Ternyata Aku Anak Seorang Miliarder

Ternyata Aku Anak Seorang Miliarder
LEBIH BAIK ASTIR YANG SAKIT


__ADS_3

" Sayang bangun, jangan buat mas khawatir begini, sa,,,sa yang banguuun?" isak tangis Astir peccah ketika melihat wanita yang ia cinta tidak sadarkan diri.


Arumi yang melihat anaknya tidak sadarkan diri di pangkuang suaminya, lalu mendekat kearah Astir menantunya.


" Nak, kita bawa dulu Riana ke Rumah sakit, soalnya dari tadi ia menahan rasa sakit di kepalanya" ucap Arumi.


tanpa banyak tanya lagi Astir mengangkat tubuh istrinya ala bride style melewati semua tamu undangan, dia tidak lagi menghiraukan semua orang, karena baginya yang terpenting ialah keselamatan istrinya.


Dalam mobil, Astir tiada henti mengucapkan istighfar dan berdoa untuk keselamatan istrinya, dan sepanjang itu pula Astir menangisi istrinya karena khawatir akan kehilangan istrinya, apalagi ini hari adalah hari pernikahannya, pernikahan yang harusnya membahagiakan setiap pengantin, malah menjadi duka yang mendalam bagi seorang Astir.


" Sayang! kenapa kamu tidak bilang kalau kamu lagi sakit hari ini hiks,,supaya kita tunda pernikahan kita, sebegitu khawatirnya dirimu pada mas sehingga biar sakitmu kamu tahan hari ini!, sayang bangun mas akan lakukan apapun buat kamu asal kamu bangun dan buka mata mu sayang, maafkan mas sayang, maafkan mas, mas minta tolong buka mata kamu sayang hiks..." Racau Astir pada istrinya yang masih belum sadarkan diri. Asdar yang sementara mengemudi jadi prihatin pada sahabatnya.


"Tir yang sabar,! Insya Allah Istrimu akan baik-baik saja" Nasehat Asdar pada sahabatnya Astir, Asdar tidak tega melihat sahabatnya yang sepanjang perjalanan menyalahkan dirinya sendiri.


" Sayang buka matamu m..mas mo..mohon" Suara Astir sudah mulai habis karena sepanjang perjalanan ia mengobrol pada istrinya yang tidak sadarkan diri.

__ADS_1


Sesampainya mereka di rumah sakit BAHTERAMAS kendari, Astir cepat-cepat menggendong istrinya langsung masuk ke ruang ICU.


Karena khawatir astir tidak menggunakan lagi Tandu pasien yang biasa perawat gunakan untuk dilarikan keruang ICU.


" Dok tolong selamatkan Istri saya" Ucap Astir sambil menautkan kedua tangannya keatas dada.


" ia pak, kami akan usahakan, bapak duduk dulu disini biar kami yang tangani di dalam" Kata dokter.


" Tapi dok saya su." Belum sempat Astir menyelesaikan kalimatnya, dokter sudah lebih dulu masuk ke ruangan ICU, dan terpaksa dengan keadaan yang gelisah dan khawatir ia menunggu istrinya keluar sambil berdiri di depan pintu.


" Astir lo duduk dulu di sini, Insya Allah Istrimu akan baik-baik saja, kita doakan saja yang terbaik buat kesembuhan Istrimu Riana, kamu jangan terlalu khawatir begini, Riana akan tambah sakit lagi kalau lihat kamu yang malah sakit karena mengkhawatirkan dia, sana makan dulu" tutur Asdar pada sahabatnya Astir.


" Ia nak, kamu pergi dulu ganti pakaianmu dan makan biar kami yang akan jaga di sini, Riana orangnya kuat nak, dia akan bangun" ucap Arumi mamahnya Riana menasehati menantunya.


" Ia nak biar kami yang tungguin Istrimu" Jawab Ana mamahnya Astir, dan mendapat anggukan dari papahnya.

__ADS_1


mengalir air mata astir dengan derasnya, ia hanya khawatir kepada istrinya, apa salah jika ia menunggu istrinya sampai keluar dari Ruang ICU " Mah, Mah Arumi, Astir tidak kenapa-napa, justru yang harus kita khawatirkan sekarang adalah keselamatan istriku, Aku rela menggantikan sakit istriku asalka dia bisa membuka matanya dan siuman" Ucap Astir sambil memgalir air mata di piponya, " Mah apa astir salah kalau Astir sangat mengkhawatirkan istri Astir, Dar apa Sahabatmu ini salah mengkhawatitkannya hiks,,hiks,, pah,! Astir takut kalau Astir haruuuus hiks,,hiks " Astir tidak sanggup lagi melanjutkan kata-katanya, hampir-hampir ia tidak sadarkan diri karena membayangkan jila istrinya akan meninggalkannya.


Ditengah pembicaraan mereka muncul dokter dari ruangan Rani di periksa, Astir lalu bangkit dan berlari dari duduknya menuju kearah Dokter " Bagaimana keadaan istri saya dokter?" tanya Astir dengan rasa gugup menyerangnya, takut-takut jika akan terjadi sesuatu yang buruk pada istrinya.


Dokter memasang wajah sedih, dan tidak menggbirakan, Astir yang melihat raut wajah dokter itu, langsung mendorong dokter jauh dari hadapannya


" Saa sayaaang".....


Bersmbung...


# Agustus C.SH


# IAIN KENDARI


*Tinggalkan jejak yah, saran kalian sangat membatu thor

__ADS_1


"


__ADS_2