
" Mas...kamu jahat pada Riana hiks..." Ucap Riana di dalam tidurnya sambil mengigau.
'Apa mungkin dia marah karena gue enggak beritahu ke dia tentang keberangkatan besok?' Monolog Astir dalam hati.
" Maafkan mas...jika mas membuat lo sakit hati, karena mas enggak beritahu lo sebelumnya soal keberangkatan kita, mas kira lo akan senang dengan surprise yang sengaja mas buat untukmu, taunya malah membuat lo sakit hati pada mas" Ucap Astir pada Riana sambil memberikan kecupan singkat di keningnya.
Dengan air mata yang berlinang, Astir tidak menyadari air matanya jatuh tepat di wajah istrinya, Riana merasakan sesuatu yang jatuh dari wajahnya, hingga membuat dia terbangun dari tidurnya, tapi astir tidak menyadarinya.
Riana membuka matanya perlahan dan melihat wajah Astir suaminya yang menatapnya dengan tatapan sayu.
" Mas...mas menangis?" Tanya Riana pada Astir suaminya.
Astir menghapus cepat-cepat air matanya dan bangkit dari tempat tidur, tapi Riana menghentikannya.
" Mas mau kemana, mas jangan tinggalkan Riana sendirian, Riana takut jika pria itu datang lagi dan melakukan sesuatu lagi pada Riana." Rengek Riana dengan menggenggam tangan Astir suaminya agar tidak pergi meninggalkannya.
Astir kembali duduk dan membaringkan tubuh Riana. " Jangan takut dan jangan pikirkan lagi pria itu, mas akan selalu ada di sampingmu, mas janji enggak akan pernah membuat sendirian lagi" Ucap Astir menenangkan Istrinya.
Riana menganggukkan kepalanya dan menatap manik mata Astir yang sembab, Riana mengangkat tangannya sambil membelai pipi Astir suaminya.
" Maafkan Riana yang telah salah paham pada Mas, Riana tau mas tidak salah, Riana lah yang salah mengartikan ucapan mas, Riana sungguh minta maaf" Tutur Riana sambil membelai pipi Astir suaminya dengan tangannya yang mungil.
" Enggak...ini bukan salahmu, Mas lah yang salah di sini" Ucap Astir lalu mengambil tangan istrinya dan menciumnya dengan khidmat.
' Kenapa gue malah mudah terbawa perasaan begini, apa ini reaksi dari tubuh Astir, tapi kenapa, apa gue mulai menyukai istrinya,? Monolog Reyner dalam hati, yang ada di tubuh Astir. " Arghhh.." Teriak Astir.
Tiba-tiba Astir merasakan kepalanya sakit yang luar biasa hingga membuatnya tidak sadarkan diri.
" Mas...mas bangun, apa yang terjadi dengan mas." Ucap Riana sambik membangunkan Astir suaminya.
******
*Jerman*
Alat pendeteksi jantung Reyner memburuk dan membuatnya kejang-kejang di tempat tidurnya. Pak Juanda yang melihat Cucunya bergerak setelah mengalami koma berhari-hari, segera mendekat ke arahnya dan menekan tombol pernyataan kalau terjadi sesuatu pada Pasien atas nama Reyner.
" Reyner....Reyner sabar nak, dokter akan segera tiba." Ucap Pak juanda menenangkan Reyner cucunya.
Dokter masuk ke dalam ruang inap Reyner. " Permisi pak, biar saya periksa terlebih dahulu kesehatan cucu bapak" Ucap Dokter pada Pak Juanda.
" Cucu bapak hanya mengalami refleks biasa, kejang-kejang seperti tadi adalah hal yang biasa terjadi pada setiap pasien yang mengalami koma, tapi sejauh ini sudah ada perkembangan dari kesehatan tubuh cucu bapak, kita doakan saja semoga secepatnya dia di berikan kesembuhan oleh tuhan." Ucap Pak dokter yang menangani Reyner.
" Jadi cucu saya akan baik-baik saja setelah ini?" Tanya pak Juanda.
__ADS_1
" Maaf pak, soal itu Kami tidak bisa memastikannya, karena hal semacam tadi hal yang biasa terjadi pada setiap pasien, tapi kami bisa pastikan cucu bapak tidak lama lagi akan sadar dari komanya." Jawab Dokter.
Pak Juanda memperhatikan tubuh Reyner cucunya yang terbaring lemas dengan berbagai alat yang menempel di tubuhnya, sungguh membuat hatinya sakit tatkala melihat cucunya yang tak berdaya.
" Terimaksih Dok." Ucap Pak Juanda pada Dokter.
*******
Astir membuka matanya dan melihat tempat yang di penuhi dengan berbagai obat-obatan di sampingnya.
" Alhamdulillah mas sudah sadar" Ucap Riana pada Astir suaminya sambil menitikkan air mata kebahagiaan setelah melihat suaminya terbangun dari maut yang menimpanya.
"Sayang... Kenapa bidadariku menangis?" Tanya Astir pada istrinya sembari menghapus air mata di pipinya.
" Riana hanya takut kehilangan mas Astir, tadi malam mas Astir tiba-tiba tidak sadarkan diri ." Ucap Riana sambil menangis sesegukan.
" Tapi seingat mas, mas lagi berjalan mengendarai motor menyeberang jalan, dan tiba-tiba ada sebuah mobil yang besar menabrak motor Mas." Jawab Astir. " Bidadariku sudah tidak marah kan pada Mas" Ucap Astir pada Riana istrinya.
'Apa ingatan mas Astir sudah kembali lagi?' Tanya Riana dalam hati.
#Flashback off
Sambungan terhubung.
" Assalamualaikum mah...mah, mamah cepat datang kemari, mas Astir pingsan dan tidak sadarkan diri." Ucap Riana pada Arumi mamahnya.
Tidak membutuhkan waktu lama, mereka sudah sampai di depan pintu kamar Hyuna eommanya.
" Hiks...hiks, Mah..mas Astir tidak sadarkan diri." Ucap Riana sambil menangis sesegukan
"
V mendekat ke arah Astir " Tir bangun, apa yang terjadi denganmu?" Tanya V pada Astir adiknya yang tidak sadarkan diri, karena tidak ada respon dari Astir, V lalu memeriksa pernapasan Astir.
" Astir!!...Astir bangun." Teriak V yang baru menyadari kalau adiknya tidak bernapas.
" V....Astir kenapa nak?" Tanya Hyuna pada V anak sulungnya.
Tanpa menjawab pertanyaan Eommanya, V lalu mengambil langkah pertama untuk menyelamatkan Astir adiknya yang terkancing pernapasannya.
V menekan dada adiknya beberapa kali sembari mengambil napas dalam-dalam dan sesekali memberikan napas buatan pada adiknya.
" Tir bangun." Ucap V sambil menitikkan air matanya. dengan hati yang tenang, V mengulangi hal yang sama dengan menekan dadanya beberapa kali sambil memberikan napas buatan kepada Astir adiknya.
__ADS_1
" Uhuuk...uhuuuk"
Aatir terbangun dari maut yang menjemputnya.
" Cepat angkat adikmu tir dan bawa ke rumah sakit." Ucap Hyuna pada V.
Tanpa menunggu lama, V mengangkat tubuh adiknya dan membawanya ke rumah sakit terdekat.
# Flashback on
" Mas tidak bohong kan, apa mas sudah mengingat semuanya?" Tanya Riana pada Astir suaminya dengan melihat kebohongan di matanya, tapi Riana tidak menemukannya.
" Kenapa mas harus berbohong" Tutur Astir pada Riana istrinya.
Tiba-tiba terdengar suara pintu di buka dari luar.
" Sudah sadar Tir" Tutur V pada Astir adiknya.
Astir menautkan kedua alisnya mendengar penuturan V hyungnya yang baru pertama kali dia lihat.
" Emang apa yang terjadi sama saya, dan kamu siapa?" Tanya Astir balik pada V.
" Apa yang terjadi denganmu, apa kamu tidak mengenal Hyung?" Tanya V pada Astir adiknya, V bingung melihat Expresi wajah adiknya.
" Hyung?...setau saya, panggilan itu hanya di tujukan kepada seorang kakak dari adiknya." Tutur Astir pada V hyungnya.
'Apa mungkin ingatan Astir sudah kembali?' Monolog V dalam hati.
Terdengar suara pintu terbuka dari luar dan memperlihatkan semua keluarganya dan para sahabatnya.
" Astir...kamu sudah sadar nak?" Tanya Ani pada Astir anaknya.
" Iyya mah, mamah tidak perlu khawatir, Astir baik-baik saja." Jawab Astir. Astir melirik pada dua orang asing yang belum pernah dia lihat.
Hyuna tersenyum kepada Astir dan berjalan mendekatinya " Bagaimana keadaanmu nak, apa kepalamu masih sakit?" Tanya Hyuna pada Astir anaknya.
" Alhamdulillah Astir baik-baik saja sekarang, tante siapa?" ......
Bersambung....
# Agustus C.SH
@Agusjhi103
__ADS_1
Ig@Agus_arya_tirta
Tinggalkan jejak yah, Ceritanya mulai menarik guys, dengan dukungan dari kalian, Thor akan lebih semangat updatenya.