Ternyata Aku Anak Seorang Miliarder

Ternyata Aku Anak Seorang Miliarder
Kesedihan Riana


__ADS_3

" Jangan dulu mah, dia masih syoklah, di tambah lagi ia harus mendengar suaminya koma karena kecelakaan" jawab Jaya


Siapa yang menyangka, jika dibalik pintu ada Riana yang mendengarkan percakapan mereka, Karena suara teriakan Arumi tadi Riana jadi curiga dan kepo kenapa mamahnya berteriak, karena menurutnya tidak seperti biasanya mamahnya begitu.


" Mah, Hiks,,hiks,,hiks" panggil Riana di balik pintu..


"Innalillah" Kaget Arumi mamahnya Riana begitupun dengan maher.


Arumi dan Maher kaget setengah mati, 'sejak kapan Riana berdiri disana apa dia mendengar semua yang saya bicarakan dengan mertuanya' monolog Arumi dalam hati.


" Sayang! kenapa menangis! Sini masuk kamar mamah, cerita pada mamah, siapa yang membuat anak kesayangan mamah menangis sampai sesegukan begini?" Tanya Arumi pada Riana anak semata wayangnya.


" Mamah, Riana mendengar semua percakapan mamah dengan mamah Ani hiks,,hik,,hiks,,Mah, Riana tidak sanggup kehilangan Mas Astir, walaupun mas Astir mengkhianati Riana, Riana tetap masih mencintai Mas Astir, setiap hari setiap malam Riana tidak bisa tidur memikirkan mas Astir hiks,,,hiks,,hiks" Jelas Riana pada mamahnya panjang lebar sambil menangis sesegukan.


" Jadi kamu mau menjenguk Astir suamimu sayang?" Tanya Arumi pada Riana.


" Ia mah, Arumi akan pergi membesuknya walau bagaimanapun, ia tetap masih suami sah Riana, setelah mas Astir sadar mungkin kami akan membuat keputusan bersama setelah ia bangun" ucap Riana.


" Baiklah sayang, mari kita siap-siap untuk pergi ke rumah sakit Bahteramas, suamimu dia sedang dirawat disana".

__ADS_1


" Baik mah, Riana mandi dan siap-siap" jawab Riana.


" ia sayang, kamu jangan terlalu terburu-buru dan jangan terlalu banyak berpikir dia akan baik-baik saja.


( Sebenci apapun Riana pada suaminya, cinta dan kasih sayangnya pada suaminya tidak akan pernah hilang, menurutnya setelah ia pikir-pikir, kesalahan Astir suaminya ialah terjadi karena pihak ke 3, yang tidak Riana ketahui, pertama ia tidak ketahui siapa yang mengirimkan ia gambar, kedua ia melihat gambar itu setelah diliat ternyata gambar itu seperti ada yang janggal, ketiga Riana sudah mengingkari komitmennya dengan Astir suaminya, ' komitmen yang dimaksud ialah Kita harus terbuka satu sama lain, tidak boleh memendamnya sendiri' itulah kenapa Riana ingin kembali pada suaminya dan ingin membesuknya.


Beberapa puluh menit telah berlalu, Riana dan kedua orang tuanya sudah siap-siap untuk pergi kerumah sakit, Mamah dan papahnya sudah berada diruang tengah sedari tadi menunggu kedatangan Riana, Tidak lama datang riana dengan memakai pakaian muslimah hitam yang sederhana, tapi menampilkan sesuatu yang luar biasa karena kecantikannya, tetapi matanya masih tidak bisa berbohong kalau ia habis mengeluarkan air matanya.


" Sudah siap sayang " Tanya Arumi pada anaknya.


" Ia mah, mari mah, tapi kita pamit dulu pada nenek, jangan sampai nenek mencari kita" ucap Riana.


Mereka lalu berangkat ber-empat dengan sopir pribadi Jaya, disepanjang perjalanan tidak ada yang membuka suaranya, mereka sibuk dengan keheningannya masing-masing, sedangkan Riana sedari tadi sudah menahan tangis memikirkan keselamatan Suami yang sangat ia cintai ' Mas maafkan Riana, yang tidak mendengarkan mas, Riana lupa sama komitmen yang kita buat, mas maafkan sekali lagi Riana' Monolog Riana dalam hati.


Sesampainya mereka di rumah sakit, Jaya langsung menanyakan ke ruang administrasi pasien atas nama Astir agus ugestiven


" Maaf sus, Ruangan atas nama Astir Agus ugestiven diamana ya sus?" Ucap pak Jaya.


" Baik tunggu sebentar ya pak, saya cari dulu" Suster lalu mencari nama yang dimaksud pak jaya, Setelah suster itu menemukan nama Astir ia lalu memberitahukan nama dan nomor ruangan tempat Astir di rawat " Baik makasih susu" sambungnya lagi.

__ADS_1


Riana berjalan ke ruangan yang dimaksud perawat tadi sepanjang jalannya Air mata yang ia tahan-tahan sedari tadi tidak bisa ia bendung lagi, menetes bagaikan air mengalir " Sayang, Kuatkan dirimu dan jangan terlalu banyak berpikir, kita doakan saja nak Astir suamimu untuk cepat sadar dari komanya" Nasehat Arumi buat anaknya.


" Ia mah" Jawab singkat Riana, tapi tidak dengan sesingkat Air matanya yang sedari tadi mengalir, Arumi jadi tidak tega melihat kesedihan anaknya, sebegitu Sayang dan cintanya ia kepada suaminya.


Setelah mencari ruangan yang di maksud perawat tadi tibalah mereka di depan pintu


tok,,tok,,tok.


V yang mendengar suara ketukan pintu dari luar cepat-cepat ia buka dan


" Maaas"


Bersambung....


#Agustus C.SH


# IAIN KENDARI


Tinggalkan jejak yah, saran kalian sangat membatu thor

__ADS_1


__ADS_2