
Astir berlari keruangan istrinya dirawat, dengan langkah tertatih-tatih.
" Sa,say sayang" Ucap Astir ketika melihat istrinya yang terbaring lemah dikasur dengan beberapa alat medis dipasangkan di tubuhnya.
Astir yang melihat istrinya langsung mendekati istrinya dan mendorong semua Perawat yang merawat istrinya dan " Kalian memang perawat yang tidak beccus, bisa-bisanya kalian membiarkan istriku tidur lama begini, arghhh" Teriak Astir pada beberapa Perawat, perawat dan dokter hanya diam saja, mereka merasa bersalah karena tidak bisa menyelamatkan nyawa Riana istri Astir.
" Arghh Keluar kalian semua di ruangan ini, kalian nggak becus di katakan dokter, keluar saya bilaaaang" Teriak Astir. setelah semua perawat dan dokter keluar dari Ruangan itu, dan juga Keluarganya, tinggallah Astir berdua dengan Riana istri tercintanya.
" Hiks,,hikss, Sa,,say, yang, berat hidup yang aku rasakan jika kamu pergi tinggalkan mas, mas tidak akan sanggup tanpamu sayang, ka,,kamu pernah bilang pada mas kalau kamu akan selalu berada di samping mas, kamu bilang akan tetap setia di dekat mas, sayang hiks,,bukalah matamu sayang,,mas tidak akan sanggup melanjutkan hidup mas lagi, hiks,,hik,,hiks,, sayang bangunlah bidadari mas, Mas,,mas " tangis astir terputus-putus karena racauannya yang tak kunjung berhenti.
" Sayang, kemana kamu pergi, apa kamu akan meninggalkan mas selamanya, apa kamu tega meninggalkan mas sendiri, kalau kamu mau pergi ajaklah juga mas, mas akan ikut sama kamu sayang" ucap Astir lagi sambil mengelus-ngelus pipi istrinya yang sudah pucat, dan memegang tangan kanan istrinya dibawa ke mulut untuk di ciumnya.
10 menit,,20 menit telah berlalu, Astir tertidur di dekat istrinya yang sudah meninggal tetapi disini ada keajaiban ada sebuah keajaiban Riana membuka matanya, ia melihat kebeberapa arah, diatas ia melihat lampu yang agak asing di lihatnya, samping kirinya terdapat beberapa alat medis yang sudah tidak aktiv( di non aktifkan setelah Riana dikatakan meninggal dunia), samping kanannya pun sama ia melihat beberapa alat medis, tetapi saat ia melihat ke tangan kanannya, ia melihat pria yang sedang mencium tangannya dengan muka yang kusam karena kelamaan menangis.
__ADS_1
Riana yang melihat pria itu, langsung tersadar kalau pria itu adalah suaminya yang sudah mengatakan ijab kabul padanya, ia menangis melihat ke khawatiran suaminya, Riana mengangkat tangan kirinya untuk membangunkan suaminya yang ketiduran karena kelelahan.
"M,maas" ucap Riana pada suaminya, tapi suaminya masih tidak bangun, lalu ia mengacak-acak rambut suaminya dengan lembut, lagi-lagi Astir belum terbangun dari tidurnya, Riana lalu menurunkan tangannya ke wajah suaminya, ia pegang pipi suaminya yang kusam karena air mata yang sudah kering.
Astir yang merasa seperti ada yang meraba pipi dan matanya ia lalu membuka ke dua matanya dan betapa kaget dan gembiranya ia saat melihat istrinya membuka matanya.
" Sa sayang kamu sudah bangun" dengan senyum bahagia Astir meraih tangan istrinya dan menciumnya memeluk tubuh istrinya yang mungil, mencium pucuk kepalanya, dan mencium mata suaminya.
Keluarganya yang memdengar Astir yang kegirangan sendiri di ruanagn, mereka lalu masuk bersama dengan beberapa dokter dan perawat, mereka tidak percaya kalau ternyata Gadis yang dikatakan sudah meninggal dinyatakan hidup kembali, bahkan yang lebih heran di sini ialah para dokter dan perawat yang sudah mengatakan kalau Riana sudah meninggal dunia.
Astir yang melihat istrinya menangis langsung menghapus air mata yang jatuh di pipi istrinya " Sayang kamu kok nangis, jangan nangis nanti mata indah kamu merah loh sayang" goda Astir pada istrinya.
Riana yang mendengar gombalan suaminya jadi malu, dan menundukkan kepalanya menyembunyikan wajahnya yang sudah merah merona karena gombalan suaminya.
__ADS_1
" Ciyye yang tadi menangis kayak anak-anak dan mengusir kita smua sudah menggombal ni! Waah luar biasa sahabatku ini" celenguk Asdar menyinggung Astir.
Astir yang mendengar penuturan sahabatnya jadi merasa bersalah, tapi yah mau gimana lagi coba, kalau orang yang paling kita sayangi dinyatakan meninggal apalagi dihari bahagianya.
sedang Riana yang melihat suaminya jadi bertanya-tanya " Apa iyya mas,.mas usir mereka semua yang ada di ruangan ini?" tanya Riana dengan sedikit bingung
" Habisnya kamu tidurnya kelamaan, hampir 5 jam kamu tidak bangun, bagaimana mas tidak khawatir, baru mana kamu dinyatakan,, ah sudahlah" Astir tidak mau melanjutkan kata-katanya dan mau menyebut Kata 'meninggal' ia tidak akan sanggup.
" Kenapa Mas?"
Bersambung...
# Agustus C.SH
__ADS_1
# IAIN KENDARI
Tinggalkan jejak yah, saran kalian sangat membatu thor kedepannya