Ternyata Aku Anak Seorang Miliarder

Ternyata Aku Anak Seorang Miliarder
Meminta Maaf


__ADS_3

Hyuna melepaskan pelukan Astir dan menjatuhkan lututnya ke lantai sambil bersujud di kaki Astir. " Maafkan Eom" Ucapan Hyuna terhenti tatkala Astir menjauhkan kakinya dari Eommanya.


" Apa yang Mamah lakukan, Kenapa Mamah bersujud kepada Astir, Astirlah sebenarnya yang harus bersujud kepada kalian, sebab tidaklah pantas bagi orang tua untuk bersujud kepada anaknya, Walau orang tua memiliki dosa sebesar dunia kepada anaknya, tetaplah anak yang harus berbakti kepada kedua orang tuanya, maaf jika Astir melampaui batas kewajaran, sehingga membuat kalian menjadi merasa bersalah terhadap astir." Ucap Astir pada kedua orang tuanya.


Astir memanggil Hyuna dengan sebutan mamah,sebab sudah menjadi kebiasaannya memanggil orang tuanya dengan sebutan mamah dan papah, bukan Eomma ataupun Aboji.


" Tidak nak, kamu berhak melampiaskan amarahmu kepada kami orang tuamu, sebab kamilah disini yang bersalah, bukan kamu." Ucap Hyuna.


" Benar yang di katakan Hyuna, kamu berhak melampiaskan semua amarah dan kekesalanmu kepada kami, sebab kamilah orang tuamu yang bersalah di sini, karena telah percaya dengan semua ucapan Appa yang tidak masuk di akal saat itu, maafkan Aboji." Ucap Soo kang kepada Astir anaknya sambil meneteskan air mata penyesalan di depan Astir.


" Jangan salahkan diri Papah maupun mamah, atas apa yang sudah menjadi ketetapan dan menjadi takdirnya tuhan. Maafkan juga Astir, Tadi Astir khilaf dengan mangatkan kalian tidak pantas di sebut orang tua Astir, sebab tadi Astir masih belum mempercayainya, kalau kalian adalah keluarga kandung Astir yang sebenarnya." Ucap Astir pada Soo kang dan Hyuna kedua orang tuanya. Astir memeluk kedua orang tuanya sambil menitikkan air mata bahagia karena telah bertemu dengan kedua orang tua kandungnya yang asli, setelah terpisah berapa belas tahun lamanya.


Astir lupa kalau di sampingnya ada V saudara kandungnya yang memperhatikan mereka dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


Astir melepaskan pelukannya pada kedua orang tua kandungnya dan beralih memeluk V saudaranya dengan sangat erat. " Kamu adalah kakak yang bodoh, berapa belas tahun kamu memperhatikan Astir selama ini, tapi dengan teganya kamu membiarkan adikmu berjalan sendiri tanpa kamu temani dan ajak main." Ucap Astir dengan memeluk kakanya sambil menitikkan air mata, begitupun dengan V yang membalas pelukan adiknya sambil meminta maaf berulang kali.


" Maafkan Hyung, hyung benar-benar sangat minta maaf, karena belum berani mengatakan yang sebenarnya kepada kamu saat kamu masih kecil, Hyung benar-benar dilema dan takut saat itu, dengan perkataan Oraboji, kalau kami mengatakan yang sebenarnya, bahwa kami ini keluarga kandung kamu sebelum kamu berumur 18 tahun, maka kami akan kehilangan kamu untuk selamanya." Ucap V pada Astir.


Maher menautkan kedua alisnya " Kenapa bisa begitu?"


" Itu juga yang tidak dapat pahami, bahkan sampai sekarang saya belum tau, apa maksud dari perkataan Orabojiku saat itu." Jawab V kepada Maher orang tua angkat Astir.


" Kenapa tidak kamu tanyakan sekarang, nak Astir kan sekarang sudah berumur 18 tahun, itu artinya kalian sudah boleh bertemu dengan Astir dan menanyakan alasan yang sebenarnya kepada kakekmu." Ucap Maher.

__ADS_1


" Tapi sekarang sudah tidak bisa" Ucap V.


" Kenapa tidak bisa,?" Tanya Maher kepada V.


" Masalahnya Orabojiku sudah meninggal beberapa bulan yang lalu, jadi kami tidak bisa menanyakan alasan yang sebenarnya." Jawab V.


" Innalillah wainna ilaihi Rojiun." Ucap mereka serentak yang ada di dalam ruangan.


" Itulah alasan kenapa kami belum mengatakan yang sebenarnya kepada Astir, bahwa kami ini keluarga kandungnya, sebab kami menunggu Astir berumur 18 tahun, dan kebetulan tahun ini adalah genap umur Astir yang ke 18." Jawab V panjang lebar kepada Maher.


" Umur Astir kan sekarang sudah genap 18 tahun, kenapa sebelum saya kecelakaan, kalian tidak datang dan memberitahukan yang sebenarnya?" Tanya Astir kepada V Hyungnya.


' Hyung sudah mengira kalau kamu pasti akan menanyakan hal ini, sebab umur kamu sekarang sudah mencapai 18 tahun.' Monolog V dalam hati.


" Dan karena kelamaan berpikir, Hyung tiba-tiba saat itu kepikiran untuk menelphone Sokyung yang menjadi salah satu Bodyguar kepercayaan Hyung, untuk mengawasimu selama 24 jam." Ucap V kepada Astir dan menceritakan semuanya sebelum Astir mengalami kecelakaan, baik saat V marah-marah kepada bodyguarnya maupun saat ia sebelum konser dan meninggalkan konsernya demi untuk menjenguk Astir yang mengalami kecelakaan.


" Hyung tidak tau pasti, kenapa saat itu Hyung sangat gelisah dan kepikiran terus kepada kamu, Bahkan sebelum Hyung naik ke atas panggung untuk tampil, hyung sempat-sempatnya kepikiran untuk menelphone dan menanyakan keadaanmu kepada Sokyung, dan ternyata kamu sedang sedih dan mencari seseorang, di situlah konsentrasi Hyung terbagi antara mau tampil atau tidak, dan tidak tau kenapa hari itu semua ponsel kami di sita oleh manager hyung." Ucap V kepada Astir.


' Kok bisa ponsel mereka di sita, bukankan setiap kali mereka manggung, mereka selalu membawanya.' Monolog Aryo dalam hati.


" Bagaimana bisa kak, ponsel kalian di sita saat itu, bukankah setiap kali kalian tampil selalu membawa ponsel?" Tanya Aryo pada V.


" Nah itu yang saya pikirkan, biasanya setiap kali kami tampil untuk performan, kami selalu membawa ponsel." Jawab V pada Asdar sahabatnya Astir.

__ADS_1


Soo kang yang mendengar ucapan V anaknya lalu membuka suaranya " Apa kamu sudah menanyakan alasannya kepada Managermu, kenapa ponsel kalian di sita saat kalian mau tampil." Tutur Soo kang kepada V anaknya.


V mengingat kembali ucapan managernya saat mereka melakukan komunikasa melalui telephone 2 minggu yang lalu. ' Sepertinya saya lupa menanyakannya, alasan kenapa manager saya menyita semua ponsel kami, saat itu dia hanya marah-marah tidak jelas, karena saya pergi dari konser saat masih ada 1 kali perform.' Monolog V dalam hati.


" Belum Aboji,...saya lupa menanyakannya" Jawab V kepada Soo kang.


******


" Gue ada di mana?" Ucapnya bertanya-tanya pada dirinya sendiri, sembari memperhatikan tulisan yang ada di ruangannya. " Bukankah ini tulisan bahasa Jerman." Tuturnya setelah tau tempatnya dimana dia dirawat sekarang.


Pria itu bangkit dari tempat tidurnya dan memperhatikan wajahnya dari cermin yang ada di sampingnya dan...


Bruuukk...Brengggg.....Plak.


Bersambung...


# Agustus


@Agus_arya_tirta


@Agusjhi103


Mohon Tinggalkan jejak guys, saran kalian sangat membatu thor buat terus berkarya🤗😇

__ADS_1


__ADS_2