
" Astir lah yang seharusnya meminta maaf pada Hyung, karena Astir dengan sengaja membuat hyung khawatir seperti ini." Ucap Astir pada V.
Deghhh....
Ucapan Astir seakan bagaikan petir yang menyambar di telingan V hyungnya, V mencerna kalimat Astir adiknya, dan satu detik, dua detik, tiga detik, empat detik, 5 detik V masih mencerna kalimatnya, hingga sampai ke sekian puluh detik barulah kemudian V menyadari ucapan Astir adiknya.
" Jadi!!..Maksud kamu tadi, kamu hanya pingsan bohongan?" Tanya V memperjelas kalimatnya pada Astir adiknya sambil melototinya.
Astir menganggukkan kepalanya " Sorry." hanya kata maaf yang terucap dari bibir Astir adiknya sambil tersenyum kemenangan karena telah berhasil mengerjai Hyungnya.
Astir membuka pelan-pelan pintu mobil supaya bisa keluar dari dalam mobil dan lepas dari ancaman hyungnya.
" Jadi darah yang..." V menghentikan kalimatnya dan memberikan pelajaran kepada Astir adiknya.
" Ampun...Ampun iyya gue salah, ampun V hentikan." Rengek Astir yang di gilitik oleh hyungnya.
Canda tawa, kesedihan bercampur menjadi satu saat mereka sudah berkumpul bersama, pagi berganti siang, siang berganti sore dan sore berganti malam.
malam ini adalah malam yang panjang dan begitu bersejarah bagi keluarga besar Astir dan juga bagi teman-temannya. Satu minggu telah berlalu, besok pagi V dan kedua orang tuanya akan balik ke Korea Selatan untuk melanjutkan pekerjaan dan bisnis mereka, tidak terkecuali V, Cuti yang seharusnya cuman tiga hari atau empat hari, malah lebih sepuluh dari sepuluh hari. Untung saja konsernya di tunda selama lebih dari dua minggu, sehingga V bisa melanjutkan kebersamaannya dengan Astir adiknya yang ada di Indonesia.
Kedua orang tua Riana, Jaya dan Arumi hadir dalam acara makan malam, Asdar dan Boni juga juga Aryo datang ikut meriahkan acara makan malamnya, Astir dan kedua orang tua angkatnya juga sudah datang.
Park soo kang sengaja mengundang mereka semua untuk datang ke Claro Hotel Kendari, sebab malam ini adalah malam terakhir bagi mereka untuk tinggal di Indonesia, mereka bertiga akan balik ke Korea Selatan.
Soo kang melirik ke arah meja makan, dimana dalam meja makan sudah tersaji berbagai jenis makanan, Ada makanan Khas kendari, dan juga makanan Khas korea yang sengaja di siapkan jauh-jauh hari sebelumnya.
__ADS_1
" Karena semuanya pada sudah datang, jadi silahkan makanannya di nikmati." Ucap Soo kang mempersilahkan mereka semua untuk makan.
Mereka menikmati semua makanan yang ada di meja, tidak terkecuali Asdar, Boni dan juga Aryo sahabat Astir.
V melihat ke arah mereka bertiga yang seakan minder karena hanya mereka bertiga yang bukan keluarga besar Astir.
"Kalian temannya Astir kan?" Tanya V pada Asdar, Boni dan Aryo.
Spontan Mereka menganggukan kepalanya bersamaan dan menjawab.
" Iya kak" Jawab Asdar sambil tersenyum kearah V hyungnga Astir.
"Kalian kesini hanya datang bertiga, kemana teman kalian yang lain?" Tanya V pada mereka bertiga.
" Iyya kak...kebetulan mereka semua sudah pada pergi duluan ke kota untuk mengurus pendaftaran kuliah mereka." jawab Aryo
" Kita juga akan nyusul kak, besok pagi. Jawab Asdar pada V.
" Iyya kak." Jawab Boni dan juga Aryo bersamaan.
" Ohhh jadi kalian akan berangkat bareng bertiga" Tutur V pada mereka bertiga.
Astir yang mendengar penuturan V hyungnya kepada Asdar, Boni juga Aryo lalu menyambung kalimat sahabatnya. " Siapa bilang hanya mereka bertiga, gue dan juga Riana istri gue akan ikut bersama mereka." Ucap Astir yang membuat V dan juga Kedua orang tua kandungnya kaget mendengar ucapannya. Sedang Maher dan Ani tampak biasa saja saat mendengar Asti anak angkatnya.
#Flashback off
__ADS_1
" Mah...pah, gue kan di terima di Univeesitas yang ada si jakarta, apa mamah dan papah akan mengizinkan!, untuk melanjutkan kuliah Astir di sana." Tutur Astir pada Maher dan Ani orang tua angkatnya.
Ani menatap wajah Astir anak angkatnya, anak yang ia besarkan dari kecil sampai ia besar seperti sekarang ini.
" Kamu sudah besar nak, kamu sudah bisa menemukan jalanmu sendiri, kamu juga sudah punya istri untuk kamu nafkahi, kamu berhak untuk melanjutkan pendidikanmu, karena itu memang hakmu dan cita-citamu saat kamu masih di bangku sekolah, apalagi kamu sudah menemukan kedua orang tua kandung kamu, mamah yakin, bahkan tanpa bantuan dari mereka kamu tetap akan meraih cita-citamu, karena kamu memang anak mamah yang pintar dan berprestasi." Ucap Ani pada Astir anak angkatnya. " Satu saja pesan mamah kepada kamu nak, saat kamu sudah berada di kota orang, tolong jaga Istrimu dan jaga dirimu baik-baik, kota yang ada disini belum tentu sama dengan yang ada di sini." lanjut Ani memberikan arahan pada Astir anak angkatnya.
" Walau kami ini bukan kedua orang tua kandung kamu, bukan yang melahirkan kamu, tolong ingat nasehat mamah dan papah, jaga Riana istrimu, dia anak yang baik dan cantik, jaga dia seperti kamu menjaga diri kamu sendiri, jangan biarkan dia di ganggu oleh orang lain, apalagi laki-laki yang akan mendekatinya, dan kamu harus jaga perasaan Riana istrimu, dia itu tipikal wanita yang cemburuan, tidak suka melihat kamu sengan wanita lain." Tutur Maher pada Astir anak angkatnya.
'Ucapan mereka seakan mirip dengan ucapan kedua orang tua gue sebelum mereka meninggal, mereka seakan reinkarnasi dari kedua orang tua gue. Monolog Reyner dalam hati yang ada di tubuh Astir.
" Mamah dan papah akan selamanya jadi orang tua Re..." Hampir saja Reyner kecoplosan menyebut namanya, " Maksud Astir, mamah dan papah akan selamanya jadi kedua orang tua Astir, walau kalian adalah orang tua Angkat Astir, tapi selamanya Astir akan menganggap kalian sebagai orang tua kandung Astir, karena kalianlah yang membesarkan Astir sampai Astir besar sampai sekarang ini, dan Papah sama mamah juga enggak usah khawatirkan Riana istri Astir, Astir akan selalu ada di sampingnya, bila perlu Riana juga akan kuliah di kampus yang sama dengan kampus Astir, Astir juga enggak akan membiarkan laki-laki lain mendekatinya, begitupun sebaliknya Astir juga akan menjaga perasaannya." Jawab Astir panjang lebar pada Maher dan juga Ani orang tua angkatnya.
#Flashback on
" Jadi...kalian juga akan pergi ke jakarta?" Tanya V pada Astir adiknya. " Apa kamu sudah izin pada Orang tua mu?" Tanya V pada Adikny Astir sambil menoleh ke arah Maher dan juga Ani orang tua angkatnya Astir.
Bukan hanya V Hyungnya, Soo kang dan Hyuna yang kaget mendengar penuturan Astir. Arumi dan jaya kedua orang tua Riana juga kaget mendengar Astir menantunya, apalagi saat mereka mendengar nama putrinya juga akan ikut bersamanya, Bahkan yang tidak kalah terkejutnya ialah Riana istrinya, tanpa ia ketahui, ia merasa seakan tidak dianggap oleh Astir suaminya.
Air matanya sudah tidak terbendung lagi, Riana berdiri dari duduknya dan melangkah meninggalkan meja makan.
" Riana."....
Bersambung....
@Agus_arya_tirta
__ADS_1
@Agusjhi103