
Mendengar penuturan Riana, Astir lalu memegang tangannya " Lo siapkan keberangkatan kita berdua setelah Mas keluar dari rumah sakit ini". Ucap Astir pada Riana, Astir melhat gelagat dan bingung Riana sambil menatap kearahnya. " Kenapa!, Lo nggak mau ikut!, bukannya kita sudah menikah, Istri kan harus satu atap dengan suaminya" Ucap Astir sambil menggenggam tangan Riana.
" Kenapa!, lo nggak percaya ya, Apa lo takut kalau gue kuliah nanti, kebutuhan sehari-harinya kita enggak akan terpenuhi?" Tanya Astir lagi.
" Tidak mas, bukan itu yang ada dalam pikiran Riana"
" Lalu apa?"
" Apa mas yakin!, kalau Riana ikut mas ke jakarta, bagaimana dengan pendidikan Riana disini, Riana juga sudah mendaftar di berbagai fakultas yang ada di kota ini" Ucap Riana pada Astir.
" Sudah..lo tenang saja, biar gue yang urus semuanya, dan lo akan kuliah di tempat yang sama dengan mas" Ucap Astir ' walaupun tubuh ini bukan tubuh gue, tapi hati dan pikiran tetaplah gue yang mengontrol semuanya' Monolog reyner dalam hati yang berada di tubuh Astir.
" Ia mas, Riana akan ikut kemanapun mas akan pergi " Riana lalu memeluk Astir sambil menenggelamkan kepalanya ke dalam dekapan suaminya.
Bugh..bugh..bugh.
'Mati gue, kalau dia mendengar detak jantungku, bisa hancur dunia persilatan' Monolog Astir dalam hati.
Suara degupan jantung milik Astir berdetak sangat kencang, karena di peluk dengan tiba-tiba oleh Riana, Riana yang mendengar itu langsung panik dan khawatir.
" Apa mas masih merasakan sakit" Tanya Riana dengan polosnya.
' Haa!!, apa dia sepolos ini, enggak ngerti apa maksud dengan jantung gue yang berdetak tadi' Monolog Astir dalam hati.
Astir memandang wajah cantik Riana dengan sangat dekat hingga jarak diantara mereka hanya selisih beberapa senti.
" apa Lo enggak merasakan sesuatu Riana?" Tanya Astir dengan jantung yang hampir sudah meledak dan ingin keluar dari tempatnya.
"Memangnya, apa yang harus Riana rasakan mas?" Tanya Riana dengan polosnya, sedang astir tambah bingung di buatnya.
'Apa selama mereka menikah, mereka nggak pernah melakukan hubungan yang lebih intim?' Monolog Astir dalam hati.
Astir menarik tangan Riana tepat di dada belahan jantungnya " Apa lo merasakan detak jantungku?"
Riana menganggukkan kepalanya " Iya mas, apa mas masih merasakan sakit di dadanya mas?" Tanya Riana, bingung dengan apa yang di maksudkan oleh suaminya.
" Ckk..ckk..ck..Lo ini pernah rasain bagaimana rasanya jatuh cinta nggak sih?" Tanya Astir pada Riana, Riana hanya menundukkan kepalanya.
__ADS_1
' kenapa pertnyaan Mas Astir kesana' Monolog Riana dalam hati. " Memangnya mas, kalau orang lagi jatuh cinta jantungnya kayak orang sakit yah mas hmm" Riana malah tanya balik pada Astir yang bertanya padanya.
" Emang waktu lo menikah dengan Ast, Maksudku gue, apa kita enggak sama-sama mencintai atau sama-sama ada perasaan suka gitu?" Tanya Astir
" Owh.., Maksud mas! saling ada perasaan suka gitu!, bilang dong mas dari tadi, " jawab Riana
" ,Na gue sudah bilang dari tadi, lo nya aja yang enggak pekka" Tutur Astir pada Riana dengan sedikit kecewa Pada Riana istrinya.
' Ternyata mas melupakan semua tentang kita mas, mas melupakan janji mas, mas melupakan ucapan mas saat kita sama-sama mengatakan sebuah KOMITMEN.' Monolog Riana dalam hati.
"Kenapa melamun"
" Tidak kok mas, Riana hanya memikirkan kesalahan Riana pada mas, dengan bodohnya Riana percaya saja dengan gambar yang di kirim teman mas, kalau mas sedang berciuman dengan teman mas, hingga aku meninggalkan mas tanpa mendengarkan penjelasan dari mas, padahal kita sudah..." Riana mengambil napas dalam-dalam " Kita sudah berkomitmen untuk saling percaya satu sama lain, tapi hiks...hiks..hiks tapi Riana malah pergi dari rumah tanpa kabar hiks..hiks...maafkan Riana mas" Ucap Riana sambil menangis sesegukan di depan Astir.
" hey..hey loh kenapa menangis, mas juga enggak akan marah, justru mas yang salah waktu itu, lo bilang kan, gue berciuman, berarti gue lebih salah dong ke lo" Astir lalu menghapus air mata yang jatuh dari pipi Riana " sudah jangan menangis lagi, lo harus buat gue kembali mengingat kenangan kita, lo sangat cinta kan ke gue?" Lanjutnya
Riana terdiam dengan pertanyaan suaminya, yang mengatakan ' apakah saya mencintainya, mas riana sebenarnya tidak mengerti dengan perasaan Riana, riana sering kepikiran tentang mas kalau mas jauh dari Riana, Riana tidak sanggup kalau mas tinggalkan Riana' Monolog Riana dalam hati.
" Kok melamun lagi, apa lo lagi lapar yah, hingga banyak melamun begini?" tanya Astir pada Riana.
Dugh...dugh...dugh.
' Bisa tipes gue lihat senyum indah itu, mana ada lesungnya lagi, tambah meleyot hati ini, seumur-umur gue belum pernah melihat gadis secantik ini, beruntung sekali laki-laki yang mendapatkannya, eits laki-laki itukan gue hmmm' Monolog Astir dalam hati.
" mas juga kenapa melamun!, sambil senyum-senyum lagi, lagi ngebayangin siapa mas?" tanya Riana menginterogasi suaminya.
" Ngebayangin senyum yang manis tadi" Jawab Astir dengan jujur, hingga membuat pipi Riana merah merona karena malu. " Malu yah." Lanjutnya sambil ngeledek Riana.
" Sudahlah mas, apa mas tidak lapar?"
" Mas sudah kenynyang barusan" Jawab Astir menggombal Riana.
" ah!!!., sejak kapan mas makan! Mas sedari tadi hanya bicara sama Riana, tidak menyentuh makanan sama sekali" Tutur Riana pada Astir. " Emang tadi mas makan apa?". Lanjutnya.
" Mas makan itu" jawab Astir sambil melirik ke bibir manis Riana.
" Apa mas?"
__ADS_1
Tanpa menjawab pertanyaan Riana, Astir melayangkan B**irnya pada B**irnya Riana, Karena tidak ada penolakan dari Riana, Astir semakin memperdalam C**mannya, Karena merasa tidak ada balasan dari Riana, Astir menghentikan Ciumannya.
" Apa lo enggak merasakan sesuatu gitu setelah gue cium tadi" Tanya Astir pada Riana.
' Kok aku merasakan jantungku berdebar begini, apa ini yang di maksud Mas Astir tadi, aku sudah ada Rasa pada mas Astir' Monolog Riana dalam hati. Lalu ia memegang jantungnya yang sedari tadi berdegub kencang.
Karena melihat Riana yang termenung, Astir jadi bingung di buatnya, tapi sekilas ia melirik ke tangannya Riana yang sementara lagi pegang dadanya di balik hijabnya yang panjang.
" Apa lo merasakan jantung lo bergerak cepat seperti mas tadi?" Tanya Astr
Riana yang di tanya malah bengngong dan tidak menjawab pertanyaan Astr.
" Hey...lo kenapa sih, dari tadi hanya bengngong"
" Ehh iyya mas, mas bilang apa tadi?"
"hmmm tuh kan lagi melamun, lo lagi ngelamun hutang lo yah,?" Tanya Astir dengan bercanda.
" Siapa yang punya hutang, seumur-umur Riana belum pernah mengutang." Jawab Riana.
" Beneran lagi enggak ada hutang?"
Riana menganggukkan kepalanya " Iya, bukan kebiasaan Riana Mas"
Cup
Bersambung...
#Agustus C.SH
#IAIN KENDARI
IG@Agus_arya_tirta
Tinggalkan jejak yah, saran kalian sangat membatu thor
"
__ADS_1