
" Silahkan naik tuan Astir dan Nyonya Riana" Ucap salah seorang pramugari dengan mempersilahkan Astir dan Riana untuk naik ke dalam pesawat.
Astir dan Riana saling tatap tidak percaya dengan apa yang di ucapkan oleh seorang pramugari kepada mereka berdua.
" Maaf...anda tadi memanggil kami siapa?" Tanya Astir kepada Pramugari untuk memperjelas apa yang telah di ucapkan pramugari kepadanya.
" Tuan Astir sama Nyonya Riana!" Jawabnya.
Astir menautkan kedua alisnya sedang Riana istrinya bingung dengan apa yang telah ia dengar dari salah seorang pramugari.
Tak...tak...tak..tiba-tiba terdengar suara hentakan sepatu dan.
" Maaf tuan Astir dan Nyonya Riana, saya terlambat" Ucap salah seorang pilot yang baru saja datang. " Silahkan." Ucapnya lalu mempersilahkan Astir dan Riana naik pesawat dan duduk di ruang VIP.
" Maaf pak, kalau boleh saya tau, kenapa kalian bersikap seperti ini kepada saya dan istriku?" Tanya Astir kepada salah seorang pilot yang sudah berumur hampir kepala tiga.
" Tuan Astir jangan panggil saya dengan sebutan bapak, panggil saja Sahring." Jawabnya. " Anda di sini salah satu tamu VIP kami."
Astir memicingkan sebelah alisnya, saat mendengar penuturan Sahring, bahwa mereka adalah Tamu VIP yang sangat istimewa.
" Maaf mungkin anda salah orang, kami hanyalah orang awam di sini." Jawab Astir lalu menggenggam tangan Riana untuk pergi dari ruang VIP. " Adapun kalau saya dan istriku adalah tamu VIP nya kalian, tolong perlakukan saja kami selayaknya sama dengan penumpang lain." Ucap Astir lalu berjalan meninggalkan Ruang VIP bersama Sahring.
' Perhatian-perhatian, untuk keseluruhan team, supaya stand by di bagian pintu masuk utama, Tuan Astir dan Nyonya Riana akan segera masuk ke kursi penumpang, kosongkan semua kursi paling depan, dan buat moment ini seolah-olah tidak terjadi apa-apa, mengerti!' Ucap Sahring di monitor memberikan info kepada teamnya.
' Siap laksanakan pak.' Jawab mereka serentak.
Semua pilot dan beberapa pramugari memindahkan beberapa penumpang yang duduk di kursi paling depan.
Astir dan Riana lalu masuk dan mencari kursi kosong, tatapannya mengarah pada kursi kosong depan dan Astir tidak sengaja melihat perdebatan antara penumpang wanita dan beberapa pramugari di kursi paling depan.
Astir dan Riana menghampiri mereka yang sedang berdebat.
" Permisi...boleh kami duduk di sini?" Tanya Astir kepada salah satu pramugari.
__ADS_1
" Oh iyya silahkan tuan." Jawab Pramugari lalu mempersilahkan Astir dan Riana untuk duduk.
Seorang penumpang wanita yang melihat Astir dan Riana yang di perlakukan layaknya penumpang istimewa oleh Pramugari tidak terima dan langsung melabrak Astir dan Riana.
" Apa-apaan ini, kenapa mereka bisa duduk di depan sedangkan kami tidak, ini tidak adil." Ucap salah seorang wanita yang tidak terima dengan sikap pramugari yang membeda-bedakan penumpang." Idiih najis, penumpang yang berpakaian kusuh dan miskin ini kalian istimewakan!, dimana kalian simpan mata kalian hahh, apa kalian sudah mulai rabun" Teriaknya kepada beberapa pramugari.
" Mbak..mbak bisa diam tidak, kalau mbak tidak mau pindah ya sudah mbak duduk saja kembali ke tempat mbak, kenapa mbak malah membesar-besarkan masalah ini." Ucap salah seorang pramugari.
" Apaan, setelah kalian suruh kami pindah, dan mempersilahkan si miskin ini duduk, barulah kalian mempersilahkan kami juga duduk!, lelucon macam apa ini!!" Jawabnya.
" Maaf ini ada apa?" Tanya Sahring kepada beberapa pramugari dan teamnya.
Bukannya pramugari yang menjawab pertanyaan Sahring, malah wanita yang mengatai Riana dan Astir miskin yang menjawabnya.
" Ini...bisa-bisanya anggota kalian membeda-bedakan penumpang, na sedangkan semua sudah memiliki nomor urut masing-masing, kan aneh, mana yang di istimewakan si pakaian kunyuh lagi, idiiih sampah kali." Ucapnya dengan melirik ke arah Astir dan Riana sembari menghinanya penampilannya.
Sahring naik pitam tatkala mendengar tamu istimewanya di perlakukan layaknya sampah.
" Anda minta maaf sekarang kepada tuan Astir dan nyonya Riana atau saya keluarkan dari pesawat ini detik ini juga." Ancam Sahring kepada wanita itu.
Astir dan Riana hanya diam saja mendengarkan celoteh wanita yang tidak penting baginya, karena tidak tahan lagi dengan celoteh wanita itu, Sambil menggenggam erat tangan Riana, Astir berdiri dan berniat meninggalkan kursi paling depan tapi di tahan oleh Sahring.
" Maaf tuan...maaf atas ketidaknyamanannya, silahkan tuan dan nyonya duduk kembali biar saya selesaikan masalah ini." Ucapnya.
" Minggir!!!" Teriak Astir kepada Sahring untuk menyingkir dari jalannya.
" Maaf tuan, atas nama team dan penumpang saya, saya minta maaf." Ucap Sahring sambil memohon kepada Astir dan Riana.
" Saya minta maaf pak, jika barusan saya meninggikan suara saya kepada bapak, saya hanya tidak mengerti kenapa bapak dan teamnya bapak memperlakukan saya dan istri saya layaknya seorang yang paling berpengaruh di sini, padahal kami hanyalah orang biasa bukan orang terpandang." Jawab Astir kepada Sahring.
" Maafkan kami tuan, kami hanya menjalankan tugas kami di sini, dan tuan Astir silahkan duduk kembali di kursi Tuan biar saya yang akan menyelesaikan ini semua, maafkan saya atas ketidaknyaman tuan dan nyonya." Ucap Sahring kepada Astir dan Riana sambil mempersilahkannya duduk kembali di tempat duduknya.
" Tidak tahu malu" Ucap salah seorang penumpang wanita yang tidak suka dengannya.
__ADS_1
" Ririn!!!" Teriak salah satu pramugari meninggikan suaranya di depan semua penumpang.
Ya...Ririn lah nama wanita yang menghina dan mencaci Astir dan Riana, Ririn merupakan adik dari salah satu pramugari yang bernama Rini, yang belum lama bekerja di pesawat yang di tumpangi Astir dan Riana sekarang.
" Kakak..."
Plak..Sebuah tamparan keras mendarat di wajah cantik Ririn sebab tamparan dari Rini kakaknya.
" Kakak..kenapa kakak menampar Ririn?" Tanya Ririn.
Plak...plak.
" Apa-apaan kamu Rini, kenapa kamu tampar adik kamu?" Tanya temannya Ririn yang di sebelahnya.
" Cepat minta maaf pada tuan Astir dan nyonya Riana sekarang juga" Ancam Rini kepada Ririn adiknya.
Bukannya minta maaf, Ririn malah membantah kakaknya.
" Persetan dengan sampah, Ririn tidak akan sudi meminta maaf kepada mereka, memangnya siapa mereka, kenapa mereka di istimewakan" Ucap Ririn tetap pada pendiriannya dan tidak akan pernah meminta maaf kepada Astir dan Riana.
Plakk...plak.
Untuk yang ke lima kalinya, Ririn mendapat tamparan dari Rini kakaknya.
" Kamu mau tau siapa tuan Astir dan Nyonya Riana!" Ucap Rini menggantungkan kalimatnya" merekalah pemilik pesawat yang kamu hina dan kamu bilangkan sampah.." ..
" Apa!!!"....
Bersambung...
# Agustus
#IAIN KENDARI
__ADS_1
@Agusjhi103
@Agus_arya_tirta