Ternyata Aku Anak Seorang Miliarder

Ternyata Aku Anak Seorang Miliarder
Kedatangan Ralova di Rumah Sakit


__ADS_3

" Arghh" teriak Astir menahan rasa sakit di kepalanya sambil ia memegangnya.


Sontak semua orang yang berada di ruangan mendekat kearah Astir


" Kepala kamu sakit mas?" tanya Riana pada suaminya.


" Arghh, kepalaku sakit sekali" jawab Astir sambil meremas kepalanya kuat-kuat, Astir mengingat sekilas tentang kecelakaannya saat ia ingin singgah untuk istirahat.


Riana lalu memeluk kepala Suaminya kedalam dekapannya " Sudah mas, mas tidak apa-apa sekarang" Ucap Riana sambil mengelus-elus kepala suaminya.


Sedang yang dipeluk malah kepikiran ' ingatan apaan itu tadi, kenapa gue menyebrang di tempat yang begitu asing dalam hidup gue, dan kenapa gue sangat nyaman dipelukan wanita ini, apa memang mereka saling mencintai, hingga jangung gue tidak aman begini' monolog Astir dalam hati lalu sambil memeluk erat tubuh Riana istrinya.


" Kepalamu sudah tidak kenapa-napa nak?" Ucap Ani pada Astir.


Astir yang sementara lagi asik memeluk Riana langsung melepaskan pelukannya " Kenapa lo peluk-peluk gue?" Ucap Astir pada Riana.


" Dia itu istri kamu Tir, yah wajarlah ia peluk kamu untuk menenangi kamu tadi, hmmm mana pelukan istrinya di balas erat lagi" Canda V pada adiknya sambil tersenyum manis.

__ADS_1


" Siapa juga yang peluk-peluk ia dengan erat, tadi kepala gue sakit, yah wajarlah gue reflex memeluknya tanpa sadar" Ucap Astir tidak mau kalah dengan kakaknya V.


" Tir, maafkanlah Eomma dan juga Aboji kita, dia sudah mengakuin kesalahannya padamu, walau bukan salah eomma dan aboji sepenuhnya" Ucap V pada Astir.


" Ia nak maafkanlah kesalahan kedua orang tua kamu, dia juga hanya manusia biasa seperti kita, bukankah kita sebagai manusia biasa harus saling memaafkan walau bagaimana dosa orang itu kepada kita" saran Ani pada anak angkatnya Astir.


' yah, gue juga mau apa, gue disini hanyalah reyner, bukan Astir, astir juga pasti akan memaafkannya' Ucap Astir dalam hati


Setelah beberapa menit berlalu tiba-tiba datang teman-teman kelasnya astir termasuk Ralova juga sepupunya Khasya.


Terdengar suara ketukan pintu dari luar "tok tok tok" Tidak lain dan tidak hanya kalau bukan Asdar yang mengetuk pintu itu.


V yang mendengar seseorang datang ke ruang inap adiknya, cepat-cepat ia sembunyikan wajah tampannya dengan masker, dan memakai kacamatanya agar tidak di ketahui oleh orang lain.


" Waalaikummussalam" jawab semuanya serentak, kecuali Keluarga V mereka hanya tersenyum ke arah teman-teman anaknya.


"Eh nak Asdar sudah datang! masuk nak, ajak teman-teman mu masuk" Ucap Ani pada Asdar sahabat Astir.

__ADS_1


Tiada mendung, tiada angin dan tiada hujan, matahari bersinar di siang hari, tiba-tiba Ralova datang menghampiri Astir dan ingin memeluknya tapi


" Eh mau ngapain kamu, kenapa kamu tiba-tiba mau peluk suami gue, emang kamu siapa main nyosor-nyosor aja meluk suami orang" Ucap Riana dengan sedikit tegas menengahi Ralova dan Suaminya.


"Haa, suami?, kapan Astir menikah, dan siapa istrinya, lo? Tanya Ralova dengan berpura-pura ia tidak mengetahui status Astir dan istrinya.


" Ia, saya istrinya mas Astir, Mas Astir menikahi saya 3 bulan yang lalu, kenapa emangnya?" Tanya balik Riana


" Haa 3 bulan yang lalu?" Ucap Ralova pada Riana dan menoleh kearah Astir " Lalu gue , lo mau kemanakan tir, lo udah janji ke gue sebelum semester akhir, kalau lo akan datang kerumah orang tua gue untuk melamar hiks...hiks...hiks," Sandiwara Ralova pada semua orang yang ada di ruangan.


" Astir tidak pernah punya janji pada wanita lain selain Riana" ......


Bersambung....


# Agustus C.SH


# IAIN KENDARI

__ADS_1


Tinggalkan jejak yah, saran kalian sangat membatu thor, JANGAN LUPA LIKE YAH


__ADS_2