Ternyata Aku Anak Seorang Miliarder

Ternyata Aku Anak Seorang Miliarder
Mengunjungi Rumah Astir


__ADS_3

" Operasi Cucu anda berjalan dengan lancar, kami sudah menanganinya dengan baik, tapi.."


" Tapi kenapa?" Tanya pak Juanda pada dokter yang menangani anaknya.


" Cucu anda mengalami koma, Koma yang terjadi akibat kerusakan di salah satu otak cucu tuan, baik sementara maupun permanen, Penyebab kerusakan otak ini sangat beragam, seperti stroke, cedera berat di kepala, infeksi, atau tumor, yang terjadi pada Cucu tuan ialah cedera berat di kepala hingga membuat ia tidak sadarkan diri atau yang biasa di kenal dalam dunia medis ialah Koma.


" Jadi sampai berapa lama dia akan sadar dari komanya?" Tanya pak Juanda pada Dokter.


" Kami tidak bisa memastikannya, kapan dia akan sadar, tapi dari hasil pemeriksaan kami, ada dua kemungkinan yang akan terjadi pada cucu tuan, koma yang hanya bertahan beberapa hari saja, dan koma yang berkepanjangan sampai bertahun-tahun lamanya." Ucap Dokter.


Pak juanda yang mendengar Penuturan dari dokter seakan tidak percaya dan tidak terima dengan penjelasan dari dokter.


" Bapak yang tenang, kita doakan saja semoga cucu tuan selamat dan cepat bangun dari komanya." Tutur dokter pada pak Juanda.


" Bagaimana saya bisa tenang, cucu yang menjadi kebanggaanku dan akan meneruskan perusahaan terbesar di Indonesia, sekarang mempertaruhkan nyawanya di rumah sakit antara hidup dan mati." Ucap Pak Juanda dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


Semua orang terdiam tidak dapat berkata apa-apa setelah Pak Juanda mengatakan kalau cucunya Reyner adalah satu-satunya yang akan menjadi penerus perusahaannya.


******


#Flashback on


Astir sudah sampai di rumah kediaman Maher dan juga Ani orang tua angkatnya.


" Ini rumah siapa?" Tanya Astir pada Riana istrinya sambil berbisik di dekat telinganya.


" Ini rumah kamu dan kedua orang taumu" Jawab Riana pada Astir suaminya.


Astir menautkan kedua alisnya kayak tidak percaya dengan jawaban Rani istrinya.


'Waduh bisa mati berdiri gue tinggal lama di sini,' Monolog Astir dalam hati.


" Mari masuk Nak" Ajak Ani pada Astir anak angkatnya.

__ADS_1


" Iyya mah" Jawab Astir pasrah.


" Ini kamarmu, kalau kamu butuh sesuatu, bilang saja sama mamah, biar mamah yang bantu" Ucap Ani pada Astir anak angkatnya.


" Biar Riana saja mah, mamah istirahat saja" Ucap Riana sambil tersenyum ke arah Ani mertuanya.


" Baiklah nak, mamah keluar dulu, mamah akan turun ke bawah mau masak di dapur untuk makan siang nanti." Tutur Ani pada mereka berdua.


" Biar Riana bantu mah, " Ucap Riana pada Ani mamah mertuanya.


" Sudah...kamu temani saja Astir suamimu, jangan sampai suamimu membutuhkan sesuatu" Tutur Ani.


"Baik mah" Jawab Riana.


*******


" Tuan...kita sudah sampai di rumah kedua orang tua angkat Astir." Ucap Sokyung pada V.


V lalu turun dari mobil mewah dan melangkah maju ke depan pintu rumah Maher dan Ani orang tua angkat Astir.


" Iya mah.." Jawab V pada mamahnya.


"Itu siapa yang pakai mobil mewah, kenapa mereka berhenti di depan rumah Ibu Ani?" Tanya salah satu ibu-ibu tetangga pada lawan bicaranya.


" Kalau di lihat dari postur tubuh pemuda itu, sepertinya mereka kerabat dekat dari Ibu Ani dan Pak Herman, wajah pemuda itu mirip dengan Astir anaknya." Jawabnya.


" Ternyata mereka memiliki keluarga kaya raya yah" Ucapnya lagi pada lawan bicaranya.


" Iyya, aku juga tidak menyangka, kalau ternyata mereka memiliki keluarga yang kaya." Jawabnya.


******


Ting ling...ting ling...ting ling.

__ADS_1


" Siapa yang bertamu siang-siang begini!, Apa mungkin Asdar sahabatnya Astir?" Tanya Ani pada dirinya sendiri."


Ani lalu membuka pintu dari dalam.


" Ehh nak V mari masuk" Ajak Ani pada V saudara kandung Astir. " Kamu dengan siapa datangnya kesini?" Lanjut Ani.


" Saya bersama eomma dan juga Aboji ku" Ucap V to the point.


" Dimana mereka?" Tanya Ani pada V.


" Assalamualaikum" Salam Hyuna dan Soo kang serentak pada Ani.


" Waalaikummussalam, mari masuk" Ucap Ani menjawab salam dari Mereka berdua.


mereka bertiga lalu masuk bersama.


" Silahkan duduk dulu, biar saya buatkan kopi untuk kalian" ucap Ani mempersilahkan mereka duduk dan membuatkan kopi.


" Kamu tidak usah repot-repot Ani, kami datang kesini hanya ingin mengatakan sesuatu pada kamu dan juga suamimu" Ucap Hyuna mewakili mereka.


" Dimana papahnya Astir?" Tanya Soo kang pada Ani mamah angkatnya Astir.


" Maher ada di dalam, sebentar saya panggilkan" Jawab Ani.


Sementara membicarakan Maher, tiba- tiba Maher datang dari pintu kamarnya.


" Masya Allah kalian datang ternyata" Ucap Maher pada mereka bertiga. " Kalian sudah lama nyampenya di sini?" Tanya Maher.


" Kami barusan juga sampai di sini" Jawab Soo kang pada Maher.


" Apa yang kalian ingin bicarakan dengan kami?"....


Bersambung....

__ADS_1


@Agus_arya_tirta


Tinggalkan jejak yah, saran kalian sangat membatu thor


__ADS_2