
Pria itu tidak lain dan tidak hanya ialah Reyner yang baru saja terbangun komanya, setelah beberapa minggu berada di tubuh Astir, dia menampar wajahnya karena tidak percaya kalau dirinya sudah kembali pada tubuhnya yang asli. karena merasa kaget dengan Apa yang dilihatnya pada cermin, cermin di tangannya tiba-tiba terjatuh dan mengenai kakinya.
" Awww iyshhh" Kaget Reyner ketika melihat kakinya yang sudah di penuhi oleh darah.
" Suara apa itu yang jatuh?" Tanya salah satu perawat kepada temannya.
Perawat itu saling menatap satu sama lain ketka mengetahui sumber suara dari kamar cucu pak Juanda.
" Jangan-jangan suara pecah itu dari kamar..."
Belum sempat perawat itu menyelesaikan kalimatnya, temannya sudah berlari menuju ke kamar Reiner.
Beberapa perawat berlari ke kamar rawat inap Reyner, mereka terkejut saat melihat Reyner yang berdiri tegap dan memegang salah satu kakinya yang terkena pecahan cermin. Di satu sisi mereka mereka sangat senang ketika melihat Reyner cucu pak Juanda sudah terbangun dari komanya, dan di sisi lain mereka khawatir ketika melihat kaki Reyner bercucuran darah di lantai.
" Bapak silahkan duduk dulu di bed ini, biar kami obati luka bapak." ucap salah satu perawat kepada Reiner, Reyner hanya menurut apa yang di katakan perawat kepadanya.
" Gua ada di mana?" tanya Reiner kepada salah satu perawat wanita.
" Bapak sekarang ada di rumah sakit Jerman." Jawab perawat itu kepada Reiner.
" Jerman?"
" Iya Bapak sekarang berada di rumah sakit Jerman.'' jawabnya sambil tersenyum ke arah Reyner. "
" Bagaimana keadaan Bapak sekarang,?" tanyanya.
'' gua baik-baik saja.'' jawab Reiner dengan singkat.
" Apa kabar apa-apa tidak merasakan pusing?.'' tanyanya.
" Gua sudah bilang, gua baik-baik saja, kenapa lo mengulangi kalimat yang sama?" Tanya Reyner dengan menatap tajam ke arah perawat.
sikap keras Reiner tidak berubah sama sekali bahkan tambah keras dan dingin. Beberapa Perawat kewalahan dengan sikapnya yang keras dan dingin, tidak mudah diatur malah dia yang mengatur para perawat.
" Alhamdulillah kamu sudah siuman nak" Ucap Pak Juanda kepada Reyner.
Pak Juanda merasa senang ketika mendengar cucunya sudah siuman dari komanya, setelah dua minggu lamanya ia koma.
__ADS_1
" Kenapa Kakek membawa Reyner di rumah sakit ini?" Tanya Reyner.
" Karena hanya rumah sakit ini yang dapat menyembuhkanmu nak." Jawab Pak Juanda." Kenapa, apa kamu tidak suka di rumah sakit ini?" Tanya pak Juanda kepada Reyner cucunya.
Reyner hanya mengangkat bahunya tidak menjawab pertanyaan kakeknya.
" Permisi pak, saya harus memeriksa keadaan Cucu bapak." Ucap salah satu dokter yang menangani Reyner, lalu memeriksa keadaannya yang sudah baik-baik saja.
" Bagaimana keadaan cucu saya dokter?" tanya Pak Juanda kepada dokter.
" syukurlah cucu anda sekarang sudah baik-baik saja, tapi cucu Anda mesti perlu dirawat dulu untuk beberapa hari ke depan, karena bekas jahitan yang ada di kepalanya cucu tuan masih belum sembuh seutuhnya."Jawab Dokter.
******
Sedang di rumah sakit tanah air, Astir sudah berbaikan dengan kedua orang tua kandungnya Hyuna dan Park soo Kang, dan V kakak kandungnya.
" Nak Asdar...bukannya hari ini kalian akan berangkat ke jakarta?" Tanya Ani kepada Asdar sahabat Astir.
" Iyya tan, sebenarnya hari ini saya akan berangkat ke jakarta, bersama Aryo dan Boni, tapi karena melihat Astir yang tidak sadarkan diri, terpaksa hari ini kami menunda keberangkatan kami, dan kami juga sudah berjanji kepada Astir kemarin malam, kalau kami akan berangkat berlima ke jakarta bersama-sama." Jawab Aadar.
Astir tidak tau kalau dia akan berangkat hari ini ke jakarta, sebab ruh yang masuk di tubuhnya bukanlah dia, melainkan Reyner cucu dari pak Juanda yang terkenal kaya raya di indonesia bahkan luar negeri.
" Iyya tir, apa jangan-jangan lo juga lupa, kalau lo itu lulus dari universitas kesukaan lo?" Tanya Aryo kepada Astir.
Astir menautkan kedua alisnya " Saya lulus di Universitas Internasional?" Tanya Astir kepada Aryo.
" Iyya Astir, lo lulus di UI yang ada di jakarta." Jawab Aryo.
Bukannya bahagia atas kelulusannya di Universitas impiannya, Astir malah menggelengkan kepalanya.
" Sepertinya tahun ini, saya tidak usah kuliah dulu," Ucap Astir sambil tersenyum ke arah teman-temannya.
" Kenapa, bukannya minggu lalu lo sudah bilang, kalau lo akan kuliah di UI." Tutur Asdar kepada Astir.
' Saya!, kapan saya bilang, Aneh, ada apa dengan saya, Kenapa saya tidak mengingat dengan semua yang saya ucapkan?' monolog Astir dalam hati.
" Mungkin itu hanya halusinasi saya kepada kalian saat itu ." Ucap Astir.
__ADS_1
" Enggak sama sekali, malah lo sangat antusias saat itu, bahkan lo akan mandiri di jakarta dan bekerja di salah satu perusahaan temanmu yang kamu kenal di Jakarta. Kalau saya tidak salah namanya itu Reiner." ucap Boni kepada astir.
' Apa yang dimaksud Boni, Reyner? Sejak kapan saya punya kenalan yang namanya Reyner di Jakarta, namanya saja sangat asing, bagaimana bisa saya menyebut nama seseorang dalam keadaan tidak sadar' Monolog Astir dalam hati.
" Tidak mungkin saya mengucapkan nama itu, apalagi dalam keadaan tidak sadar dan lupa, saya juga tidak pernah punya kenalan di jakarta, sama sekali tidak punya." Tutur Astir kepada Boni.
Wajar saja Astir tidak mengingat semua yang di ucapkannya, sebab bukan dia yang mengucapkannya melainkan Reyner yang masuk ke dalam tubuh Astir.
Soo kang lalu mendekat ke arah Astir anak kandungnya.
" Apa benar kamu tidak mengingat nama Reyner?" Tanya park soo kang kepada Astir.
Astir menganggukkan kepalanya " Iyya"
" jadi kamu juga tidak mengenal kakeknya Pak Juanda." tanya sok kan kepada anaknya.
" Bagaimana mungkin Astir mengenal nama kakeknya pah, sedangkan Reiner cucunya saja saya tidak kenal." jawab astir.
' kenapa ucapan ucapan Astir berbanding terbalik dengan ucapannya dua minggu yang lalu, katanya dia mengenal Reiner dengan kakeknya tapi kenapa hari ini dia seakan tidak mengenalnya?' Monolog V hyungnya dalam hati.
" Apa alasanmu, Kenapa kamu tidak mau melanjutkan pendidikan, Bukankah kamu ingin sekali untuk pergi kuliah di universitas yang menjadi favorit kamu saat itu." tutur V kepada Astir adiknya.
" Astir hanya ingin istirahat saja tahun ini" Jawab Astir.
" Nak...kamu katakan saja semua keinginan kamu, Aboji akan mempersiapkan semuanya untuk kamu, Rumah, Apartemen, Pekerjaan, Biaya kuliahmu, biar Aboji yang akan mempersiapkannya untuk kamu dan juga istrimu. Ucap Soo kang kepada Astir.
" Ini...Aboji akan memberikannya kepada kamu" Ucap Soo kang sambil menyerahkan beberapa sertifikat tanah dan beberapa sertifikat perusahaan yang akan Astir jalankan.
Baik sertifikat tanah, sertifikat Apartemen, sertifikat rumah, dan sertifikat perusahaan mobil, dan yang lebih mencengangkan Astir ialah Sertifikat kampus UI ( Universitas Internasiona) yang sangat ia impikan ternyata milik kedua orang tua kandungnya.
" Sertifikat Universitas Internasional?"....
Bersambung.....
#Agustus
#IAIN KENDARI
__ADS_1