
" Sayang,," Panggil Astir sambil memeluk wanita itu, " Akhirnya Mas menemukanmu, maafkan mas sayang" Sambungnya lagi.
wanita itu lalu berbalik dan menghadap Astir, " Maaf Anda siapa?" tanya wanita itu yang mirip dengan Riana " dan kenapa anda dengan beraninya memeluk wanita yang bukan mahrommu, lepaskan tangan anda sebelum saya meneriaki anda" Sambung wanita itu lagi.
Astir yang mendengar ucapan Wanita yang mirip istrinya Riana lalu merenggangkan tangannya yang sementara ia peluk dan kembali menatap wanita itu, " Maaf saya kira istriku, maaf sekali lagi" ucap Astir lalu menautkan kedua tangannya di depan dada.
Wanita yang melihat gelagat Astir yang mengusap air matanya jadi terharu dan tidak jadi meneriakinya " Oh iyya tidak apa-apa mas, mas kalau mau memeluk orang pastiin dulu, karena itu akan menimbulkan fitnah" jelas wanita itu lagi dan hendak pergi meninggalkan Astir.
" Bodoh, bodoooh" Astir mengatai dirinya sendiri sambil memukul kepalanya sebab frustasi belum menemukan Istrinya. Ia lalu melajukan lagi motornya, dan tepat singgah di pantai biasa ia istirahat.
seiring berjalannya waktu, waktu sudah menunjukkan pukul sore tetapi Astir belum menemukan istrinya.
" Sayang! pulanglah sama mas, apa kamu tidak merindukan mas lagi, mas tidak sanggup hidup bila tanpa dirimu di samping mas, maafkan mas yang sudah melukai hatimu hiks" Racau Astir merindukan istrinya riana sambil menangisnya.
Hampir menjelang malam astir belum juga menemukan istrinya, sudah 2 hari 2 malam ia belum menemukannya, dan 2 hari 2 malam itu juga Astir belum tidur sama sekali, setiap kali matanya ingin terpejam karena lelah ia selalu berusaha menyadarkan dirinya, ia berpikir kalau ia tidur maka siapa yang akan mencari istri tercintanya.
Dilain sisi
Arumi dan Jaya sudah mendapatkan info dari Mamahnya, nenek Riana, kalau ternyata riana ada di kampung bukit yang ada ****, Riana menenangkan dirinya sendiri di rumah neneknya sebeb telah di khianati oleh suami yang sangat ia cintai,
Arumi dan Jaya langsung melajukan mobilnya ke tempat mamahnya yang ada di kampung bukit *"*"*" sesampainya mereka di rumah neneknya Riana, mereka lalu masuk tanpa mengucapkan salam " Riana sayang, kamu dimana nak?" Teriak Arumi memanggil anaknya di ruang tamu, sementara Riana lagi ada di balkon kamar neneknya sambil menatap pegunungan yang indah di samping rumah neneknya.
" Riana sayang, kamu dimana" teriak Arumi lagi memanggil anaknya, karena teriakan arumi, nenek Riana yang ada di taman belakang rumahnya sementara asik memindahkan tanam hiasnya terganggu karena teriakan Arumi, nenek riana menghampiri Arumi anak ke 3nya itu.
" Arumi, kenapa kamu teriak-teriak seperti itu,?" Ucap nenek Riana.
" Mah, Riana dimana! kenapa dia tidak bilang dari kemarin kalau dia ada dirumah mamah?" Tanya Arumi.
__ADS_1
" Arumi ada di kamar nenek, kamu pergi sana tenangin anakmu, beberapa hari ini ia selalu menangis tanpa memberitahukan pada nenek apa yang terjadi padanya, apa mungkin dia lagi berkelahi sama suaminya?" tebak nenek riana.
" Tidak kok mah, mereka hanya berselisih berbeda pendapat biasa saja, hingga Riana harus pergi dari rumah tanpa memberitahukan semua orang yang ada di rumah" Jawab Jaya.
" Tapi dia tidak di ganggukan sama suaminya?",
" Tidak kok mah" Jawab jaya.
Sedangkan Arumi sedikit geram melihat kebohongan suaminya, bisa-bisanya ia menyembunyikan kesalahan menantunya.
" Mari mas kita liat aja Riana langsung ke kamar neneknya".
" Mari sayang"
Mereka berdua langsung menaiki tangga dan menghampiri kamar neneknya Riana, sesampainya mereka dibalik pintu kamar, ia lalu mengetuk pintu
Riana yang mendengar mamahnya memanggilnya langsung berdiri dari duduknya.
" Mamah, kenapa mamah ada di sini,?",
" Sayang, mamah ini mamah kamu sayang, ya mamah kesini karena merindukanmu sayang, lihat sakingn khawatitnya mamah, mamah datang kesini tanpa memakai sendal" tutur Arumi pada anaknya Riana, sedang Bapaknya hanya diam saja di tempat ia berdiri dekat istrinya.
" Mamah, mamah pulang saja dulu, Riana masih ingin sendiri di sini, Riana ingin menenangkan diri dulu di rumah nenek" jawab Riana dan langsung mencium tangan kedua orang tuanya
" Ia sayang, Mamah tau kamu harus menenangkan diri, tapi kenapa tidak mengabari mamah kalau kamu ada di rumah nenek?" Tanya Arumi.
Arumi tidak bisa lagi membendung air matanya sedari tadi yang ia tahan" Maafkan Riana mah, Riana,, Riana,, hiks, hiks, Ri, Riana hanya tidak mau bertemu dengan mas astir, Nanti kalau mamah tau, mamah dan papah akan memberitahukan keberadaan Riana hiks hiks" jawab Riana sambil nangis sesegukan.
__ADS_1
" Tidak apa-apa sayang, mamah ngrti, mari kita istirahat dikamar nenek" ajak Arumi pada riana, dan Riana hanya mengangguk saja.
" Istirahatlah dulu, kamu jangan banyak berpikir" nasihat Arumi pada anaknya Riana.
Disisi Lain
Astir berjalan terus, Hingga tiba di pertengahan malam sambil melajukan mobilnya dengan sedikit santai, ia merasa seperti sudah tidak bisa lagi menahan rasa kantuknya, rasa kantuk sudah tidak bisa ia lagi tahan, dan ia berpikir harus beristirahat sebentar untuk sementara waktu, tapi! Belum sempat astir membelolokkan motornya ada sebuah mobil melajukan kencang dan,
BRUK
BRUK
BRUK
BRUK
BRUK
kecelakaan pun terjadi.....
Bersambung.....
# Agustus C.SH
# IAIN KENDARI
untuk bab selanjutnya akan lebih menegangkan, tetap semangat membacanya, jangan lupa Tinggalkan jejak yah, saran kalian sangat membatu thor
__ADS_1