minumnya" tutur pria yang bernama Lesmana sepupu Ralova.
" Mari" jawab Aryo, semua teman-teman yang lain keheranan dengan sifat aryo, tidak biasanya anak yang hidupnya hanya di depan buku aja kebiasaannya, sekalinya keluar rumah kayak singa yang lepas dari kandangnya ( Liar).
" Lo nggak lagi ada masalah kan Aryo?" Tanya Asdar.
" Kenapa emangnya! hayuk, nikmatin aja, selagi bebas kenapa tidak haa" jawab Aryo sambil tertawa.
Aryo adalah tipikal pria yang gemar membaca, sering ia dianggap sebagai kutu buku, karena itu ia sering peringkat satu di kelasnya, bahkan juara umum seangkatannya, hanya saja ia merasa tertekan dan tidak nisa bebas karena orang tuanya melarangnya keluar rumah.
tapi untuk kali ini, tiada mendung, tiada hujan, dia datang ke tempat yang bahkan belum pernah ia jumpai, Aryo orangnya Tampan, 11/12 dengan Asdar, hanya saja ketampanannya ditutupi oleh kacamatanya.
tetapi tidak dengan malam ini, ia menunjukkan sifat aslinya, ia tidak memakai kacamata lagi, demi menghargai teman-temannya, supaya tidak malu bersama dengannya.
dua jam telah berlalu, Asdar dan teman-temannya yang lain sudah tidak sadarkan diri lagi ( mabok), Ralova masih sedikit sadar sambil memperhatikan Astir yang masih kuat dan tidak mabuk.
__ADS_1
Kenapa Astir tidak mabuk, padahal banyak sekali ia minum malam ini" monolog Ralova dalam hati sedang yang dipandang mengalihkan, sibuk dengan ponselnya, sambil sesekali tersenyum kearah ponselnya.
Ralova yang melihat senyum Astir jadi tidak tahan dengan Hasratnya yang sudah tidak bisa dikendalikan lagi, Ralova berjalan sambil terhuyung mendekati Astir, dan mendekatkan wajahnya di pipi Astir, Astir yang tidak menyadari Ralova disampingnya, beralih melihat pada Ralova, dan Cup..Astir mencium pipi Ralova.
" Ral! kamu kenapa di sini?" tanya Astir
"Tir, lo kenapa begitu sempurna dimata gue, lo kenapa membuat jatuh cinta ke lo, Tir gagahi gue, gue ikhlas jadi istri kedua lo" tutur Ralova.
" Ral, aku mencintai Istriku, aku tidak mau mengkhianati istriku, sampai matipun aku tidak akan menduakan istriku, karena separuh jiwaku ada pada istriku" jawab Astir.
" Tapi gue juga mencintai lo astir, gue nggak bisa hidup tanpa lo, lo adalah bagian darj hidup gue, tiap malam gue memikirkan lo, tiap hari gue nemuin lo diam-diam, tapi apa! yang gue dapat lo makin dekat dengan istri sialan lo itu" Racau Ralova.
Astir yang mendengar Cacian dari Ralova untuk istrinya, tidak tinggal diam.
" Kamu jangan pernah menganggap Istriku sialan, aku tidak suka istriku di hina apalagi kamu yang menghinanya, kalau kamu masih mau menjalin pertemanan kita, maka jaga mulut kamu baik-baik".
" Gue akan ngelakuin apapun buat ngedapatin lo, walau harus menghancurkan kalian berdua, gue cinta sama lo Astir, gue nggak sanggup melihat lo dengan Istri sialanmu itu, yang sudah merebut hati lo dari gue" Racau Ralova lagi.
" Ral, kalau kamu macam-macam sama istriku, kamu akan tau apa konsekuensi dari menyakiti istriku" ancam Astir, lalu ia pergi dan mengajak Asdar sahabatnya untuk pulang " Dar bangun, dar, Asdar?".
" Yah kenapa tir?"
" Mari kita pulang," ajak Astir pada Asdar
Astir lalu membopong tubuh asdar keluar dari klub.
Di Rumah Ralova
Riana mendapatkan Notifikasi dari nomor yang tidak diketahui, dan betapa kagetnya Riana setelah melihat Notifikasi itu, dimana isinya ialah Gambar suaminya mencium wanita, Riana menangis sesegukan.
" Mas, Riana paling benci sikap mas begini, Riana lebih baik mengakhiri hidup Riana dari pada harus mendapat ciuman kedua dari wanita lain, Mas hiks,,hiks,,hiks, Riana sudah tidak sudi harus berdampingan dengan laki-laki yang tidak memegang janjinya," Riana menghentikan kalimatnya dan " alangkah lebih baiknya kita akhiri saja hubungan ini" Racau Riana pada dirinya sendiri.
Bersambung...
# Agustus C.SH
# IAIN KENDARI
Tinggalkan jejak yah, saran kalian sangat membatu thor
__ADS_1