Ternyata Aku Anak Seorang Miliarder

Ternyata Aku Anak Seorang Miliarder
Insiden Di Dalam Toilet


__ADS_3

#Flashback on


" Jadi...kalian juga akan pergi ke jakarta?" Tanya V pada Astir adiknya. " Apa kamu sudah izin pada Orang tua mu?" Tanya V pada Adikny Astir sambil menoleh ke arah Maher dan juga Ani orang tua angkatnya Astir.


Bukan hanya V Hyungnya, Soo kang dan Hyuna yang kaget mendengar penuturan Astir. Arumi dan jaya kedua orang tua Riana juga kaget mendengar Astir menantunya, apalagi saat mereka mendengar nama putrinya juga akan ikut bersamanya, Bahkan yang tidak kalah terkejutnya ialah Riana istrinya, tanpa ia ketahui, ia merasa seakan tidak dianggap oleh Astir suaminya.


Air matanya sudah tidak terbendung lagi, Riana berdiri dari duduknya dan melangkah meninggalkan meja makan.


" Riana."Panggil Astir saat Riana ingin bangkit dari tempat duduknya, Tapi di tahan oleh Astir suaminya.


Riana menoleh ke arah Astir suaminya dengan menundukkan kepalanya menyembunyikan air mata nya yang akan jatuh, " Saya izin pamit ke toilet sebentar." Ucap Riana lalu pergi meninggalkan mereka denga air mata yang sudah membanjiri wajah cantiknya.


'Apa jangan-jangan Riana tersinggung saat gue mengatakan akan pergi dengannya, lalu dimana letak salahnya?.' Monolog Astir dalam hati. Astir lalu bangkit dari tempat duduknya dan menyusul Riana istrinya.


Di tempat lain.


Riana melihat bayangannya di cermin, dia memperhatikan dirinya, ingin rasanya mengatakan sesuatu tapi lidahnya seakan kaku untuk mengucapkan, hanya air mata yang dapat mengartikan arti kesedihannya.


Riana lalu keluar dari kamar mandi setelah mencuci wajahnya, tiba-tiba seseorang menarik tangannya di balik pintu dan brruuk.


Riana terjatuh ke lantai karena dorongan keras dari seseorang.


" Halo nona cantik, mau kenalan dengan abang?" Tanya salah seorang pria dengan celana yang robek, dan bagian tangannya yang bertato, berpenampilan layaknya seperti preman yang siap memangsa.


" Kamu siapa, kenapa kamu menarik tangan saya dengan kuat, apa yang kamu mau dari saya?" Ucap Nigra sambi bertanya-tanya pada seorang pria yang menariknya dengan sangat keras.


" Waah... banyak juga pertanyaanmu gadis cantik." bukannya menjawab pertanyaan Riana, pria itu malah mengoceh dengan mengatakan Riana gadis cantik.


Tak...tak...tak...


Pria itu mendekat ke arah Riana dan berniat menggoda dan membelai wajahnya, tapi Riana menangkis tangan Pria itu dengan sangat kuat.


" Kuat juga kamu ternyata, sepertinya akan lebih bagus permainan ini jika ada sedikit perlawanan seperti ini," Ucap Pria itu pada Riana.


Riana menatap tajam Pria yang akan melecehkannya. " Apa yang akan kamu lakukan pada saya?" Tanya Riana dengan menutup dadanya dengan tangannya.

__ADS_1


Pria itu malah tersenyum menatap Riana yang menutup dadanya dengan kedua tangannya.


" Mari main-main dengan abang, abang akan memuaskanmu malam ini" Ucap pria itu dengan tersenyum penuh arti pada Riana. pria itu semakin mendekat ke arah Riana dan sreet.


Hijab Riana di tarik dengan paksa, hingga tampaklah rambut Riana yang panjang dan menampilkan wajah cantiknya tanpa memakai hijab, refleks riana menutup rambutnya dengan kedua tangannya, dan menghindar dari pria yang akan melecehkannya.


Riana mengambil kembali hijabnya dari tangan pria itu tapi Pria itu malah membuangnya ke klose.


" Marilah bermain dengan abang nona cantik, jangan malu-malu, Abang akan pelan-pelan mainnya." Ucap pria yang bertato lalu mendekat ke arah Riana.


Riana lari ke arah pintu dan berniat membukanya tapi dengan sigap pria itu menarik rambut Riana dengan sangat kuat dan di bawanya ke pelukannya, Riana memberontak dari cengkaraman pria itu tapi pelukannya sangat kuat hingga membuat Riana tidak dapat berkutik.


Di ciumnya Rambut dan leher Riana, pria itu berniat ingin membuka paksa pakain Riana dan plak..


" Beraninya lo menyentuh istri saya"


Bang...bang...bang


pukulan keras datang bertubi-tubi di wajah pria itu, dia ingin bangkit dan membalas pukulan Astir, tapi Astir sudah mengunci semua gerakannya.


Bang...bang...bang.


Pukulan demi pukulan yang di layangkan di wajah pria itu, hingga membuat dia tidak berdaya dan mati terkapar.


Astir menyudahi pukulannya dan melirik ke arah Riana istrinya yang tengah pingsan di lantai, Diangkatnya tubuh Riana ala Bridal style dan membawanya keluar dari kamar mandi.


******


" Kenapa Astir dan Riana lama ke toiletnya?" Tanya Soo kang pada Hyuna yang baru selesai makan.


Soo kang khawatir akan terjadi sesuatu pada anak dengan menantunya, apalagi dengan keadaan Astir yang belum sembuh total sepenuhnya.


Asdar yang mendengar penuturan Abojinya Astir lalu membuka suaranya, " Biar saya om yang akan menyusul mereka." Ucap Asdar pada Soo kang Abojinya Astir.


Sebelum Asdar bangkit dari tempat duduknya untuk menyusul Riana dan Astir, tiba-tiba terdengar suara dari pintu dan menampilkan Astir yang menggendong Riana istrinya dengan darah yang bercucuran di tangannya.

__ADS_1


" Riana saayang..." Ucap Amira dengan kagetnya saat melihat Riana putrinya di gendong dalam keadaan tidak sadarkan diri.


" Sayang!! bangun,,ini mas sayang." Ucap Astir memanggil nama Riana istrinya sambil memijat telapak tangannya. " Sayang bangun...jangan membuat mas khawatir begini" Ucap Astir pada Riana istrinya.


Asdar melihat Astir yang sangat khawatirkan Riana istrinya. 'Apa mungkin ingatan Astir sudah kembali?'Monolog Asdar dalam hati.


Asdar melihat dalam diri Astir, seakan ingatannya sudah kembali seperti dulu lagi, Asdar mengingat kembali saat Riana pingsan di hari pernikahannya, dimana saat itu Riana di katakan meninggal dunia hingga membuat Astir memberontak dan mengusir semua orang yang ada di dalam ruangan.


Rani terbangun dari pingsannya dan melihat semua orang sudah berkumpul mengelilinginya dengan wajah yang begitu khawatir.


" Syukurlah kamu sudah bangun sayang, Astir sangat takut kehilanganmu" Ucap Astir Riana istrinya sambil memeluknya dengan sangat erat.


Riana yang di peluk oleh Astir suaminya memberontak dan berteriak sekeras-kerasnya untuk di lepaskan.


" Pergi!!!...jangan peluk Riana, pergi!!!." Teriak Riana pada Astir yang sedang memeluknya dengan Erat.


Astir ingat saat dimana ia melihat Riana istrinya di peluk oleh pria yang bertato dan ingin melecehkannya.


" Sayang tenang, ini gue Astir suamimu" Ucap Astir menenangkan Riana istrinya yang trauma dengan pria yang akan melecehkannya.


Bukannya luluh, Riana malah semakin memberontak dan ingin pergi menjauh dari semua pria yang ada di sisinya. " Pergi...pergi..Riana mohon pergi tinggalkan Riana." Ucap Riana mengusir semua laki-laki yang di lihatnya.


Astir semakin mendekat kearah Riana istrinya dan memeluknya dengan Erat sambil mengelus-elus rambutnya.


" Tenang sayang...Mas ada di sini akan menjagamu, Pria itu sudah gue habisin, jadi sekarang lo tenang, ada gue yang akan selalu ada di sampingmu dan menjagamu." Ucap Astir pada Riana.


Riana menatap wajah Astir suaminya dengan lekat, dengan air mata yang berlinang, Riana memegang wajah Astir suaminya dan mengatakan.


" Mass...Riana takut uuuh..uuuh." Tangis Riana pecah di pelukan Astir suaminya sambil memeluknya dengan sangat Erat.


" Sudah...lo tenang saja, gue ada di sini yang akan menjagamu, pria itu enggak akan berani lagi mendekatimu.


Arumi dan juga Jaya yang melihat Astir menenangkan anaknya, jadi terharu dan teringat dengan perilakunya pada Riana saat Riana meninggal dunia.


Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu di luar

__ADS_1


" Maaf...atas nama Pak Astir.?...Ucap Polisi.


__ADS_2